Waktu Dan Caranya Tuhan

Ketika Yesus mendengar akan Lazarus yang sakit, Tuhan telah mengatakan bahwa penyakit itu tidak akan membawa kematian tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah. Melalui perkataan Yesus ini kita tahu bahwa Tuhan akan memakai penyakit itu untuk memuliakan Allah. Tetapi bila kita hadapi hal yang sama dan mendengar perkataan yang sama, tentunya yang ada di pikiran kita adalah bahwa penyakit itu akan sembuh sehingga akan menjadi kesaksian bagi orang banyak. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Tuhan justru sengaja menunggu 2 hari lagi sebelum jalan menemui Lazarus dan keluarga. Tuhan juga tidak menyembuhkan, tetapi membiarkan lazarus mati selama 4 hari.

Dari kejadian Lazarus ini kita melihat bagaimana cara dan waktu Tuhan untuk penggenapan perkataan-Nya sangatlah berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Tuhan tidak langsung pergi dan menyembuhkan Lazarus, tetapi membiarkannya mati selama 4 hari dan membiarkan keluarga Lazarus mengalami dukacita dahulu. Secara manusia, hal ini tidaklah wajar, tetapi justru di mata Tuhan, cara ini dan waktunya sangatlah tepat dan pas. Karena setelah Yesus membangkitkan Lazarus, semua orang takjub dan percaya kepada Yesus dan sungguh, kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Jadi, janganlah kita membatasi Tuhan dengan pikiran, cara-cara dan waktu kita. Tetapi, biarlah kita belajar untuk benar-benar berserah kepada Tuhan dalam segala hal. Sebab kita tak tahu cara dan waktu Tuhan sampai pada saat Tuhan menyatakannya. Tetapi satu hal yang kita tahu adalah bahwa Tuhan selalu menepati dan menggenapi perkataan-Nya dan Ia selalu bekerja untuk kebaikan mereka yabg mengasihi-Nya. Maka dari itu, marilah kita biarkan Tuhan bekerja di waktu dan melalui cara-Nya sendiri dan janganlah sampai pikiran dan akal budi kita membatasi Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya di hidup kita.

(IFGF GISI)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater