Setelah melalui proses audisi di 3 kota di Indonesia, antara lain Malang (23 – 24 April), Bandung (30 April – 1Mei), dan Jakarta (7 – 8 Mei), Audisi Bintang ”Tendangan Dari Langit the Movie” mendapatkan 20 finalis calon kuat pemeran tokoh Wahyu. Dimana pada Malam Grand Final akan ditentukan siapakah diantara ke 20 finalis tersebut yang pantas memerankan remaja Bromo yang berbakat besar dan jago bermain bola, yang akan langsung menjalani proses syuting di Bromo dan Malang mulai 27 mei 2011 selama kurang lebih 1 bulan.
Malam penentuan bintang yang nantinya akan bermain bersama Irfan Bachdim dan tim Persema ini akan ditayangkan live di Stasiun TV RCTI pada hari Senin/23 mei 2011, pukul 22.30. Juri yang akan menilai siapakah yang pantas menjadi pemeran Wahyu dalam film ”Tendangan Dari Langit the Movie” di acara tersebut adalah Hanung Bramantyo (Sutradara), Mathias Muchus (Aktor Pelatih Akting), Timo Scheunemann (Pelatih Bola), Irfan Bachdim (Pemain Bola), dan Kim Kurniawan (Pemain Bola).
Dalam proses penyaringan untuk menjadi tokoh Wahyu, ke-20 finalis menjalani proses karantina selama 7 hari (17 s/d 23 mei 2011) di Buperta-Cibubur. Kesemua finalia yang antara lain 5 finalis dari Kota Malang, 8 finalis dari Kota Bandung, dan 7 finalis dari Kota Jakarta berbaur untuk mendapatkan pembekalan teknik bermain sepakbola dan akting. Materi pematangan teknik bermain sepakbola disampaikan oleh Coach TIMO SCHEUNEMANN (Pelatih Tim Persema), TAUFIK JUSAR (Ketua Asosiasi SSB Indonesia) dan ARIF HIDAYAT (mantan kapten tim Nasional U-16 di Piala Dunia 1979 melawan Argentina). Tidak ketinggalan pelatih tamu Internasional dari Liverpool Academy, PHIL NEAL (pelatih legendaris tim Liverpool yang pernah membawa tim tersebut menjuarai Piala Champions sebanyak 4 kali) dan PAUL BARRET.
Dalam hal pedalaman akting, selama 6 (enam) hari, seluruh finalis ditangani oleh MATHIS MUCHUS, aktor senior dan pelatih akting. Setiap harinya, masing-masing finalis diajarkan teknik dasar akting secara bertahap, mulai dari pengenalan karakter diri, menyelaraskan antara aksi dan reaksi baik dalam hal respon fisik maupun non fisik sehingga terlihat natural dan logis, pemahaman terhadap suatu cerita, penokohan, istilah-istilah dalam syuting, dan lain-lain. DUDE HARLINO, aktor Sinemart yang juga merupakan produk dari Audisi yang pertama kali Sinemart adakan juga hadir berbagi pengalamannya. Kesemua ilmu yang disampaikan merupakan pengalaman baru dan berharga bagi para finalis. Yang akan menjadi bekal mereka untuk memerankan tokoh Wahyu.
Ringkasan cerita :
Ini kisah tentang Wahyu, anak laki-laki berumur 16 tahun yang bagaikan namanya, diberi Tuhan kemampuan luar biasa dalam bermain sepakbola. Wahyu tinggal di Desa Langitan di lereng gunung Bromo bersama ayahnya yang seorang penjual minuman hangat di kawasan wisata gunung api itu, dan ibunya.
Demi membahagiakan orang tuanya, Wahyu memanfaatkan keahliannya dalam bermain bola dengan menjadi pemain sewaan dan bermain bola dari satu tim desa ke tim desa lain dengan bantuan Hasan, pamannya.
Sayangnya Pak Darto, ayah Wahyu sangat tidak menyukai apa yang dilakukan anaknya. Suatu hari saat Wahyu bermain bola dengan rekan-rekannya, keahlian istimewanya tak sengaja dilihat oleh Coach Timo yang tengah hiking bersama Matias di lereng Bromo.
Coach Timo kemudian menawari Wahyu untuk datang ke Malang dan menjalani tes bersama Persema Malang. Sayangnya lagi, berbagai ujian dalam meraih kesempatan emas bermain bersama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan di Persema mendapat banyak halangan. Selain harus memilih antara cintanya kepada Indah dan impiannya untuk bermain bola di jenjang yang lebih tinggi, Wahyu juga harus mampu meyakinkan Pak Darto. Belum lagi ternyata Hasan memiliki kepentingannya sendiri terhadap Wahyu.
Selain berbagai rintangan yang harus ia hadapi, layaknya seorang pemain bola sebelum mencetak gol, Wahyu juga harus menghadapi tantangan terakhir dari dirinya sendiri. Sebuah penyakit yang biasa menyerang anak-anak usia enam belas tahun seperti Wahyu. Akankah Wahyu menyerah? Mampukah Wahyu melewati segala rintangan yang menghadang? Mungkinkah impian Wahyu untuk bermain bola bersama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan di Persema terwujud?
