Brother Andrew, Sang Penyelundup Allah

Saya tidak pernah berpikir untuk mendirikan sebuah lembaga misi. Yang saya lakukan hanya menaati panggilan Tuhan.” Brother Andrew, pendiri lembaga misi Open Doors International.

Tahun 1955 seorang misionaris muda asal Belanda mengikuti sebuah perjalanan misi ke Polandia. Disana ia berjumpa dengan tubuh Kristus yang tinggal di balik tirai besi yang sangat mendambakan Alkitab. Brother Andrew memulai pelayanannya dengan mendistribusikan Alkitab dan buku-buku rohani Kristen.

Biografi Brother Andrew yang ditulis dalam sebuah buku : God’s Smuggler (Penyelundup Allah) telah diterbitkan ulang oleh Penerbit Andi, berisikan pengalaman pribadinya saat menyeberangi perbatasan negara komunis dan perjalanan rohaninya yang begitu radikal untuk menggenapi panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Sebuah kesaksian yang hidup dalam pelayanan Brother Andrew yang juga membuktikan kuasa dan penyertaan Tuhan adalah sebuah laporan dari KGB (dinas rahasia Rusia) yang mencatat lebih dari 150 halaman aktifitas yang dilakukan Brother Andrew di Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur. Brother Andrew sangat terkejut mengetahui bahwa ternyata KGB mengetahui pelayanannya namun tidak menghentikannya.

Pelayanan yang dimulai Brother Andrew 57 tahun lalu telah membawanya dan lembaga misi Open Doors ke tempat-tempat berbahaya diseluruh dunia. Jaringan rahasia yang dibangunnya bersama gereja-gereja lokal telah membukakan pintu bagi distribusi jutaan Alkitab setiap tahun.

Persahabatannya dan kasihnya pada Tuhan telah membawanya bertemu dengan pemimpin besar seperti Yasser Arafat dan pemimpin kelompok Hamas, Taliban dan Hezbollah. Brother Andrew adalah satu dari sedikit pemimpin dari dunia Barat yang bertemu dengan kelompok-kelompok ini secara rutin sebagai duta Kristus. Ia juga merubuhkan tembok-tembok pembatas ketika menyampaikan Firman Tuhan ditengah gereja-gereja Katolik dan Koptik Ortodoks.

Meski diberi tahu bahwa mustahil untuk melayani di balik Tirai Besi, Brother Andrew yakin bahwa tidak ada perkara yang terlalu sukar bagi Allah. Saat melintasi perbatasan-perbatasan negara ‘tertutup’ – ia berdoa demikian :

“Tuhan, aku membawa Alkitab di bagasi mobilku yang hendak aku bagikan kepada anak-anakMU. Ketika Engkau masih melayani diatas muka bumi, Engkau mencelikkan mata orang-orang buta. Sekarang, aku berdoa, buatlah mata orang-orang ini menjadi tidak bisa melihat! Jangan biarkan para penjaga perbatasan ini melihat barang-barang yang Engkau tidak kehendaki untuk mereka lihat.” Dan mereka pun benar-benar tidak pernah melihat barang-barang tersebut.

Selama lebihdari 35 tahun, kisah kehidupan dan pelayanan Brother Andrew di negara-negara Tirai Besi telah mengilhami jutaan orang untuk berai melangkahkan kaki mereka dengan iman. Kisah kesaksian tentang petualangan dan pengalaman Brother Andrew yang sangat luar biasa ini, bagaimana Allah memimpin di langkah demi langkah dan memelihara dia dari waktu ke waktu – juga dapat dialami oleh semua orang yang mengikuti panggilanNYA.

Saat ini Brother Andrew bersama istrinya tinggal di Belanda dan memiliki lima orang putra – putri dan sebelas orang cucu.
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater