Galilea

Galilea (Ibrani גליל - GALIL, Yunani, γαλιλαια -galilaia), artinya ‘cincin, bulatan’, menjadi ‘daerah’). Nama daerah bagian Palestina Utara, tempat masa kanak-kanak Yesus Kristus dan permulaan pekerjaanNya. Nama asli daerah seperti dikenakan disini tidak lagi diketahui.


Image


Nama ini muncul dalam PL, sbb :


* Yosua 20:7
LAI TB, Lalu orang Israel mengkhususkan sebagai kota perlindungan: Kedesh di Galilea, di pegunungan Naftali dan Sikhem, di pegunungan Efraim, dan Kiryat-Arba, itulah Hebron, di pegunungan Yehuda
KJV, And they appointed Kedesh in Galilee in mount Naphtali, and Shechem in mount Ephraim, and Kirjatharba, which is Hebron, in the mountain of Judah.
Hebrew,
וַיַּקְדִּשׁוּ אֶת־קֶדֶשׁ בַּגָּלִיל בְּהַר נַפְתָּלִי וְאֶת־שְׁכֶם בְּהַר אֶפְרָיִם וְאֶת־קִרְיַת אַרְבַּע הִיא חֶבְרֹון בְּהַר יְהוּדָה׃
Translit, VAYAQDISYU 'ET-QEDESH BAGALIL BEHAR NAFTALI VE'ET-SYEKHEM BEHAR 'EFRAYIM VEET-KIRYAT 'ARBA HI KHEVRON BEHAR YEHUDAH


* 1 Raja-raja 9:11
LAI TB, Oleh karena Hiram, raja Tirus, telah membantu Salomo dengan kayu aras, kayu sanobar, dan emas, sebanyak yang dikehendakinya, maka pada waktu itu raja Salomo memberikan kepada Hiram dua puluh kota di negeri Galilea
KJV, (Hiram king of Tyre had supplied Solomon with cedar and cypress timber and gold according to all his desire), then King Solomon gave Hiram twenty cities in the land of Galilee.
Hebrew,
חִירָם מֶלֶךְ־צֹר נִשָּׂא אֶת־שְׁלֹמֹה בַּעֲצֵי אֲרָזִים וּבַעֲצֵי בְרֹושִׁים וּבַזָּהָב לְכָל־חֶפְצֹו אָז יִתֵּן הַמֶּלֶךְ שְׁלֹמֹה לְחִירָם עֶשְׂרִים עִיר בְּאֶרֶץ הַגָּלִיל׃
Translit, KHIRAM MELEKH-TSOR NISA 'ET-SYELMOH BA'ATSEI 'ARAZIM UVA'ATSEI VEROSYIM UVAZAHAV LEKHOL-KHEFTSO 'AZ YITEN HAMELEKH SYELOMOH LEKHIRAM 'ESRIM 'IR BEERETS HAGALIL


Terutama dalam Yesaya 8:23 – “yaitu Galilea orang Kafir (TL)” :


* Yesaya 8:23
LAI TB, Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain
LAI TL, Tetapi tanah yang kepicikan begitu tiada akan tinggal di dalam kegelapan selalu; seperti pada zaman dahulu dikejikannya akan dia, yaitu akan tanah Zebulon dan Naftali, demikianpun akan dipermuliakannya pada akhir zaman, pada jalan dekat ke tasik, yang di seberang Yarden, yaitu Galilea orang kafir
9:1 KJV, Nevertheless the dimness shall not be such as was in her vexation, when at the first he lightly afflicted the land of Zebulun and the land of Naphtali, and afterward did more grievously afflict her by the way of the sea, beyond Jordan, in Galilee of the nations.
Hebrew,
כִּי לֹא מוּעָף לַאֲשֶׁר מוּצָק לָהּ כָּעֵת הָרִאשֹׁון הֵקַל אַרְצָה זְבֻלוּן וְאַרְצָה נַפְתָּלִי וְהָאַחֲרֹון הִכְבִּיד דֶּרֶךְ הַיָּם עֵבֶר הַיַּרְדֵּן גְּלִיל הַגֹּויִם׃
Translit, KI LO MU'AF LA'ASYER MUTSAK LAH KA'ET HARISYON HEQAL 'ARTSAH ZEVULUN VE'ARTSAH NAFTALI VEHA'AKHARON HIKHBID DEREKH HAYAM 'EVER HAYARDEN GELIL HAGOYIM



Ayat ini mungkin menunjuk pada sejarah daerah itu. Mula-mula Galilea merupakan bagian bersama 12 suku Israel, namun tekanan dari orang-orang yang berada jauh di utara, membuat orang Yahudi yang mendiami daerah ini merasa sebagai di ujung non-Yahudi, yaitu GOYIM (bangsa-bangsa lain/kafir). Pada pemerintahan golongan Makabe, tekanan bangsa kafir terhadap Yahudi begitu besar, sehingga mereka tergusur ke selatan selama setengah abad. Kemudian Galilea diduduki lagi; kenyataan ini, dan juga oleh keberbagaian penduduknya, mengakibatkan orang Yahudi Selatan memandang hina orang Galilea :



* Yohanes 7:52
LAI TB, Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.
KJV, They answered and said unto him, Art thou also of Galilee? Search, and look: for out of Galilee ariseth no prophet.
TR, απεκριθησαν και ειπον αυτω μη και συ εκ της γαλιλαιας ει ερευνησον και ιδε οτι προφητης εκ της γαλιλαιας ουκ εγηγερται
Translit, apekrithêsan kai eipon autô mê kai su ek tês galilaias ei ereunêson kai ide hoti prophêtês ek tês galilaias ouk egêgertai


Garis batas daerah Galilea yang sebenarnya Sukar ditentukan kecuali dalam arti batas propinsi kekaisaran Romawi. Nama Gailea dikenakan kepada wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Israel, daerah yang berubah-ubah dari saat ke saat.

Pada masa Kristus, propinsi Galilea merupakan suatu daerah berbantuk 4 persegi panjang, sekitar 70km dari utara ke selatan, dan 40km dari timur ke barat, berbatasan dengan Sungai Yordan dan laut Galilea di tiur, dan terputus di Laut Tengah pada bagian selatan Siro-Fenisia menuruh ke dataran pantai.

Jika ini diterima sebagai perbatasannya, maka daerah Galilea terdiri dari suatu dataran tinggi, semua perbatasannya kecuali di utara dibatasi oleh dataran-dataran tanah pesisir, daerah pantai, dataran Esdraelon dan lembah Yordan.

Nyata bahwa Galilea adalah ujung selatan pegunungan Libanon, permukaan tanahnya bertingkat dua, dari utara ke selatan melewati daerah itu. ‘Tingkat’ yang lebih tinggi membentuk Galilea Atas. Bagian terbesar adalah 1,000m di atas permukaan laut. Pada masa Perjanjian Baru (PB) daerah itu penuh dengan hutan dan penduduknya sangat sedikit. ‘Tingkat’ yang lebih rendah membentuk Galilea bawah, 450-600m diatas permukaan laut, tapi wilayah dekat Laut Galilea menurun tajam sampai melebihi 180m dibawah permukaan laut Galilea.

Daerah Galilea Bawah inilah yang paling banyak dibicarakan oleh penulis-penulis Injil. Dengan baik sekali diairi oleh sungai yang behulu di pegunungan di utara. Tanahnya subur, yang berbentang dalam lembah-lembah berbatu kapur di antara bukit-bukitnya. Penduduknya padat dan makmur. Daerah ini mengekspor minyak zaitun dan gandum, serta ikan yang berasal dari danau itu.

Diluar pola utama kehidupan Israel zaman Perjanjian Lama (PL), nampaknya Galilea mendapat peranan penting dalam PB (D Baly. The Geography of the Bible, 1957, p 190). Wilayah Romawi ini diperintah berturut-turut oleh Herodes Agung (meninggal tahun 4sM), Herodes Antipas dan Herodes Agripa.
Dipisahkan dari Yudea oleh kekuasaan Samaria – Demikianlah sekurang-kurangnya pandangan Yahudi --. Galilea membentuk suatu bagian yang integral dari ‘negeri’ Yahudi itu; dan sesungguhnya orang Galilea-lah yang dengan sangat keras, melebihi orang Yahudi selatan, menentang pemerintahan Romawi.

Inilah wilayah, tempat Yesus Kristus bertumbuh dan dibesarkan, di Nazareth, di tengah bukit-bukit berbatu kapur, daerah Galilea Bawah. Karena letaknya sedemikian rupa, daerah ini dilintasi jalan-jalan raya, justru bukan daerah mati. Pertaniannya, perikanannya, perdagangannya dan latar-belakang kebudayaannya dengan baik dikenal oleh Kristus, dimanfaatkanNya dalam perumpamaan-perumpamaan dan ajaranNya. Murid-murid Kristus yang pertama adalah dari masyarakat daerah ini, dan tempat-tempat pemukimannya yang tersebar dan padat menjadi padang misi pelayanan Kristus.

Dewasa ini, Galilea dan dataran Esdraelon merupakan pusat daerah Israel bagian utara. Tapi penduduknya yang serba modern harus bekrja keras untuk memperbaiki kembali daerah itu karena telah banyak kehilangan kemakmuran yang pada zaman PL ternikmati. Bagian terluas hutannya telah digeser oleh marquis, belukar khas Laut tengah. Banyak kota dan desa yang dikenal dan dikunjungi Kristus, telah tiada, hampir tidak meninggalkan bekas.

Laut Galilea
Danau Galilea, sering juga disebut "laut" karena ukurannya yang besar. Ukuran danau itu – panjangnya kira-kira 21km, lebarnya 11km dan terletak 211m dibawah permukaan laut. Sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan, bermuara di danau Galilea; karena itu airnya tawar – berbeda dengan air Laut Mati – dan usaha perikanannya yang begitu terkenal di dalam cerita-cerita PB dan di seluruh kekaisaran Romawi, meupakan usaha ekspor yang maju.

Pada pihak lain, danau itu berada di tengah lembah Yordan dan dikelilingi bukit-bukit, membuatnya beroleh angin kering yang meniup turun dan badai yang dapat secara tiba-tiba.

Danau Galilea berbatasan dengan sehampar dataran yang ukuran lebarnya berbeda-beda; umumnya lereng-lerengnya di bagian timur berjurang-jurang (Markus 5:13), tetapi agak melandai di bagian barat. Di bagian utara dan selatan terdapat dataran-dataran pada kiri-kanan Sungai Yordan.


* Markus 5:13
LAI TB, Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau (harfiah, laut) dan mati lemas di dalamnya
KJV, And forthwith Jesus gave them leave. And the unclean spirits went out, and entered into the swine: and the herd ran violently down a steep place into the sea, (they were about two thousand;) and were choked in the sea.
TR, και επετρεψεν αυτοις ευθεως ο ιησους και εξελθοντα τα πνευματα τα ακαθαρτα εισηλθον εις τους χοιρους και ωρμησεν η αγελη κατα του κρημνου εις την θαλασσαν ησαν δε ως δισχιλιοι και επνιγοντο εν τη θαλασση
Translit, kai epetrepsen hautois eutheôs ho iêsous kai exelthonta ta pneumata ta akatharta eisêlthon eis tous khoirous kai hôrmêsen hê agelê kata tou krêmnou eis tên thalassan êsan de hôs diskhilioi kai epnigonto en tê thalassê


Di sekeliling pantai danau itu terdapa t beberapa kota seperti Kapernaum, Betsaida, dan kota-kota lainnya. Di kedua kota ini berlangsung cukup banyak pelayanan Kristus. Pada masa Kristus, kota-kota itu berkembang terus, saling berhubungan baik dalam urusan kemasyarakatan dan perdagangan. Pada dewasa ini hanya Tiberias YANG MASIH TERUS BERADA SEBAGAI KOTA. Letak kota-kota lainnya sudah tidak jelas lagi, dan pola-pola perdagangan yang telah berubah menggeser pentingnya peranan Galilea sebagai penunjang kehidupan wilayah itu.

Image
Laut/ Danau Galilea zaman sekarang.

Kepustakaan :
G.A. Smith, The Historical Geography of the Holy Land
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 1, p325-326

Gadara - Gerasa

Gadara, Yunani γαδαρηνος - "gadarênos" adalah sebuah region/ distrik (dahulu menjadi ibukota "Propinsi Perea" kemudian daerah ini masuk dalam bagian Decapolis). Region Gadara yang meliputi kota Gerasa. Satu-satunya singgungan Alkitab mengenai Gadara, adalah cerita mujizat penyembuhan korban yang kerasukan setan dan kawanan babi. Hampir pasti bahwa tempat sesungguhnya dimana mujizat itu terjadi adalah di daerah pantai laut Galilea. Mungkin hal itu terjadi pada sub-distrik Gadara yang letaknya 10km di daerah tenggara laut itu, yaitu kota Gerasa dekat ngarai Yarmuk (atau Hieromax). * Matius 8:28
LAI TB, Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.

NIV,
When he arrived at the other side in the region of the Gadarenes, two demon-possessed men coming from the tombs met him. They were so violent that no one could pass that way. WH, και ελθοντος αυτου εις το περαν εις την χωραν των γαδαρηνων υπηντησαν αυτω δυο δαιμονιζομενοι εκ των μνημειων εξερχομενοι χαλεποι λιαν ωστε μη ισχυειν τινα παρελθειν δια της οδου εκεινης Translit Interlinear, kai {adapun} elthontos {ketika datang} autou {Dia} eis {ke} to peran {(tanah) yang diseberang} eis {ke} tên khôran {daerah} tôn {orang-orang} gadarênôn {gadara} hupêntêsan {menemui} autô {Dia} duo {dua (orang)} daimonizomenoi {(yang) kerasukan roh-roh jahat} ek tôn {dari} mnêmeiôn {kubur-kubur} exerkhomenoi {keluar} khalepoi {ganas} lian {sangat} hôste {sehingga} mê {tidak} iskhuein {sanggup} tina {ada orang} parelthein {lewat} dia {melalui} tês hodou {jalan} ekeinês {itu}

Misnah menegaskan bahwa Gadara sudah dikenal sejak zaman PL. Daerah itu diantara abad ke 3sM dan peperangan orang Yahudi (40sM), berganti diperintah oleh Ptolomeus, wangsa Seleukus, orang Yahudi dan bangsa Romawi. Kepustakaan : CC Mc Cown, The Ladder of Progress in Palestine, p 309-325 G Lankester Harding, The Antiquities of Jordan, p 78-104 EG Kraeling, Gerasa, City of Decapolis, p 40-42 Ensiklopedia Alkitab masa Kini, Jilid 1, p 319-320

Gerasa
Gerasa (Yunani, γερασηνως - gergêsênos) adalah kota penting zaman kuno, yang merupakan "sub-dristrik" dari region/ distrik Gadara. Peranannya setaraf Palmyra dan Petra. Letaknya di Transyordan, di pertengahan Jalur lintas Laut Mati dan Danau Galilea, kra-kira 30Km di timur Sungai Yordan. Daerah itu yang pada dewasa ini masih mempertahankan nama lama dalam bentuk Jaras, merupakan contoh kota peninggalan propinsi Romawi di Timur-Tengah, yang sangat baik dipertahankan. Secara tidak langsung Gerasa disebut dalam Alkitab pasal-pasal yang mencatat perkunjungan Tuhan Yesus ke wilayah yang berdekatan dengan Laut Galilea, daerah tersebut disebut sebagai daerah orang Gerasa : * Markus 5:1

LAI TB, Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
NIV, They went across the lake to the region of the Gerasenes. WH, και ηλθον εις το περαν της θαλασσης εις την χωραν των γερασηνων Translit, kai êlthon eis to peran tês thalassês eis tên khôran tôn gerasênôn * Lukas 8:26

LAI TB, Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea
NIV, They sailed to the region of the Gerasenes, which is across the lake from Galilee. WH, και κατεπλευσαν εις την χωραν των γερασηνων ητις εστιν αντιπερα της γαλιλαιας Translit, kai katepleusan eis tên khôran tôn gerasênôn êtis estin antipera tês galilaias * Lukas 8:37

LAI TB, Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali
NIV, Then all the people of the region of the Gerasenes asked Jesus to leave them, because they were overcome with fear. So he got into the boat and left. WH, και ηρωτησεν αυτον απαν το πληθος της περιχωρου των γερασηνων απελθειν απ αυτων οτι φοβω μεγαλω συνειχοντο αυτος δε εμβας εις πλοιον υπεστρεψεν Translit, kai êrôtêsen auton apan to plêthos tês perichôrou tôn gerasênôn apelthein ap autôn hoti phobô megalô suneichonto autos de embas eis ploion hupestrepsen Gerasa terletak di lembah yang diairi dengan baik oleh Sungai yang mengalir di tengah kota itu.

Kekayaan Gerasa mungkin berasal dari hasil tanahnya yang subur dan cocok bagi tanaman jagung, teristimewa wilayah Timur. Pertama kalinya Gerasa mendapat perhatian adalah pada tahun 1806 oleh Seetzen, seorang jerman. Barulah kemudian dikunjungi banyak orang Eropa. Pada tahun 1867 Charles Warren membuat beberapa bagan dan gambar reruntuhannya, dan tahun 1878 sebuah desa modern didirikan di daerah itu. Antara tahun 1920-1940 bangunan bersejarah yang telah hancur itu mendapat perhatian Departemen barang-barang purbakala. Upaya perlindungan dan pemugaran dilakukan dan usaha itu masih terus berjalan. Sisa-sisa pengaruh Romawi yang begitu luas mempersulit penyelidikan atas muasal Gerasa. Tapi ada kemungkinan Gerasa berawal dari sebuah desa yang menjadi kota Helenistis dengan nama Anthiokia, yang terjadi pada waktu sesudah abad 4 sM, ketika keamanan meningkat dan memungkinkan kemakmuran.

Acuan pertama dalam sejarah tentang Gerasa terdapat dalam tulisan-tulisan Josephus. Acuan itu mengatakan Teodorus dari
Gadara mencari perlindungan di sana pada akir abad ke 2sM. Tidak lama kemudian Gerasa direbut oleh Alexander Jannaeus, dan dibawah kekuasaan Yahudi sampai direbut oleh Popeius pada tahun 63sM, sewaktu Gerasa merupakan bagian dari propinsi Siria. Pola Helenistis yang memperbolehkan dalam batas tertentu adanya pemerintahan tersendiri, dilanjutkan oleh Pemerintah Romawi, dan Gerasa yang kemudian menjadi kota Dekapolis, berkembang dan mengadakan perdagangan aktif dengan orang-orang Nabate di selatan.

Kemakmuran Gerasa sedemikian Rupa sehingga dalam abad pertama Masehi dibangun kembali secara besar-besaran dengan gaya khas Romawi, dengan sebuah jalan raya utama yang langsung menuju gedung pertemuan. Dikiri-kanan jalan itu berjajar tiang-tiang. Di Gerasa ada kuil-kuil bagi Artemis dan Kuil bagi
Zeus, juga 2 theater bertembok tertutup sekelilingnya. Abad 2 Gerasa lebih makmur lagi, sisa-sisa kejayaan itu masih dapat disaksikan, antara lain kubah megah sebagai sambutan bagi lawatan pribadi Kaisar Hadrian tahun 129-130M. Awal abad ke 3, kota itu menjadi jajahan, dan tidak lama kemudian menjadi lemah, dan pada masa perang salib lama terlantar. Kepustakaan : CC Mc Cown, The Ladder of Progress in Palestine, p 309-325 G Lankester Harding, The Antiquities of Jordan, p 78-104 EG Kraeling, Gerasa, City of Decapolis, p 40-42 Ensiklopedia Alkitab masa Kini, Jilid 1, p 331-332

Samaria

Samaria adalah kota (dan tanah pegunungan) di Palestina, yang didirikan oleh raja Israel Omri pada sekitar tahun 870 sebelum Masehi. Tempat itu diperluas waktu dijadikan ibu-kota Kerajaan Utara sebagai pengganti (kota) Tirza (1 Raja-raja 16:24). Tempat pilihan itu baik adanya:
Samaria bisa bertahan terhadap serangan Siria (2 Raja-raja 6:1-33). Setelah dikepung selama tiga tahun, baru bisa dikalahkan oleh bangsa Asyur (721 sebelum Masehi). Mereka mengirim 30.000 penghuni Samaria ke pembuangan yang digantinya dengan koloni dari Asyur. Di bawah kekuasaan Persia Samaria menjadi ibu kota propinsi dan juga memerintah Yerusalem, sampai saat Nehemia memperoleh kekuasaan untuk Yehuda.

Tahun 331 sebelum Masehi Samaria dikalahkan oleh Yohanes Hirkanus I. Herodes membangun Samaria menjadi salah sebuah kota kerajaan yang terbesar. Untuk menghormati Kaisar Agustus, nama Samaria diganti dengan nama Sebaste (Augusta). (Sekarang ini adalah desa Arab Sebastye).
Diakon Filipus mengkhotbahkan Injil kepada Samaria, kemudian Petrus dan Yohanes mengunjungi kota Samaria, (Kisah Para Rasul 8:5-25).
Penggalian-penggalian (1908/10, 1931/35 dan sejak 1965) mengungkapkan penemuan-penemuan yang sangat bernilai: Pada masa penjajahan Romawi masih ada sisa-sisa forum zaman Herodes, Basilika dan Hipodrom, teater dan jalan bertiang.

Pada zaman Israel istana Omri (1 Raja-raja 20:43; 2 Raja-raja 1:2) yang meniru contoh-contoh dari Asyur, kemudian telaga (1 Raja-raja 22:38), tembok kota, sejumlah besar ukiran dari tulang gading (1 Raja-raja 22:39; Amos 3:15) dan Ostraka.

Setelah kekalahan Samaria (± 721 sebelum Masehi) sebagian besar penghuni aslinya dibuang dan digantikan dengan kolonis-kolonis Asyur.
Dengan demikian timbul suatu bangsa campuran (2 Raja-raja 17:24), yang selanjutnya masih mengangkat YHVH sebagai Allah negara (2 Raja-raja 17:25-28), tetapi mereka juga menghormati para dewa Asyur (2 Raja-raja 17:29-34). Sebagian dari penghuni asli yang setia kepada YHVH nampaknya mengikuti ibadat di Yerusalem (2 Tawarikh 30:1; 34:9; Yeremia 41:5).

Dengan ditolaknya orang Samaria oleh Nehemia (Ezra 4:2-3) dan dengan langkah-langkah kebijaksanaan politik keagamaan oleh Ezra, maka orang Yahudi dan orang Samaria semakin terasing satu sama lain. Dan akhirnya mereka menjadi saling bermusuhan. Di bawah pimpinan Menasye orang Samaria membangun kenisah sendiri pada gunung Gerizim, yang di waktu pemerintahan Antiokhus IV Epifanes tidak dihancurkan (2 Makabe 6:2), tetapi dirusak oleh Yohanes Hirkanus I. Meskipun demikian Gerizim tetap menjadi tempat ibadah orang Samaria (Yohanes 4:20).

Pada zaman Yesus, kata orang Samaria adalah sebuah kata caci-maki atau ejekan (Yohanes 8:48). Orang Yahudi tidak bergaul dengan mereka (Yohanes 4:9). Yesus mengucapkan banyak kebaikan dari mereka (bandingkan dengan Pertemuan dengan wanita Samaria, Yohanes 4:4-42, dan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati pada Lukas 10:30-37) dan memerintahkan pula kepada para muridNya untuk memaklumkan Injil di Samaria (Kisah Para Rasul 1:8; 8:5-8). Orang Samaria hanya menerima Pentateukh dan mengharapkan kedatangan Mesias sebagai "yang akan datang
kembali", dan sebagai raja dan imam, yang harus memaklumkan ajaran yang benar (Yohanes 4:25).

Betsaida

βηθσαιδα – bêthsaida, Berasal dari bahasa Aram merujuk kepada bahasa Ibrani BAYIT, rumah; dan TSAYÂD, pemburu. Betsaida berarti rumah ikan, suatu desa nelayan kecil di pantai barat danau Genesaret atau danau Tiberias/ danau Galilea, tempat tinggal Andreas, Petrus, Filipus dan Yohanes.

* Matius 11:21
Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

KJV, Woe unto thee, Chorazin! woe unto thee, Bethsaida! for if the mighty works, which were done in you, had been done in Tyre and Sidon, they would have repented long ago in sackcloth and ashes.
TR, ουαι σοι χοραζιν ουαι σοι βηθσαιδαν οτι ει εν τυρω και σιδωνι εγενοντο αι δυναμεις αι γενομεναι εν υμιν παλαι αν εν σακκω και σποδω μετενοησαν
Translit, ouai soi khorazin ouai soi bêthsaidan hoti ei en turô kai sidôni egenonto hai dunameis hai genomenai en humin palai an en sakkô kai spodô metenoêsan



Image

Nazareth

Kota di Galilea tempat tinggal Yusuf dan Maria, juga Yesus kira-kira 30tahun sampai Dia ditolak (Lukas 2:39; 4:16, 28-31). Kota Nazaret ditulis dalam ke-4 Injil, sbb :

* Matius 2:23
LAI Terjemahan Baru (TB), Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
King James Bible (KJV), And he came and dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was spoken by the prophets, He shall be called a Nazarene.
Textus Receptus (TR), και ελθων κατωκησεν εις πολιν λεγομενην ναζαρετ οπως πληρωθη το ρηθεν δια των προφητων οτι ναζωραιος κληθησεται
Translit, kai elthôn katôkêsen eis polin legomenên nazaret hopôs plêrôthê to rêthen dia tôn prophêtôn hoti nazôraios klêthêsetai


* Lukas 2:39
LAI TB, Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
KJV, And when they had performed all things according to the law of the Lord, they returned into Galilee, to their own city Nazareth.
TR, και ως ετελεσαν απαντα τα κατα τον νομον κυριου υπεστρεψαν εις την γαλιλαιαν εις την πολιν αυτων ναζαρετ
Translit, kai hôs etelesan apanta ta kata ton nomon kuriou hupestrepsan eis tên galilaian eis tên polin autôn nazaret


* Lukas 4:16
LAI TB, Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
KJV, And he came to Nazareth, where he had been brought up: and, as his custom was, he went into the synagogue on the sabbath day, and stood up for to read.
TR, και ηλθεν εις την ναζαρετ ου ην τεθραμμενος και εισηλθεν κατα το ειωθος αυτω εν τη ημερα των σαββατων εις την συναγωγην και ανεστη αναγνωναι
Translit, kai êlthen eis tên nazaret ou ên tethrammenos kai eisêlthen kata to eiôthos autô en tê hêmera tôn sabbatôn eis tên sunagôgên kai anestê anagnônai

Karena itulah Dia disebut Yesus dari Nazaret :

* Yohanes 1:45
LAI TB, Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
KJV, Philip findeth Nathanael, and saith unto him, We have found him, of whom Moses in the law, and the prophets, did write, Jesus of Nazareth, the son of Joseph.
TR, ευρισκει φιλιππος τον ναθαναηλ και λεγει αυτω ον εγραψεν μωσης εν τω νομω και οι προφηται ευρηκαμεν ιησουν τον υιον του ιωσηφ τον απο ναζαρετ
Translit, euriskei philippos ton nathanaêl kai legei autô hon egrapsen môsês en tô nomô kai hoi prophêtai eurêkamen iêsoun ton huion tou iôsêph ton apo nazaret

* Markus 16:6
LAI TB, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
KJV, And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
TR, ο δε λεγει αυταις μη εκθαμβεισθε ιησουν ζητειτε τον ναζαρηνον τον εσταυρωμενον ηγερθη ουκ εστιν ωδε ιδε ο τοπος οπου εθηκαν αυτον
Translit, ho de legei autais mê ekthambeisthe iêsoun zêteite ton nazarênon ton estaurômenon êgerthê ouk estin ôde ide ho topos hopou ethêkan auton


Nazaret tidak disebut dalam Perjanjian Lama (PL), Apokrifa, oleh Yosefus atau Talmud. Namun penulisan kota Nazaret ini ada dalam tulisan-tulisan Sextus Julius Africanus (c.160 – c.240), Origen (c. 185 to 254 AD) dan Eusebius (c. AD 263–339), dengan demikian nama Nazaret disaksikan dan ditulis oleh lebih dari satu orang saksi dalam kitab yang berlainan, yang adalah sah menurut hukum Yahudi (Hukum Dwiganda Saksi. Tidak adanya referensi kota Nazaret selain di PB, penyebabnya pertama-tama adalah masalah geografis dan kemudian teologis. Daerah Galilea-Bawah berada pada jalur utama gerak kehidupan Israel pada zaman PB, yakni zaman pemerintahan Romawi menegakkan keamanan. Bahkan sesudah zaman itupun, Seforis, yang terletak sedikit diutara Nazaret, merupakan kota utama daerah itu. Nazaret memang terletak cukup dekat dengan beberapa jalur perdagangan terpenting untuk hubungan yang gampang dengan dunia luar. Tapi letaknya sebagai kota terdepan di perbatasan selatan Zebulon yang mengawasi daratan Esdraelon, mengakibatkan kedudukannya agak terpencil, dan tidak dipandang penting.

Menurut pakar dalam area ini, Nazaret dideskripsikan sebagai tempat yang sangat kecil sekitar 60 akre, dengan populasi sekitar 480 orang pada abad 1 Masehi. Hal ini dibuktikan oleh penemuan arkeologis yang menemukan suatu daftar ketika Yerusalem dan Bait Suci runtuh tahun 70 M, menimbulkan para imam tak lagi dibutuhkan di Bait Suci, oleh karena itu mereka diutus ke berbagai lokasi lainnya, bahkan sampai Galilea.

Dalam penemuan daftar yang berbahasa Aram tersebut, mendeskripsikan ke 24 courses / keluarga, para imam yang dipindahkan, dan salah satu dari mereka yang ada di daftar telah dipindahkan ke Nazaret. Itu menunjukkan kota mungil ini ada saat itu. Sebagai tambahan, dalam galian arkeologis ditemukan kubur-kubur abad 1 di sekitar Nazaret yang akan menetapkan batas-batas desa itu karena menurut hukum Yahudi, pemakaman harus bertempat di luar wilayah desa.

Jadi penemuan-penemuan itu menunjukkan Nazaret memang ada, tapi itu pasti merupakan tempat yang sangat kecil dan tak signifikan. Kemungkinan juga penduduknya yang memperlihatkan sifat tertentu sebagai orang Yahudi udik dan totok, yang karena sifat itu, orang Nazaret dipandang rendah/ tidak pentingnya, sehingga pemikiran Natanael dalam Yohanes 1:46 kini semakin masuk akal: "Nazaret!" katanya. "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari sana?":


* Yohanes 1:46
LAI TB, Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
KJV, And Nathanael said unto him, Can there any good thing come out of Nazareth? Philip saith unto him, Come and see.
TR, και ειπεν αυτω ναθαναηλ εκ ναζαρετ δυναται τι αγαθον ειναι λεγει αυτω φιλιππος ερχου και ιδε
Translit, kai eipen autô nathanaêl ek nazaret dunatai ti agathon einai legei autô philippos erkhou kai ide


Nazareth terletak di suatu lembah yang curam diantara bukit-bukit batu gamping yang paling selatand ari barisan Lebanon; barisan ini membentangd ari selatan baratdaya ke utara timur laut. Ke arah selatan terdapat turunan tajam ke daratan Esdraelon. Dasar lembah itu berada 370m diatas permukaan laut. Bukit-bukit curam menonjol di bagian utara dan timur, sedangkan di bagian barat tinggi bukit mencapai 500m dan merupakan pemandangan yang mengesankan.

Jalan-jalan besar dari Yerusalem dan Mesir membelok ke daratan Esdraelon di selatan; kafilah-kafilah dari Gilead menyeberangi arungan-arungan Yordan dan melintasi dataran rendahnya; jalan utama dari Ptolemais dan Dekapolis dan utara, yakni jalan yang ditempuh pasukan-pasukan Romawi, berada beberapa kilometer diatas Nazareth. Lokasi demikian menimbulkan suatu nama, yang mungkin berasal dari kata Aram “Natserat”, atau “menara jaga”. Ada pendapat lain yangmengatakan asal kata Nazareth ini adalah kata Ibrani נצר - NETSER (Yesaya 11:1), atau “tunas”, demikian buku Eusebius yang judulnya Onomasticon dan oleh Jerome (Epist.46, Ad mercellam). Iklim yang sejuk di lembah itu memungkinkan bunga-bunga dan buah-buahan liar tumbuh subur.

Dari kuburan-kuburan batu dapat disimpulkan bahwa lahan kota pertama berada lebih tinggi dari sebelah barat gunung itu daripada di Nazareth sekarang. Ada dua persediaan ait. Yang pertama, yang lebih besar, terletak di lembah dan dinamai “Mata air Maria” dimana sejak 1100M; gereja dan kota zaman Bizantium terletak lebih dekat padanya. Gunung yang curam sekali Jebel Qafsa, yang menghadap ke daratan itu, menurut tradisi dinamai “Gunung Menghambur”, namun penamaan itu kurang tepat, karena bukan gunung ini “tempat kota itu terletak” (Lukas 4:29).

Ada beberapa pengkritik Alkitab dari kalangan Atheis dan dipakai sebagai rujukan oleh sebagian kalangan Muslim mempersoalkan keberadaan Kota Nazaretn ini, untuk mengkritisi kebenaran apa yang tertulis dalam kitab-kitab di PB. Dan mereka berpendapat bahwa Nazaret tidak layak disebut sebagai kota, tetapi cukup sebagai desa, hal ini bisa kita bandingkan bagaimana Batavia/Jayakarta itu juga disebut kota, padahal dahulu cuma rawa-rawa lumpur, berpenduduk sedikit saja, namun tempat ini menjadi cikal bakal Jakarta. Apalagi yang 2000 tahun yang lalu. Disamping itu juga Kitab "Injil Barnabas" yang sering dipakai sebagai rujukan "kebenaran" oleh sebagaian teman Muslim, menyebut adanya kota ini. Kita tahu bahwa Islam mengakui bahwa Yesus dari Nazaret, dan ini menjadi lucu dan janggal dimana sebagian teman Muslim tsb menggunakan sumber yang berasal dari kalangan Atheis yang sebenarnya juga menentang keimanan Kristiani maupun Keislaman.

Yerusalem

1. Kota Suci
"Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku; biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan
Yerusalem puncak sukacitaku!" (Mzm 137:5-6 TB)

Beginitulah doa pemazmur sekian abad yang lalu. Memang dapat dipahami bahwa Yerusalem terukir dalam hati setiap orang Yahudi secara istimewa. Sebab konon di Bukit Moria, di kota inilah, Abraham mengorbankan Ishak, anaknya. Sebab kota inilah ditetapkan oleh Raja Daud sebagai ibukota negaranya. Sebab di kota inilah Raja Salomo membangun Bait Suci, kediaman Allah. Kota Yerusalem amat bernilai pula bagi umat Kristen. Sebab disinilah Yesus pernah mengajar, disengsarakan, wafat di salib dan bangkit, sambil menggenapkan karya penebussan dunia. Untuk umat Islam, yerusalem adalah tempat naiknya (miraj) Nabi Muhammad ke surga. Inilah kota tersuci ketiga bagi umat Islam sesudah Mekkah dan Medinah. Selain itu Yerusalem menjadi tempat inspirasi bagi banyak nabi, seniman, penyair dan ilmuwan. Kini Yerusalem menjadi pusat budaya, tempat banyak museum, galeri seni, teater dan universitas. Yerusalem masa kini adalah kota yang amat moderen. Namanya yang indah searti dengan Kota Damai.

2. Sejarah Singkat Yerusalem
Demi orientasi pembaca, di bawah ini disajikan sejumlah data historis sehubungan dengan kota Yerusalem. Para penduduk pertama kota ini (dulu namanya Ur-salem), yaitu kaum Yebus, tinggal di bukit di sebelah selatan Bait Suci; tempat itu bernama Ofel. Pada tahun 1000 SM, kota mereka ditaklukkan oleh Raja Daud. Di Bukit Muria yang dibelinya dari kaum Yebus, Daud mendirikan sebuah mezbah bagi Allah, lalu memindahkan Tabut Perjanjian ke sana. Salomo, anak Daud, juga memilih Bukit Moria sebagai tempat Bait Suci I yang didirikannya pada tahun 950 SM. Sesudah mangkatnya Salomo, kerajaan kesatuan yang berhasil didirikan oleh Daud, pecah menjadi Kerajaan Israel (di sebelah utara) dan Kerajaan Yehuda (di sebelah selatan). Pada tahun 722 SM, Kerajaan Israel yang di utara itu segera ditaklukkan oleh Asyur dan dijadikan salah satu propinsinya.

Kerajaan Yehuda bertahan sampai tahun 587, ketika Nebukadnezar, raja Babel, merebut Yerusalem, merampas kota itu, menghancurkan Bait Suci serta membawa ribuan orang Yahudi ke pembuangan. Pembuangan itu berlangsung selama 50 tahun saja. Koresy, raja Persia, yang mengalahkan Babel pada tahun 538 mengizinkan orang-orang Yahudi kembali ke negerinya untuk membangun kembali Bait Suci serta tembok-tembok Yerusalem. Para buangan itu dipimpin oleh Zerubabel, Nehemia dan Ezra. Mereka berhasil membangun kembali Baitu Suci pada tahun 515, sedangkan tembok kota Yerusalem - pada tahun 446 SM. Para penguasa Persia yang menjajah mereka pada waktu itu ternyata cukup toleran. Tetapi situasi ini berubah setelah bangsa Yahudi mulai dijajah oleh bangsa Yunani akibat kemenangan-kemenangan cemerlang Aleksander Agung dan tentaranya (tahun 333 SM). Sayangnya, beberapa penguasa Yunani itu memaksakan budayanya dan berusaha sekuat tenaga supaya agama Yahudi hilang dari permukaan bumi.

Pemberontakan melawan mereka timbul setelah Raja Antiokhus Epifanes IV menyatakan diriinya dewa dan menyuruh orang-orang Yahudi menyembahnya. Pemberontakan yang dikenal sebagai Revolusi Para Makabe itu menghasilkan semacam independensi bangsa Yahudi. Para penguasa Yunani diusir dari Yerusalem pada tahun 164 SM, sedangkan kuasa mereka beralih ke tangan tokoh-tokoh Yahudi dari dinasti Hasmonides. Tetapi kemerdekaan bangsa Yahudi berakhir setelah Jenderal Pompeius mengepung dan menaklukkan Yerusalem pada tahun 63 SM. Raja Herodes Agung I yang pandai menjilat penguasa baru dari Roma itu, diangkat menjadi raja Yahudi pada tahun 37SM. Pada akhir pemerintahannya lahirlah Yesus. Walaupun dibenci oleh rakyatnya, Herodes sangat berjasa sebagai bapak pembangunan. Salah satu karyanya yang megah ialah perluasan Bait Suci. Pada tahun 70, akibat berbagai pemberontakan Yahudi, tentara Roma menghancurkan Yerusalem, termasuk Bait Suci.

Pemberontakan selanjutnya dipimpin pada tahun 132-135 oleh Bar-Kokhba yang gagah berani. Namun akibat pemberontakan itu Kaisar Hadrianus membumiratakan Yerusalem dan melarang orang-orang Yahudi tinggal di kota itu untuk selama-lamanya. Di atas reruntuhan kota Yerusalem didirikan kota baru yang sepenuhnya kafir dan diberi nama Aelia Capitolina. Sejak itu Tanah Suci diberi nama Palestina (dari kata Filistin yang sulit dilafalkan oleh orang Roma). Pada awal abad IV Kaisar Konstantinus menjadi Kristen. Sejak itu Tanah Suci, khususnya Yerusalem mulai diperhatikan secara khusus. Mula-mula oleh Helena, ibunda sang Kaisar. Ia mengunjungi Tanah Suci pada tahun 326 dan mendukung pembangunan Basilika Makam Suci dan Basilika Bukit Zaitun. Pada tahun 614, Palestina, yang sejak abad IV berada di bawah kuasa Bizantium, diserang oleh tentara Persia di bawah pimpinan Khosroes II. Tentara itu menghancurkan hampir semua tempat suci Kristen dan membunuh banyak orang Kristen. Keadaan Yerusalem pulih kembali setelah Bizantium, pada tahun 629, merebut kembali Tanah Suci dari tangan Persia. Namun begitu mulai dibangun kembali, Tanah Suci diserang lagi, kali ini oleh Kalif Omar yang berhasil memasuki Yerusalem pada tahun 637. Para penduduk kota Yerusalem menyerah sesuai dengan syarat-syarat yang disepakati sebelumnya. Omar adalah penguasa yang toleran dan para penggantinya berusaha mempertahankan sikap itu, sehingga Tanah Suci mulai lagi diziarahi umat Kristen dari berbagai penjuru dunia.

Tempat-tempat Suci yang hancur atau rusak, dibangun kembali. Tetapi Tanah Suci semakin banyak dihuni orang-orang Arab beragama Islam yang lama kelamaan semakin memusuhi umat Kristen. Pada waktu pemerintahan Abdul Al Malik (685-705), di Yerusalem didirikan Masjid Qubbet As-Sakhra (=Kubah Cadas) dan Masjid Al-Aksa. Pada waktu pemerintahan Al-Hakim (996-1021), umat Kristen di Yerusalem mulai dianiaya. Basilika Makam Suci dihancurkan. Aniaya yang amat mengerikan terhadap umat Kristen berakhir baru pada tahun 1021 ersamaan dengan meninggalnya Al-Hakim. Pada tahun 1070, Yerusalem dikuasai oleh dinasti Seljuk dari Turki. Pemberontakan para penduduk Yerusalem terhadap penguasa Turki berakhir dengan pembantaian. Pada tahun 1099 datanglah tentara Perang Salib dari Eropa untuk membebaskan tempat-tempat suci Kristen dari tangan Islam. Mereka merebut Yerusalem, membunuh para penduduk beragama non-Kristen, mengubah semua Masjid menjadi gereja, dan langsung mulai membangun kembali Basilika Makam Suci. Sejak itu Yerusalem menjadi kota bebagai gereja dan biara hingga tahun 1187, ketika Saladin, panglima tentara Islam, merebut Yerusalem lagi. Ia langsung memerintahkan diadakannya renovasi Masjid Al-Aksa dan membersihkan kota Yerusalem dari unsur-unsur Kristen. Dalam tahun 1229-1244 Yerusalem menjadi ibukota Kerajaan Yerusalem. Sejak tahun 1250 Yerusalem dikuasai oleh dinasti Mameluk (Arab). Mulai dari tahun 1516, Yerusalem berada di bawah kuasa dinasti Ottoman yang beragama Islam.

Wangsa itu sesungguhnya meliputi suku-suku Turki nomadik, dan pendirinya ialah Osman. Dalam tahap awalnya, dinasti ini mendukung pembangunan Yerusalem, tetapi di kemudian hari para penguasanya sama sekali tidak peduli akan Palestina.

Keadaan Yerusalem semakin memprihatinkan. Pada pertengahan abad XIX jumlah penduduknya mencapai 11 ribu orang saja. Tetapi pada abad itu juga pengaruh Kristen di Yerusalem semakin terasa. Sejak tahun 1881 cukup banyak perantau Yahudi mulai kembali ke Tanah Suci. Sehabis Perang Dunia II, Yerusalem menjadi ibukota Protektorat Palestina di bawah kuasa Inggris. Pada tahun 1947, PBB memerintahkan Yerusalem dijadikan zona Internasional, tetapi keputusan itu tidak pernah diwujudkan. Pada tahun 1948-1949, selama perang Israel-Arab, Yerusalem hancur, dan sesudahnya dijadikan dua bagian : Israel dan Yordania. Yordania mendapat Kota Lama dan hampir semua tempat suci, termasuk Qubbet As-Sakhra, Masjid Al Aksa serta Basilika Makam Suci. Di tengah kota Yerusalem didirikan tembok pemisah yang memisahkan para penduduk kota itu selama 19 tahun. Pada tanggal 5 Juni 1967, sesudah artileri Yordania menembaki bagian Yerusalem yang dihuni oleh orang-orang Yahudi, pecahlah perang baru. Dalam 48 jam orang-orang Yahudi mencaplok Kota Lama Yerusalem, menghancurkan tembok pemisah, lalu mulai membangun semua obyek yang sempat dihancurkan oleh Yordania di wilayah Kota Lama. Sejak itu orang-orang Yahudi boleh kembali ke Tembok Ratapan sesudah 2 ribu tahun menanti-nanti saatnya untuk dapat meraba dan menciumnya dengan hormat. Selama 2 ribu tahun itulah orang-orang Yahudi biasa berkata-kata : "Tahun depan di Yerusalem !" , dan harapan untuk kembali ke Sion akhirnya menjadi kenyataan.

3. Gerbang-gerbang Kota
Yerusalem sekarang dihuni oleh kurang lebih 500 ribu orang dan terbagi atas Kota Lama dan Kota Baru. Di Kota Lama terdapat delapan pintu gerbang megah. Yang terbesar dan yang dianggap terindah ialah Gerbang Damaskus, di sebelah utara Kota Lama, karya Sulaiman pada tahun 1542. Ia mendirikannya di atas fundamen gerbang terdahulu, dari zaman Roma. Inilah gerbang yang paling ramai dilewati pada masa kini. Gerbang Baru, di sebelah utara, dibuka pada tahun 1887 sebagai sarana penghubung antara bagian Kristen dan lembaga-lembaga Katholik di luar tembok kota. Gerbang Jaffa membuka jalan ke arah pelabuhan Jaffa. Gerbang Sion, di sebelah selatan, menghubungkan bagian Armenia dengan Gunung Sion, di mana terletak Ruangan Perjamuan Terakhir. Gerbang Sampah terletak dekat Tembok Ratapan. Di bawahnya mengalir air buangan menuju Lembah Kidron. Gerbang Emas mengarah ke halaman Bait Suci dari sebelah timur; nama lainnya : Gerbang Belaskasih. Menurut tradisi yang dikenal sejak abad VII, Yesus bersama para rasulnya memasuki Yerusalem dengan meriah melalui gerbang ini. Peristiwa tersebut diperingatkan kini sebagai Minggu Palem. Di dekat gerbang ini (yang dahulunya bernama Pintu Indah) Rasul Petrus menyembuhkan seorang lumpuh sejak lahir (Kis 3). Gerbang Emas ditutup sejak masa pemerintahan Saladin (abad XII). Menurut tradisi Yahudi, Mesias kelak akan memasuki Yerusalem lewat gerbang ini. Hal ini didasarkan pada nubuat yang tercatat dalam kitab Yeremia. Bunyinya begini : "Kemudian laki-laki itu menuntun aku ke gerbang luar di sebelah timur lingkungan Rumah Tuhan. Gerbang itu tertutup. Tuhan berkata kepadaku, Gerbang ini harus tetap tertutup dan tak boleh dibuka. Tak seorang pun boleh memasukinya, sebab Aku, Tuhan Allah Israel, telah masuk ke RumahKu melalui gerbang ini. Jadi gerbang ini harus tetap tertutup. (Yer 44:1-3). Gerbang Singa ada di sebelah timur Kota Lama.

Namanya mengacu kepada ukiran singa pada temboknya. Tetapi gerbang ini bernama lain pula, yaitu Gerbang St. Stefanus yang dibunuh di dekatnya. Gerbang terakhir, di sebelah utara, bernama Gerbang Herodes, karena secara salah dikaitkan dengan Istana Herodes Agung; namanya yang lain : Gerbang Bunga. Gerbang ini pernah ditutup sampai tahun 1875.

Keterangan yang ada tentang Yerusalem sangat banyak dan mudah didapat. Menurut Talmud, "Waktu dunia diciptakan, dunia menerima sepuluh bagian keindahan. Sembilan bagian jatuh ke Yerusalem . . . satu bagian jatuh tersebar di bumi." Jadi, bila seseorang hendak membahas satu aspek saja dari kota ini, diperlukan sebuah buku.

Karena itu, kita tidak akan menulis tentang kehebatan permulaan sejarah kota ini, perkembangannya yang kompleks sepanjang abad, dan juga bukan tentang beberapa peristiwa di mana kota itu dihancurkan. Tetapi kita akan membicarakan tentang kuburan Kristus dan Bait Allah yang sekarang telah diganti oleh Mesjid Al Aqsa. Yang mengherankan ialah bahwa ada banyak orang-orang Kristen yang Injili tidak mengetahui hal-hal ini. Hal ini sangat disayangkan, karena tempat- tempat ini dikunjungi oleh berjuta juta orang setiap tahun.

Ketika sedang berlibur di Yerusalem lepas dari kesibukan kampanyenya di China, Jenderal Charles Gordon ditemani oleh seorang pemandu wisata menuju Gereja Holy Sepulcher - gereja yang dibangun di atas kuburan Yesus dan tempat Yesus disalibkan. Gordon merasa sangat tertarik ketika pemandu wisata itu menerangkan cerita tentang gereja itu. Rupa- rupanya sampai tahun 325, letak yang sesungguhnya dari kuburan Yesus yang kosong dan tempat penyaliban Yesus belum ditemukan. Pada tahun itu Uskup Macarius dari Yerusalem menemui Dewan Nicea. Ketika itu ia menyebutkan kenyataan ini pada Konstantin dan mengemukakan bahwa tempat bersejarah itu mungkin berada di bawah Kuil Venus yang dibangun oleh Kaisar Hadrian.

Konstantin memerintahkan Macarius untuk memindahkan kuil itu dan mengadakan penyelidikan yang dilaksanakan pada tahun 326. Menurut berbagai versi cerita kuburan kosong itu ditemukan di bawah reruntuhan kuil itu. Karena sangat gembira atas penemuan itu, Konstantin memutuskan untuk mendirikan gereja di tempat itu yang akan menjadi "tempat yang paling indah di dunia."

Dengan segera Gereja Holy Sepulcher dibangun dari batu. Selama satu setengah abad bangunan ini dihancurkan dan dibangun kembali beberapa kali. Tetapi ada orang-orang yang bersikeras menyatakan bahwa beberapa bagian gereja itu masih merupakan bagian dari gereja yang pertama kali dibangun. Tetapi sewaktu Gordon melihat tempat suci itu pada tahun 1883, ia merasa sangat tidak puas. Mungkin hal ini disebabkan oleh banyaknya emas yang telah digunakan untuk "menjadikan tempat itu berharga". Tetapi hal yang tidak menyenangkannya ialah karena Gereja Holy Sepulcher ini berada di dalam tembok Yerusalem, sementara Ibrani 13:12 menyatakan bahwa Yesus "telah menderita di luar pintu gerbang."

Karena ia mempunyai waktu luang hampir selama setahun di Yerusalem, Gordon mulai mencari-cari tempat yang lebih cocok. Jenderal Gordon yang biasa dipanggil Gordon si Orang China, merupakan salah seorang yang paling bersemangat yang pernah hidup. Ia menjadi terkenal waktu ia menolong China merebut Kota Peking, bertempur di banyak tempat di dunia, dan pernah bertugas sebagai gubernur di Sudan. Ia adalah orang yang sangat eksentrik, dan ulahnya bermacam-macam. Di China, ia menuntut supaya gajinya diturunkan dari Rp 3.200.000 setahun menjadi Rp 1.200.000 setahun, dan ia menghabiskan 80 persen dari penghasilannya untuk obat-obatan dan kesenangan anak buahnya. Ketika Pangeran dari Wales mengundangnya untuk makan siang, ia menolak undangan itu karena ia tidur jam 9.30! Tetapi ia selalu berhasil melaksanakan tugas-tugasnya, dan seluruh Inggris mengetahui hal ini.

Dengan membawa Alkitab, Gordon mengelilingi Yerusalem untuk mencari suatu tempat yang diperkirakan dapat dikenal sebagai tempat penyaliban Kristus. Ketika ia sedang kelelahan mencari tempat itu, tiba-tiba dari jendela hotelnya ia melihat suatu karang yang berwarna coklat. Sementara ia memperhatikan tebing curam itu, ia seolah-olah sedang melihat sebuah tengkorak besar yang terpahat pada karang itu. la segera membuka Alkitab dan membaca Markus 15:22, yang berbunyi: "Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak."

Dengan perasaan gembira, ia bergegas menaiki karang itu dan menyelidikinya lebih lanjut. la mendapati bahwa karang itu terletak di luar pintu gerbang Damaskus. Kenyataan ini sesuai dengan pasal yang tertulis di Kitab Ibrani. Kemudian dalam Yohanes 19:41 ia membaca: "Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang." Hal ini jelas menunjukkan bahwa jika karang itu merupakan tempat yang sebenarnya, pastilah di dekatnya ada sebuah kuburan kuno. Segera Gordon mulai mencarinya. Tak lama kemudian ia menemukan sebuah kuburan yang telah ditemukan oleh seorang Yunani pada tahun 1867. Kuburan itu terletak hanya beberapa meter dari mata tengkorak yang mengerikan itu!

Tetapi sekali lagi ia bersikeras untuk memeriksanya dalam Perjanjian Baru. Kali ini ia tercengang oleh kata-kata dalam Markus 15:40: "Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh ..." Gordon berpikir tentang beberapa perempuan yang menonton penyaliban, dan mengingat bahwa wanita biasanya lebih pendek dari pria, ia mengambil kesimpulan bahwa jika mereka dapat melihat penyaliban itu dari "jauh", salib itu seharusnya berada di tempat yang lebih tinggi.

Gagasan ini mendebarkan hatinya. Kemudian ia mulai bertanya kepada orang-orang setempat. Dari mereka ia mempelajari bahwa menurut legenda yang tersebar luas, pada zaman dahulu para narapidana sering kali dilemparkan ke bawah dari puncak karang itu. la juga mempelajari bahwa orang-orang Arab setempat menyebut tempat itu El-Heidemiyeh - Celah. Gagasan tentang celah ini mengingatkan dia akan gempa bumi yang menggoncangkan tempat itu pada waktu penyaliban.

Walaupun ia yakin bahwa ia telah menemukan tempat yang benar, Gordon lalu menggambarkan sketsa-sketsanya dan mengirimkannya kepada Sir John E. Cowell, Pengawas Rumah Tangga Istana Buckingham. Tak lama kemudian, orang-orang yang tertarik akan hal ini berkumpul dan membuat permohonan pada surat kabar the Times untuk mengumpulkan dana sebanyak dua juta rupiah untuk membeli tanah yang berisi kuburan itu.

Dananya terkumpul dan tanah itu terbeli. Tetapi apakah itu tempat yang benar? Tak seorang pun yang mengetahuinya, dan keragu-raguan besar mulai muncul. Penggalian-penggalian di Yerusalem oleh Nona Kathleen Kenyon pada tahun 1963 menunjukkan kemungkinan adanya tembok-tembok lain. Tembok ini, yang oleh Yosephus disebut Tembok Kedua, - memungkinkan tanah di mana Gereja Holy Sepulcher didirikan menjadi di luar tembok. Lagi pula, tidak masuk akal jika Uskup Macarius sampai tidak tahu ayat-ayat yang ada dalam Kitab Ibrani yang mengatakan bahwa "Yesus telah menderita di luar pintu gerbang."

Tetapi ahli-ahli lain bersikeras mengatakan bahwa karang coklat itu tempat yang sebenarnya. Lord Elton, penulis riwayat hidup Gordon, dalam bukunya, Gordon dari Khartoum menulis: "Gordon bukanlah orang pertama yang mempertahankan bahwa Tempat Tengkorak itu merupakan tempat asli dari penyaliban Kristus, sedikitnya empat penulis sebelum Gordon, di antaranya Renan, dalam bukunya Vie de Jesus, telah mendukung teori ini. Tetapi gagasan yang telah didukung Gordonlah yang pertama-tama diterima secara luas di Inggris dan Amerika Utara."

Rider Haggard, seorang penulis novel yang terkenal yang hidup dalam masa "penemuan", menulis: "Secara kebetulan, pada tebing karang yang ada di tempat ini, yang dianggap sebagai Tempat Perajaman, dan oleh orang banyak dianggap sebagai tempat penyaliban, bentuk batu karangnya yang menghadap Yerusalem benar-benar fantastis, tetapi menurut saya, karang ini hampir menyerupai tengkorak manusia yang telah membusuk ...

"Ada bentuk dahi tengkorak yang sudah rusak, ada dua lubang dalam yang berbentuk seperti mata, ada sesuatu tonjolan yang mungkin bagian sebuah hidung, dan di bawahnya dekat permukaan tanah, mungkin bagian bibir yang sudah hancur ...

Jika dua ribu tahun yang lalu, permukaan karang itu kira-kira bentuknya masih seperti sekarang, beberapa orang-orang Yahudi yang penuh fantasi mungkin tidak akan menyebutnya, 'Tempat Tengkorak', bila mereka melihat persamaan itu. Jika demikian, mengingat tradisi mereka dan tempat itu dipakai untuk hal-hal yang mengerikan, nama itu rupa- rupanya tetap dipakai dari abad ke abad."

Pertama kali saya mengunjungi Garden Tomb (Taman Makam) - nama baru untuk Bukit Golgota yang ditemukan oleh Gordon - dijaga oleh Dr. S.J. Mattar, seorang pelarian Arab. Kepalanya agak botak, berkumis, dan berpakaian cara barat. Ia bersama isterinya pernah mengundang saya makan malam; dan sementara saya menunggu ia mengajak saya berjalan- jalan. Ia adalah orang yang paling ramah yang pernah saya kenal, dan seorang Kristen yang saleh. Sayang sekali, pada waktu Perang Enam Hari, ketika ia dan isterinya sedang bersembunyi di kuburan kosong itu, ia bermaksud untuk berlari sebentar ke rumahnya untuk mengambil sesuatu. Persis ketika ia baru keluar dari makam itu, ia ditembak oleh seorang prajurit Israel.

Kini taman yang indah ini telah diperbaiki. Sekarang ada jalanan- jalanan yang indah sekali, jembatan batu, dan bangku-bangku yang diletakkan pada tempat-tempat yang strategis bagi ribuan turis yang datang untuk bermeditasi dan berdoa. Banyak bunga yang disebutkan dalam Alkitab telah ditanam kembali di tempat itu. Disitu ditanam pagar tanaman bunga mawar, bunga geranium yang berwarna-warni, pohon cemara yang tinggi dan rimbun, dan lapangan-lapangan rumput yang luas.

Sementara waktu berjalan, semakin banyak orang menyenangi tempat ini, dan semakin banyak hal yang menambah kepercayaan orang bahwa taman itu betul-betul asli. Misalnya, beberapa tahun yang lalu, sejumlah ahli purbakala yang terkenal diminta untuk menyelidiki kuburan itu. Setelah mengadakan penyelidikan yang cukup teliti, mereka menyetujui bahwa kuburan itu sudah ada sejak zaman Herodes Agung.

Kemudian pada tahun 1952, para penjaga mulai mendapat kesulitan dengan kuburan ini dan ketika diperbaiki para pekerja menemukan bahwa tempat itu jauh lebih besar daripada yang telah diperkirakan sebelumnya. Panjangnya 19 meter dan lebarnya 12 meter dan jarak dari lantai ke langit-langit 12 meter, berarti kuburan ini cukup besar. Selain besarnya yang mengherankan, sebuah salib ditemukan melekat di salah satu dinding yang dilekatkan dengan semen buatan orang Roma. Hal ini menunjukkan bahwa tempat itu telah dipakai oleh sebuah jemaat untuk kebaktian Kristen. Apakah mungkin bahwa tempat itu dipilih sebab letaknya yang berdekatan dengan Taman Makam ini? Mungkin !

Bahkan belakangan ini, sebuah tempat pengirikan anggur ditemukan dekat makam itu. Tempat pengirikan ini mungkin menunjukkan bahwa taman itu merupakan sebuah taman bunga kepunyaan seorang kaya seperti Yusuf dari Arimatea yang membolehkan jasad Yesus ditempatkan di kuburan pribadinya. Kenyataan ini mengingatkan kita akan ramalan Yesaya: "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan" (Yesaya 63:3).

Terlepas dari apakah Taman Makam ini asli atau tidak, tempat ini merupakan tempat yang "pasti" dikunjungi oleh para turis di Yerusalem; walaupun saya telah mengunjungi tempat itu beberapa kali, setiap kali saya kembali ke Yerusalem, tempat inilah yang pertama-tama saya datangi.

Bagi kebanyakan turis, tempat kedua yang paling menarik di Yerusalem ialah Mesjid Al Aqsa, disebut Mesjid Umar, yang sesungguhnya tidak benar. Sementara orang-orang Kristen berjalan mendekati mesjid ini dari ujung sebelah timur Jalan Rantai, banyak orang akan teringat akan sabda Yesus: "Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. Ia berkata kepada mereka, 'Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan'" (Matius 24:1,2).

Pada saat Yesus berkata demikian, Bait Allah yang baru - yang biasa disebut Rumah Ibadat Herodes - yang mulai dibangun kira-kira tahun 19- 20 s.M., masih sedang dibangun. Rumah Ibadat ini baru selesai dibangun pada tahun 64 - seperempat abad sesudah penyaliban Yesus! Dan bahkan pada waktu itu ada beberapa pekerjaan lain yang masih harus diselesaikan oleh para pekerja.

Luas Rumah Ibadat Herodes ini secara keseluruhan kira-kira dua puluh enam are. Ketika Yosephus melihat kuil itu ia merasa sangat kagum. Ia menulis: "Bangunan ini merupakan tempat yang termegah yang pernah dibuat manusia."

Tetapi bangunan yang dilihat para turis bukanlah bangunan yang megah itu, karena, seperti yang telah diramalkan oleh Yesus, pada tahun 70, Rumah Ibadat Herodes ini dihancurkan dan tidak pernah dibangun lagi. Kenyataan bahwa rumah ibadat ini tidak pernah dibangun kembali merupakan hal yang mengherankan, karena seorang kaisar Romawi yang terkenal sebagai Yulian Si Murtad, bertekad untuk membangun kembali tempat ini. Edward Gibbon menulis: "Perbaikan kembali rumah ibadat Yahudi ini diam-diam dihubungkan dengan reruntuhan gereja Kristen." Usaha-usaha Yulian digagalkan oleh "suatu gempa bumi, suatu angin ribut, dan suatu letusan gunung berapi yang hebat." (Baca The Decline and Fall of the Roman Empire.)

Setelah Titus menghancurkan Yerusalem, kota itu dibiarkan demikian. Dan kemudian, Kaisar Hadrian yang menjadi murka karena ulah orang- orang Yahudi, menghancurkan kota itu seluruhnya pada tahun 135. Ia bahkan memerintahkan agar puing-puing kota itu dilenyapkan sama sekali. Setelah itu, ia membangun kota itu berdasarkan cara Romawi dan menamakannya Aelia Capitolina. Kemudian ia mengumumkan bahwa tak seorang Yahudi pun diperkenankan memasuki kota kecuali pada kesempatan-kesempatan khusus. Yang melanggar dihukum salib. Namun demikian, orang-orang Kristen diperbolehkan menetap di kota itu.

Sejak waktu itu sampai tahun 635 tempat bekas rumah ibadat itu tetap sunyi. Dan orang-orang Kristen bergembira karena mereka teringat akan nubuatan Tuhan Yesus. Mereka juga memutuskan untuk menjaga supaya Bait Allah itu tidak pernah dibangun. Dalam kampanye mereka untuk melakukan hal ini, mereka menimbun selokan-selokan dengan reruntuhan batu. Gagasan ini menyebar ke seluruh Kerajaan Romawi dan orang-orang Kristen yang saleh, yang berharap agar Bait Allah itu tetap dalam keadaan hancur selamanya, menyokong gagasan ini, bahkan mereka yang berada sampai sejauh Konstantinopel! Demikianlah, Gunung Moria menjadi suatu bukit kotoran binatang.

Satu-satunya bagian Bait Allah yang tidak dihancurkan ialah dinding penahan sebelah barat, yang sekarang terkenal sebagai Dinding Ratapan. Tembok Barat ini - nama yang diberikan oleh orang Israel - menarik perhatian orang-orang Yahudi dari segenap penjuru dunia. Tembok itu dibangun pada zaman Herodes. Sekarang orang-orang Yahudi berdiri di depan tembok yang kokoh ini sementara mereka membaca ayat-ayat favorit mereka dari Kitab Perjanjian Lama dan memanjatkan doa. Malahan mereka menuliskan doa-doa mereka di kertas dan menyisipkan kertas itu di antara batu-batu tembok itu. Sementara mereka berdoa, mereka teringat bagaimana kuasa Tuhan memenuhi Bait Allah itu setelah bangunan itu selesai dibangun oleh Salomo. "Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan" (1Raja-Raja 8:10,11).

Tetapi Bait Allah Salomo yang luar biasa ini bertahan kurang dari empat ratus tahun. Bait Allah itu dibakar pada tahun 587 s.M. oleh Nebuzaradan - jenderal Raja Nebukadnezar - sebelas tahun setelah Raja Yoyakim ditawan ke Babel.

Bait Allah ini dibangun lagi pada tahun 516 s.M. dan terkenal sebagai Bait Allah Zerubabel. Berdasarkan alasan ini, orang akan berpikir bahwa Bait Allah Herodes merupakan Bait Allah yang ketiga. Tetapi orang-orang Yahudi bersikeras mengatakan bahwa Raja Herodes hanya membangun kembali dan memperbesar Bait Allah Zerubabel, dan bahwa Bait Allah yang dibangun oleh Zerubabel inilah yang terakhir dan merupakan Bait Allah yang kedua!

Tetapi untuk sementara marilah kita melupakan Bait Allah dan masuk ke dalam Mesjid AI Aqsa. Di dalamnya, kita bertemu dengan orang-orang Kristen, Islam dan Yahudi, karena kelompok-kelompok ini bersumber dari tempat itu. Hal yang pertama-tama menarik perhatian kita ialah karang gundul yang besar dengan sebuah lubang menembus di pusatnya. Orang mengatakan bahwa di atas karang ini - Moria - Abraham hendak mengorbankan anaknya Isak. Orang-orang Islam juga bersikeras menyatakan bahwa selama beberapa waktu Tabut Perjanjian pernah disimpan di situ, dan bahwa di atas batu inilah Muhammad menaiki kuda Bouraq dan mengadakan "Perjalanan Malam" ke surga. Menurut legenda Islam, kuda ini mempunyai sayap elang, berkepala manusia, dan bersuara manusia.

Bagi orang-orang Kristen, seluruh daerah itu penting, karena Yesus sering mendatangi Bait Allah itu dan mengajar di sana. Juga ketika orang-orang hendak merajam Dia, "Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah" (Yohanes 8:59).

Tetapi kenyataan bahwa tempat ini sekarang adalah sebuah mesjid dan bukan sebuah gereja atau sebuah Bait Allah, memaksa kita untuk mempelajari lagi sejarah. Sampai saat Yerusalem jatuh ke tangan orang Islam, seluruh daerah Bait Allah itu masih sunyi. Setelah Yerusalem jatuh, Sophronius, bapa leluhur masyarakat Yahudi yang mewakili penduduk Yerusalem, bertemu dengan jenderal yang menduduki kota, yaitu Kalifah Umar, di Bukit Zaitun untuk membicarakan syarat-syarat pendudukan.

"Sungguh, saya jamin," kata Umar, "keselamatan sepenuhnya dari kehidupan kalian, harta benda dan gereja-gereja kalian, tidak akan dihancurkan atau diduduki oleh orang Islam." Setelah mendapatkan janji ini, ia berpakaian rombeng dan mengikuti Sophronius kembali ke Yerusalem. Tak berapa lama kemudian tiba saatnya bagi orang Islam untuk berdoa. Sophronius membawa dia ke Gereja Holy Sepulcher, tetapi Umar menolak untuk berdoa di sana.

"Jika saya berdoa di dalam gereja, kalian akan kehilangan gereja itu," ia berkata. "Umat Islam akan mengambil alih gereja ini dari tangan kalian, dan mereka berkata 'Umar berdoa di sini' ". Dan tentu saja hal ini benar, karena Umar adalah kalifah Islam kedua, setelah kalifah pertama Abu Bakar, ayah mertua Muhammad!

Sophronius membawanya ke pelbagai gereja tetapi Umar tidak berbuat apa-apa. Akhirnya, Sophronius membawa Umar ke tempat bekas bangunan Bait Allah dan menunjukkan kepadanya tempat batu karang yang dikenal sebagai Moria. Karena kegembiraannya, Umar membersihkan beberapa tumpukan kotoran binatang dengan kedua tangannya. Setelah batu karang itu dibersihkan oleh para pekerja, ia mendirikan sebuah mesjid dari kayu di atasnya.

Yerusalem kemudian menjadi kota Islam dan namanya diubah menjadi El- Kuds (kudus). El-Kuds dianggap menjadi kota suci yang ketiga bagi orang Islam, Mekah adalah kota suci pertama dan Medina yang kedua. Selama satu generasi bangunan mesjid dari kayu yang didirikan Umar itu rupa-rupanya memuaskan orang banyak. Tetapi pada tahun 687 Mekah jatuh ke tangan musuh, yaitu Abdul Malik, kalifah Damaskus, yang memutuskan untuk menjadikan El-Kuds ibu kotanya. Karena keputusan ini ia memerintahkan untuk membangun Mesjid Al Aqsa.

Pada waktu itu tak ada seorang pun arsitektur Arab yang dapat memenuhi keinginannya, dan sama seperti Salomo yang mempekerjakan orang luar untuk menolong membangunkan Bait Allah yang pertama, kalifah ini mempekerjakan orang-orang Siria yang telah dipengaruhi kebudayaan Yunani. Orang-orang ini menghasilkan suatu karya agung. Dan sekarang Mesjid Al Aqsa ini merupakan model arsitektur sejenis itu yang terbaik yang masih ada. Bangunan ini telah diperbaiki secara hati-hati dari waktu ke waktu, dan dalam perbaikan ini kita dapat melihat bukti sejarah dan sifat manusia!

Dengan harapan untuk menambah kebesaran bagi namanya, seorang penipu menulis dengan huruf-huruf besar di sebelah atap pintu yang melengkung: "Qubbat ini dibangun oleh hamba Allah, Abdullah al-Imam, Pangeran orang percaya, al-Ma'moon, pada tahun 72 Hijrah, semoga Allah menerima dia dan berkenan kepadanya. Amin." Tulisan itu ditulis dalam huruf Arab di atas nama pendiri sebenarnya yang telah dihapus yaitu Abdul Malik. Yang aneh ialah bahwa penipu itu tidak mengubah tanggalnya, jadi kemunafikannya jelas terlihat.
"H" berarti "Hijrah" - yaitu pelarian Muhammad dari Mekah ke Medina. Pelarian ini terjadi pada tanggal 16 Juli tahun 622. Tahun pertama dalam kalender Islam mulai pada tanggal 1 Juli tahun itu.

Orang-orang Islam menyatakan bahwa di dalam mesjid ini ada sebuah peti emas yang berisi dua helai bulu janggut Muhammad. Apakah hal itu benar atau tidak, Mekah tetap merupakan kota nomor satu dalam dunia Islam dan Yerusalem hanyalah kota nomor tiga. Kota nomor dua ialah Medina.

Semasa Perang Salib ketika Yerusalem diduduki oleh para prajurit yang ikut dalam perang itu, Mesjid Al Aqsa dipakai sebagai gereja Kristen. Sebuah salib dipasang di atas puncak kubahnya dan batu karang yang besar ditutupi dengan marmar dan dipagari. Pagar ini perlu sebab para peziarah Kristen sering kali mengambil kepingan-kepingan batu karang itu untuk kenang-kenangan. Menurut cerita, potongan-potongan karang ini dapat ditukar dengan emas.

Salib itu tetap ada di atas kubah itu sampai hampir seabad lamanya, karena Yerusalem pada tahun 1187 diduduki kembali oleh Saladin. Sekarang Mesjid Al Aqsa berada di bawah kekuasaan Israel. Walaupun demikian mesjid ini masih dipakai oleh orang-orang Islam dan sering kali mereka tidak mengizinkan para turis memasukinya. Mesjid Al Aqsa tetap merupakan sebuah bangunan yang paling menarik di dunia. Bangunan ini dipenuhi dengan misteri, riwayat menarik dan bahkan tipu muslihat; dan untuk melacak semua cerita-cerita yang dihubungkan dengan mesjid ini akan diperlukan jangka waktu yang sangat lama dan banyak orang akan mengangkat bahu dan tersenyum.

Sumber :
Charles Ludwig, KOTA-KOTA PADA ZAMAN PERJANJIAN BARU, Kalam Hidup, Bandung, 1975, Halaman : 115 – 127
 →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by Cerita Langit