Penganiayaan Masih Terjadi di Turki

Setelah upacara peringatan untuk tiga umat Kristen yang telah dibunuh lima tahun lalu di Malatya, Turki, seorang pendeta dari Istanbul yang diserang pada minggu paskah berkata bahwa ia telah mengalami banyak kekerasan dan sikap permusuhan dari mereka yang memiliki tingkat fanatisme yang tinggi.

Semir Serkek (58), seorang pendeta dari Gereja Grace, Bahceliever, menuturkan ia mengenal dekat almarhum Necati Aydin dan Ugur Yuksel, keduanya adalah pengikut Kristus dari latar belakang agama M dan almarhum Tilman Geske yang berkebangsaan Jerman, ketiganya dibunuh secara brutal oleh lima pemuda di Malatya tenggara tanggal 18 April 2007.

Pada tanggal 7 April, pukul 9 malam, Serkek sedang sendirian di gerejanya untuk mempersiapkan perayaan Paskah, ia mendengar pintu gerejanya diketuk. Saat membukanya, ia menemukan empat pria belasan tahun yang mengatakan bahwa mereka memiliki pertanyaan dan memaksa untuk masuk. Mereka mengancam akan membunuhnya jika ia tidak mengucapkan kalimat yang mengakui adanya allah lain, katanya. "Ini adalah lingkungan kami, apa yang anda lakukan di gereja ini?" Tanya mereka. Akhirnya salah satu dari mereka menendang Serkek di bagian dada, mengejarnya sampai akhirnya ia terjatuh ke tanah, kemudian mereka tertawa dan meninggalkan Serkek.

Lahir dari keluarga Suriah yang berlatar belakang agama Kristen di tenggara Kota Mardin, Serkek berkata bahwa kekerasan ini tidak mengejutkannya, ia telah mengalami kekerasan secara verbal sejak masa kanak-kanaknya, tepatnya sejak ia mulai melayani Tuhan dan dengan terbuka menyatakan imannya, 35 tahun lalu. “Saya telah banyak mengalami kekerasan melalui perkataan, tapi ini adalah pertama kalinya saya mengalami kekerasan fisik, hal ini membuat saya merasa sedih, “Katanya.

(Compass Direct News)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater