Bagaimana Belajar Memahami

Dalam hidup, ada berbagai variasi manusia, ada berbagai perbedaan, selain perbedaan gender adalah perbedaan bahasa, perbedaan suku, perbedaan agama, ras, dan bangsa. Perbedaan tersebut atau perbedaan antara satu manusia dengan manusia lainnya bukan seperti perbedaan air dan minyak sehingga sangat sulit disatukan.

Perbedaan manusia yang berbagai variasi tersebut, bisa disatukan sehingga menjadi saudara, teman, sahabat, kawan bahkan kekasih, hal ini merupakan adanya suatu jiwa yang saling berhubungan, dan jiwa yang bisa saling berinteraksi atau saling berhubungan adalah karena adanya saling memahami.

Saling memahami akan membuka sebuah hijab yang bernama perbedaan itu, dengan memahami seseorang bisa mengedepankan persamaan daripada perbedaan. Orang kaya yang memahami orang pas-pasan, ia akan selalu menghormati dan memberikan dukungan, begitu juga sebaliknya, orang pas-pasan jika memahami orang kaya, ia tidak akan pernah iri hati, malah akan memberikan doa untuk orang kaya tersebut.

Memahami adalah penting untuk menghindari berbagai perselisihan, pertengkaran dan permusuhan. Bagaimanakah kita memahami seseorang, yang berbeda dengan diri kita? Marilah kita bersama-sama untuk Belajar memahami.

Kadang masih ada saja, orang yang sangat sensitif bila ia mendengar atau melihat sesuatu yang belum benar kepastiannya, ia hanya mendengar dan melihat suatu berita atau kabar setengah-setengah. Bila kabar itu buruk, langsung prasangka itu muncul, perasaan tak tenang datang, dan perasaan galau semakin kacau. Ini adalah salah satu ketiadaan kepahaman tentang berita itu.

Ada lagi yang langsung marah-marah, ketika ia digoda atau dikerjain, padahal ternyata ia mendapatkan surprise jika sekarang ia berulang tahun, kemarahan yang mendadak itu adalah akibat kurang adanya kepahaman. Contoh lain, ketika kita dipecat dari pekerjaan kita, bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita langsung sedih dan berteriak-teriak, mungkin bisa saja benar, tetapi alangkah lebih baik jika kita memahami terlebih dahulu mengapa kita dikeluarkan dari pekerjaan kita.

Bagaimana cara agar bisa memahami? Pastikan tips dibawah ini bisa memberikan jalan bagi kita, agar kita menjalani hidup dengan memahami terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak. Tindakan tanpa adanya pemahaman akan terjadi kesalahan yang besar.

a. Berusaha Untuk Tenang

Setiap orang jika melihat, mendengar atau mendapatkan sesuatu yang tidak menggembirakan, pasti yang pertama kali muncul adalah ketidak-tenangan, ia akan shock, akan kaget dan jantungnya akan berdetak dengan kencang. Nah? Yang harus dilakukan sejak awal adalah berusaha untuk tenang. Bagaimana caranya, penulis kira, setiap agama sudah diberikan cara agar tetap tenang, contohnya pada agama islam adalah mengucapkan istigfar atau menyebut nama Tuhan, bisa juga disertai dengan mengganti posisi atau minum air. Bila hati tenang, pikiran akan tenang.

b. Menghentikan Biangnya

Biang kerok dari tidak memahami yang paling dominan adalah pikiran. Pikiran itu akan aktif atas data input yang dikirim oleh panca indera. Jika mendengar ucapan keji yang ditujukan untuk kita, pikiran akan menerima data-data tersebut dan menerjemahkan data-data yang diterima sebagai bentuk penghinaan. Ketika pikiran sudah menerjemahkan, ia akan menyebarkan informasi keseluruh tubuh, sebelumnya akan disaring oleh hati, bila hati tak tenang, maka informasi yang dikirimkan otak keseluruh tubuh akan mempengaruhi perbuatan jelek. Bahaya sekali bukan, makanya harus tenang, ketenangan adalah salah satu untuk menghambat pikiran yang berpikir negatif.

c. Cari Beribu-ribu Alasan Yang Baik

Misalkan kita mendapati seseorang yang menghina kita, wah pasti amarah langsung meningkat drastis, namun bisa dihentikan dengan mencari beribu-ribu alasan, oo... dia bukan menghina, dia memujiku ... Ohh, tidak apalah aku dihina, mungki itu caranya untuk menasihatiku dan sebagainya. Dengan mencari beribu-ribu alasan, maka pikiran kita akan terhindar dari prasangka,sehingga hati kita akan tetap tenang menjalani hidup.

Mungkin itu saja beberapa poin yang menurut penulis sangat penting, masih banya lagi bagimana kita belajar memahami. Namun apa yang diuraikan diatas, sudah cukup sebagai modal awal agar kita bisa memahami orang lain. Hidup bahagia bukanlah hidup yang serba mewah, tetapi hidup yang bahagia adalah hidup dengan hati yang tenang tanpa beban. 

(dycko-novanda)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater