Hal-Hal Dasar Yang Diperlukan Dalam Pernikahan

Menikah adalah dambaan bagi setiap insan. Berapa kalipun Anda terluka dalam masalah percintaan, tak akan ada yang mampu bertahan selamanya dengan kesendirian. Karena itu bagi Anda yang saat ini sedang menjalani hubungan dengan lawan jenis pasti cepat atau lambat akan mengarahkannya menuju jenjang yang lebih serius yakni pernikahan.

Sebagian besar pasangan yang memutuskan untuk mantab menikah dengan pasangannya adalah mereka yang telah mengenal satu sama lain dalam jangka waktu yang lama atau berhubungan bertahun-tahun. Namun walaupun demikian, hal tersebut tak menjamin langgengnya suatu hubungan.

Sedangkan tak ada seorangpun yang menginginkan perpisahan terjadi untuk apapun alasannya. Memutuskan untuk berpisah akan membuat Anda kembali ke dalam titik permulaan untuk mencari sesuatu yang baru yang sesuai dengan kriteria Anda. Sedangkan perpisahan biasanya menimbulkan luka yang lebih dalam. Apalagi jika rasa cinta telah ada namun perpisahan merupakan jalan satu-satunya.

Jadi sebenarnya lama usia perkenalan atau pacaran bukan merupakan hal yang mutlak. Sebaiknya Anda tinjau kembali hubungan asmara Anda dengan beberapa hal pokok berikut yang harus ada dalam ikatan sudi pernikahan.

Komitmen
Semua orang mengetahui, pernikahan lebih dari janji untuk saling setia hingga maut memisahkan. Komitmen ini merupakan semacam penguat ketika Anda dan pasangan menghadapi permasalahan sebelum dan sesudah melewati gerbang pernikahan. Ketika badai dalam pernikahan terjadi, maka ingatlah janji untuk terus “bersama”. Jika Anda tak mampu atau tak ada kekuatan untuk menciptakan komitmen bersama pasangan, maka cepat atau lambat, persiapkan ucapan perpisahan mulai dari sekarang sebelum melangkah ke pernikahan dan membuatnya semakin hancur berantakan.

Kesetiaan
Ujian sebelum dan sesudah pernikahan memang berbeda. Kualitas ujian akan semakin meningkat ketika Anda telah menjadi miliknya seutuhnya. Beberapa orang baru dan lama mungkin akan hadir menguji kesetiaan Anda. Selain itu Anda akan dituntut lebih berperan dalam berbagai keadaan untuk menunjukkan serta membuktikan kesetiaan Anda sebagai belahan jiwanya. Suatu saat mungkin akan ada beberapa hal mengejutkan yang baru Anda ketahui setelah Anda menikah dengannya, tidak ada mesin waktu untuk memutar kembali saat-saat dulu ketika memutuskan untuk menjalani pernikahan. Kesetiaan hampir berperan penuh layaknya komitmen.

Komunikasi
Jangan menyepelekan komunikasi terutama setelah Anda menikah. Jika masa penjajakan atau berpacaran saja komunikasi merupakan hal yang sangat penting, hal tersebut akan menjadi lebih kompleks saat Anda menikah. Pernikahan akan lebih banyak dibumbui dengan kecurigaan serta kecemburuan, jadi antisipasi pertama untuk melawannya adalah dengan komunikasi yang baik secara dua arah. Ada saatnya Anda harus mendengarkan, dan ada bagian di mana Anda harus bercerita.

Kepercayaan
Kepercayaan tak kalah penting dengan ketiga elemen diatas. Kepercayaan merupakan mata rantai yang menghubungkan segalanya. Komunikasi akan semakin baik jika dilandaskan dengan kepercayaan, begitupula dengan kesetiaan dan komitmen. Mulailah segala sesuatunya dengan rasa oercaya terhadap pasangan, hal ini akan membuat kualitas hubungan Anda dengan pasangan lebih awet sekalipun konflik datang tanpa henti.

Bagaimana? Sudahkah keempat unsur pokok tersebut telah tertanam pada hubungan Anda? Jika sudah, maka tak perlu waktu lama untuk memutuskan menikah dengannya sekalipun Anda baru mengenalnya. Apapun yang terjadi, ujian dalam pernikahan akan menuntut Anda untuk sekuat tenaga mempertahankan segalanya. Jadi jangan pertaruhkan untuk menikah jika Anda dan pasangan tidak memiliki landasan dasar yang cukup.
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater