Sakit Langka, Bocah Tak Bisa Makan dan Minum

Usianya sudah menginjak 11 tahun. Namun, Erdem Dur tak dapat makan atau minum. Erdem didiagnosis mengalami gangguan perut langka, yang membuatnya tak mampu memproses makanan dan minuman sejak bayi.

Sang ibu, Nurten, mengatakan, Erdem baru berumur dua bulan saat melihat kelainan pada anaknya yang sangat kesakitan dan langsung membawanya ke rumah sakit. "Kami di ruang perawatan intensif dan para dokter menemukan ada kista di sebagian besar usus besar dan usus kecilnya," ujar Nurten seperti dikutip News.

Dokter terpaksa memotong sebagian ususnya agar Erdem tetap hidup. Erdem juga didiagnosis memiliki kondisi sindrom usus pendek. Setelah menjalani tujuh operasi besar selama sembilan tahun terakhir, Erdem kini bisa menghirup udara di luar rumah sakit anak Sydney di Randwick.

"Kami praktis menyebut RS sebagai rumah selama empat tahun pertama hidupnya. Saya tak pernah meninggalkan rumah sakit selama delapan bulan pertama," ungkap Dur.

Meski mengalami perbaikan, Erdem tetap tak mampu makan makanan padat. Dia harus diberi asupan makanan cair melalui selang 21 jam sehari. Namun, Erdem dapat menikmati "hadiah" khusus pada saat-saat tertentu.

"Dia sangat senang dengan keripik kentang dan dia dibolehkan makan sekeping keripik kentang seminggu sekali. Dia selalu memohon untuk makan itu, dan tidak pernah yang lain," ujar Nurten.

Nurten selalu waspada saat waktu memberi hadiah istimewa tiba. Sebab, makan lebih dari satu keping keripik kentang akan membuat tubuh anaknya bekerja sangat keras memproses makanan tersebut, menimbulkan komplikasi seperti kram perut dan diare.

"Dia tahu tak dapat makan cokelat atau permen dan segala sesuatu yang mirip itu. Dia menerimanya," tuturnya.

Erdem sendiri mengaku, sekeping keripik kentang setiap minggu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. "Keripik kentang adalah makanan terbaik. Terutama yang memiliki rasa ayam," kata Erdem.

Para dokter mengakui tak dapat memprediksi sampai kapan Erdem akan dapat mencicip makanan seperti orang lain. Erdem yang dapat bertahan dan relatif sehat hingga kini juga merupakan sebuah keajaiban. Satu-satunya pilihan untuk mencoba menyelamatkannya adalah operasi transplantasi usus yang belum pernah dilakukan pada anak di Australia.

"Saya diberitahu agar menikmati setiap harinya. Tidak ada yang bisa menjawab kapan Erdem bisa makan. Beberapa tahun ke depan, kami akan mencoba memberinya makanan padat dan melihat bagaimana respons tubuhnya," ujarnya.
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater