Wanita Ini Memperjuangkan Hak Untuk Pakai Kalung Salib

Seorang perawat bernama Shirley Chaplin memakai salib di lehernya setiap hati, baginya ini adalah sebagai pengingat simbolis iman Kristennya. "Saya tidak pernah melepasnya (kalung salib). Bagi saya itu simbolis seperti cincin kawin, saya telah berkomitmen untuk menjadi seorang Kristen ketika saya masih berusia 16-17 tahun, dan saya tidak pernah melepasnya (kalung) sejak hari itu," ungkap Chaplin.

Namun kini dengan adanya undang-undang baru, Chaplin dan umat Kristen lainnya terancam kehilangan haknya untuk memakai simbol salib di tempat kerja bahkan akan dipecat jika tetap membangkang. Tidak puas dengan undang-undang itu, The Christian Legal Center (Pusat Hukum Kristen) mewakili Chaplin dan umat Kristen lainnya membawa kasus ini ke Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa.

Andrea Minichiello Williams, pendiri sekaligus CEO dari Pusat Hukum Kristen berharap dapat memenangkan kasus ini dan pemerintah kembali memberikan hak kepada umat Kristen untuk bebas mengekspresikan keyakinan mereka di tempat kerja. "Kami berharap pemerintah dapat melihat dengan akal sehat, bahwa dengan membuat pernyataan seolah-olah salib bukanlah manifestasi iman kristen, mereka sedang bermasalah dengan salib,” ungkap Wiliams.

Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Inggris mengenai kasus ini, namun diberitakan pelarangan penggunaan atribut keagamaan di tempat kerja adalah upaya pemerintah untuk mengurangi aksi diskriminasi yang mungkin dilakukan masyarakat terhadap orang atau kelompok tertentu.

Pengadilan HAM Eropa akan memberikan putusan kasus ini pada akhir tahun. Seluruh umat Kristen di Inggris, khususnya para pekerja berdoa agar Chaplin dapat memenangkan kasusnya sehingga membuka jalan bagi umat Kristen lainnya agar dapat dengan bangga mengenakan lambang salib di tempat kerja tanpa takut dipecat.

Setiap negara memiliki aturan atau hukum yang berbeda, dan sebagai umat kristiani kita pun diminta untuk menghormati aturan tersebut apalagi jika aturan tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan iman kita. Semoga apapun keputusan Pengadilan HAM Eropa dapat diterima dan dihormati semua pihak sehingga tidak menimbulkan keributan yang lebih besar lagi.

(cbnnews)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater