Berbeda dengan kebanyakan masyarakat dunia yang selalu antusias menyambut kunjungan pimpinan tertinggi otoritas Vatikan Paus Benediktus XVI, sebagian masyarakat Spanyol justru menyambutnya dengan demonstrasi besar-besaran menolak kunjungan itu.
Dirilis The Telegraph (17/8), demonstrasi itu dilakukan sebagai bentuk penentangan mahalnya biaya kunjungan yang dikeluarkan pemerintah Spanyol disaat krisis ekonomi tengah menimpa negeri matador itu. Dana sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp613 miliar yang dikeluarkan pemerintah Spanyol untuk keamanan dan kebijakan lainnya seputar kedatangan Paus dinilai timpang dengan kenyataan pahit ekonomi negara tersebut.
Paus sendiri dijadwalkan akan menghadiri festival Hari Pemuda Dunia di Madrid pada Kamis. Festival ini akan dihadiri jutaan pemuda Katolik di Spanyol maupun dari berbagai belahan dunia yang ingin bertemu langsung dengan Paus. Lebih dari 100 kelompok demonstran berdemo pada Rabu malam waktu setempat. Termasuk di antaranya adalah para sekuler, kelompok anti korupsi dan anti kebijakan ekonomi pemerintah, para aktivis gay, dan bahkan pendeta Katolik.
Mereka mengatakan biaya kedatangan Paus terlalu berlebihan, padahal sebanyak 45 persen pemuda di bawah 25 tahun masih menganggur. Krisis Spanyol juga berada di titik kritis. Utang Spanyol pada akhir tahun ini diproyeksikan sebesar US$836 miliar. Jumlah ini sebesar 67 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP) Spanyol.
"Kami mengkritik pertunjukkan penuh skandal ini di tengah situasi ekonomi yang terpuruk dan banyak penganggur. Kunjungan mewah ini menyebabkan banyak kerusakan dan merugikan banyak orang," kata Evaristo Villar, dari kelompok Jaringan Kristen Spanyol.
Para demonstran membawa poster dan meneriakkan slogan "Kunjungan Paus - tidak dengan pajak kami". Selain itu, mereka juga mengklaim biaya kunjungan Paus mencapai lebih dari 100 juta euro atau Rp1,2 triliun. Selain itu ratusan gay dan lesbian di Spanyol direncanakan akan menggelar aksi "ciuman" di jalan sebagai bentuk protes kebijakan Vatikan yang mengutuk secara moral orientasi seksual yang menyimpang.
Diluar dari kebijakan Spanyol yang berlebihan mengeluarkan biaya tersebut, selalu saja ada upaya penolakan terhadap siapapun yang datang membawa pesan kebenaran dan perdamaian. Nilai moralitas yang semakin menyurut dan tidak sesuai dengan konteks sedang dialami dunia. Dan kitalah yang harus merubahnya.
Source : berbagai sumber - dpt
