Hanya Dari Es Krim, Pertobatan Dimulai di Thailand

Ada seorang ibu penjual es krim di Thailand yang seorang begitu penuh kasih. Sambil membuat es krim, dia pun berdoa agar setiap orang yang membeli dan makan es krimnya akan mengalami perubahan hidup karena dia tahu es krimnya merupakan senjata yang dashyat. dia akan berdoa dengan menumpangkan tangan kepada es krimnya setiap hari. Dan setiap orang yang membeli es krimnya, dia akan mendoakan mereka. Mereka seperti mengalami kebangkitan rohani, penjualan es krimnya pun meningkat.

Tempat berjualan es krim ibu ini ada di dekat kantor gubernur. Setiap hari ketika dia lewat ke kantor gubernur, dia akan berdoa dan melemparkan berkat. Meski orang lain memandang rendah gubernur ini, ibu itu berdoa baginya. Suatu hari, gubernur Filipina yang terkenal dengan korupsinya, menyetop mobilnya dan membeli es krim ibu ini. Awalnya ibu ini tidak tahu siapa orang yang membeli es krimnya itu. Tapi si ibu ini tetap memintanya untuk datang ke gerejanya. Si gubernur yang beragama lain, menyetujui datang ke gerejanya. Datanglah gubernur Thailand ke gereja si ibu. Ibu ini pun lupa memberitahukan pendetanya kalau dia mengundang seseorang.

Pada hari itu, pendetanya tentang korupsi. Setelah beberapa menit berkhotbah, dia baru melihat ada gubernur yang terkenal korupsi itu. Pendeta itupun segera berdoa. “Tuhan, haruskah aku mengubah bahan khotbahku?” Tapi Tuhan bertanya kembali, “Mengapa kamu mau mengubah khotbahmu?” Dia menjawab, “Karena saya orang asing, mungkin passport saya akan ditahan.” Tapi akhirnya pendeta tersebut tetap melanjutkan khotbahnya. Si gubernur pun kelihatan tidak senang.

Tiga hari kemudian, si gubernur telepon. “Tiga hari yang lalu saya datang ke gereja kamu dan kamu berkhotbah tentang korupsi. Saya sangat tidak senang.” Kata gubernur itu. Tentu ini membuat pendetanya dag dig dug. Lalu gubernur itu melanjutkan, “Kamu tahu kenapa saya tidak suka? Karena sebelumnya saya sudah mengambil uang US$1 juta di rumah sakit dan setelah itu saya mendengar kamu berkhotbah. Saya mengerti untuk pertama kalinya. Saya tidak mengambil ini dari rumah sakit tapi dari semua orang yang membutuhkan. Menurut kamu, apakah Yesus bisa mengampuni saya?” cerita gubernur itu.

Singkat cerita, pendeta memintanya kepada Tuhan dan memintanya mengembalikan uang tersebut. Si gubernur lalu mengembalikan uang tersebut kepada direktur rumah sakit di hadapan direktur kontraktor. Melihat itu, direktur kontraktor pun mengembalikan uang hasil korupsinya sebanyak US$500 ribu. Direktur RS kebingungan, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dikatakan. Gubernur pun menyarankan untuk memberikan uang itu kepada mereka yang membutuhkan, agar rakyat miskin di sana mendapatkan air bersih.

Setelah itu, gubernur itu melakukan perubahan-perubahan yang dashyat. Dia bertanya pada pendetanya apa yang harus dia lakukan untuk memperbaiki keadaan di sana. Kepala polisi yang tidak disukai oleh semua orang, diundang dalam pesta, tidak ada khotbah di tempat itu, hanya doa agar pemerintah setempat mengijinkan pencarian polisi-polisi baru yang kompeten. Kepala polisi kemudian bercerita bahwa ijin itu keluar dan anehnya jumlahnya sesuai dengan angka yang didoakan pendeta.

Dari satu orang ibu penjual es krim, Thailand diperbaharui satu demi satu pejabatnya. Hal itu juga bisa berlaku di Indonesia. Yang perlu kita lakukan adalah dengan menjadi umat percaya yang berusaha tapi sambil berdoa dan menggembalakan domba yang hilang.

Selain ibu penjual es krim, ada pendeta di Argentina yang setiap hari selalu berdoa bagi orang-orang di sekitarnya selama 3-4 jam. Di hari Senin besok harinya, ketika bajunya dibawa ke laundry, bajunya yang tersentuh oleh wanita pengusaha laundry yang notabene bukanlah orang percaya, ada suatu kuasa yang keluar sehingga wanita itu disembuhkan. Sampai saat ini, ada 29 orang yang dibangkitkan dari kematian karena pendeta itu. Ada juga seorang pengusaha di Amerika yang menjual mobil. Setiap kali dia berdoa agar setiap orang yang membeli mobilnya, tidak mengalami kecelakaan, tidak menderita tapi malah bertambah makmur. Dan Tuhan mendengar doanya karena hatinya untuk para pelanggannya.

Ada juga seorang pengusaha yang mempunyai hotel. Dia percaya bahwa hidupnya buat Tuhan. Apa yang kemudian dia lakukan? Dia akan membuka satu kamar hotel dimana di situ diadakan doa setiap harinya. Setiap tamu yang datang, pelayan hotel itu akan memberikan kunci kamar dan mengatakan, “Selamat datang di hotel kami. Ini kunci kamar Anda. Jika Anda membutuhkan mujizat, tekanlah nomor 007 di telepon…” Dan pada akhirnya, ada 10.000 orang yang menerima Yesus di hotel itu.

Kisah-kisah itu diceritakan oleh Ed Silvoso di dalam sebuah seminar yang diadakan di the Hall Senayan City Lt. 8, Jakarta pada 12 Maret 2012 kemarin. Ed Silvoso juga membagikan bahwa kegerakan doa bisa membuat bangsa Indonesia ditransformasi, Indonesia akan diselamatkan. Karena itu, Ed Silvoso pun mengatakan bahwa umat-umat Tuhan di Indonesia harus keluar dari tempatnya dan menjadi umat Tuhan yang 3 In 1.

Apakah itu umat Tuhan yang 3 in 1? Menurutnya, untuk dapat mengalami transformasi, umat Tuhan tidak hanya melakukan pekerjaannya tapi juga menjadi penggembala dan juga pendoa. Data alkitabiah tentang keluar dan menjadi umat 3 in 1 dapat kita lihat dalam diri Paulus. Jika sebelumnya Anda menjadi pengusaha, Anda dapat berdoa syafaat bagi negara, keluarga, teman-teman ataupun orang lain. Tapi Anda juga dapat menjadi gembala juga menjadi mereka, sama seperti ibu penjual es krim tersebut, sama seperti Paulus.

Apa yang harus dilakukan? Kita harus punya paradigma yang baru. Sebagai seorang pekerja maupun pengusaha, kita mulai apa yang kita kerjakan di dalam doa. Paulus, seorang pelayan Tuhan yang sapu tangannya dapat menyembuhkan banyak orang, merupakan seorang pengusaha tenda, yang tentu saja akan memakai sapu tangannya itu untuk mengelap keringatnya saat bekerja. Sapu tangan yang sama untuk bekerja, sapu tangan yang sama juga yang menyembuhkan.

Jadi, di dalam melakukan kegerakan rohani agar bisa terjadi di Indonesia, semua umat Tuhan harus berpartisipasi dengan menjadi umat Tuhan yang 3 in 1. Semuanya mungkin bagi Tuhan, karena Dia dapat memakai siapapun kita, profesi apapun yang kita punya untuk kemuliaan nama-Nya.

(jawaban.com)
←   →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by Cerita Langit