“Waktu lahir, berat Cesar hanya 1,5 kg. Dokter bilang, ada lubang sebesar 0,63 cm di jantungnya, ditambah lagi kedua matanya katarak. Saya sedih melihat anak saya lahir seperti ini, apalagi dia adalah anak pertama kami.” Ungkap Ivon (ibu Cesar).
Hans Managanta (29) dan Ivon Managanta (27) hanya bisa tertunduk dan diam, saat dokter menganjurkan agar kedua mata Cesar dioperasi agar ia bisa melihat. “Waktu dokter bilang Cesar harus dioperasi, kami pikir uang dari mana? Apalagi, saya dan ibunya hanyalah pekerja honorer. Kadang-kadang, gaji kami pun tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.” Ungkap Hans.
Hans dan Ivon terus membangun harapan dan berupaya untuk kesembuhan anaknya. Namun biaya operasi yang dibutuhkan teramat besar dan belum terkumpul untuk mewujudkannya. Harapan baru pun muncul, saat Hans dan Ivon mendengar OBI datang ke Poso dan menggelar operasi katarak massal gratis di RSUD Poso. Segera, Hans dan Ivon membawa Cesar untuk mendapatkan pertolongan.
Namun Hans dan Ivon tidak lantas menerima kabar baik. Keterbatasan alat operasi yang tersedia, tidak memungkinkan Cesar dioperasi saat itu. OBI bekerjasama dengan Yayasan Setia Bhakti, membawa Cesar dan kedua orangtuanya ke Jakarta dan operasi untuk Cesar dilakukan di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung (5/4).
Keesokan harinya (5/5), bertepatan dengan hari ulang tahun Cesar yang pertama, akhirnya ia dapat melihat wajah kedua orangtuanya dan seluruh keindahan yang Tuhan ciptakan. Ya, operasi dinyatakan berhasil dan akhirnya Cesar dapat melihat kembali. Terima kasih Mitra, anda telah memberikan kesempatan bagi Cesar untuk melihat dunia ini. (MD)
Source : Obor Berkat Indonesia
