Tips Berbelanja untuk Konsumen yang Hemat

Tidak dapat dimungkiri, semakin hari harga kebutuhan pokok semakin tinggi. Hal ini terkadang tidak diikuti dengan naiknya penghasilan kita tiap bulannya. Bahkan beberapa orang sering mengeluh karena mereka mengalami kesulitan finansial. Sebenarnya masalah utamanya bukan karena kita tidak memiliki cukup uang, tapi kadang secara tidak sadar kita mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatur pengeluaran Anda.
  1. Buatlah Perencanaan
    Sebelum berbelanja, alangkah baiknya jika Anda melakukan perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan akan membantu Anda terhindar dari pembelian barang yang tidak perlu.
  2. Bandingkan Harga
    Jangan mudah tergoda oleh barang yang mendapat potongan harga. Bandingkan dengan toko lain sebelum Anda menjatuhkan keputusan. Terkadang toko lain menjual barang yang sama dengan harga yang lebih terjangkau.
  3. Banyak Belum Tentu Hemat
    Biasanya orang berpikir, mereka lebih hemat jika membeli satu macam barang dalam jumlah besar. Pikirkan dulu sebelum membeli barang dalam jumlah besar, belilah barang hanya untuk menggantikan yang sudah habis di rumah. Sebagai contoh, Anda tidak perlu membeli tisu enam gulung jika Anda hanya membutuhkan satu gulung saja, bukan? Sisa uangnya bisa Anda gunakan untuk membeli kebutuhan lain yang kebetulan sedang habis di rumah.
  4. Jangan Tergoda Potongan Harga
    Jangan membeli barang hanya karena barang tersebut sedang mendapatkan potongan harga, apalagi jika Anda tidak benar-benar membutuhkannya. Kadang ketika kita membersihkan dapur atau lemari, kita akan menemukan berbagai macam barang yang dulu kita beli ketika sedang pesta diskon, tetapi pada akhirnya barang tersebut tidak pernah kita gunakan.
  5. Jumlah Besar Belum Tentu Lebih Murah
    Hampir sama dengan tips nomor 3, tips ini ingin mengingatkan Anda bahwa pembelian barang dalam besar belum tentu lebih murah. Kadang kala, kita perlu melihat harga barang dalam partai besar untuk membandingkannya agar mendapatkan harga yang lebih murah. Banyak toko yang menyertakan harga per unit di samping harga satuan.
  6. Cek Selalu Nota Belanja Anda
    Jangan lupa untuk mengecek kembali nota yang diserahkan oleh petugas setelah Anda berbelanja. Komputer pun bisa melakukan kesalahan. Saya memiliki sebuah pengalaman di mana saya harus membayar 23 potong roti, padahal seharusnya hanya 2 potong. Saya senang sekali karena saya mengecek nota saya.
  7. Jangan Membawa Kartu Kredit
    Supaya tidak membelanjakan terlalu banyak uang, saya sarankan jangan membawa kartu kredit Anda. Bawalah sejumlah uang yang Anda perlukan. Dengan begitu, Anda tidak akan tergoda untuk membeli barang lain yang mungkin tidak Anda perlukan.
  8. Jangan Belanja pada Tanggal Mud
    Berbelanja bisa memberi tekanan yang besar terutama jika pusat perbelanjaan ramai dipenuhi oleh orang. Oleh karena itu, hindarilah tanggal muda di mana orang kebanyakan berbelanja setelah menerima gaji bulanan mereka. Bayangkan kelelahan yang harus Anda rasakan dan waktu yang terbuang hanya untuk mengantri di kasir ketika tanggal muda.
  9. Banyak cara lain untuk berbelanja. Awali acara belanja Anda dengan sebuah perencanaan, jangan pernah pergi ke toko tanpa perencanaan terlebih dahulu. Bijaksanalah dan tetapkan tujuan ketika Anda menghadapi godaan. Selamat berbelanja. 

Membiasakan Diri Untuk Menabung

Menabung rata-rata sulit dilakukan sebagian orang, terlebih bagi wanita. Banyaknya godaan untuk menguras isi kantong membuat tabungan menjadi kosong melompong. Karena itu penting untuk dilakukan semacam pembelajaran menabung sejak dini di usia kanak-kanak.

Ada juga yang meremehkan untuk menabung. Beberapa kalangan lebih puas menyisakan uang dalam jumlah besar kemudian dipakai lagi karena merasa menyisihkan tabungan sedikit demi sedikit secara berkala membutuhkan kesabaran ekstra yang tidak dimilikinya. Padahal ungkapan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” ada benarnya. Tabungan akan menunjukkan hasilnya sesuai berjalannya waktu asal Anda rutin walapun jumlah yang Anda setorkan untuk mebung hanya sedikit.

Tabungan sendiri memiliki banyak fungsi. Selain sebagai cadangan keuangan, Anda dapat memakainya di waktu-waktu yang tak terduga seperti ketika sakit. Dengan tabungan Akan lebih memudahkan Anda untuk berhemat dan tidak membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan.

Berikut ini ada beberapa cara yang dapat memudahkan Anda untuk menabung.

Mencatat keperluan sebulan
Dalam sebulan, catatlah kebutuhan yang akan Anda beli. Setelah semua tercatat tanpa terkecuali sekecil dan seremeh apapun itu, lalu buatlah daftar skala prioritas dengan nomor urutan yang paling penting Anda catat di bagian nomor awal atau diatas. Lakukan kalkulasi dan perkirakan berapa pengeluaran keseluruhan dibandingan dengan pendapatan Anda. Sebaiknya Anda mencoret yang tidak penting. Lalu catatlah jumlah wajib yang harus Anda tabung di setiap waktu-waktu tertentu.

Selesaikan utang
Adakan perbenahan dalam sistem keuangan Anda, jika terdapat hutang, maka sebaiknya Anda tutupi kekurangan itu. Dengan melunasi hutang maka Anda tak akan memiliki semacam hambatan lagi untuk menabung.

Pertahankan kedisiplinan
Meskipun jumlah yang Anda sisakan tak seberapa dan tidak sama besarnya, yang penting Anda lakukan secara disiplin dalam rentang waktu yang telah Anda tetapkan misalnya seminggu sekali. Jangan sampai Anda terlena untuk tidak menabung. Jika perlu Anda dapat membuat semacam poster impian agar membuat Anda lebih semangat menabung.

Motivasi diri dengan target
Menabung tak hanya berguna untuk beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Menabung juga ada kaitannya dengan masa depan. Anda harus memotivasi diri Anda, jika perlu mintalah bantuan keluarga atau kekasih. Buatlah target yang jelas tujuan Anda menabung dan biarkan mereka melakukan tugasnya untuk menyemangati Anda.

Sisakan untuk keperluan pribadi
Agar semakin mudah menabung, sebaiknya Anda menyisihkannya di awal bulan. Dan berikan sedikit anggaran untuk bonus pribadi sebagai cadangan dan tak semudah itu dapat Anda gunakan untuk berfoya-foya. Ini semacam menjadi tabungan pribadi bagi Anda ketika uang yang Anda tabung telah tersimpan dengan baik.

Menabung akan semakin mudah jika Anda menyadari manfaatnya, memiliki target yang jelas dan mendapatkan bantuan dari lingkungan. Maka sebelum terlambat, sisihkan uang Anda untuk masa depan Anda sendiri, dan juga latih anak Anda untuk membangun masa depan mereka dengan menabung. Semoga berhasil.

Tips Sukses Om Liem

Siapa yang tidak kenal Sudono Salim atau Liem Soei Liong (19 Juli 1916 – 10 Juni 2012) , usahawan sukses kelas dunia? Ia mendirikan Grup Salim. Grup ini, antara lain melahirkan Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, Bogasari Flour Mills, Bank Central Asia, dan lain-lain. Pria yang akrab disapa Om Liem ini juga pernah menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan Asia. Bahkan, ia sempat masuk daftar "100 Orang Terkaya di Dunia". Apa rahasianya, hingga bisa jadi pengusaha besar?

Pertama, Om Liem punya bakat dan naluri bisnis yang luar biasa. Kedua, ia mengembangkan sifat-sifat ini: pekerja keras, pantang menyerah, dan tekun! Katanya, "Jika ingin sukses, jangan berpangku tangan saja. Semasa muda, bekerjalah habis-habisan. Bersemangatlah dan efektif dalam menggunakan waktu. Jangan cuti lama-lama, jangan selalu jalan-jalan, dan jangan tidur cepat! Jangan pula mudah menyerah pada kesulitan."

Ketiga, jika gagal dalam usaha, "Jangan putus asa. Bangun lagi dengan kiat baru! Begitu seterusnya hingga Anda menemukan formula paling pas untuk sukses. Kalau Anda mudah putus asa, sebaiknya jadi pekerja saja, jangan jadi usahawan!"

Keempat, "Jadilah pengusaha yang memiliki karakter baik. Orang yang sukses dengan cara curang, pasti akan segera gulung tikar karena orang-orang/publik menolaknya. Oleh karena itu, lebih baik untung lebih sedikit, namun diusahakan secara jujur dan ikhlas. Kita bisa tidur lebih nyenyak dan tidak punya beban."

"Memang benar, seorang pengusaha harus banyak akal," kata Om Liem. "Tapi, jangan curang. Jangan ambil milik orang lain."

Kelima, atau terakhir, Om Liem mengingatkan: rajinlah membantu fakir miskin. Tujuannya, agar jiwa kita terasah untuk selalu berbagi.

11 Aturan Hidup Bill Gates

Bill Gates (pendiri Microsoft yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia) pernah memberikan 11 aturan hidup dalam pidatonya di hadapan siswa-siswa sebuah sekolah menengah atas. Mungkin di antara kita sudah ada yang pernah membacanya di tempat lain, tapi bagi mereka yang belum membacanya silakan menyimak kesebelas aturan berharga tersebut di sini :

Aturan 1: Hidup ini tidak adil - biasakan diri kalian dengan kenyataan ini!

Aturan 2: Dunia tak kan peduli harga diri kalian. Dunia hanya menginginkan kalian bisa menghasilkan suatu karya atau pencapaian SEBELUM kalian bisa merasa nyaman dengan diri kalian sendiri.

Aturan 3: Kalian TIDAK akan mendapat gaji besar begitu lulus sekolah. Kalian tidak akan bisa jadi seorang wakil presiden dengan fasilitas mobil sampai kalian benar-benar layak mendapatkannya.

Aturan 4: Jika kalian beranggapan guru kalian bersikap keras, tunggu sampai kalian mendapat seorang bos.

Aturan 5: Jangan gengsi melakukan pekerjaan part-time. Kakek-nenek kalian punya istilah yang berbeda untuk pekerjaan semacam ini - mereka menyebutnya peluang.

Aturan 6: Jika kalian berbuat salah, itu bukan kesalahan orangtuamu. Jadi jangan mengeluh karena kesalahan-kesalahanmu, melainkan ambil pelajaran dari kesalahan itu.

Aturan 7:Sebelum kalian lahir, orangtua kalian tidak bersikap membosankan seperti sekarang. Mereka seperti itu karena harus membayar tagihan-tagihan kalian, membersihkan pakaian kalian, dan mendengarkan kalian bercerita betapa kerennya kalian. Jadi sebelum kalian menyingkirkan parasit-parasit dari generasi orangtua kalian, cobalah hilangkan dulu kutu-kutu di dalam diri kalian.

Aturan 8: Sekolah kalian bisa saja tidak memilih mana pemenang dan mana pihak yang kalah, tapi hidup TIDAK SEPERTI ITU. Di beberapa sekolah, nilai-nilai yang jelek bisa dihapus begitu saja. Mereka akan memberi kalian BANYAK SEKALI kesempatan untuk memperbaiki kegagalan kalian. Hal ini TIDAK AKAN TERJADI di dalam kehidupan nyata.

Aturan 9: Hidup itu tidak terdiri dari semester-semester. Kalian tidak akan mendapat waktu istirahat. Dan hanya ada segelintir pemberi kerja yang tertarik untuk membantu kalian dalam MENEMUKAN JATI DIRI KALIAN. Lakukan itu sendiri.

Aturan 10: Televisi BUKAN kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata, orang-orang malah harus meninggalkan kedai kopi dan bekerja.

Aturan 11: Bersikap baiklah dengan orang-orang nerd (baca: orang yang jarang bersosialiasi dan lebih banyak berkutat dengan buku-buku pelajaran). Mungkin saja, salah satu dari orang-orang ini akan jadi atasan kalian.

4 Penganggu Produktivitas Anda

Tahukah Anda di tempat kerja kita ada 4 hal yang kadang, atau bahkan sering kali, mengganggu efektivitas kita dalam bekerja? "Pengganggu" ini membuat kita sulit berkonsentrasi hingga akhirnya pekerjaan kita tidak bisa terorganisir dengan baik dan ujungnya membuat kita stres. Apa sajakah keempat hal tersebut:

1.Rekan Kerja
Tanpa kita sadari, interupsi dari rekan kerja berupa pertanyaan-pertanyaan kecil atau sekadar obrolan biasa dapat membuat hari kerja kita terganggu. Sehingga di penghujung hari, kita sering tidak mendapatkan hasil kerja maksimal padahal sepanjang hari kita terlihat begitu sibuk.

Karena itu, mulailah mengorganisir pertanyaan dan interupsi tersebut dengan memberikan penjelasan yang jelas, data-data umum yang dapat diakses dan instruksi yang memadai. Berikan kesempatan pada rekan kerja untuk bertanya di jam-jam tertentu dan berikan waktu yang proporsional untuk pekerjaan kita.

2. Camilan
Di sela-sela antara jam sarapan pagi dan jam makan siang, lalu jam makan siang dan jam makan malam perut kita sering terasa kosong dan tentunya perlu segera diisi. Karena itulah, kita mempersiapkan diri dengan menyediakan makanan-makanan ringan, atau camilan di laci meja kerja agar sewaktu-waktu bisa disantap jika memang kita sedang merasa lapar.

Tapi tahukah Anda, camilan ini bisa memecahkan fokus kerja kita. Coba bayangkan jika kita sesekali mengambil camilan tersebut dan melahapnya, lalu kembali bekerja. Sebaiknya kita bisa memisahkan antara bersantai dan bekerja. Waktu beristirahat dan bersantai sejenak barang 5-10 menit bisa kita gunakan untuk memakan camilan, lalu setelah itu kerja kita bisa dilanjutkan kembali. Cara ini tentu akan lebih efektif bagi tercapainya hasil kerja yang maksimal.

3. Suara bising
Suara kipas di komputer atau dering telepon yang tak pernah berhenti atau mungkin suara rekan yang sedang menjawab telepon juga bisa berpotensi mengganggu fokus kerja. Jika memungkinkan, cobalah untuk membenahinya dengan baik. Misal, kipas di komputer bisa segera minta diperbaiki, atau volume dering telepon lebih bisa diperkecil, atau meminta rekan secara baik-baik untuk mengecilkan nada suaranya. Dengan membenahi semua itu, hasil kerja yang didapat akan sepadan dengan kinerja kita yang lebih cepat dan efisien.

4. Meja Kerja
Apa yang paling dekat dengan keseharian kita? Meja kerja tentu mempengaruhi seberapa efektif kinerja kita sehari-hari. Cobalah cek seberapa efisien penyusunan meja kerja kita, apakah klasifikasi dokumen di laci sudah tertata dengan baik? Hal-hal kecil akan memberikan hasil yang jauh lebih efektif.

Cara Mencintai Pekerjaan

Dalam dunia kerja, ada istilah "kutu loncat" untuk merujuk pada orang-orang yang sering berganti-ganti pekerjaan dalam waktu berdekatan. Apakah kita salah satunya?

Si kutu loncat mungkin sering mengajukan pertanyaan seperti ini, "Bagaimana bisa mendapat pekerjaan yang disukai?" Fenomena kutu loncat ini sebenarnya bisa dihindari jika pertanyaan tersebut diubah menjadi: "Bagaimana kita bisa mencintai pekerjaan kita saat ini?" Inilah 4 langkah praktis untuk menjawab pertanyaan terakhir itu:

1. Sadari bahwa bukan pekerjaan kita yang menentukan siapa kita, tapi bagaimana kita melaksanakan pekerjaan itulah yang menentukan siapa diri kita. Pekerjaan apa pun bisa diselesaikan dengan baik, dikerjakan dengan pengabdian atau kepedulian. Perilaku kita di tempat kerja dan cara kita memperlakukan orang lain-perasaan kita sekalipun-pasti terlihat jelas. Semua itu memberikan pengaruh besar bagi rekan-rekan kerja kita. Ada kalanya kita tidak bisa mengendalikan situasi yang terjadi, tapi kita selalu bisa memilih cara kita menjalani dan menghadapinya.

2. Berhenti berfokus pada gaji semata. Jumlah gaji sebesar apa pun rasanya tak kan pernah cukup, jadi berhentilah menjadikan gaji (atau ketidakpuasan akan nilai gaji yang diterima) sebagai alasan. Apa pun yang kita terima pada tanggal 15 dan atau tanggal 30 setiap bulannya, rasanya selalu kurang karena dalam diri akan muncul keinginan untuk memenuhi ini-itu dan akibatnya kita berharap bisa mendapatkan gaji yang lebih besar. Cobalah mengecek kembali setiap rupiah yang kita keluarkan dalam seminggu. Dengan mengetahui pos pengeluaran uang kita akan sangat membantu kita untuk memfokuskan pengeluaran terhadap hal-hal yang benar-benar kita butuhkan. Mendapatkan gaji hanyalah bagian kecil dari apa yang kita kerjakan, kinerja kita harus lebih dari sekadar nilai gaji yang tercukupi.

3. Temukan makna dari pekerjaan kita. Untuk ini, mungkin kita perlu memikirkannya dengan baik, tapi hal ini tetap bisa kita lakukan. Luangkan waktu sejenak untuk benar-benar memikirkan apa yang sekarang kita kerjakan. Apakah kita memberikan layanan yang berarti? Apakah kita harus memeriksa hasil produksi akhir? Apakah kita memberikan arahan agar segala sesuatunya berjalan baik? Lalu, bertanyalah pada diri sendiri,"Bagaimana tugas-tugas ini bisa terselesaikan dengan cara yang berbeda karena saya mengerjakannya?" Sudut pandang seperti ini berperan besar dalam kepuasan pribadi dan perasaan tenteram.

4. Cobalah bertanya pada diri sendiri apakah pekerjaan ini layak. Jika kita tidak bisa menemukan sesuatu yang kita sukai dari pekerjaan kita, atau jika kita bisa membayangkan diri kita berubah menjadi seseorang yang awalnya tidak kita inginkan, pertimbangkan alasan-alasannya. Mungkin yang kita perlukan bukanlah pekerjaan baru, tapi sekadar arahan baru. Apakah kita menyukai "orang yang sedang kita mainkan perannya dalam pekerjaan ini"? Jika tidak, apakah ada perubahan-perubahan yang bisa kita buat sehingga cara pelaksanaan pekerjaan ini bisa sesuai dengan yang kita harapkan atau malah pekerjaannya itu sendiri yang menjadi masalahnya? Apakah kita perlu berganti posisi yang berbeda dalam perusahaan yang sama? Apakah tanggung jawab tambahan sangat jauh berbeda dari deskripsi kerja kita di awal?Mungkin semua itu hanya perlu difokuskan kembali.

Mengevaluasi alasan kita melakukan pekerjaan kita sekarang tidak serta-merta berarti kita merasa tidak puas, itu hanyalah sikap mawas diri. Sikap ini bisa membuat kita merasakan kepuasan kerja yang lebih besar, meningkatkan perasaan kenyamanan, dan sedikit lebih mengendalikan apa yang kita kerjakan, alih-alih sekadar "mengalir seperti air sungai".

Tips Efektif Mengatasi Gugup Saat Presentasi

Sebagaimana sering disebutkan bahwa ketakutan seseorang ketika menjadi pusat perhatian, maka cara yang sangat efektif adalah dengan melihat wilayah diantara kedua matanya. Namun, selain itu slide presentasi sangat membantu sekali mengalihkan perhatian audiens agar tidak terlalu terfokus kepada Anda. Hal ini akan memberikan ruang kepada Anda untuk memandang wajah audiens. Sehingga, slide presentasi memang sangat penting untuk dipersiapkan. Cobalah membuatnya secara menarik, dan lakukan latihan dengan slide tersebut baik animasi, tulisan, gambar dan lain-lain.

1. One for all
Ramainya audiens sangat mungkin merupakan salahsatu faktor yang membuat Anda merasa gugup. Maka trik dengan bicara dengan beberapa audience, akan banyak membantu. Pilihlah satu audience diantara audience yang lain. Pilih yang berwajah paling menyenangkan (cantik, atau menawan) dan dedikasikan presentasi Anda untuk orang tersebut. Anggap saja yang lain tidak sedang memperhatikan Anda. Lalu setelah beberapa waktu silahkan pilih satu audience lain yang tak kalah friendly. Cara ini memang agak aneh dan bukan untuk dilakukan sepanjang waktu. Namun, yakinkan diri bahwa Anda sedang berlatih.

2. Hadir untuk Memberi
Hal yang merusak sebenarnya adalah menganggap seluruh audiens Anda memikirkan diri Anda. Kondisi demikian membuat Anda egois dan memikirkan diri sendiri. Alangkah baiknya, Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan diri Anda sendiri dan apa yang dipikirkan orang lain terhadap diri Anda. Perlu Anda ketahui, bahwa audience bahwa yang Anda lakukan kepada audience adalah untuk member, dan bukan menerima (pujian, sanjungan, dst). Hal ini sebaiknya memberikan kesempatan bagi Anda untuk berfokus memberi, dan tak perlu memikirkan hal buruk-buruk yang mungkin terjadi.

Beberapa tips diatas akan sangat membantu latihan Anda menjadi public speaker yang tangguh namun tetap memiliki sense terhadap audience. Perlunya membangun perasaan “i’ve got nothing to loose”, dan memaksimalkan persiapan Anda untuk memberikan hasil maksimal pada presentasi Anda.

(Lanscapist)

Hubungan Cinta di Tempat Kerja, Mengganggu Kinerja?

Tidak jarang cinta lokasi terjadi juga di tempat kerja. Hubungan cinta bisa terjadi antar sesama karyawan atau bahkan atasan dengan bawahan. Namun, hubungan cinta tersebut tidak selamanya berakhir dengan bahagia.

Hubungan cinta memang sebuah kewajaran, masalahnya kerap kali hubungan tersebut membawa gejolak psikologis yang dapat mempengaruhi kinerja individu atau bahkan rekan kerja mereka. Apalagi ditambah dengan tidak ada peraturan tertulis yang mengatur kondisi semacam ini.

Psikolog Fitri Sukmawati, M.Psi menanggapi fenomena ini dengan menitikberatkan pada kemampuan masing-masing individu dalam mengelola hubungan mereka.

Bila melihat sisi baiknya, membangun hubungan asmara di tempat kerja dapat memberikan motivasi dan semangat tersendiri dalam produktifitas. Kehadiran pacar bisa membuat seseorang menunjukkan kinerja terbaiknya agar mendapatkan pandangan positif dari pujaan hati.

Lain halnya ketika hubungan cinta tersebut malah berdampak buruk lantaran keduanya tidak bisa memaknai kondisi dengan baik.

“Memang kalau sekedar hubungan pacaran, biasanya di kantor tidak ada larangan. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah bekerja di kantor itu tentu membutuhkan konsentrasi. Jika perhatian terpecah dengan memikirkan sang pacar, hal ini tentu akan mempengaruhi kinerja pribadi bersangkutan. Salah-salah pekerjaan jadi terbengkalai karena mengurusi sang pacar melulu,” jelasnya, Sabtu (21/4).

Memiliki hubungan cinta dengan rekan kerja harus bisa membedakan antara pekerjaan dengan hubungan asmara.

“Pada dasarnya ini tergantung komitmen dari pasangan itu sendiri ingin menjalaninya seperti apa. Tapi yang jelas, setiap urusan kantor harus dipisahkan dengan masalah pribadi,” tambah Ketua Layanan Psikologi Terapan Ghandur di Jalan Tabrani Ahmad ini.

Kalaupun suatu saat terjadi masalah dalam hubungan cinta, hendaknya dipertimbangkan untuk memilih lokasi dan waktu yang tepat saat membicarakannya.

“Boleh melampiaskan itu semua, namun diluar jam kantor. Misalnya pada jam istirahat, boleh saling curhat dan berbicara secara baik tentang masalah yang ingin diungkapkan,” tutur psikolog yang akrab disapa Ipit ini.

Hubungan cinta memang selalu membuat setiap pasangan ingin mencari tempat untuk berduaan dan bermesraan. Sebagai pekerja profesional tentu jangan sampai sampai terlalu jauh melebihi batas norma.

“Kalau sekedar bertegur sapa, berbicara seadanya ya tidak apa-apa. Tapi jangan sampai bermesraan terlalu over ya. Kantor itu kan lembaga bisnis yang tidak hanya diisi oleh berdua saja, ada rekan-rekan lain disitu,” kata Ipit.

Menjaga peran sebagai seorang profesional dan pacar harus disikapi dengan bijak, salah-salah malah menjadi bahan gosip di tempat kerja.

“Jagalah image sebagai pekerja yang profesional. Okelah mungkin status berpacaran tidak dirahasiakan dengan rekan kerja sekantor, tapi selalu jagalah sikap,” tutur wanita berjilbab ini.

Kantor bukanlah tempat untuk bermesraan dan merupakan tempat kita bekerja, termasuk penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi dengan pacar.

“Sebisa mungkin hindari hal-hal seperti ini. Kantor menggaji kita untuk bekerja, bukan bermesraan dengan sang pacar,” tutup Ipit.

(Psikologizone)

Lima Mitos Seputar Bekerja di Rumah

Bagi sebagian orang, menjadi karyawan tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan. Tak heran, menjadi pengusaha menjadi cita-cita setiap wanita karier.

Mereka berpikir kalau bekerja sebagai wirausaha, mereka dapat lebih mudah mengatur waktu untuk keluarga dan pekerjaan. Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Jika Anda bermimpi menjadi pengusaha, pastikan Anda sudah melalui tahapan berpikir mengenai lima mitos berikut.

1. Bekerja di rumah berarti sedikit bekerja
Jika Anda berpikir menjadi wirausaha berarti Anda dapat menggunakan piyama sepanjang hari, pikirkan lagi. Faktanya, seorang pengusaha terkadang harus bekerja lebih lama dibandingkan mereka yang bekerja kantoran. Dalam banyak kasus, pemiliki usaha dagang harus bekerja hingga tengah malam.

Tapi, jika Anda bekerja sendiri, Anda tentu dapat mengontrol jadwal Anda lebih fleksibel sehingga Anda lebih leluasa menjalankan beberapa tugas di tengah hari atau di malam hari, di waktu Anda benar-benar produktif. Namun, keleluasaan ini berarti Anda harus bersaing dengan garis yang tak jelas antara urusan pribadi dan waktu kerja.

Ketika memulai bisnis, Anda akan cenderung mengurus semua aspek dalam bisnis Anda sendiri. Hal ini berarti, Anda harus fokus dan disiplin dengan waktu kerja Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengatur waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Yang paling penting, lakukan yang benar-benar Anda cintai.

2. Bekerja sendiri berarti Anda tidak memiliki bos
Ketika Anda memiliki usaha sendiri, Andalah CEO dari usaha Anda. Tapi pada kenyataannya, Anda memiliki banya bos, mereka disebut klien dan pelanggan. Pada sebuah perusahaan, Anda mungkin telah bekerja keras untuk menyenangkan bos Anda. tapi sebagai pemiliki bisnis, Anda akan bekerja lebih keras untuk membuat klien Anda bahagia. Karena, jika Anda tidak memenuhi kebutuhan klien, Anda kan kehilangan penjualan. Positifnya, sebagai pemiliki usaha, Anda memiliki kontrol penuh dalam memilih klien.

3. Anda bisa bekerja sembari bermain dengan anak
Banyak wanita memulai bisnis mereka untuk dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak mereka, serta menghemat biaya perawatan anak. Kemampuan untuk bekerja dari rumah adalah berkah bagi banyak ibu dan keluarga, tidak ada keraguan tentang hal itu. Namun, Anda harus realistis dengan segala situasi. Berapa banyak waktu yang akan Anda dapat dedikasikan untuk bisnis Anda? Bagaimana Anda mengatur waktu ibu dan waktu kerja?

Banyak ibu yang bekerja di rumah menemukan bahwa mereka perlu membawa anak mereka ke penitipan anak atau menitipkan mereka ke kerabat dan orang tua beberapa jam sehari untuk mengelola pertemuan klien, panggilan konferensi, atau deadline yang ketat.

4. Tak perlu pikirkan aspek legal
Banyak pemilik bisnis rumahan tidak memikirkan aspek legal pada struktur bisnis mereka. Seorang konsultan wirausaha bahkan selalu menyarankan pengusaha untuk selalu memikirkan bentuk dari bisnis yang dijalankan untuk melindungi aset pribadi Anda.

5. Perlu banyak uang untuk usaha
Tak perlu banyak biaya untuk memulai bisnis. Contohnya, bisnis berbasis jasa yang tidak memerlukan banyak modal. Yang paling penting adalah Anda harus realistis tentang keuangan Anda dan mengetahui bahwa tidak masalah memulai bisnis yang kecil.

Dengan mengetahui 5 mitos tersebut Anda bisa lebih realistis dalam menjalani bisnis Anda sehingga Anda tahu bagaimana cara yang paling efisien dalam memulai bisnis baru Anda.

(Viva)

Filosofi Sukses Denzel Washington

Orang-orang sukses selalu memiliki filosofi hidup yang mengagumkan. Mungkin merupakan sari pati pengalamannya, bisa jadi diadopsinya dari tokoh sukses lain.

Denzel Washington, aktor kenamaan Hollywood beberapa kali mengungkapkan tentang arti keberuntungan yang mengantarkannya jadi orang sukses. Baginya keberuntungan tak semata datang tiba-tiba pada seseorang. Keberuntungan lahir karena ada pertemuan dua hal. "Keberuntungan adalah pertemuan kesempatan dan persiapan. Kesempatan datang menghampiri kita lalu karena kita siap menghadapinya, itu jadi keberuntungan," paparnya.

Dan "keberuntungannya" di dunia akting Hollywood pun lahir karena suatu persiapan. Pada awalnya, ia sebenarnya tidak beruntung karena menghadapi penceraian kedua orangtuanya saat Denzel Washington berusia 14 tahun. Padahal aktor kelahiran Mount Vernon (sebuah kota dekat New York City), 28 Desember 1954 itu memiliki masa kanak-kanaknya yang membahagiakan.

Perceraian itu membuat perangainya liar di sekolah. Pihak sekolah kemudian menyarankan ibunya agar mengirim Denzel ke sekolah yang memiliki asrama. Setelah itu Denzel harus menerima kenyataan menjalani pendidikan di asrama. "Semua itu mengubah hidupku," katanya.

Namun itu tak mengubah kenakalannya. Sekolah sampai mengirimnya pulang. Namun ibunya berhasil membujuk pihak sekolah agar mau menerima Denzel lagi. "Ibuku tak pernah mau menyerah. Saya kacau di sekolah sampai mereka (pihak sekolah) memulangkanku, tapi ibuku mengirimku kembali ke sekolah," paparnya.

Meskipun sekolah baginya serasa di penjara, Denzel akhirnya bisa menyelesaikannya juga. Setelah itu meneruskan kuliah di Fordham University dan lulus tahun 1977 di bidang drama dan jurnalistik. Sampai di sini ia masih labil. Lalu bekerja sebagai konselor di YMCA, suatu perusahaan yang menyediakan rekreasi kemping bagi anak-anak dan keluarga. Denzel memandu kegiatan di malam hari.

"Saya menyelenggarakan pertunjukan bakat," katanya tentang pekerjaannya. Saat itu ia hanya menjalankan tugasnya tanpa memikirkan hal lain. Namun seorang peserta terkagum-kagum dengan caranya memberi pelajaran drama dan berakting. "Anda alami sekali di atas panggung, apakah Anda pernah berpikir untuk menjadi seorang aktor?" katanya menirukan pertanyaan peserta kemping itu.

Ternyata pertanyaan itu menyentak Denzel Washington.Setelah itu ia kembali ke Fordham, ia bertekad untuk menjadi aktor. Di sana ia mengikuti audisi untuk mendapatkan peran di pertunjukan drama kampus. Dengan persiapan yang matang akhirnya ia mendapatkan peran di drama berjudul The Emperor Jones. Setelah itu peran demi peran ia dapatkan. Drama yang mengangkat namanya adalah saat ia bermain di Othello karya Shakespeare.Pelatih drama kampus Fordham sampai menyebutkan kalau akting Denzel adalah yang terbaik sepanjang ia menangani drama di kampus itu.

Di antara penontonnya ada pemandu bakat yang kemudian mengajak Denzel bermain di film televisi. Lalu Denzel bermain di film televisi Wilma. Dan setelah berakting di sejumlah film televisi lainnya akhirnya ia merambah layar lebar. Petualangan di Holywood pun dimulai.

Dengan ketekunannya mengembangkan bakat, film-filmnya kemudian mendapat apresiasi dari para pengamat film.Bahkan Denzel Washington bisa meraih Piala Oscar pada tahun 2001 (Training Day), yang menjadikannya aktor berkulit hitam pertama meraih Oscar setelah Sydney Poitier (1963). Ini mungkin keberuntungan. Tetapi seperti dikatakannya, sebenarnya keberuntungan itu hasil persiapannya juga yang suatu ketika bertemu dengan suatu kesempatan.

Ayo Semangat Untuk Berhemat

Kalian termasuk orang boros? Yuk mulai dari sekarang untuk menjalankan hidup hemat. Lantas bagaimana caranya?

Berikut adalah tips hemat ::

1. Sisihkan dahulu uang bulanan kalian untuk menabung, sebelum uang bulanan kalian habis untuk ongkos ke kampus atau ke sekolah.

2. Tahan diri untuk jajan. Biasakan untuk terlebih dahulu makan sebelum kalian memulai aktivitas sehingga tidak banyak pengeluaran untuk jajan kalian.

3. Tahan diri untuk belanja di online shop maupun di mall. Terkadang hal ini yang paling sulit ditahan. Boleh saja kalian belanja, asalkan dipikirkan dahulu kegunaannya untuk apa. Intinya kalian harus tahu mana yang perlu dan sangat dibutuhkan.

4. Terkadang kalian pasti merasa sulit menolak ajakan teman untuk hang out bareng saat akhir pekan. Hal itulah yang membuat kalian makin banyak pengeluaran. Boleh saja hang out bareng teman ke mal, kafe, restaurant, kedai kopi, tapi mungkin dengan frekuensi yang lebih minim.

(Yangmuda)

10 Ide Mengubah Hobi Jadi Peluang Usaha

Alangkah indahnya jika kita bisa bekerja di bidang yang kita sukai. Tentunya semua yang kita kerjakan akan menjadi ringan dan tidak akan menjadi beban, karena kita mengerjakannya dengan sepenuh hati. Nah, kenapa tidak kita manfaatkan saja kegemaran dan hobi kita menjadi sebuah peluang usaha? Ya, dari hobi dan kegemaran ini ternyata kita juga bisa mendapatkan uang. Apa saja kira-kira peluang yang bisa didapat dari hobi ini?

Berikut adalah 10 contoh hobi atau kegemaran yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi peluang usaha.

Olahraga. Ada banyak peluang usaha dari kegemaran atau hobi olahraga dan hidup sehat kamu ini. Misalnya kamu bisa mulai melirik untuk menjadi pelatih fitness atau bisa juga melamar menjadi guru olahraga di sekolah atau klub-klub kesehatan.

Fotografi. Setiap orang pasti bisa mengambil foto dengan kamera. Tapi sudah bukan rahasia lagi kalau ada sebagian orang yang dapat mengambil gambar lebih bagus daripada yang lain. Nah kalau kamu termasuk golongan yang kedua ini, mungkin fotografi bisa jadi ladang usaha kamu. Peluang usaha yang bisa kita dapatkan dari bidang fotografi ini, antara lain: foto pre-wedding atau pernikahan, atau membuka studio foto sendiri. Mulailah membuat potfolio, untuk awal tawarkan harga yang tidak terlalu tinggi dan baru mulailah bangun jalan menuju puncak.

Keahlian di bidang pertukangan atau kayu. Beberapa orang tidak bisa tinggal diam melihat limbah kayu dan menyulapnya menjadi barang berguna sperti kursi kecil, meja kopi, atau patung-patung indah. Kamu juga begitu? Nah keahlian ini juga bisa jadi peluang usaha loh, apalagi usaha furniture ini juga menghasilkan omzet yang tinggi.

Musik. Untuk beberapa orang musik lebih dari hanya sekedar hobi, tapi sesutau yang berharga bagi hidup mereka. Dari hobi musik ini kita bisa memberikan les privat menyanyi atau pelajaran musik dari rumah, atau menyewa studio dan bekerja dari sana.

Fashion. Mungkin ini sedikit mengejutkan, tapi ternyata kecintaan akan fashion, serta kegemaran mengikuti trend terbaru dari majalah fashion juga bisa menghasilkan uang. Misalnya, fashion guru bisa menjadi fashion stylist, menjadi penasihat fashion untuk seseorang atau majalah. Pecinta fashion juga bisa menghasilkan uang dengan blog atau menerbitkan buku.

Membuat Kue. Menjadi pengusaha kue mungkin akan mewajibkan kita untuk melakukan renovasi di dapur Anda. Tapi hal itu akan terbayar di akhir. Mulailah dengan melakukan tes rasa melalui saudara dan teman kita kemudian promosikan di sekitar tetangga kita dan kota.

Blogging. Dunia blogging di Indonesia sekarang ini berkembang bukan lagi sebagai ajang “curhat online” semata. Jika kamu termasuk seorang penulis dan Anda menyukai tulisan Anda dibaca khalayak banyak. Anda bisa mulai untuk membuat online blog. Bila blog Anda dikunjungi banyak orang, Anda bisa menghasilkan uang dengan mendaftarkan blog Anda pada adsense google atau Siiti. Bahkan, dari blog kamu juga bisa menerbitkan buku.

Koleksi barang antik. Kamu hobi mengumpulkan barang Antik? Coba deh untuk menjual barang antik yang Anda dapatkan dari toko atau garage sale dengan harga yang lebih mahal di toko khusus barang antik atau secara online. Pengkoleksi barang antik akan rela membeli barang antik incaran mereka dengan harga yang mahal.

Berkebun. Mungkin banyak yang tidak tahu, tapi hobi berkebun ini bisa jadi peluang usaha juga. Misalnya saja tata letak taman di perkantoran atau rumah.

Atur-mengatur. Tidak semua orang bisa mengatur sesuatu dengan apik. Nah kalau kamu suka sekali dengan kegiatan ini, kamu bisa manfaatkan. Mulai dari mengatur keuangan keuangan atau sampai mengatur bisnis.

Bagaimana, siap bekerja sesuai dengan hati kamu? Semoga bermanfaat.

Apakah Arti Bekerja Harus Menjadi Karyawan?

Sampai saat ini masyarakat kita masih beranggapan bahwa hakekat bekerja adalah menjadi karyawan. Karyawan adalah orang yang bekerja untuk suatu perusahaan, instansi, lembaga, yayasan dan sebagainya. Mereka itulah yang disebut sebagai pekerja.

Kenyataan yang mudah Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah alumni perguruan tinggi belum akan disebut bekerja apabila ia belum mampu menunjukkan predikat dirinya sebagai karyawan. Pengertian bekerja menjadi identik dengan duduk di belakang meja pada suatu kantor, berseragam, memiliki jam kerja dan mendapat gaji tetap. Pemikiran tersebut bertahan sampai beberapa tahun lalu, bahkan mungkin saat ini.

Anggapan masyarakat yang demikian ini telah menimbulkan kerugian psikologis bagi golongan angkatan kerja pada umumnya. Pengertian bekerja menjadi sempit. Animo menjadi pegawai negeri tetap tinggi. Hal ini dapat dibuktikan pada beberapa lowongan pekerjaan di kantor-kantor Pemerintah. Pelamar selalu membludak. Demikian pula minat untuk bekerja di perusahaan-perusahaan swasta tidak berbeda jauh. Antrian pelamar kerja bukan hal aneh kita temui.

Orientasi semacam ini telah menciptakan banyak pengangguran dimana-mana di seluruh pelosok tanah air. Demikian juga ketidakseimbangan lowongan pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja yang selalu bertambah setiap tahunnya telah menyebabkan kesulitan mencari pekerjaan. Lebih jauh lagi, pengangguran menyebabkan beragam masalah baru di kota dan di desa.

Sedangkan kemampuan anak muda berpikir untuk menciptakan pekerjaan sendiri selalu terbentur oleh bayang-bayang kerasnya perjuangan awal usaha, yaitu kegagalan. Kondisi kolaborasi bisnis yang tak kenal ampun, atas nama KKN, dan sikap mental individual turut membuat ciut nyali entrepreneur muda. Meski demikian, masih ada sebagian anak muda yang lebih suka berwirausaha daripada menjadi pekerja.

Bagaimana menurut Anda, apakah bekerja harus menjadi karyawan? Atau Anda memiliki pandangan tersendiri mengenai arti berkarya? Silakan berbagi di kolom komentar.

(agussiswoyo.com)

3 Bahasa Penunjang Karir

Apakah Anda memiliki rencana untuk mengembangkan karir ke kancah Internasional ? Jika iya, maka ke depannya, akan ada tiga bahasa yang kian lama kian populer dan sepertinya musti Anda pelajari, Mandarin, Jerman, serta Jepang.

Seberapa penting arti perekonomian negara di mata Internasional sangat mempengaruhi perubahan kepentingan suatu bahasa.

Menurut sebuah prediksi, Negeri tirai bambu, China, dengan memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia saat ini, kelak akan menjadi negara yang dapat menguasai perekonomian dunia. Bahasa Mandarin mungkin musti Anda pelajari, jika Anda ingin memiliki nilai jual tinggi terhadap bursa kerja untuk dunia internasional.

Jerman, dia adalah raja teknologi di kawasan Eropa dan juga banyak memberikan peluang kerja bagi warga negara Indonesia. Selain itu, pemerintah Jerman juga sangat loyal dalam hal menawarkan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang ingin meneruskan pendidikannya di sana.

Terakhir adalah bahasa Jepang tak kalah penting. Meskipun Jepang kini bukan lagi penguasa ekonomi di wilayah Asia, namun masih banyak perusahaan-perusahaan Jepang, yang berinvestasi di Indonesia.

(fastlinenews)

Tips Mengatur Waktu Bagi Wanita Karir

Wanita karier sering mengalami masalah dalam membagi waktu dengan anak dan keluarga. Terkadang membagi tenaga dan pikiran antara tugas, keluarga, suami, dan anak. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa setengah dari wanita karier pada akhirnya tidak bisa melanjutkan tugasnya secara maksimal. Pada akhirnya bisa dipastikan keseimbangan antara kegiatan professional dengan kehidupan pribadi dan keluarga tidak bisa berjalan dengan seimbang.

Masalah klasik tersebut pada dasarnya memang memerlukan komitmen yang kuat dalam mengatur waktu. Maka dari itu beberapa langkah bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Beberapa diantaranya:

Mengatur segala hal. Beberapa hal kecil seperti telepon genggam, dompet, pakaian dalam serta kebutuhan anak-anak perlu diatur sedemikian rupa. Gunakan akhir pekan Anda untuk merapikan segalanya sesuai dengan kondisi rumah tempat tinggal Anda.

Maksimalkan waktu Anda untuk sesuatu yang jelas manfaatnya. Susunlah jadwal dan daftar to do list untuk Anda kerjakan dan tinggalkan.

Mencatat semua kegiatan. Beberapa wanita memiliki jadwal khusus untuk setiap kegiatan. Kapan harus pergi ke salon, kapan menjemput si kecil, dan kapan ada janji dinner di luar bersama suami. Apa yang Anda kerjakan akan tercatat dan terekam dalam memori Anda. Tak lupa susun agenda harian, mingguan, bulanan Anda secara rapi di buku ataupun smartphone Anda.

Membuat catatan belanja. Cara efektif selanjutnya yakni menyusun daftar belanjaan. Selain untuk menghemat pengeluaran, cara ini terbukti efektif untuk menghemat waktu belanja Anda. Sebagai contoh; Anda dapat menghindari berputar-putar di pusat perbelanjaan di bagian pakaian dan perhiasan, hanya sekedar untuk membeli sayur dan buah-buahan. Selain itu pastikan kebutuhan suami dan anak-anak tetap tercukupi dengan apa yang Anda sediakan.

Melatih anak mandiri. Tanpa pembantu di rumah, anak-anak Anda harus terlatih untuk mandiri. Pendelegasian tugas untuk anak-anak tentu disesuaikan dengan usia dan perkembangan mental mereka. Sangat dianjurkan untuk melakukannya pada anak yang telah menginjak usia 9 tahun ke atas agar dapat mulai melaksanakan pekerjaan rumah. Beberapa hal seperti membuat minuman, mengeringkan dan menjemur pakaian, membersihkan kamar, serta mencuci piring bisa diajarkan dengan sabar dan tentu dengan senyuman.

Membuat skala prioritas. Pastikan diri Anda tidak melakukan sesuatu yang terlalu berlebihan, misalnya terlalu lama menonton televisi atau menelepon. Hal itu akan menyebabkan waktu Anda terbuang percuma dan sia-sia. Gunakan waktu sore sehabis kerja untuk lebih dekat kepada anak-anak dan suami Anda. Berbagi cerita serta pengalaman sambil menanyakan kabar akan sangat baik membangun kehangatan dalam keluarga, dan tentunya meredakan pikiran Anda dari urusan pekerjaan.

Beberapa tips diatas kiranya dapat membantu para istri dan ibu yang saat ini bekerja, dan memiliki tanggung jawab terhadap keluarga pada saat yang bersamaan. Sekalipun pada awalnya berat, namun dengan konsistensi serta menjaga kehidupan spiritual beragama sangat diperlukan demi kesuksesan karier dan kehidupan pribadi Anda.

Check Up Karier Yuk

Karier pun ternyata butuh check up. Dan, bila ditemukan "penyakit", kita pun perlu berobat. Bagaimana caranya?

Bagaimana cara kita melakukan check up? Coba ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: sudah maksimalkah waktu yang aku manfaatkan hari ini, sudah sesuaikah apa yang kukerjakan dengan tugas yang menjadi wilayah kerjaku, sudah bergairahkah aku dengan pekerjaan yang kulakukan, sudah setarakah apa yang kukerjakan dengan pendapatan yang kuterima saat ini, sudah sesuaikah apa yang kulakukan saat ini dengan keahlian atau kemampuanku, nyamankah aku dengan pekerjaan yang kulakukan saat ini, sudah senangkah aku dengan apa yang kulakukan saat ini, apakah aku merasa nyaman saat harus lembur atau mendapat tanggung jawab yang lebih?

Jika YA menjadi jawaban yang paling banyak Anda berikan, bisa jadi Anda sedang berada pada jalur karier yang tepat. Namun, jika banyak pertanyaan di atas dijawab dengan TIDAK, coba telaah kembali, karier yang saat ini sedang Anda tekuni.

Seperti juga tubuh, jika saat check up kesehatan ditemukan masalah, maka kita pun harus berobat. Begitu juga dengan karier. Apa saja obat itu?

Tanyakan kembali tujuan Anda bekerja

Jika bekerja hanya untuk sekadar hidup dan mengejar gaji, bisa jadi ini hanya akan membuat Anda jalan di tempat. Mengapa? Karena biasanya yang bekerja sekadarmengejar gaji hanya akan bekerja sesuai dengan jatah dan tugasnya, tanpa mau terlibat dengan aneka hal yang sebenarnya bisa jadi akan membuka jalan ke karier yang lebih maju. Tak salah memang, apalagi jika itu sudah merupakan pilihan hidup. Tapi, alangkah sayangnya, jika kemampuan kita tak dimaksimalkan. Obatnya? Coba gali potensi lebih di bidang yang Anda kerjakan saat ini. Adakah hal lain yang masih bisa Anda maksimalkan sehingga pekerjaan bisa terselesaikan dengan lebih baik, cepat, dan maksimal?

Gali apa visi Anda bekerja saat ini

Kadang-bahkan mungkin banyak-orang yang tak tahu visinya bekerja. Salah satu cara sederhana untuk mengetahui visi ini adalah dengan mempertanyakan: akan ke manakah karier kita di masa lima tahun mendatang. Apa yang benar-benar ingin aku kerjakan lima tahun mendatang? Jika pertanyaan ini belum terjawab, obatnya adalah segera coba cari jawabannya. Sebab, jika tidak kita akan terombang-ambing dan tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan karier.

Tanyakan apakah pekerjaan Anda saat ini penting bagi orang lain

Tak jarang orang merasa sangat penting di profesinya sehingga ia merasa jumawa dan bahkan sering kali menuntut untuk naik gaji. Sebaliknya, ada yang merasa kurang penting, tapi justru ia sering dicari-cari saat tak ada. Sederhananya, untuk menjawab ini adalah dengan mengira-ngira, apakah kalau misalnya kita cuti sehari saja, bagaimana pengaruhnya kepada orang lain, jika tak ada orang yang menggantikan sama sekali. Jika ternyata orang merasa kelabakan saat kita tidak ada, berarti kita memang penting. Jika tidak? Obatnya adalah dengan mencoba menggali inovasi dan kegiatan apa yang bisa menjadi nilai tambah pada bidang yang kita kerjakan.

(Aw)

Kemalasan Dan Akibatnya

Kesuksesan senantiasa hinggap dalam diri orang yang mau bekerja keras. Orang-orang hebat yang ada di dunia ini adalah tipe orang-orang yang rajin dan pekerja keras. Kesuksesan yang diraihnya adalah akibat dari ketekunan dan hasil perjuangan yang tidak mengenal lelah, bukan datang seperti durian runtuh, tetapi melalui proses yang panjang. Tidak ada dalam kamus hidupnya berpangku tangan sepanjang hari. Contohnya adalah seorang atlit, ia tidak akan mampu meraih prestasi yang tinggi tanpa ada kedisiplinan dan latihan yang keras. Beda halnya bila orang itu malas dan tidak mau bekerja keras, sudah bisa dipastikan semua yang diimpikan atau cita-citakan mustahil terwujud, tetap angan-angan belaka, ibarat. ‘menegakkan benang basah’. Jadi “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” (Amsal 21:25).

Tuhan sangat tidak suka terhadap orang-orang Kristen yang bermalas-malasan dan tidak mau bekerja, karena “BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” (Yohanes 5:17). Malas adalah sahabat kemiskinan dan kekurangan; kemalasan juga akan menjauhkan kita dari berkat-berkat Tuhan. Bagaimana kita bisa menikmati dan meraih janji Tuhan bila kita sendiri malas untuk melayani Tuhan, malas berdoa, malas baca Alkitab? Seorang pemalas biasanya suka sekali menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan pada waktu itu; suka meremehkan dan sangat lamban dalam menyelesaikan apa saja yang dipercayakan kepadanya. Bila kita menangkap gejala-gejala demikian, kita harus segera berbenah diri supaya tidak berlarut-larut dan menjadi kebiasaan hidup.

Penulis Amsal juga sangat geram melihat orang malas sehingga dengan keras dia menegur, “Hai pemalas, berapa lama Iagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring - maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” (Amsal 6:9-11).

Seorang pemalas enggan untuk membajak dan bekerja, akibatnya ia pun tidak akan menuai apa-apa ketika musim tuai itu tiba!

7 Kemalasan yang Memakan Biaya

"Anda cerdas tapi pemalas". Mungkin kita sering dinilai seperti itu oleh orang lain. Ketika masih duduk di bangku sekolah, kemalasan sering membuat kita mendapat nilai-nilai sekolah yang kurang bagus. Dan saat kita terjun ke dunia kerja, sifat malas ini mungkin malah membuat kita kehilangan peluang untuk dipromosikan.

Mungkin bagi sebagian kita hal-hal tersebut bukanlah masalah besar. Tapi jika kita bisa menghentikan sifat kemalasan kita, sebenarnya ada beberapa titik pengeluaran yang bisa kita atasi sehingga mampu "menyelamatkan" kondisi keuangan kita.

1.Penawaran gratis yang berakhir masa berlakunya - Terkadang, ada perusahaan yang menawarkan barang-barang gratisan selama waktu-waktu tertentu. Tapi sebagian besar orang mengabaikan penawaran-penawaran gratis ini. Nah, ada baiknya kita bisa memanfaatkan keuntungan ini dengan sebaik mungkin bila kita menerima penawaran gratis seperti ini.

2.Barang-barang tua teronggok begitu saja di rumah - Kita mungkin pernah mendengar soal transaksi jual-beli barang-barang tua di situs E-bay, tapi berapa banyak di antara kita yang pernah benar-benar mencobanya?

3.Lalai untuk membanding-bandingkan harga barang - Sekarang kita lebih dimudahkan untuk membanding-bandingkan harga secara online. Jadi ketika kita melihat penawaran harga bagus di lembaran iklan, sebaiknya kita tidak malas untuk mencari tahu harga barang yang sama di tempat lain. Cara ini bahkan bisa menghemat pengeluaran hingga ratusan ribu rupiah.

4.Tak pernah menyempatkan diri untuk memikirkan apa yang sedang kita beli - Jika kita sama sekali tidak tahu alasan kita membeli sebuah barang dan tidak tahu pilihan-pilihan apa saja yang kita miliki sebelum kita melangkah masuk ke dalam toko, isi dompet kita bisa dipastikan akan lebih cepat menipis. Karena itu, mulai sekarang, ada baiknya kita melatih diri untuk lebih mempertimbangkan terlebih dulu apa yang ingin kita beli. Dengan cara begitu, kita akan bisa menghemat pengeluaran.

5.Tak mau bersusah-susah berkata terima kasih - Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya apa hubungan "berkata terima kasih" dengan menghemat uang? Jangan lupakan bahwa kenaikan jabatan dan peluang diberikan oleh orang. Jika kita bersikap sopan dan bisa mengucapkan terima kasih pada beberapa kesempatan, orang tidak akan lagi melewatkan kita dari peluang promosi berikutnya.

6.Terlalu malas untuk membuat rencana belanja - Sudah berapa kali kita untuk memikirkan dan merencanakan pengeluaran kita dan berujung pada pembelian barang-barang secara emosional dan akhirnya memboroskan uang kita. Misalnya, jika setiap hari meminum susu, kita bisa membeli sekotak besar susu. Atau jika kita tidak terlalu sering makan telur, kita mungkin bisa membeli hanya sekotak kecil telur.

7.Tak pernah berusaha memikirkan alternatif yang lebih murah (atau bahkan gratis) - Misal kita setiap hari makan di luar atau membeli makan dari luar, tapi tidak pernah mencoba memasak sendiri.

Satu hal lain yang sama pentingnya: pernyataan "Saya tak punya banyak waktu" sekadar alasan kita untuk menjadi malas. Sama seperti kita menyempatkan waktu untuk memasak dan menyantap makanan, setiap orang tentunya bisa menyempatkan diri untuk menemukan transaksi yang terbaik. Dan, setiap orang pastinya bisa menghemat pengeluaran yang lebih besar. Maka sempatkanlah diri kita untuk membuang tujuh kemalasan di atas.

Kerjakan Apa yang Kita Cintai

"Hidup itu ibarat sekotak permen cokelat, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan anda dapatkan ". Forrest gump.

Ingat kata Bob Sadino tentang jangan pernah berharap ? , yah setelah melihat video motivasi tentang penggalan dari Om Bob sadino seakan membingungkan. Jangan pernah berharap jika kita tidak ingin sakit hati, tapi jangan dipenggal begitu saja kata-kata ini, lihat kelanjutannya ...

Intinya apa yang akan kita kerjakan hari ini merupakan satu keharusan yang harus dikerjakan karena cintanya kita kepada kerjaan tersebut. Bukan dikarenakan kita perlu akan hasil dari pekerjaan tersebut. Mungkin anda kerap kali melupakan ada cinta yang harus anda hargai dalam benak anda.

Cinta yang bisa mendorong keinginan anda untuk selalu berbuat lagi dan lagi, cinta yang selalu membantu anda pada saat ditoko buku tangan anda mengambil secara random sebuah buku untuk membelinya, dan cinta yang ketika anda mendapatkan masalah sudah terdapat buku dirak lemari anda, karena pada saat itu anda mengambil secara random di toko buku.

