Hubungan Cinta di Tempat Kerja, Mengganggu Kinerja?

Tidak jarang cinta lokasi terjadi juga di tempat kerja. Hubungan cinta bisa terjadi antar sesama karyawan atau bahkan atasan dengan bawahan. Namun, hubungan cinta tersebut tidak selamanya berakhir dengan bahagia.

Hubungan cinta memang sebuah kewajaran, masalahnya kerap kali hubungan tersebut membawa gejolak psikologis yang dapat mempengaruhi kinerja individu atau bahkan rekan kerja mereka. Apalagi ditambah dengan tidak ada peraturan tertulis yang mengatur kondisi semacam ini.

Psikolog Fitri Sukmawati, M.Psi menanggapi fenomena ini dengan menitikberatkan pada kemampuan masing-masing individu dalam mengelola hubungan mereka.

Bila melihat sisi baiknya, membangun hubungan asmara di tempat kerja dapat memberikan motivasi dan semangat tersendiri dalam produktifitas. Kehadiran pacar bisa membuat seseorang menunjukkan kinerja terbaiknya agar mendapatkan pandangan positif dari pujaan hati.

Lain halnya ketika hubungan cinta tersebut malah berdampak buruk lantaran keduanya tidak bisa memaknai kondisi dengan baik.

“Memang kalau sekedar hubungan pacaran, biasanya di kantor tidak ada larangan. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah bekerja di kantor itu tentu membutuhkan konsentrasi. Jika perhatian terpecah dengan memikirkan sang pacar, hal ini tentu akan mempengaruhi kinerja pribadi bersangkutan. Salah-salah pekerjaan jadi terbengkalai karena mengurusi sang pacar melulu,” jelasnya, Sabtu (21/4).

Memiliki hubungan cinta dengan rekan kerja harus bisa membedakan antara pekerjaan dengan hubungan asmara.

“Pada dasarnya ini tergantung komitmen dari pasangan itu sendiri ingin menjalaninya seperti apa. Tapi yang jelas, setiap urusan kantor harus dipisahkan dengan masalah pribadi,” tambah Ketua Layanan Psikologi Terapan Ghandur di Jalan Tabrani Ahmad ini.

Kalaupun suatu saat terjadi masalah dalam hubungan cinta, hendaknya dipertimbangkan untuk memilih lokasi dan waktu yang tepat saat membicarakannya.

“Boleh melampiaskan itu semua, namun diluar jam kantor. Misalnya pada jam istirahat, boleh saling curhat dan berbicara secara baik tentang masalah yang ingin diungkapkan,” tutur psikolog yang akrab disapa Ipit ini.

Hubungan cinta memang selalu membuat setiap pasangan ingin mencari tempat untuk berduaan dan bermesraan. Sebagai pekerja profesional tentu jangan sampai sampai terlalu jauh melebihi batas norma.

“Kalau sekedar bertegur sapa, berbicara seadanya ya tidak apa-apa. Tapi jangan sampai bermesraan terlalu over ya. Kantor itu kan lembaga bisnis yang tidak hanya diisi oleh berdua saja, ada rekan-rekan lain disitu,” kata Ipit.

Menjaga peran sebagai seorang profesional dan pacar harus disikapi dengan bijak, salah-salah malah menjadi bahan gosip di tempat kerja.

“Jagalah image sebagai pekerja yang profesional. Okelah mungkin status berpacaran tidak dirahasiakan dengan rekan kerja sekantor, tapi selalu jagalah sikap,” tutur wanita berjilbab ini.

Kantor bukanlah tempat untuk bermesraan dan merupakan tempat kita bekerja, termasuk penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi dengan pacar.

“Sebisa mungkin hindari hal-hal seperti ini. Kantor menggaji kita untuk bekerja, bukan bermesraan dengan sang pacar,” tutup Ipit.

(Psikologizone)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater