Penyebab saya mengundurkan diri menjadi anak setan…

Hampir setiap orang tidak ada yang suka disebut anak setan, pada umumnya kita mengaku anak-anak TUhan. Pengakuan kita sebagai anak Tuhan sering hanya dibibir saja, yang sesungguhnya adalah bahwa kita anak-anak setan.

Benar, bahwa TUhan telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya, namun nyatanya kita enggan menjadikan Dia sebagai bapa kita. Itulah sebabnya kita lebih suka menjadi menjadi anak setan.

Tanpa sadar ternyata selama ini kita bagian dari keluarga iblis, bahkan kita sangat menikmati berada dalam lingkungan ini, sehingga sulit bagi kita untuk beralih ke lingkungan yang lain.

Setiap orang yang lahir kedunia ini memiliki seorang bapa, tidak menjadi soal bapa itu tanggung jawab atau tidak. Dalam istilah yang umum kita bisa juga memiliki banyak bapa dalam pengertian yang berbeda, misalnya, bapa rohani, bapa angkat, bapa tiri..dll…

Namun bagaimana jika saya katakan bahwa bapak anda adalah iblis? Anda pasti tidak mau, dan mungkin anda akan memaki-maki saya….namun mari kita buktikan bahwa sebenarnya anda dan saya hanya malu-malu saja mengakui bahwa IBlis telah menjadi bapa kita dan kita anak-anak kesayangannya.

Mari saya buktikan bahwa bapa kita adalah Iblis dan anda adalah anak-anak Iblis…

Yesus berkata dalam Yohanes 8:44

“ Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. “

Apakah sudah jelas ayat diatas? Saya harap demikian…” Iblis lah menjadi bapamu…” Iblis adalah bapa segala dusta, raja dusta, sumber dusta..

Bapak anda adalah iblis bila: Melakukan keinginan Iblis, keinginan iblis adalah dusta atau kebohongan…

Jadi, Setiap orang yang melakukan dusta, kebohongan, pemutar balikan fakta, fitnah adalah anak iblis, dan Iblis menjadi bapanya… Bahkan, bila anda sukses melakukan banyak kebohongan tidak mustahil anda menjadi anak emas atau anak kesayangan… Anak kesayangan sudah pasti memiliki banyak keistimewaan…jadi anda akan istimewa di mata Bapak Iblis….

Bila anda menyangkal bahwa anda bukan anak iblis, maka anda hanya menambah daftar kebohongan anda, karena faktanya anak Tuhan tidak bohong…

Berbicara tentang kebohongan, dusta dan sejenisnya… semua orang pernah melakukannya..tidak peduli apakah dia orang beragama atau tidak, orang besar atau kecil.

orang berdusta tidak memandang latar belakang hidup, sosial, pendidikan dan budaya, serta pekerjaan…semua kalangan mulai dari anak kecil sampai orang tua…dan kebohongan ini meliputi semua aspek kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, politik, agama, dll….

Tidak heran, Orang tua membohongi anaknya, anak membohongi orang tuanya, suami bohongi isterinya, isteri bohongi suaminya, pembantu membohongi majikannya, majikan bohongi pembantunya, jemaat membohongi pendetanya, pendeta membohongi jemaatnya..pemerintah membohongi rakyatnya, rakyat membohongi pemerintah, pedangang bohongi pembelinya, pembeli bohongi pedagangnya, teman membohongi sesama teman…dll tambahkan sendiri daftarnya…..

Singkatnya Kebohongan telah melanda kehidupan manusia, bahkan banyak orang seluruh hidupnya adalah kebohongan…

Mengapa orang berbohong..?

Pertama, kebohongan muncul untuk menutupi ketidak jujuran yang dia lakukan..

Kedua, ketidak jujuran yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara ilegal..

ketiga, untuk membinasakan/mencelakakan orang lain..

Hampir semua kebohongan ini dilakukan secara sengaja dalam keadaan sadar…tidak ada kebohongan yang kebetulan…walaupun ada kebohongan karena terpaksa, dalam arti ada tekanan dari orang lain….sebenarnya dia tidak mau bohong, tapi karena dipaksa dengan disertai ancaman akhirnya kebohongan terjadi…misalnya: pimpinan memaksa anak buahnya berbohong kalau tidak akan dipecat…anak-anak terpaksa berbohong demi uang jajan..dll

Bagi orang-orang yang labil jiwanya dan penakut maka dia akan turut dalam konspirasi kebohongan yang sistematis…namun kebohongan karena dipaksa orang lain ini persentasenya kecil..

Dusta-dusta yang kita lakukan, baik dusta besar atau kecil, sebenarnya bobot dosanya sama, sebab Tuhan tidak memandang dosa itu besar kecil, karena dosa tetaplah dosa walau sekecil apapun…

Istilah dosa besar dan kecil inilah menyebabkan kita banyak berbohong..maka muncul bohong kecil dan bohong besar…akibatnya banyak orang takut berbohong dalam skala besar, tetapi bohong kecil-kecil tetap terpelihara bahkan menjadi gaya hidup..padahal justru bohong “kecil” ini dapat menyebabkan orang tidak takut melakukan bohong besar…

Dalam hidup sehari-hari sejujurnya, kebohongan yang kecil sering kita anggap biasa-biasa saja..sebagai contoh: ketika ada orang mengajak makan..kita sering bilang kalau kita sudah makan, padahal faktanya kita belum makan dan sedang kelaparan…mungkin karena kita segan dan malu maka jurus itu pun keluar…

Contoh kecil yang lain…orang tua sering bohongi anaknya bila menangis, dengan cara menakut-nakuti bahwa kalau menangis akan ada setan….padahal faktanya tidak demikian….

Pedagang selalu bilang kalau buahnya manis, kenyataanya buahnya asam…

Mungkin banyak orang takut korupsi 1 M..namun tidak untuk uang 10 ribu atau 100 ribu…

Kita juga sering bilang tidak punya uang kalau ada orang mau pinjam uang…padahal uang kita ada, tapi karena takut dipinjam akhirnya berbohong…

Bahkan yang paling sadis, kita membohongi Tuhan dan kita merasa biasa-biasa saja..bahkan celakanya berbohong kepada manusia lebih berat kita rasa dari pada membohongi Tuhan..padahal faktanya Tuhan itu tidak dapat dibohongi manusia, karena dia tahu semua tentang kita, tidak ada yang tersembunyi bagiNya…dan upaya kita membohongi Tuhan telah lama gagal….

Jujur saja.. bagaimana kita berupaya membohongi TUhan dengan persembahan dan persepuluhan kita…Tuhan berfirman persepuluhan adalah milik Tuhan, yaitu sepersepuluh dari setiap penghasilan kita, tapi faktanya yang kita berikan kurang dari itu, bahkan kita tidak mengembalikan sama sekali apa yang menjadi milik Tuhan…

Masih banyak contoh lainnya…Silahkan tambahkan sendiri….

Bahaya kebohongan…

Anda pasti tahu, bahwa manusia jatuh kedalam dosa karena kebohongan Iblis kepada Adam dan Hawa..jadi kebohongan ini hampir sama tuanya dengan umur bumi ini…

Tuhan tahu bahwa kebohongan ini akan menjadi racun yang mematikan jiwa manusia itu, maka Allah dalam kasihnya memberikan hukum yang tertulis dalam keluaran 20:16, “Jangan mengucapkaan saksi dusta terhadap sesamamu..”

Faktanya bahwa kebohongan-kebohongan manusia telah menyebabkan bahaya dan kesusahan, baik pada diri orang itu, maupun orang lain. Akibat buruk dari sebuah kebohongan, juga akan melahirkan kebohongan lain demi menutupi bohong yang sebelumnya, maka kebohongan itu akan beranak pinak tujuh turunan…

Namun anehnya..manusia yang berbohong kadang merasa biasa-biasa dan tidak ada kerinduan untuk bertobat…mungkin kerinduan ada, tapi semua hanya sebatas kerinduan semata…apalagi kalau tabiat kebohongan itu sudah mendarah daging sulit untuk ditinggalkan..

Jadi bagi anda yang telah insyaf dari kebohongan saya ucapkan selamat untuk anda, dan bagi anda yang masih berjuang, teruskan perjuangan anda, sebaiknya jangan lama-lama…

Sebab tidak ada kebohongan yang abadi, suatu saat pasti terbongkar. Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat pasti jatuh…sepandai-pandainya anda berbohong suatu saat pasti terbuka. Anda boleh saja menutupi-nutupi sepanjang hidup anda, namun setelah anda mati kebohongan itu bisa saja terbuka, atau akan terbuka pada hari kiamat bila Yesus datang.

Nah…Alkitab mencatat dan memberikan 3 point penting tentang dusta dan pendusta:

1. Pendusta tidak memiliki kebenaran

“1Yohanes 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. “

Anda pendusta Karena anda bilang kenal Tuhan tapi tidak menuruti perintah-Nya..

2. Pendusta tidak memiliki kasih kepada Tuhan terlebih manusia

1Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Anda pendusta karena anda bilang mengasihi Allah tapi faktanya anda benci sesama manusia

3. Pendusta bibirnya manis, hatinya bercabang

Mazmur 12:2 (12-3) Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.

Anda pendusta karena apa yang di ucapkan di mulut berbeda dengan di hati anda..

Allah sangat membenci dusta..itu sebabnya Tuhan berfirman dengan tegas dalam Mazmur 101:7 , “Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku..”

Intinya para pendusta Tidak akan bertemu dengan Tuhan, mereka tidak akan masuk negeri perjanjian Sorga yang mulia itu, “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu. “ Wahyu 21:27

Oleh sebab itu, kita para pendusta saatnya bertobat dari jalan dusta kita, berdoa minta kuasa seperti doa Daud, “Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu..” Mazmur 119:29.

Paulus mengajak kita , “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. “ Efesus 4:25

Sebagai penutup..bilamana para pendusta menyerahkan hidupnya kepada Yesus, maka Yesus akan mengampuni kita..dan bila Yesus sudah mengampuni kita maka kita akan membenci dusta dan mencintai Perintah Tuhan., bahkan kita akan merasa jijik dengan dusta…

Maz 119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

Maz 119:163 Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai.

Dan yang lebih penting lagi, sekarang anda tidak disebut lagi pendusta, anak Iblis, tetapi sebagai anak-anak terang, anak Bapa sorgawi..

2Korintus 6:18 “ Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

Sekarang, saya ucapkan selamat kepada Anda …karena sekarang anda dan saya adalah anak Tuhan ! Tuhan memberkati

(DP)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater