Pelajaran dari Gagalnya New Coke

Tanggal 23 April bagi pemerhati dan praktisi pemasaran akan mengingatkannya pada kasus gagalnya pemasaran New Coke. Dalam sejarah pengembangan Coca-Cola Company, New Coke memiliki cerita tidak mengenakkan dalam hal peluncuran produk baru.

Coca Cola adalah penguasa pasar minuman berkarbonansi pasca Perang Dunia II dengan menguasai 60% pasar minuman jenis itu.Namun di tahun 1983, pangsa pasarnya anjlok hingga 24% dan kalah dari Pepsi yang saat itu iklan-iklannya dibintangi Michael Jackson. Sudah tentu eksekutif perusahaan itu harus berusaha keras mengatasinya. Salah satu upanya adalah dengan mengeluarkan produk baru pengganti Coca Cola, namanya New Coke.

Produk itu sebenarnya diangap sangat progresif dengan menyasar anak muda yang sadar akan kesehatan. New Coke tampil dengan formula baru dan tentunya rasa baru. Produk ini juga dianggap solusi untuk mengalahkan pesaing tangguhnya, Pepsi.

Saat New Coke diperkenalkan di Kanada reaksinya cukup positif. Karena itu saat diluncurkan secara resmi di Amerika Serikat 23 April 1985, ada nada opitmisme dari perusahaan itu akan sukses. Namun ternyata hasilnya di luar dugaan. Pasar AS tak menyukai New Coke dan bahkan mereka minta Coca Coca Company mengembalikan Coca Cola lama.

Akibatnya, Coca Cola menarik kembali New Coke hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak diperkenalkan. Perusahaan ini mengembalikan Coca Cola lama dengan nama Coca Cola Classic. Akibat kegagalan itu, Coca Cola disebut-sebut mengalami kerugian sebesar US$100 juta.

Gagalnya New Coke ini dianggap sebagai pelajaran berharga bagi dunia usaha. Terutama menyangkut emosi konsumen terhadap produk yang sudah melegenda. Tak gampang mengubah sesuatu yang sudah melekat di hati penggemarnya.
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater