Pria Sangat Tergantung Wanita Dalam Berpenampilan

Pria adalah makhluk yang selalu ingin bebas dalam hal merencanakan dan melakukan kehidupannya. Kabanyakan pria enggan dengan aturan hidup yang rumit dan bertele-tele. Itulah sebabnya mereka selalu marah dan jengkel jika pasangan terlalu ketat mengatur tanpa memberikan mereka ruang untuk bernafas.

Namun sebaliknya, ada sisi lain pada diri maskulin mereka yang membutuhkan sentuhan lembut seorang wanita, misalnya dalam hal berbusana atau meminta pendapat dan nasehat dalam menyikapi suatu masalah tertentu. Itu adalah sekian cara pria “menarik” wanita yang dicintainya untuk turut andil dalam kehidupannya.

Penelitian membuktikan sebanyak 60% pria kantoran akan meminta pendapat pasangannya atau memilih baju yang tepat untuk bekerja. Satu dari lima pria mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan sendiri pakaian yang tepat, namun ia tetap selalu meminta pendapat pasangannya sebelum berangkat bekerja.

Sebagian pria sangat menikmati saat-saat pasangan memilihkan baju yang tepat, dan sebagian lagi sangat mengandalkan selera pasangannya karena hal tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri. Wanita bisa menjadi perwakilan bagi mereka dalam memilihkan sesuatu yang tepat. Mereka selalu menghargai bagaimana cara pasangan mendandani busana mereka.

Hal-hal yang biasa mereka mintakan pendapat adalah pemilihan kaus kaki, kemeja dan pakaian dalam. Busana yang tepat akan meningkatkan kepercayaan diri dan berdampak pada kinerja sekaligus citra yang baik di depan rekan kerja dan klien yang bersangkutan. Karena itulah pemilihan warna atau jenis bahan serta kelngkapan busana yang tepat sangat penting dalam membangun karir dalam bekerja utamanya menunjukkan kharisma. Jika Anda amati sebagian pria akan mengajak pasangannya ke toko pakaian untuk memilihkan baju yang tepat. Mereka pun bersedia menunggu lama karena pilihan wanita selalu penuh pemikiran dan pertimbangan.

Selain pakaian dan nasehat, para pria juga senang bagaimana pasangannya mencoba mendandani fisik mereka seperti memakaikan dasi sebanyak 58 %, merapikan kerah baju 43 %, mengancingkan baju sebanyak 36 %, dan 29 % menikmati kesemuanya dilakukan oleh istrinya. Untuk pria yang belum menikah, mereka mengandalkan pendapat anggota keluarga terutama ibu. Itulah sisi lain dari seorang pria. Tampaknya kepercayaan terhadap pasangan membuat mereka nyaman untuk diatur dalam hal berbusana bahkan kadang sangat tergantung dalam hal tersebut. Itulah sebabnya pakaian seorang pria yang tak rapi maka akan disangkutpautkan dengan keberadaan istrinya. Maka tak heran dengan pepatah di belakang pria hebat, pasti ada sesosok wanita yang hebat pula.
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater