Gara-gara Salah Jalan, Kemiskinan Korut Terungkap

Terkadang Tuhan selalu mempunyai maksud tertentu untuk memperlihatkan sebuah keadaan dan kebenaran yang harus diungkap. Kebanggaan berlebih penguasa Korea Utara saat ini yang mengundang puluhan wartawan asing untuk melihat kemajuan negeri itu, berbuah pahit. Karena salah jalan, kemiskinan Korut terungkap.

Mulanya pemerintah Korea Utara itu ingin menunjukan kepada para wartawan mengenai program roket luar angkasa yang dituding pihak Barat sebagai program senjata nuklir. Rombongan wartawan dibawa dengan tiga bus, dengan presentasi meyakinkan mengenai kemajuan dan kesuksesan kondisi sosial ekonomi Korea Utara. Berbanding terbalik dengan gambaran awal, para wartawan malah disajikan dengan pemandangan kontras.

Jalan buruk tidak beraspal dengan debu kotor beterbangan di tengah kota Pyongyang. Menyedihkan lagi terlihat warga yang dominan lanjut usia dengan kantong kain buatan sendiri. Jajaran toko tanpa lampu dan pedestrian kumuh. seorang pejabat Korut Utara dengan pakaian seragam pemerintah pun segera sadar bahwa mereka salah mengambil jalan. Dia pun segera meminta para wartawan agar tidak mengambil gambar soal kondisi kemiskinan Korut.

"Kayaknya jalannya keliru? Saya berharap rekan wartawan menyajikan laporan yang sungguh benar. Artikel yang benar berkaitan bagaimana rakyat Korut kehilangan sang pemimpin Kim Jong Il, dan bagaimana kuatnya persatuan di antara rakyat dengan pemimpinnya. Bagaimana mereka begitu bersemangat menjalankan perintah para pemimpin untuk pembangunan negara yang besar, makmur, dan berkuasa". ujar Ri Jinju, nama pejabat itu, dalam nada suara bergetar karena emosi.

Sesudah kawasan itu, barulah rombongan memasuki jalan yang sebenarnya. jalan yang relatif bersih, terang, penuh dengan pualam, gedung yang nyaris kosong, dengan pusat musik digital dan DVD. Kondisi yang relatif bertolak belakang dengan pemandangan menyedihkan yang sempat terungkap. Diluar dari undangan ini, sangat sulit bagi wartawan untuk mengetahui keadaan sosial dan ekonomi Korut yang sesungguhnya. Jika ketahuan resikonya mereka bisa diusir dari negara itu.

Satu hal yang dapat dimaknai dari kejadian ini bagi diri kita adalah, jika kita ingin menunjukan sisi keberhasilan kita kepada orang lain, jujurlah terlebih dahulu mengenai sisi lain dari diri kita yang masih perlu dibenahi. Terkadang hal itu dapat mejadi kesaksian yang memberkati orang lain. Ketimbang ditutupi dan orang lain mengetahuinya secara tidak sengaja dan berasumsi lain dari kebenarannya.

(AP)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater