Mencintai Ketidaksempurnaan

Alkisah, seekor burung jatuh cinta pada bunga mawar putih. Burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya. Tapi mawar putih berkata, ''Aku tidak akan pernah mencintaimu'!'

Burung tak pernah menyerah. Setiap hari ia datang untuk bertemu dengan mawar putih. Akhirnya mawar putih berkata, ''Aku akan mencintaimu, jika kamu dapat mengubahku menjadi mawar merah...!''

Suatu hari burung datang kembali. Dia telah melukai sayap-sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, hingga mawar putih berubah menjadi "mawar merah''. Akhirnya mawar putih sadar, seberapa besarnya si burung mencintai dirinya.

Sayangnya, semua sudah terlambat, karena burung telah pergi selama-lamanya. Mawar putih pun menyesal, tapi penyesalannya itu tak berarti lagi. Yang telah pergi tak mungkin kembali lagi..

Dari pengungkapan/cerita ilustrasi di atas, kita diingatkan tentang "arti cinta sejati" (biasanya baru kita sedari setelah orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita). Orang bijak berkata, "Menikahi orang yang kita cintai itu hal biasa.. Tetapi yang luar biasa adalah mencintai orang yang kita nikahi." Ya, karena menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh dari waktu ke waktu dalam segala situasi maupun kondisi, itulah perjuangan yang sebenarnya!

Janganlah mencintai dan mencari kesempurnaan, tapi cintailah ketidaksempurnaan dengan cara yang sempurna. Luar Biasa!!
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by BIC Blog

Designed by Templater