Sedemikian dahsyatnya cinta menuntun kita kepada satu kesatuan bentuk. Betapa indahnya cinta memberikan kita rasa percaya diri terhadap apa yang kita kerjakan saat ini. Namun jarang cinta dipergunakan untuk tujuan memajukan diri sendiri pada saat sekarang ini. Cinta dibuat sebagai kambing hitam sebuah kelakuan atas perbuatan yang tidak diinginkan.

Maka kita harus memulai dari sini. Benarkah apa yang anda kerjakan sekarang dilandasi oleh cinta ? atau hanya anda melayani nafsu emosi anda semata. Untuk menjadi kaya, untuk menjadi terhormat, untuk menjadi lebih dari orang lain. Awas pada saat itu sesungguhnya anda berjalan disebuah lorong gelap yang tidak pernah anda sadari.

Kita sering tahu cinta merupakan anugerah dari sang Pencipta. Kita sering dengar Cinta itu bagian dari Tuhan, karena Tuhan itu selalu memiliki rasa kasih sayang yang diakhiri dengan kata cinta. Jadi mari coba kita berfikir sejenak tentang cinta kita kepada kerjaan kita sendiri. Apa yang kita kerjakan dan apa yang akan menjadi hasil akhir yang akan kita kerjakan.

Belakangan dikeluarkan sebuah teori tentang passion. Sebenarnya melakukan dengan passion dan dengan cinta merupakan teori yang sama. Kita sering terjebak paradigma bahwa seorang sarjana komputer harus menjadi praktisi komputer, kita sering terjebak bahwa kalau ingin hidup aman maka kita harus kuliah hukum, dsb.

Ini bukan lahir dari cinta, namun ini lahir dari emosi dan keinginan anda untuk mencapai apa yang mereka inginkan, bukan yang anda inginkan. Apa benar anda bisa berjalan tanpa cinta ? walaupun akhirnya adapula yang berhasil namun setelah itu semua selesai maka ia akan mencoba melakukan apa yang dia cintai. Ujung ceritanya ia akan berlari mengejar cintanya, karena akan ada perasaan yang kosong didalam keberhasilannya, karena akan ada jiwa yang terbelenggu didalam kesuksesannya.

Tidak jarang kita mendengar hidup versi orang lain kita sangat sulit namun hati kita bahagia bahkan selalu bahagia. Mana yang anda cari, kebahagiaan menurut gambaran orang lain apa kebahagiaan menurut diri anda sendiri ? Tinggal anda memilihnya sendiri.

Cinta itu semu, memang semu. Tidak berwujud, tidak berbau dan tidak terlihat. namun karena cinta dunia menjadi mengerti akan kasih sayang. Cinta merupakan perlawanan dari emosi jiwa. Yang selalu kontradiksi dengan rasa murka. Cinta itu memang ada disetiap manusia, cuma tidak sedikit pula yang menganggap cinta itu cerita kuno yang dibangun agar kita tidak peduli dengan diri sendiri.

Kembali lagi semua terserah manusianya. Maka saya cuma berharap jika memang ada cinta dimasing-masing manusia tentu dunia akan lebih baik lagi mulai esok hari.

(Ariefabian)

Profesi Paling Menyenangkan di Dunia

Sebagian besar orang mengganggap bekerja adalah sebuah kewajiban dan beban. Namun, ada segelintir orang yang sangat menikmati pekerjaan mereka.

Mereka menikmati layanan ekslusif dan terbaik, mencicip makanan enak namun tetap mendapat bayaran yang tak sedikit. Mau tahu beberapa pekerjaan yang paling menyenangkan? Shine menulis beberapa diantaranya, yaitu:

Penguji kamar tidur
Sebuah situs perjalanan di China, Qunar, mempekerjakan tiga orang khusus yang secara rahasia akan memeriksa penawaran kamar hotel-hotel terkenal di sana. Mereka bertugas menilai kekuatan wi-fi di dalam kamar, kelembutan sandal, dan layanan kamar hotel di seluruh negeri.

Sementara Travelodge mempekerjakan seorang pengulas tempat tidur penuh waktu untuk mencoba semua kamar hotel. Pada 2006, pekerjaan ini menghasilkan hingga ratusan ribu dolar setiap tahun, rata-rata penghasilan mencapai US$1.500 atau setara Rp14 juta perbulan.

Penikmat cokelat
Perusahaan cokelat eksklusif Govida mempekerjaan para penguji cokelat yang memiliki kemampuan khusus, seperti memeriksa kemilau atau adanya keretakan pada cokelat.

Mereka juga wajib menghirup aroma, menikmati tekstur dan rasa hingga 50 cokelat setiap hari. Pendapatannya pun sangat tinggi, dari US$ 24.000-US$ 70.000 sekitar Rp220-685 juta tergantung perusahaan yang mempekerjakan.

Meski terdengar sangat mudah, penikmat cokelat ini membutuhkan kemampuan khusus dan harus melalui sekolah cokelat agar memenuhi syarat sebagai pemilik lidah super.

Bermain dengan Hewan Peliharaan
Bagi kebanyakan orang, bermain dengan hewan peliharaan adalah bagian dari waktu bersantai. Tapi jika bekerja pada agen kasting "Animal Planet" atau majalah hewan, Anda wajib menyeleksi dan bermain dengan hewan-hewan lucu sebagai pekerjaan sehari-hari.

Selain cukup menyenangkan, gaji rata-rata pegawai tingkat pertama berkisar US$10 per jam hingga US$ 40.000 per tahun tergantung pada lokasi, perusahaan dan tanggung jawab karyawan.

Penjaga Rumah Peristirahatan Mewah
Bila beruntung mendapat pekerjaan ini, kehidupan Anda akan tampak seperti seorang hartawan. Anda akan dapat menikmati tempat-tempat ekslusif seperti menikmati musiam dingin Pyranees dan musim panas di Antibes dan kepulauan Karibia.

Anda akan menggunakan kolang renang pribadi di peristirahatan mewah, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan di sana dan menikmati pemandangan eksklusif.

Bagi para pemula, ada Luxuryhousesitting.com, sebuah situs yang menghubungkan para pemilik properti elit di berbagai kota besar di dunia dengan mereka yang akan menjadi penjaga rumah peristirahatan dan villa.

Pengamat Televisi
Sambil menonton televisi, Anda diwajibkan mengetik cepat pembicaraan di dalamnya untuk kebutuhan penonton tuna rungu bisa menghasilkan uang US$25.000 pertahun. Perusahaan riset Nielsen menggaji orang-orang khusus untuk menonton televisi selama 8 jam sehari untuk mengamati semua yang disajikan di saluran televisi.

Profesional yang tahu segalanya
Sebuah situs yang mitra YouTube mengubah video yang diunggah menjadi mesin uang. Caranya dengan mengantisipasi hal-hal yang ingin diketahui orang, tapi terlalu takut untuk menanyakannya. Misalnya, bagaimana cara make up untuk memeroleh riasan smokey eyes? Bagaimana cara bersiul? Bagaimana cara melipat kertas?

Situs menyediakan hal-hal sederhana yang bisa membuat pembuatnya memperoleh pendapatan hingga US$100.000. "Sangat menyenangkan dibayar untuk melakukan apa saja," ujar pembuat video "Bagaimana cara mengikat dasi yang benar".

Kritikus Spa
Pendapat mereka sangat diperlukan bagi pemilik spa untuk hasil terbaik. Susie Ellis, CEO Spafinder, telah melakukan perjalanan sejak usia 20-an dan mencoba ribuan spa di seluruh dunia untuk menguji layanan spa dan ritual aromaterapi.

Penghasilan dari mencoba semua fasilitas pijat dan spa antara US$ 20.000- US$ 90.000 setahun.

Konsultan Resor
Sebuah resor keluarga telah menyewa ibu rumah tangga yang menjadi blogger untuk menikmati resor mewah selama empat hari sebagai tamu VIP. Ini dilakukan sebagai umpan balik untuk resor yang ramah anak. Selain semua biaya liburan dibayar, ia mendapat US$ 1.200.
 →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by Cerita Langit