Seorang Pendeta Meninggal Setelah Puasa

Percaya bahwa dirinya akan bangkit dari kematian usai berpuasa tidak makan dan minum selama belasam hari, seorang pendeta di Korea Selatan (Korsel) ini meregang nyawa. Kepolisian pun telah menetapkan bahwa istri pendeta tersebut bertanggungjawab atas kematian pendeta itu.

Dirilis AFP, Kamis (10/5) pendeta yang hanya diketahui bernama Jung tersebut, meninggal setelah berpuasa dan berdoa untuk gerejanya dan para jemaat di Distrik Dongjak, barat daya Seoul. Jung berhenti makan sejak 9 April lalu dan meninggal pada 18 April lalu.

Menurut pengakuan sang istri, Jung meminta kepada dirinya agar tidak membawanya ke rumah sakit meskipun dirinya tampak akan meninggal. Jung berkata, dirinya akan hidup kembali setelah tiga hari. Istrinya pun menuruti permintaan yang ganjil ini. Bahkan ketika sang suami sudah tidak benyawa lagi dirinya masih menunggu hingga tiga hari kedepannya, dirinya membawa jasad sang suami ke rumah sakit.

Atas hal ini, kepolisian pun mengadakan penyelidikan mengenai semua yang terjadi. Sang istri pun akhirnya dimintai pertanggungjawaban, karena secara hukum dirinya dianggap bersalah karena membiarkan pendeta tersebut meninggal dan membiarkan jasadnya selama tiga hari dengan keyakinan bahwa dia akan kembali hidup.

Maksud dan tujuan dari pendeta tersebut memang baik, dirinya berpuasa bagi gereja dan jemaatnya. Namun ketika tidak bisa mengukur diri dan berhikmat terhadap segala tindakannya, bayaran yang mahal pun harus diterima. Sebuah contoh yang harus kita maknai agar berhikmat terhadap apa yang kita yakini.

(detiknews)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater