Gereja-gereja Mendesak Perdamaian di Sudan

Persekutuan-persekutuan gereja internasional seperti Dewan Gereja Dunia (WCC) dan Konferensi Gereja-gereja Seluruh Afrika (AACC) mendesak Sudan dan Sudan Selatan untuk "menahan diri secara maksimum" terkait kasus sengketa ladang minyak Heglig yang kini kedua negara sedang persoalkan.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan: "[Kami] menyerukan kepada kedua pihak untuk menahan diri secara maksimal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah lagi. Kami menyerukan agar kedua pihak bisa saling menghormati integritas teritorial negara masing-masing"

WCC dan AACC mendesak kedua belah pihak untuk datang ke meja perundingan, yang didukung oleh pemerintah Kenya dan Uni Afrika.

"Perang tidak harus terus dianggap sebagai pilihan yang layak," ungkap mereka.

"Setiap perang besar-besaran antara Sudan dan Sudan Selatan akan memiliki implikasi keamanan untuk seluruh wilayah dan memicu sebuah bencana kemanusiaan.

"Oleh karena itu, hal tersebut (perang) harus dihindari."

Secara geografis, ladang minyak Heglig berada di daerah Abyei dimana wilayah ini diklaim pemerintah Sudan Selatan dan Sudan sebagai wilayah mereka. Merasa memiliki hak terhadap daerah ini, maka kedua pemerintahan mengirimkan pasukan untuk berjaga-jaga disana.

Mengetahui hal ini, dunia internasional pun menunjukkan kekhawatirannya. Bagaimana tidak, belum satu dekade damai kedua negara bersaudara tersebut harus akan berperang kembali.

Perang memang bukanlah solusi paling tepat untuk merespon sebuah konflik. Dialog dengan tujuan mencari jalan keluar yang terbaik sampai dengan sekarang adalah jalan paling tepat memecahkannya. Oleh sebab itu, mari kita berdoa agar apa yang kini diserukan Dewan Gereja Dunia dan Persekutuan Gereja-Gereja Seluruh Afrika dapat ditanggapi secara positif oleh kedua belah pihak yang sedang bersengketa. Doakan juga agar pertemuan-pertemuan yang membahas masalah ini bisa mendapatkan win-win solution.

(christianpost)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater