The Dead Sea Scroll atau gulungan naskah yang ditemukan di Laut Mati terus mendapat perhatian khusus sebagai salah satu situs sejarah yang dipercaya akan mengungkap dan membuka kebenaran yang lebih besar terhadap seluruh kejadian yang ditulis didalam Alkitab.
Untuk memelihara serta membantu penelitian lebih lanjut kepada naskah ini, The Friends of the Israel Antiquities Authority (FIAA) baru-baru ini menghimbau kepada masyarakat dunia untuk bergandeng tangan mengadopsi lembar halaman dari naskah yang terancam oleh pencurian internasional dan kolektor benda berharga.
Menurut Daily Mail, setiap orang dapat mengadopsi per halaman dari naskah tersebut senilai £ 1.200, selanjutnya FIAA akan menyantumkan nama penyandang dana di atas teks yang diadopsinya. Dengan ini FIAA berharap dapat mengumpulkan dana bagi konservasi dan proyek besar digitalisasi teks-teks kuno yang akan sangat bermanfaat bagi kemajuan ilmu dan teologi.
Yakub Fisch, dari FIAA di New York, mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat mengumpulkan uang untuk fotografi, konservasi, pembersihan dan menampilkan gulungan tersebut dalam gambar berresolusi tinggi. "Kami ingin melestarikan semua gulungan dan akhirnya menempatkan mereka secara online, dan digitalisasi merupakan bagian dari proyek multi-tahap. Kebanyakan orang yang mendaftar ingin fragmen menengah, "katanya.
Gulungan Naskah Laut Mati ditemukan di sebuah gua di Qumran di Tepi Barat pada tahun 1947, di dalamnya termasuk teks-teks alkitabiah tertua yang masih ada di dunia. Ada lebih dari 15.000 Gulungan Laut Mati, yang ditulis pada perkamen dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani, yang dibuat antara tahun 150 BC hingga 70 AD.
Source : Daily Mail - dpt
