Umat Kristen di Sudan Selatan Terjebak dalam Kebencian di Sudan Utara

Ketegangan antara Sudan Utara dan Sudan Selatan beralih menjadi pertempuran militer di perbatasan, Penduduk yang mayoritas beragama Kristen dan berasal dari bagian selatan saat ini terjebak dalam ketakutan terhadap kemungkinan perubahan dan dampak dari pemerintah dan masyarakat yang beragama lain, kata seorang sumber kepada Compass.

Mereka dianggap sebagai pendatang yang resmi meskipun banyak dari masyarakat Sudan Selatan di Sudan yang berjumlah setengah juta orang tidak pernah tinggal ditempat lain. Penduduk asli dari selatan diberikan waktu 30 hari hingga tanggal 8 April untuk mendaftarkan diri atau meninggalkan negara ini. Namun pemerintah melarang ratusan suku dari selatan untuk terbang menuju Juba, pemerintah berdalih mereka membutuhkan dokumen dari ibu kota selatan untuk bisa pergi.

“Mereka menutup jalan didepan kami untuk mencegah kami pergi.” , ujar seorang pemimpin gereja.

Umat Kristen dari Sudan Selatan terkejut ketika mengetahui seluruh penerbangan menuju Sudan Selatan telah ditutup bagi mereka pada tanggal 9 April, tanpa ada kepastian kapan mereka diperbolehkan untuk meninggalkan Negara ini, kata seorang sumber. Pemerintah Sudan minggu lalu telah mendeklarasikan secara resmi status perang dengan Sudan Selatan, hal ini menambah rasa takut penduduk Sudan Selatan yang terjebak di Sudan Utara.

Status hukum berbahaya bagi warga asal Sudan bagian selatan telah mendorong terjadinya permusuhan yang konkret. Di Khartoum, massa ekstrimis dengan sebuah buldosernya telah mengancam untuk meruntuhkan sekolah Alkitab (9/04), sembari mengatakan bahwa umat Kristen harus mengembalikan tanah mereka, karena warga Sudan Selatan bukan lagi warga resmi dari Sudan Utara.

Mengklaim bahwa Sekolah Alkitab Gerief West dibangun di atas tanah leluhur kaum ekstrimis, sekitar 100 kaum ekstrimis tersebut mengacungkan pemukul kayu dan mengancam akan mengambil alih sekolah tersebut pada 30 Maret, saksi seorang pekerja di sekolah tersebut. Massa mengancam akan melakukan kekerasan terhadap siswa dan staff, tambahnya.

(opendoors)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater