Legenda Tinju Ternyata Pensiun Semasih Muda

Petinju ini telah menginspirasi Sylvester Stallone untuk membuat film hingga beberapa seri yang sukses. Meski tak mengangkat biografinya ia mengambil namanya untuk film tersebut walaupun dengan nama belakang yang berbeda. Itulah upaya memfilmkan seorang legenda petinju dengan cara yang kreatif.

Stallone mengambil tokoh fiksi Rocky Balboa yang mengidolakan petinju legendaris Rocky Manciano. Dengan cara ini film Rocky sukses di pasaran. Bayangkan saja, film Rocky yang diluncurkan tahun 1976 diproduksi dengan biaya US$1 juta, namun pemasukannya sampai US$225 juta. Stallone kemudian membuat sekuennya hingga sampai Rocky V plus Rocky Balboa.

Namun tanpa sosok Rocky Marciano sendiri, ide film itu barangkalai tak akan muncul. Rocky Marciano memang petinju luar biasa. Hal ini bisa terlihat dari catatan prestasinya. Selama karier profesionalnya ia bermain sebanyak 49 kali, tanpa sekali pun kalah maupun draw.Sebanyak 43 di antaranya menang KO. Ia juga sepi skandal yang menjadikannya olahragawan selebritis yang "lurus".

Marciano (nama aslinya Rocco Francis Marchegiano) lahir di Brockton, Massachusett, pada 1 September 1923, dari pasangan Italia Pierino Marchegiano dan Pasqualina Picciuto. Ia memiliki tiga saudara perempuan dan dua saudara laki-laki. Saat usianya menginjak 18 tahun Marciano dinyatakan terkena penyakit pneumonia (paru-paru) yang hampir membuatnya meninggal. Ia kemudian drop-out dari SMA-nya setelah menyelesaikan kelas 10.

Karena sekolahnya terputus ia kemudian bekerja di perusahaan truk angkutan barang Brockton Ice and Coal Company sebagai kuli yang menurunkan barang. Bersamaan dengan itu ia juga bekerja sebagai penggali parit dan pembuat sepatu.

Tahun 1943 ia menjalani wajib militer dan ditempatkan di Swansea, Wales. Tugas militernya sebenarnya sudah selesai pada Maret 1946 seusai Perang Dunia kedua. Namun sambil menunggu pemecatannya sebagai tentara ia ikut pertandingan tinju amatir antartentara. Ia beberapa kali menang dan kemudian bertarung di ajang profesional dengan mengalahkan Lee Epperson dalam tiga ronde yang mengejutkan. Meski begitu ia kembali ke tinju amatir untuk memperbaiki ranking-nya. Di ajang amatir ini catatan rekornya tidak terlalu mulus yakni delapan kali menang dan empat kali kalah.

Mungkin karena itu ia tak begitu antusias menempuh karier profesional tinju. Ia malah mencoba menjadi pemain baseball, olahraga yang digemarinya sejak masih remaja dan sempat bermain di liga sekolah semasa SMA. Ia diterima di klub Fayetteville Cubs. Namun hanya dalam waktu tiga minggu, klub itu memecatnya. Sejak saat itu ia memutuskan menekuni tinju profesional.

Pertarungan pertamanya terjadi pada 12 Juli 1947 melawan Harry Bilizarian. Ia menang TKO pada ronde pertama. Inilah perjalanan karier awalnya di dunia tinju profesional hingga membukukan 49 kali menang dengan hasil tak pernah draw, apalagi kalah.

Meski catatannya bagus, Rocky Marciano memutuskan pensiun dari dunia tinju pada 27 April 1956 atau tepat 56 tahun lalu pada saat usianya masih relatif muda, 33 tahun. Setelah itu ia banyak berkiprah sebagai bintang televisi. Ia meninggal karena kecelakaan pesawat pada tahun 1969 dalam usia 46 tahun.
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater