Mewujudkan kehidupan pernikahan yang langgeng dan harmonis memang
tidak mudah. Butuh kerja sama dan saling pengertian satu sama lain,
sehingga mampu mengatasi masalah bersama.
Menurut Karen Gall Lewis, penulis buku Why Don’t You Understand? A Gender Relationship Dictionary
mengungkapkan bahwa kedua pasangan harus sama-sama berjuang keras dan
menjaga komunikasi tetap lancar jika ingin hubungan tetap baik. Bukan
hanya itu, Anda berdua juga harus menghindari kebiasaan buruk yang bisa
mengancam kisah asmara, antara lain:
Memanfaatkan Satu Sama Lain
Tanpa disadari, Anda
dan pasangan akan saling memanfaatkan satu sama lain setelah menikah.
Tidak jarang muncul keinginan mengutamakan kebutuhan diri sendiri dan
meninggikan ego masing-masing. Ubahlah kebiasaan ini dengan saling
bekerja sama untuk memenuhi kepentingan bersama. Maka ada baiknya, Anda
dan pasangan sama-sama melakukan yang terbaik bagi rumah tangga.
Berbohong Soal Materi
Umumnya ini sering
dilakukan wanita karena ingin memenuhi hasrat berbelanja. Hindari
berbohong soal materi kepada pasangan, begitu juga sebaliknya. Jika
memang Anda punya hobi shopping, maka coba cari pemasukan lainnya yang
memang khusus diperuntukkan sebagai sumber budget Anda berbelanja.
Malas Memperhatikan Satu Sama Lain
Terkadang,
saking seringnya bersama-sama dan tinggal satu rumah, Anda dan pasangan
jadi jarang memperhatikan satu sama lain. Kalau dibiarkan, ini bisa
membuat hubungan jadi kaku dan dingin. Tak perlu melakukan hal besar
untuk menunjukkan perhatian, mulailah dari sesuatu yang sepele tapi
sangat berkesan. Misalnya, selalu berikan busana yang bersih dan wangi
padanya. Keharuman itu akan membuatnya selalu ingat pada Anda.
(KapanLagi Network)
Duka Saat Pasangan Meninggal, Sisi Lain Dari Cinta
Duka adalah sisi lain dari cinta, jadi jika Anda bisa mencintai seseorang maka Anda harus siap untuk merasakan duka karena kehilangan dia. Rasa suka, sama seperti perasaan lainnya : normal, alami dan baik. Dalam kehidupan ini, setiap orang harus siap untuk menghadapi kematian orang dikasihinya.
Walau kematian adalah hal alami, namun respon setiap orang saat mengalami kedukaan berbeda-beda. Keterikatan emosional, membuat seorang istri atau suami seringkali sulit mengatasi rasa dukanya saat pasangannya meninggal dunia. Berikut adalah tahap-tahap yang umum dialami mereka yang berduka:
Tahap satu : shock, mati rasa, tidak percaya (biasanya dialami di hari pertama hingga ketiga)
Rasa tidak percaya saat mendengar kabar duka, atau bahkan menghadapi langsung kematian pasangan adalah hal yang alami terjadi. Proses penolakan ini adalah cara emosi kita bertahan sehingga bisa menghadapi tuntutan yang harus dilakukan seperti menghubungi keluarga, kerabat dan teman, menghubungi pendeta dan mempersiapkan penguburan dan lain-lain. Ini adalah tahap mati rasa.
Saat "mati rasa" telah selesai, normal bagi orang tersebut untuk menangis bahkan hingga ekspresi yang tidak terkendali. Menangis adalah ekspresi emosi yang alami bagi mereka yang berduka, jadi jangan memandangnya sebagai "kelemahan". Selain menangis, mereka yang berduka bisa berekspresi kebalikannya yaitu marah. Dia bisa marah kepada pasangannya yang meninggalkan dirinya, hingga marah kepada Tuhan. Ijinkan emosi itu tersalurkan, karena hal tersebut penting untuk menjaga kesehatan emosi Anda.
Tahap dua : Rasa rindu yang menyakitkan dan tinggal dalam kenangan serta bayangan masa lalu (berlangsung sekitar satu bulan setelah kematian pasangan).
Kadang kita berpikir bahwa penguburan adalah tahap tersulit saat kehilangan orang yang kita kasihi. Namun sebenarnya yang terberat adalah minggu ke dua hingga minggu setelah penguburan, dan juga bulan-bulan di satu tahun pertama. Perasaan-perasaan seperti kerinduan yang menyiksa, kenangan masa lalu, sedih, merasa pasangan ada di rumah, bicara sendiri, mudah marah dan juga terkadang mengalami masalah kesehatan.
Disarankan untuk melalui masa-masa ini dengan bantuan konselor profesional, atau pelayanan pastoral yang dapat membantu mengatasi masalah emosional.
Tahap tiga : Resolusi dan kembali melanjutkan kehidupan (Mulai dari enam bulan hingga satu tahun setelah kematian)
Mulai memasuki bulan ke enam setelah kematian pasangan, biasanya kehidupan seseorang sudah mulai normal. Tahap tiga ini dimulai dengan menerima kenyataan bahwa pasangan telah meninggal dunia, turunnya tingkat depresi, dan mampu mengenang masa lalu dengan sudut pandang positif.
Jika pada masa-masa duku seseorang mempertanyakan dimanakah Tuhan pada saat seperti ini, maka jawabannya adalah Dia bersama-sama dengan kita dan mengerti apa yang kita alami. Dia bahkan mengerti semua pertanyaan yang muncul saat kita berduka, seperti :
Mengapa dia meninggal di usia yang sangat muda? Yesus menjawab, "Aku mengerti perasaanmu. Aku juga mati di usia 33 tahun.
Mengapa dia harus mengalami kematian yang menyakitkan? Yesus menjawab: "Aku merasakan penderitaannya. Aku dipukuli, dicambuk dan disalibkan."
Aku sangat merindukan dia. Yesus menjawab, "Aku mengerti kesedihanmu, Aku juga pernah meninggalkan sorga dan datang ke bumi ini."
Mengapa manusia tidak bisa hidup kekal? Jawab Yesus: "Aku mengerti masalahmu ini, karenanya aku mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga agar setiap orang yang percaya kepada-Ku memperoleh kehidupan kekal."
Jadi, sekalipun kematian orang yang kita kasihi sangat berat untuk diterima, percayalah bahwa semua itu dalam kedaulatan Tuhan dan Anda tidak sendirian saat menghadapinya, karena Tuhan selalu bersama kita.
Walau kematian adalah hal alami, namun respon setiap orang saat mengalami kedukaan berbeda-beda. Keterikatan emosional, membuat seorang istri atau suami seringkali sulit mengatasi rasa dukanya saat pasangannya meninggal dunia. Berikut adalah tahap-tahap yang umum dialami mereka yang berduka:
Tahap satu : shock, mati rasa, tidak percaya (biasanya dialami di hari pertama hingga ketiga)
Rasa tidak percaya saat mendengar kabar duka, atau bahkan menghadapi langsung kematian pasangan adalah hal yang alami terjadi. Proses penolakan ini adalah cara emosi kita bertahan sehingga bisa menghadapi tuntutan yang harus dilakukan seperti menghubungi keluarga, kerabat dan teman, menghubungi pendeta dan mempersiapkan penguburan dan lain-lain. Ini adalah tahap mati rasa.
Saat "mati rasa" telah selesai, normal bagi orang tersebut untuk menangis bahkan hingga ekspresi yang tidak terkendali. Menangis adalah ekspresi emosi yang alami bagi mereka yang berduka, jadi jangan memandangnya sebagai "kelemahan". Selain menangis, mereka yang berduka bisa berekspresi kebalikannya yaitu marah. Dia bisa marah kepada pasangannya yang meninggalkan dirinya, hingga marah kepada Tuhan. Ijinkan emosi itu tersalurkan, karena hal tersebut penting untuk menjaga kesehatan emosi Anda.
Tahap dua : Rasa rindu yang menyakitkan dan tinggal dalam kenangan serta bayangan masa lalu (berlangsung sekitar satu bulan setelah kematian pasangan).
Kadang kita berpikir bahwa penguburan adalah tahap tersulit saat kehilangan orang yang kita kasihi. Namun sebenarnya yang terberat adalah minggu ke dua hingga minggu setelah penguburan, dan juga bulan-bulan di satu tahun pertama. Perasaan-perasaan seperti kerinduan yang menyiksa, kenangan masa lalu, sedih, merasa pasangan ada di rumah, bicara sendiri, mudah marah dan juga terkadang mengalami masalah kesehatan.
Disarankan untuk melalui masa-masa ini dengan bantuan konselor profesional, atau pelayanan pastoral yang dapat membantu mengatasi masalah emosional.
Tahap tiga : Resolusi dan kembali melanjutkan kehidupan (Mulai dari enam bulan hingga satu tahun setelah kematian)
Mulai memasuki bulan ke enam setelah kematian pasangan, biasanya kehidupan seseorang sudah mulai normal. Tahap tiga ini dimulai dengan menerima kenyataan bahwa pasangan telah meninggal dunia, turunnya tingkat depresi, dan mampu mengenang masa lalu dengan sudut pandang positif.
Jika pada masa-masa duku seseorang mempertanyakan dimanakah Tuhan pada saat seperti ini, maka jawabannya adalah Dia bersama-sama dengan kita dan mengerti apa yang kita alami. Dia bahkan mengerti semua pertanyaan yang muncul saat kita berduka, seperti :
Mengapa dia meninggal di usia yang sangat muda? Yesus menjawab, "Aku mengerti perasaanmu. Aku juga mati di usia 33 tahun.
Mengapa dia harus mengalami kematian yang menyakitkan? Yesus menjawab: "Aku merasakan penderitaannya. Aku dipukuli, dicambuk dan disalibkan."
Aku sangat merindukan dia. Yesus menjawab, "Aku mengerti kesedihanmu, Aku juga pernah meninggalkan sorga dan datang ke bumi ini."
Mengapa manusia tidak bisa hidup kekal? Jawab Yesus: "Aku mengerti masalahmu ini, karenanya aku mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga agar setiap orang yang percaya kepada-Ku memperoleh kehidupan kekal."
Jadi, sekalipun kematian orang yang kita kasihi sangat berat untuk diterima, percayalah bahwa semua itu dalam kedaulatan Tuhan dan Anda tidak sendirian saat menghadapinya, karena Tuhan selalu bersama kita.
Kesalahan Fatal Dalam Pernikahan
Mungkin ada saat dimana anda lupa saat istri anda meminta
untuk membeli bahan makanan dalam perjalanan pulang dari kantor dan tiba di
rumah dengan tangan kosong. Jangan kuatir. Anda harus bergegas kembali ke
supermarket dan segalanya akan dilupakan.
Mungkin anda mengomeli suami anda mengenai hal-hal yang
tidak penting, lupa bahwa sebelumnya dia telah memberitahu anda ada meeting
mendadak di kantor. Atau mungkin anda lupa hari jadi pernikahan atau hari ini
adalah giliran anda untuk menjembut anak-anak dari latihan sepak bolanya.
Kesalahan pun terjadi.
Kesalahan-kesalahan ini dapat diobati dengan segera karena
hanya menyebabkan sedikit kerusakan permanen. Akan tetapi ada
kesalahan-kesalahan lain yang terus-menerus timbul dan dapat menyebabkan
pernikahan anda mudah untuk diserang. Hubungan anda menjadi seperti kain yang
ditinggalkan di luar dalam segala cuaca, mudah untuk dicabik-cabik di bawah
tekanan. Kesalahan-kesalahan inilah yang harus berusaha untuk kita hindari.
Saat ini kita akan membahas beberapa kesalahan fatal yang
harus kita perhatikan dan hindari jika anda menginginkan hubungan yang sehat.
Stephanie dan Tim telah menikah selama 12 tahun dan memiliki
3 orang anak yang cantik-cantik. Dari segala segi mereka termasuk
"keluarga impian Amerika". Mereka dapat bertahan dari goncangan di
tahun awal pernikahan, membuatnya menjadi baik di awal-awal pertumbuhan
anak-anak dan juga memiliki rumah yang indah dengan beberapa hektar tanah
dimana mereka sekeluarga dapat berkuda dengan nyaman. Akan tetapi mereka memiliki
satu masalah yang penting: saat mereka bertengkar, mereka benar-benar
bertengkar.
Stephanie dan Tim frustrasi dengan masalah ini. Mereka
saling mencintai dan benar-benar berkomitmen satu sama lain. Mereka anggota
yang aktif di gerejanya. Bagaimanapun juga, dalam konseling, mereka mengakuinya
sebagai hal yang memalukan. Saat mereka bertengkar mereka menggunakan bahasa
yang tidak pantas satu sama lain, membanting pintu dan saling mengancam satu
sama lain. Stephanie melempar piring dan Tim merusak pintu. Bahkan mereka
pernah saling mendorong dalam satu kesempatan. Meskipun mereka telah berulang
kali berjanji untuk menghentikan kebiasaan ini, dengan malu-malu mereka
mengakui, "Kemarahan benar-benar menguasai kami. Saat kami marah, kami
pasti akan melakukan sesuatu."
"Saya sungguh malu dengan kelakuan ini," kata Tim.
"Saya tidak pernah bersikap seperti itu kepada siapapun juga seperti sikap
saya kepada istri saya. Saya tidak pernah kehilangan kontrol, bahkan dengan
anak saya, meskipun mereka mendesak saya sampai batasnya. Tapi dengan
Stephanie, saya ingin menyampaikan inti maksud saya tapi saya merasa dia tidak
pernah mendengarkan. Saya tahu kedengarannya bodoh, tapi saya hanya berteriak
lebih keras. Dia balik berteriak dan saya berteriak lebih keras."
"Bukan hanya dia," Stephanie berkata. "Saya
bertingkah seperti orang gila. Saya tidak tahu apa yang membuat saya lepas
kendali. Saya tidak mau mengalah. Jadi, jika saya pikir apa yang dia katakan
itu omong kosong, saya langsung mengatakan kepadanya. Tentu saya dia tidak suka
dan terjadilah pertengkaran itu."
Bahasa Stephanie dan Tim mungkin adalah bahasa anda juga.
Mungkin anda menemukan bahwa anda memulai dengan tenang dan mendidih dalam
sepuluh detik. Anda mungkin bertengkar dengan cara yang sangat merusak. Seperti
petugas konstruksi yang menekan detonator, menyebarkan puing-puing ke segala arah.
Anda mungkin menekan alat pengisap dalam marah anda, menyebarkan emosi dan
kata-kata ke segala arah. Jika hal ini menggambarkan anda dan pasangan anda,
anda harus belajar beberapa keahlian yang sangat penting untuk menghindari
kesalahan fatal ini.
Pertama, anda dan pasangan anda harus mengantisipasi ledakan
ini dan belajar melihat bagaimana mereka muncul. Ada pepatah yang mengatakan:
"Jika dapat diramalkan, maka dapat dicegah." Kita harus belajar untuk
mengantisipasi topik yang sensitif itu, atau melihat peningkatan pola yang
menyebabkan permasalahan ini. Kita harus memotong pola yang merusak itu.
Penelitian menunjukkan bila kita melakukan sesuatu hampir tidak membedakan
apa-apa dibandingkan cara kita dalam menanggapinya, menolong kita untuk memulai
sesuatu yang baru, dengan pola yang lebih membangun.
Kedua, setuju untuk berhenti saat emosi mulai meninggi.
Kitab Suci dengan jelas membicarakan masalah yang dibarengi dengan amarah.
"Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini:
setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,
dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran
di hadapan Allah." (Yakobus 1 : 19-20)
Rasul Yakobus telah menunjukkannya dengan jelas - dua
telinga untuk mendengar, satu mulut untuk berbicara dengan hati-hati. Kita
harus benar-benar belajar untuk mendengarkan, tidak memaksakan keinginan kita.
Saat kita menjadi defensif, tandanya untuk berhenti. Saat emosi mulai meninggi,
yang biasanya selalu terjadi, hentikan dulu dan mulai lagi saat kedua pihak
merasa tenang.
Ketiga, setuju untuk tidak setuju. Anda tidak harus
menyetujui segala hal. Bukanlah suatu masalah untuk melihat beberapa hal secara
berbeda. Dalam kenyataannya, ada orang yang beranggapan jika anda selalu setuju
dalam segala hal, maka anda tidak akan dianggap lagi oleh pasangan anda.
Sebelum beranjak lebih jauh, anda dan pasangan anda adalah pribadi yang
berbeda. Anda dibesarkan secara berbeda, berbeda dalam keahlian, pendidikan,
temperamen dan seks. Nyatanya, perbedaan merupakan hal yang luar biasa yang
membuat siapapun bisa hidup bersama. Tapi, kita bisa, dan melakukannya, karena
perbedaan itu begitu luar biasa. Bagaimanapun juga berhati-hatilah untuk
menuntut pasangan anda melihat sesuatu dengan cara yang sama seperti anda. Hal
itu tidak akan terjadi.
Rasul Yakobus memberikan ayat yang lain kepada kita.
"Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di
antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam
tubuhmu?" (Yakobus 4 : 1)
Mementingkan diri sendiri dan harga diri biasanya
menghalangi jalan untuk memberi kepada pasangan anda. Sedangkan sifat saling
mengalah adalah sifat yang harus dilakukan dalam pernikahan yang sehat.
Keempat, tetap fokus pada inti masalah. Artinya, tentu saja,
anda harus mengedepankan pokok permasalahan. Satu masalah di satu waktu.
Mungkin saja ada godaan untuk berpindah jalur ke lain topik, tapi itu hanya
mengaburkan inti masalah yang sebenarnya. Ambil satu topik dan tetap tinggal di
sana. Ini dapat membantu anda seperti kertas dan pensil yang mengingatkan diri
anda dimana anda mulai, sebaik mengakhiri hasratnya.
Akhirnya, temukan solusi yang bekerja bagi anda berdua.
Ingatlah, daripada menggunakan spiral ke bawah di mana satu orang
"menang" dan yang lain "kalah", bagaimana jika memakai
spiral ke atas dimana anda berdua merasa mencapai hasil yang positif? Hal ini
memerlukan diskusi yang kreatif untuk mempertemukan kebutuhan anda berdua.
Kemenangan satu pihak adalah kepalsuan. Penyelesaian negosiasi yang dapat
bekerja pada anda berdua adalah pengalaman luar biasa yang dapat membawa anda
semakin dekat bersama.
Mulailah dengan mengeliminasi kesalahan fatal ini dari
pernikahan anda dan gantikan dengan win-win solution.
Mendeteksi Hubungan Cinta yang Sehat
Bagaimana kisah percintaan Anda? Apakah begitu romantis dengan bumbu penyedap airmata? Atau nampaknya normal namun tanpa sebuah ikatan dan tujuan yang jelas? Banyak orang berpendapat jika sebuah hubungan yang sehat adalah hubungan yang tak akan menguras airmata telalu banyak. Benarkah demikian?
Layaknya kondisi fisik yang harus selalu dijaga agar tetap sehat. Cinta yang sehat bukan semata-mata urusan jodoh maupun ketentuan yang tak bisa diubah. Anda pun bisa memilikinya dengan menciptakan beberapa tanda yang ada pada hubungan cinta yang sehat.
Saling menghargai
Meski kelak ketika menempuh sebuah bahtera hidup bersama yang menjadikan pria sebagai pemimpin bagi keluarganya, masih terdapat rasa dan sikap saling menghargai tanpa melupakan peran masing-masing. Pertengkaran dan konflik bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Jika Anda cerdas dan sigap menghadapinya, maka bumbu yang terasa asam ini bisa manis di kemudian harinya. Dengan rasa menghargai, secara langsung Anda akan mendapatkan rasa hormat dari pasangan. Perhatian untuk hal kecil saja dapat membuat mereka merasa lebih bermakna.
Komunikasi yang tepat
Kelancaran komunikasi mampu meredam segala rasa curiga dan ketidakpercayaan. Komunikasi yang baik juga tidak melulu tentang intensitas dalam pemberian informasi dan kabar masing-masing. Adanya pola saling memberi dan menerima, serta adanya peran berbicara dan mendengarkan, merupakan salah satu hal yang penting dibina dalam komunikasi yang tepat. Pada saat Anda butuh untuk berbicara, maka ia akan menjadi pendengar yang baik. Begitu pula seharusnya Anda. Walaupun mungkin tak selalu menemukan solusi yang tepat, Anda harus tetap mau mendengar dan meluangkan waktu untuk menemaninya telebih disaat ia membutuhkan Anda. Pahami aturan komunikasi kepada pasangan.
Saling mendukung dan menyemangati Seperti biasa, tak ada yang diciptakan dengan kondisi yang sempurna. Karena itu dibutuhkan pengertian Anda untuk tetap mendukung dan memberikan semangat dalam setiap aktivitas positifnya. Dukungan dari Anda merupakan energi yang bisa berarti banyak untuknya walaupun bisa jadi disaat yang bersamaan Anda tak bisa hadir langsung untuk menemaninya menghadapi suatu masalah.
Jadi hubungan yang sehat bukanlah hubungan yang terjalin tanpa airmata. Menangis sedih setiap saat bukanlah suatu indikasi hubungan yang buruk, tapi bagaimana seterusnya Anda dan pasangan menghadapinya. Hubungan cinta yang romantis juga bukanlah menjadi ukuran bentuk hubungan yang membahagiakan. Apalah artinya puisi, mawar dan coklat bila Anda tak mampu menghargainya selayaknya Anda menghargai diri Anda sendiri.
Jadi buanglah pikiran yang salah tentang bagaimana ikatan cinta yang sehat. Rubahlah pola yang salah dan tidak sesuai. Ciptakan hubungan cinta yang indah dan sehat dari sekarang. Anda pasti bisa melakukannya.
Menjadi Ayah yang Ideal untuk Si Kecil
Peran ibu memang dominan dalam tumbung kembang fisik dan psikologis si Kecil, namun demikian tidak berarti melupakan figur seorang ayah yang juga penting untuk masa kembangnya kelak. Ayah yang baik tidak hanya akan menyenangkan sang buah hati. Coba amati istri Anda, pasti akan lebih bahagia dan menyayangi Anda sebagai suami.
Menjadi ayah yang baik memang terhubung langsung sebagai peran suami yang baik. Banyak pria yang tak tahu bahwa sebenarnya para anak membutuhkan mereka sebanyak dengan membutuhkan porsi ibu, kendati sang ibu lebih terlihat dibutuhkan. Menjadi ayah yang baik juga bukanlah hal yang sulit dilakukan para pria. Sebaiknya Anda mengetahui apa saja yangharus dilakukan. Karena sebenranya hal tersebut bermula dari hal yang kecil dan sederhana. Hanya saja Anda perlu melakukannya sesering mungkin terlebih di waktu yang sangat tepat, ketika sang anak membutuhkan.
Mulailah dengan meluangkan waktu untuk si kecil. Rutinitas dan pola pria yang bertanggung jawab mencari bafkah bagi keluarganya sering dijadikan alasan untuk enggan meluangkan waktu bersama anak dan istri. Padahal bisa jadi hal tersebut merupakan sesuatu yang berharga daripada hadiah mewah yang Anda upayakan untuk mereka. Apa gunanya uang dan materi berlimpah jika tak diimbangi dengan kehadiran dan kasih sayang Anda sebagai seorang ayah.
Jika sedikit sekali waktu yang Anda miliki untuknya maka berikanlah perhatian ekstra dengan cara bertanya bagaimana dengan sekolahnya hari ini, menyapanya sebelum tidur, atau tanyakan rencana esok hari si anak ketika di sekolah. Dengan demikian anak akan merasa diperhatikan walaupun kehadiran Anda tak sesering muncul untuk menghabiskan banyak waktu luang bersamanya. Bagaimanapun ayah adalah sosok pahlawan di mata anaknya, jadi berilah sedikit penghargaan untuk harapan anak Anda tersebut.
Banyak hal yang bisa Anda lakukan saat memiliki waktu luang dengannya. Liburan panjang bisa Anda manfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk berekreasi ke daerah tertentu, atau cobalah untuk membantu mengerjakan tugas sekolahnya, bisa jadi juga dengan permainan yang membuat Anda semakin akrab dengannya. Perhatian dari Anda tidak hanya akan membuat ia merasa dihargai, ia akan menjadi patuh dan hormat kepada Anda.
Selanjutnya, tidak hanya waktu saja yang mereka butuhkan. Perhatian dan dukungan Anda dalam segala hal merupakan semacam kepingan emas yang berharga untuknya. Ibu memang ahli dalam segala hal, namun peran ayah layaknya seperti seorang raja yang punya andil besar dalam segala bidang. Tunjukkan respon positif ketika ia akan menghadapi sesuatu yang berat misalnya ujian. Anda cukup memberikan kepercayaan sambil tetap mengwasi belajar si kecil meskipun tidak intens dan secara langsung.
Ayah yang baik tercermin juga melalui perilakunya yang baik. Kendati perilaku sederhana, Anda akan tetap menjadi cerminan dalam sebuah keluarga. Dan sekecil apapun perbuatan buruk Anda, si kecil tetap akan menirunya sadar maupun tak sadar. Jadi sebaiknya Anda lebih berhati-hati untuk memberikan contoh perilaku.
Hal penting lainnya yang perlu Anda lakukan adalah menjaga keharmonisan hubungan dengan ibunya atau istri Anda. Hindari pertengkaran di depan mata anak-anak karena hal tersebut bisa mengacaukan kondisi psikologis mereka. Keharmonisan Anda dengan ibunya merupakan energi penyemangat tersendiri yang bisa menjaga mereka secara tidak langsung dari pengaruh buruk lingkungan.
Mungkin banyak rencana dan keinginan yang Anda pendam berupa kelayakan materi bagi Istri dan Anak Anda. Namun semuanya tidaklah sepenting peran Anda sebagai ayah yang baik untuk keluarga. Uang masih bisa selalu dicari. Namun ketika keluarga retak karena kekosongan posisi Anda, tidak akan ada yang bisa menjamin hal tersebut akan semudah itu membaik seperti sedia kala. Jadi tak perlu menunggu besok untuk menjadi ayah yang baik, mulailah dari sekarang dan semoga berhasil!
Ungkapkan Cinta Tanpa Kata
Tak banyak orang yang dapat dengan mudahnya mengatakan cinta dengan lisan, selain momen yang mahal, gengsi yang mahal, kadang waktu yang tepat juga menjad persoalan. Selain itu ungkapan yang demikian juga tak sedikit orang yang menganggapnya hanya sebuah rayuan yang tak ada artinya. Jika hal tersebut terus menerus terjadi, kapankah cinta itu sendiri mampu tersampaikan?
Keberanian adalah modal terbesar dalam mengungkapkan sebuah perasaan cinta. Jika Anda tak memiliki cukup banyak keberanian maka akan terasa sia-sia perasaan indah yang Anda miliki saat ini karena tak terungkapkan dengan utuh. Namun Anda tak perlu cemas. Ungkapan cnta tak hanya melalui kata.
Ada banyak jalan yang bisa ditempuh dan mungkin justru akan terasa lebih mendalam bagi pasangan Anda daripada sekedar ungkapan lisan yang hanya terucap di bibir saja. Karena itu jika Anda sulit mengatakannya langsung cobalah untuk melakukan hal berikut ini.
Sebuah pelukan sama berartinya dengan sebuah kepercayaan. Berikan pelukan hangat Anda padanya. Karena dengan hal ini, ia akan tahu perasaan Anda tanpa harus mencari kata-kata indah untuk mengungkapkannya.
Hidupkan suasana dengan memberikan kejutan kecil baginya. Tak perlu dengan hadiah yang mahal. Cukup lakukan sesuatu yang berarti untuknya sekalipun itu hanya hal sederhana. Hal yang demikian bisa berarti banyak untuknya. Anda bisa melakukannya setiap saat, tanpa harus menunggu momen yang spesial. Sehingga akan terasa lebih istmewa dan bermakna. Contoh kejutan kecil adalah menjemputnya sepulang bekerja tanpa sepengetahuannya atau melewatkan waktu sejenak untuk bersantai dengannya.
Dalam hal apapun, komunikasi selalu menjadi sarana yang penting. Tak ada salahnya jika Anda meluangkan waktu sejenak untuk berkonsentrasi penuh mendengakan keluhannya tanpa harus bersibuk dengan suatu kegiatan. Letakkan buku, diam sejenak untuk sepenuh hati merasakan keluhan dan ceritanya. Ini akan membuatnya lebih dihargai. Melalui hal ini ia akan menyadari betapa penting dirinya di mata Anda.
Ungkapan atau pernyataan tentang perasaan cinta tak akan mengurangi esensi dari cinta itu sendiri, jadi sebisa mungkin ungkapkanlah perasaan itu sebisa mungkin setiap saat semampu dan seadanya waktu yang Anda miliki. Mungkin benar dengan pepatah “masih ada hari esok”, namun hal itu tak akan membayar penyesalan kehilangan ketika manusia dihadapkan pada keterbatasan waktu untuk hidup. Jadi tunggu apalagi, cintai dia dan ungkapkan perasaan Anda sekalipun tanpa sepatah katapun.
Karena Sakit Seorang Lelaki Mencarikan Suami Baru bagi Istrinya
Terdengar janggal namun justru di dalamnya tersirat ketulusan dan rasa cinta. Liu Li, 39 tahun, menyadari betapa beratnya penyakit yang dideritanya. Tetapi di pihak lain ia tak mau merepotkan istrinya, Shi Zhihong, 37 tahun.
Li menderita penyakit yang disebut Ankylosing Spondylitis, suatu penyakit yang membuat tulang belakang menyatu. Dokter menyebutkan penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Tetapi bisa dibantu menahannya dengan obat-obatan tetapi itu pun sangat mahal. Sedangkan Li berasal dari keluarga sederhana.
Menanggapi vonis dokter itu, ia membujuk istrinya, Zhihong, agar mau menceraikannya dan ia mencari suami lain agar masa depannya dan kedua anaknya jadi terjamin. Ia berharap istri dan anak-anaknya menemukan kebahagiaan.
Upaya membujuk sang istri tak sampai di situ. Li kemudian memasang iklan online pada tahun lalu dan menceritakan maksud iklan tersebut. "Tolong, tolong carikan suami yang baik bagi istri saya. Saya tak ingin membebani istri saya lagi. Saya benar-benar sakit parah. Saya mungkin terperangkap di kursi roda tetapi itu pasti tak akan lama. Istri saya masih cukup muda, dia harus memiliki masa depan yang baik. Jika tidak saya tidak akan beristirahat dengan tenang ketika mati.....," begitu bunyi iklannya seperti dikutip The Telegraph.
Seperti dikutip koran Inggris itu, Li mengaku sudah berusaha untuk sekuat tenaga bagi penyembuhan dirinya dan kebaikan keluarganya. "Saya telah melakukan yang terbaik, tapi saya lemah dan mereka layak lebih baik. Ini akan meringankan hati saya," tambah Li.
Yang lebih membuat Li tersayat hatinya, kedua anaknya juga menyadari betapa untuk menyembuhkan ayahnya mereka membutuhkan biaya yang besar. Dan karena ingin berhemat anak-anaknya bahkan menolak saat dikasih sekadar permen. "Mereka mengira dengan cara begitu akan bisa membantu," ujarnya.
Sedangkan istrinya, Zhihong, tak setuju dengan gagasan suaminya mencarikan suami baru bagi dirinya. Ia pun mengetuk badan amal untuk membantu biaya pengobatan mereka. "Kami adalah keluarga baik tetapi miskin. Kami membutuhkan bantuan," ujar Zhihong. "Saya akan tetap jadi istrinya di kehidupan ini sekarang dan di kehidupan yang akan datang," tambahnya.
Agar Komitmen Sebuah Pernikahan Tetap Terjaga
Setiap pasangan akan mendambakan sebuah kehidupan berumah tangga yang sehat dan harmonis. Meskipun tak jarang selalu ada saja masalah – masalah yang dihadapai dalam kehidupan berumah tangga. Tapi yang terpenting bagaimana upaya Anda dalam menjaga keharmonisan pernikahan tersebut?
Salah satunya adalah menjaga komitmen. Karena komitmen adalah kunci untuk mempertahankan pernikahan Anda dengan suami.
Lantas, bagaimana menjaga komitmen dalam sebuah pernikahan? Penasaran, berikut ini beberapa tip agar komitmen sebuah pernikahan tetap terjaga.
Tidak ada rahasia
Kejujuran sangat penting dibina dalam sebuah pernikahan. Kebohongan hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan memberi dampak buruk bagi hubungan Anda dengan pasangan. Anda perlu membangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Anda dapat memulainya dengan menceritakan hal-hal sepele yang terjadi sehari-hari.
Teman
Anda perlu memperkenalkan teman-teman Anda kepada suami. Begitu pun sebaliknya, suami Anda perlu memperkenalkan teman-temannya kepada Anda. Anda dan suami perlu saling mengetahui dunia pergaulan masing-masing.
Kejutan
Anda perlu merencanakan kejutan berupa makan malam atau liburan hanya untuk Anda dan pasangan. Hal ini dapat meningkatkan romantisme hubungan Anda dengan pasangan.
Emosi
Emosi adalah hal penting yang harus dikontrol ketika telah membina kehidupan berumah tangga. Anda dan pasangan perlu saling menghormati dan menghargai perbedaan. Ketika ada masalah, Anda tidak perlu membicarakan persoalan itu dengan pasangan di hadapan teman atau orangtua. Bila hal tersebut dilakukan, Anda hanya akan mempermalukan pasangan.
Masa Depan
Anda dan pasangan perlu memikirkan masa depan yang positif agar janji setia pernikahan tetap terjaga.
(Pelangi8)
Intip Biaya Nikah di Korea Selatan
Bila menganggap menikah hanya membutuhkan cinta, seperti lagu yang dipopulerkan The Beatles, pikir-pikir lagi. Di Korea Selatan, selain cinta calon suami-istri, pernikahan membutuhkan uang dalam jumlah besar, rata-rata US$200 ribu atau setara Rp1,8 miliar untuk tiap pernikahan.
Biaya pernikahan ini empat kali lebih tinggi dari pendapatan tahunan rata-rata masyarakatnya, ?48,3 juta (US$42 ribu). Melambungnya biaya nikah tak lain karena kombinasi dua hal, budaya mahal dan hadiah eksklusif pra pernikahan diantara keluarga, seperti berlian dan mantel bulu. Tak ketinggalan, kebiasaan turun temurun yang mengharuskan pengantin pria menyediakan rumah.
Jumlah biaya pernikahan di negeri ginseng pada 2011 naik 270 persen daripada tahun 1999. Sementara inflasi pada periode yang sama naik 45,5 persen. Tak mengherankan, pasangan muda yang ingin mengikat janji terpaksa meminjam dari orangtua atau bank demi upacara sakral tersebut.
"Masyarakat Korea masih sangat kaku dan orang sangat peduli bagaimana cara orang lain menilai mereka, " ujar Profesor Sosiologi di Universitas wanita Ewha Harris H. Kim.
"Pernikahan menjadi semacam simbol status yang menandakan tempat Anda di masyarakat," tambahnya.
Seorang pengantin wanita berusia 27 tahun mengaku orang tuanya membayar 90 persen biaya pernikahannya yang mencapai 140 juta won atau Rp1,1 miliar. "Kami harus meminjam dari orang tua yang kemungkinan berasal dari tabungan pensiun mereka," katanya seperti dikutip Reuters.
Sementara seorang pengantin lainnya, Kim, yang berpenghasilan 40 juta won harus meminjam 40 juta won dari bank selain meminjam dari orangtua untuk menyukseskan pernikahan yang dihadiri 600 tamu.
Selain biaya nikah, hadiah pernikahan juga menyita biaya tak sedikit. Secara tradisional, keluarga pengantin saling bertukar hadiah berupa baju tradisional dari sutera yang kini berganti menjadi baju bulu dan tas mewah. Sementara perhiasan berubah menjadi satu set permata.
Anggaran terbesar lainnya adalah harga rumah yang terus melonjak. Sebuah situs perjodohan di Korea Selatan, couple.net menyebut perumahan menyita hingga 70 persen biaya dari pernikahan. "Banyak calon pengantin yang meminta kesediaan pasangan untuk setidaknya menyewa rumah," ujar Sungmi Lee, seorang manajer di couple.net.
Aktivitas menghambur-hamburkan uang dalam pernikahan, ditentang banyak pihak. "Perhiasan mahal memang indah, tapi Anda akan menyesal karena setelah menikah sebenarnya uang tersebut bisa digunakan dalam kehidupan pernikahan," kata Kisun Lee, seorang konsultan keuangan.
Jika kita suami istri mulai...
Jika kita suami istri mulai belajar berkomunikasi dgn baik, maka rumah tangga pasti akan mengalami perubahan dan pemulihan. Untuk itu kita perlu jujur pada diri sendiri bagian mana yg perlu kita ubah.
Prinsip komunikasi yg sehat :
1. Jadilah pendengar yg baik (Ams 18:13)
2. Berpikir sebelum berbicara (Ams 15:23,28, Yak 1:19)
3. Berbicara dengan kasih (Efe 4:15,25)
4. Jangan menghukum pasangan dgn puasa bicara
5. Jauhi berdebat (Ams 17:9)
6. Kendalikan amarah waktu berbicara (Ams 14:29)
7. Mintalah maaf bila bersalah (Yak 5:16)
8. Jangan merengek (Ams 10:19)
9. Berhentilah mengkritik, membangunlah (Roma 14:13)
10. Hargailah pendapat orang lain (Fil 2:1-4, Efe 4:2)
Hal yg perlu diperhatikan saat berbicara :
1. Volume - jgn terlalu keras
2. Pitch - Nada suara jgn tinggi/membentak
3. Moment - cari wkt yg tepat utk membicarakan masalah.
Sembilan puluh persen gesekan yg terjadi dlm kehidupan sehari2 disebabkan oleh nada bicara yg kurang baik.
Amsal 15:23
Seseorang bersuka cita krn jawaban yg diberikannya dan alangkah baiknya perkataan yg tepat pd waktunya !
Berapa Biaya Hidup Bahagia?
Kebahagiaan memang tidak dapat langsung kita beli dengan uang, namun sebuah survei justru menunjukkan betapa sejumlah uang yang dimiliki menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepuasan dan kualitas hidup.
Tahukah Anda berapa banyak penghasilan tahunan yang dibutuhkan untuk merasa bahagia? Menurut jajak pendapat yang dilakukan peneliti di Marist Institut for Public Opinion dengan melibatkan 1.235 responden warga Amerika serikat diperoleh jawaban 50 ribu dolas AS setiap tahun atau setara Rp 450 juta (kurs Rp 9.000).
Pendapatan rumah tangga tahunan sebesar 50 ribu dolar AS diyakini cukup untuk meningkatkan kemungkinan seseorang merasa bahagia dan puas. Survei menunjukkan rumah tangga dengan pendapatan kurang dari 50 ribu dolar AS merasa kurang bahagia dibandingkan dengan mereka yang berpendapatan lebih dari 50 ribu dolar AS.
Kepuasan dalam perumahan, hubungan dengan teman-teman, dan kepuasan keseluruhan terhadap hidup merupakan kesenjangan terbesar yang dapat dirasakan di antara dua tingkat pendapatan tersebut.
"Uang adalah faktor penting dalam kepuasan terhadap kualitas hidup," kata Paul Hogan, ketua dan pendiri Home Instead Senior Care, perusahaan penyedia perawatan untuk lansia dan penyusun survei tersebut, seperti dikutip dari laman livescience.
Hindari Marah Saat Akan Tidur
Mungkin Anda pernah mendengar larangan “jangan tidur dengan kondisi marah”, ternyata ungkapan tersebut ada benarnya. Penelitian dalam jurnal Neuroscience menguatkan ungkapan tersebut, bahwa marah yang berupa emosi negatif yang dibawa menjelang tidur mampu mengurangi kualitas tidur tersebut.
Penelitian yang melibatkan 106 laki-laki dan perempuan yang diberikan stimulus berupa gambar-gambar yang menimbulkan emosi termasuk rasa marah. Akibatnya rasa marah tersebut mampu menimbulkan keadaan resah yang menyebabkan susah tidur dan otak bekerja untuk menyimpan memori marah tersebut.
Marah yang berlebihan dapat memacu kerja jantung menjadi semakin berat dan menaikkan tekanan darah. Akibatnya dapat berupa kejang otot kronis, serta penurunan aktivitas insulin. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Alexander Golbin. Tidur dengan kondisi marah juga menjauhkan kemungkinan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Akibat lain adalah sering terbangunnya di malam hari karena masih mengingat hal yang menyebabkan emosi. Sehingga daya tahan tubuh dapat menurun dan aktivitas dapat terganggu.
Hal lain yang menyebabkan tidur menjadi tak nyenyak adalah rasa marah yang terbawa selagi tidur dapat membangkitkan semacam kondisi siaga untuk cepat bereaksi dan menanggapi sesuatu. Karena terbangun di tengah tidur tersebut justru semakin menambah potensi marah.
Solusi terbaik adalah mengupayakan segala cara agar kemarahan tersebut reda sehingga tubuh terkondisi menjadi santai dan rileks menjelang tidur. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca buku atau cerita lucu, menyampaikan keluh kesah pada saudara atau sahabat dan lain-lain.
Solusi kedua adalah bertindak profesional dengan tidak melibatkan masalah pribadi sebelum tidur. Lupakan sejenak dengan mengalihkannya untuk memikirkan sesuatu yang menyenangkan. Keesokan harinya setelah Anda terbangun dengan segarnya, Anda lebih siap menjalani hari serta membebaskan masalah atau menuntaskan rasa marah.
Rasa marah memang diciptakan salah satunya sebagai bentuk perlindungan pada diri sendiri. Namun seharusnya Anda dapat memposisikannya dengan cara yang tepat terlebih efek negatifnya jika dibawa sebelum tidur. Pandai=pandailah merayu diri sendiri untuk merubah mood demi mendapatkan tidur yang berkualitas dan hari esok yang lebih baik.
Pasangan Ini Menikah di Dunia Nyata
Di layar komputer, pasangan ini bak bintang film bertubuh sempurna, namun tidak di kehidupan nyata. Saat pasangan ini memutuskan bertukar foto asli, keputusan terbesar ini pun dibuat.
Pasangan yang sama sekali berbeda dari karakter yang ada di komputer ini memutuskan bertukar foto asli mereka. Namun, saat melihat foto tersebut, mengabaikan fakta yang ada, keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah pada 3 September 2011 di dunia nyata.
Mary Coulbeck mengaku sangat tertekan dan sedih karena hubungan terdahulunya kacau dan ia melarikan diri ke dunia maya melalui game online IMVU ini.
“Rasa percaya diri saya hancur, namun game ini memberi saya kesempatan menjadi orang yang saya ingin,” katanya.
Tenggelam di kehidupannya di dunia maya, wanita ini bertemu Jay Coulbeck yang menjadi suaminya saat ini pada Agustus 2010. Dalam hitungan hari, pasangan ini makin dekat dan memutuskan untuk menikah.
“Saya sebenarnya berpikir game ini adalah hal bodoh. Namun saya bersyukur, Tuhan mempertemukan kami,” tutupnya.
(Dailymail)
Hal-Hal Dasar Yang Diperlukan Dalam Pernikahan
Menikah adalah dambaan bagi setiap insan. Berapa kalipun Anda terluka dalam masalah percintaan, tak akan ada yang mampu bertahan selamanya dengan kesendirian. Karena itu bagi Anda yang saat ini sedang menjalani hubungan dengan lawan jenis pasti cepat atau lambat akan mengarahkannya menuju jenjang yang lebih serius yakni pernikahan.
Sebagian besar pasangan yang memutuskan untuk mantab menikah dengan pasangannya adalah mereka yang telah mengenal satu sama lain dalam jangka waktu yang lama atau berhubungan bertahun-tahun. Namun walaupun demikian, hal tersebut tak menjamin langgengnya suatu hubungan.
Sedangkan tak ada seorangpun yang menginginkan perpisahan terjadi untuk apapun alasannya. Memutuskan untuk berpisah akan membuat Anda kembali ke dalam titik permulaan untuk mencari sesuatu yang baru yang sesuai dengan kriteria Anda. Sedangkan perpisahan biasanya menimbulkan luka yang lebih dalam. Apalagi jika rasa cinta telah ada namun perpisahan merupakan jalan satu-satunya.
Jadi sebenarnya lama usia perkenalan atau pacaran bukan merupakan hal yang mutlak. Sebaiknya Anda tinjau kembali hubungan asmara Anda dengan beberapa hal pokok berikut yang harus ada dalam ikatan sudi pernikahan.
Komitmen
Semua orang mengetahui, pernikahan lebih dari janji untuk saling setia hingga maut memisahkan. Komitmen ini merupakan semacam penguat ketika Anda dan pasangan menghadapi permasalahan sebelum dan sesudah melewati gerbang pernikahan. Ketika badai dalam pernikahan terjadi, maka ingatlah janji untuk terus “bersama”. Jika Anda tak mampu atau tak ada kekuatan untuk menciptakan komitmen bersama pasangan, maka cepat atau lambat, persiapkan ucapan perpisahan mulai dari sekarang sebelum melangkah ke pernikahan dan membuatnya semakin hancur berantakan.
Kesetiaan
Ujian sebelum dan sesudah pernikahan memang berbeda. Kualitas ujian akan semakin meningkat ketika Anda telah menjadi miliknya seutuhnya. Beberapa orang baru dan lama mungkin akan hadir menguji kesetiaan Anda. Selain itu Anda akan dituntut lebih berperan dalam berbagai keadaan untuk menunjukkan serta membuktikan kesetiaan Anda sebagai belahan jiwanya. Suatu saat mungkin akan ada beberapa hal mengejutkan yang baru Anda ketahui setelah Anda menikah dengannya, tidak ada mesin waktu untuk memutar kembali saat-saat dulu ketika memutuskan untuk menjalani pernikahan. Kesetiaan hampir berperan penuh layaknya komitmen.
Komunikasi
Jangan menyepelekan komunikasi terutama setelah Anda menikah. Jika masa penjajakan atau berpacaran saja komunikasi merupakan hal yang sangat penting, hal tersebut akan menjadi lebih kompleks saat Anda menikah. Pernikahan akan lebih banyak dibumbui dengan kecurigaan serta kecemburuan, jadi antisipasi pertama untuk melawannya adalah dengan komunikasi yang baik secara dua arah. Ada saatnya Anda harus mendengarkan, dan ada bagian di mana Anda harus bercerita.
Kepercayaan
Kepercayaan tak kalah penting dengan ketiga elemen diatas. Kepercayaan merupakan mata rantai yang menghubungkan segalanya. Komunikasi akan semakin baik jika dilandaskan dengan kepercayaan, begitupula dengan kesetiaan dan komitmen. Mulailah segala sesuatunya dengan rasa oercaya terhadap pasangan, hal ini akan membuat kualitas hubungan Anda dengan pasangan lebih awet sekalipun konflik datang tanpa henti.
Bagaimana? Sudahkah keempat unsur pokok tersebut telah tertanam pada hubungan Anda? Jika sudah, maka tak perlu waktu lama untuk memutuskan menikah dengannya sekalipun Anda baru mengenalnya. Apapun yang terjadi, ujian dalam pernikahan akan menuntut Anda untuk sekuat tenaga mempertahankan segalanya. Jadi jangan pertaruhkan untuk menikah jika Anda dan pasangan tidak memiliki landasan dasar yang cukup.
7 Mitos Yang Membuat Orang Menghindari Pernikahan
Banyak orang yang ragu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Ketakutan akan stres, ketidakbahagiaan dan kekerasan rumah tangga menjadi mitos yang selama ini membuat pernikahan ditakuti. Namun sebelum percaya akan mitos itu, sebaiknya simak dulu faktanya. Seperti dikutip dari Discovery Health, ada beberapa mitos yang biasa muncul tentang pernikahan. Survei terbaru yang dibuat oleh U.S. Census mencoba meluruskan mitos keliru tentang pernikahan. Berikut 7 Mitos Yang Membuat Orang Takut Menikah, yaitu :
1. Mitos : Orang Menikah Memiliki Tingkat Kepuasan Seks Yang Rendah Dibanding Orang Lajang
Fakta : Beberapa studi sudah membuktikan bahwa orang yang sudah menikah punya kehidupan seks yang lebih baik dibandingkan orang yang belum menikah. Tidak hanya karena lebih sering, tapi karena lebih menikmatinya baik secara fisik maupun emosi.
2. Mitos : Menikah Membuat Wanita Berisiko Mengalami Kekerasan Fisik
Fakta : Banyak orang mengira bahwa pernikahan adalah bentuk legal dalam memukul. Padahal, orang yang berhubungan sebelum menikah lebih banyak yang mengalami kekerasan. Namun ada baiknya wanita mengetahui sifat buruk pria yang akan dinikahinya, siapa tahu ia memang hobi melakukan kekerasan.
3. Mitos : Pasangan Yang Pernah Tinggal Bersama Sebelum Menikah Akan Lebih Langgeng
Fakta : Kenyataannya justru sebaliknya. Banyak studi yang menyebutkan bahwa pasangan yang tinggal bersama sebelum menikah justru punya risiko berpisah yang cukup besar. Salah satu alasannya adalah mereka yang sudah lama berpasangan malu berkomitmen dan lebih memilih berhenti ketika masalah muncul. Mereka juga cenderung sudah bosan karena tidak ada hal baru yang ditemukan setelah menikah.
4. Mitos : Semakin Tinggi Pendidikan Wanita, Semakin Rendah Kesempatannya Untuk Menikah
Fakta : Studi terkini menyimpulkan bahwa wanita yang sedang menempuh kuliah dan pendidikan lanjut lainnya justru lebih banyak yang menikah dibanding teman-temannya yang tidak kuliah. Hal ini memang berbeda dengan fakta sebelumnya di zaman dulu, dimana semakin tinggi tingkat pendidikan wanita, semakin susah mencari jodoh.
5. Mitos : Kunci Dari Pernikahan Awet Adalah Cinta Yang Romantis
Fakta : Tidak hanya itu, yang terpenting jika ingin punya hubungan pernikahan awet dan langgeng adalah komitmen dan loyalitas. Pasangan yang menerapkan 2 hal itu selalu berusaha keras dan mendedikasikan dirinya serta berkomitmen untuk saling membahagiakan satu sama lain. Pasangan yang paling bahagia adalah pasangan yang menjalin hubungan bagai 2 orang sahabat yang saling berbagi suka dan duka.
6. Mitos : Punya Anak Akan Membuat Pasangan Lebih Dekat Dan Lebih Bahagia
Fakta : Peneliti justru menemukan fakta bahwa kehadiran anak pertama dalam pernikahan mendorong suami dan istri menjadi terpisah dan stres. Meski demikian, pasangan yang punya anak punya risiko bercerai yang lebih rendah dibanding pasangan tanpa anak.
7. Mitos : Pernikahan Lebih Banyak Menguntungkan Pria Daripada Wanita
Fakta : Berbeda dengan studi sebelumnya yang mengatakan demikian, peneliti justru melihat tingkat kebahagiaan pria dan wanita setelah menikah hampir sama. Keduanya bisa hidup lebih lama, sehat dan bahagia. Tapi biasanya setelah menikah, pria mendapat keuntungan sehat sedangkan wanita mendapat keuntungan materi.
8 Dusta Pornografi
Kebohongan adalah dasar utama dari godaan pornografi yang mengarah pada kecanduan. Iblis sendiri adalah "bapa segala pendusta". Didalam Yohanes 8:44, Yesus mengatakan bahwa "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta".
Pertama kali manusia dibohongi oleh iblis untuk berbuat dosa ialah di taman Eden terhadap Hawa. Iblis kemudian selalu menggunakan banyak hal yang menarik mata kita, padalah dibalik semuanya itu hanya ada dusta. Anak muda yang belum menikah dibohongi dengan pernyataan bahwa pornografi dan seks diluar nikah adalah hal biasa yang tidak menimbulkan konsekuensi apapun. Dari situlah anak-anak muda mulai jatuh dalam dosa ini dan terperangkap didalamnya.
Ada baiknya kita mengenal semua dusta dan kebohongan iblis serta menghancurkannya dengan kebenaran. Yohanes 8:31-32 menyatakan "Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu". Karena itulah kita harus terbiasa dengan Firman Tuhan yang adalah kebenaran. Sering membaca alkitab akan menjadi pedang kita dalam perang melawan godaan. Dibawah ini adalah dusta-dusta iblis seputar seksualitas.
Mintalah Roh Kudus untuk menolong anda bebas jika ada diantara dusta-dusta itu yang anda percaya. Yohanes 16:13a berkata "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran".
Dusta 1 : "Saya tidak akan pernah bebas dari kecanduan pornografi dan seks yang saya alami sekarang"
Kebenaran : Yesus telah mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia, sehingga kita BISA bebas dari dosa apapun yang membelenggu kita. Yesus mampu memberikan kebebasan dan hidup baru dalam kekudusan (2 Korintus 5:17). Seburuk apapun dosa kita, Yesus memiliki pengampunan dan Dia mampu menyucikan kita. Darahnyalah yang telah membasuh dosa kita. Ada harapan dalam Yesus! (Ibrani 6:17-20)
Dusta 2 : "Pornografi dapat membantu kehidupan seksual dalam pernikahan saya"
Kebenaran : Pornografi memuat nafsu yang justru menghancurkan kehidupan seksual dalam penikahan. Nafsu dapat meracuni pernikahan dengan rasa kesenangan sementara yang ditawarkannya. Tinggal tunggu waktu saja sampai keadaan makin memburuk. Sifat alami nafsu yang tidak pernah puas akan membuat anda "mencari kepuasan lebih" saat pasangan anda tidak bisa memenuhi nafsu anda.
Dusta 3 : "Saya tidak bisa hidup tanpa pornografi dan dosa seks"
Kebenaran : Iblis berusaha meyakinkan anda bahwa anda tidak bisa hidup tanpa dosa yang mengikat anda sekarang. Kebenarannya ialah dosa membuat hidup rohani anda mati. Hidup yang sesungguhnya dimulai justru ketika anda bebas dari dosa. Kita BISA hidup tanpa dosa! (Roma 13:14). Memulai kehidupan seksual yang murni dalam Tuhan akan membuat hidup kita indah. Seks adalah hadiah Tuhan bagi pasangan menikah, bukan untuk siapa saja. Tantangan bagi yang belum menikah ialah menunggu dalam kekudusan.
Dusta 4: "Tuhan tidak mau menerima saya karena saya jatuh terus dalam dosa"
Kebenaran: Spesialiasi iblis ialah pada penuduhan dan putus asa. Ketika dia menarik anda dalam dosa, dia akan menyatakan bahwa kita tidak akan pernah bebas. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak akan mampu menyenangkan hati Tuhan. Yesus telah mati agar kita didamaikan dengan Tuhan dan Tuhan tidak akan pernah menolak kita jika kita mau bertobat. Justru saat kita bertobat dan dibebaskan, kita bisa menjadi kesaksian hidup yang bisa menolong orang lain dengan kejatuhan yang sama.
Dusta 5: "Pornografi tidak menyakiti siapapun"
Kebenaran: Pornografi merusak penikmatnya. Amsal 6:27 mengatakan "Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?", jawabannya ialah tidak! Pornografi akan membuat kita terbakar oleh nafsu yang dapat membawa ke berbagai kehancuran dalam segi kehidupan kita. Bukan hanya diri sendiri yang akan hancur, tetapi orang lain yang mengasihi kita juga akan hancur hati karena ini. Seseorang yang pasangannya terlibat pornografi, akan kehilangan kepercayaan terhadap pasangannya itu. Dan sangat sulit untuk membangung kepercayaan itu kembali.
Dusta 6: "Menikah akan menghentikan kecanduan pornografi saya"
Kebenaran: Pernikahan dapat membuat kecanduan pornografi makin parah, serta bisa merusak kehidupan seksual dalam pernikahan. Alasan utamanya karena adanya keterikatan terhadap gambar porno dan masturbasi/onani. Kehidupan seksual dalam pernikahan yang sebenarnya dirancang Tuhan sebagai sesuatu yang indah dan berdasarkan cinta. Nafsu yang tercipta dalam pornografi dan cinta adalah 2 hal yang berbeda. Seorang pecandu pornografi harus berhenti total dari kecanduannya sebelum menikah.
Dusta 7: "Tuhan tidak perduli dengan apa yang saya lakukan terhadap tubuh saya"
Kebenaran: Tuhan sangat perduli dengan apapun yang anda buat terhadap tubuh anda karena tubuh anda ialah bait Allah. 1 Korintus 6:12-20 akan menjelaskan secara spesifik tentang fungsi tubuh dalam hubungannya dengan seksualitas. Seks akan menyatukan kita secara spiritual dengan orang yang berhubungan seks dengan kita. Melakukan dosa seks merupakan pencemaran terhadap kemuliaan Tuhan atas diri kita.
Dusta 8: "Tubuh saya tidak cukup baik untuk aktivitas seksual"
Kebenaran: Pornografi mempu membuat orang merasa bahwa dirinya tidak mampu memberi yang terbaik bagi pasangannya secara seksual. Pornografi juga menghilangkan ke-alamiah-an dari hubungan normal suami istri. Dalam pornografi ada pesan-pesan seperti "ukuran sangat penting" dan lainnya. Karena itulah orang-orang yang terpengaruh mulai melakukan operasi pembesaran alat vital atau payudara, penggunaan viagra atau pergi ke tempat-tempat tertentu yang menjanjikan kemampuan seksual yang lebih.
Padahal jika menyangkut kemampuan seksual, manusia dapat 100% mempercayai Tuhan yang telah memberi segala yang dibutuhkannya untuk bisa menikmati hubungan seksual dengan pasangannya. Tuhan juga mampu membuat kita mampu mengatasi semua ketakutan yang berhubungan dengan seksualitas, supaya seks yang kudus seperti rancanganNya atas manusia dapat dinikmati secara utuh dan benar (secara spiritual, emosional, dan fisik).
(Jawaban)
Layakkah Anda Cemburuan?
Cemburu barangkali wajar muncul dalam kehidupan percintaan, yang kadang bisa berdampak positif dalam hubungan. Namun, kadang pula cemburu yang berlebih muncul hingga mengarah kepada kategori destruktif dan dapat merusak pernikahan. Beberapa kajian psikologis terkait dengan hal ini sebagaimana ditulis dalam “The Subtlety of emotions”, Prof. Aaron Ben-Ze’ey mengingatkan pada kaum istri apakah Anda termasuk orang yang kerap cemburu kepada suami, dan perlu dipahami juga apakah itu benar-benar cemburu atau jangan-jangan iri. Prof. Aaron mengatakan bahwa iri merupakan sifat yang muncul ketika seseorang menginginkan sesuatu yang tidak ia miliki. Sedangkan di sisi lain cemburu merupakan perasaan takut kehilangan.
Perubahan status wanita semisal yang dahulu bekerja namun kemudian menjadi ibu rumah tangga bisa muncul apabila si suami pada akhirnya memiliki karir yang sukses. Kesal ini dilampiaskan dalam berbagai cara yang kemudian ditafsirkan oleh si suami sebagai bentuk rasa cemburu. Namun, sebenarnya yang dialami oleh sang istri adalah rasa iri.
Bentuk ekspresi cemburu sangat berbeda bentuknya antara pria dan wanita. Leslie Farber menyebutkan ekspresi cemburu pria cenderung posesif, sementara wanita cemburu bisa menghasilkan sikap sinis dan kejam. Hal ini tentunya bisa membawa kepada kerusakan dalam rumah tangga. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi rasa cemburu diantaranya.
Komunikasi
Komunikasi adalah kunci penting dalam mereduksi kecemburuan. Kecurigaan yang muncul pada pasangan hendaknya terus dikomunikasikan. Katakan apa saja yang membuat Anda merasa cemburu dan jelaskan bagaimana kecemburuan itu berefek negatif pada Anda. Misalnya saja, Anda bisa mengatakan pada pasangan: "Aku cemburu jika kamu pergi dengan teman-teman kamu hampir setiap akhir pekan ke pemandian air panas, tapi aku tidak pernah diajak. Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu."
Perlu diketahui pula selanjutnya kewajiban Anda setelah mengatakan hal tersebut adalah mendengarkan dengan baik-baik penjelasan pasangan. Biasanya si dia, kalau memang tidak macam-macam, akan memberikan penjelasan yang sebenarnya sehingga bisa membuat Anda tenang.
Berhenti berfantasi
Orang yang dibalut oleh rasa cemburu, biasanya mulai memikirkan yang tidak-tidak tentang pasangannya. Jika si dia hingga saat ini tidak pernah melakukan hal yang aneh dan menunjukkan tanda-tanda selingkuh, khayalan-khayalan ini hanya akan membuat Anda semakin dikuasai rasa cemburu.
Evaluasi perasaan
Pada satu waktu hendaknya Anda memfokuskan diri untuk kembali melakukan evaluasi terhadap perasaan Anda. Kecemburuan yang muncul saat pasangan Anda pergi bersama temannya dan berpikir kalau dirinya selingkuh perlu dievaluasi. Coba tanya pada diri Anda sendiri, apakah ketakutan Anda itu sesuatu yang realistis atau hanya mengada-ada saja? Pikirkan lagi, apakah memang kekasih atau suami Anda mulai menunjukkan tanda-tanda ketidaksetiaan itu? Kalau ternyata jawabannya tidak, tentu Anda tidak punya alasan untuk cemburu.
Percaya diri
Hendaknya mulai bangun rasa percaya diri dengan tetap mengembangkan perasaan positif. Ingat semua hal baik yang pasangan Anda miliki dan temukan lagi apa yang membuat pasangan jatuh cinta pada Anda. Dengan melakukan hal ini, si dia pun akan semakin mencintai Anda dan Anda tidak akan punya alasan untuk cemburu.
(landscappist)
Bagaimana Belajar Memahami
Dalam hidup, ada berbagai variasi manusia, ada berbagai perbedaan, selain perbedaan gender adalah perbedaan bahasa, perbedaan suku, perbedaan agama, ras, dan bangsa. Perbedaan tersebut atau perbedaan antara satu manusia dengan manusia lainnya bukan seperti perbedaan air dan minyak sehingga sangat sulit disatukan.
Perbedaan manusia yang berbagai variasi tersebut, bisa disatukan sehingga menjadi saudara, teman, sahabat, kawan bahkan kekasih, hal ini merupakan adanya suatu jiwa yang saling berhubungan, dan jiwa yang bisa saling berinteraksi atau saling berhubungan adalah karena adanya saling memahami.
Saling memahami akan membuka sebuah hijab yang bernama perbedaan itu, dengan memahami seseorang bisa mengedepankan persamaan daripada perbedaan. Orang kaya yang memahami orang pas-pasan, ia akan selalu menghormati dan memberikan dukungan, begitu juga sebaliknya, orang pas-pasan jika memahami orang kaya, ia tidak akan pernah iri hati, malah akan memberikan doa untuk orang kaya tersebut.
Memahami adalah penting untuk menghindari berbagai perselisihan, pertengkaran dan permusuhan. Bagaimanakah kita memahami seseorang, yang berbeda dengan diri kita? Marilah kita bersama-sama untuk Belajar memahami.
Kadang masih ada saja, orang yang sangat sensitif bila ia mendengar atau melihat sesuatu yang belum benar kepastiannya, ia hanya mendengar dan melihat suatu berita atau kabar setengah-setengah. Bila kabar itu buruk, langsung prasangka itu muncul, perasaan tak tenang datang, dan perasaan galau semakin kacau. Ini adalah salah satu ketiadaan kepahaman tentang berita itu.
Ada lagi yang langsung marah-marah, ketika ia digoda atau dikerjain, padahal ternyata ia mendapatkan surprise jika sekarang ia berulang tahun, kemarahan yang mendadak itu adalah akibat kurang adanya kepahaman. Contoh lain, ketika kita dipecat dari pekerjaan kita, bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita langsung sedih dan berteriak-teriak, mungkin bisa saja benar, tetapi alangkah lebih baik jika kita memahami terlebih dahulu mengapa kita dikeluarkan dari pekerjaan kita.
Bagaimana cara agar bisa memahami? Pastikan tips dibawah ini bisa memberikan jalan bagi kita, agar kita menjalani hidup dengan memahami terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertindak. Tindakan tanpa adanya pemahaman akan terjadi kesalahan yang besar.
a. Berusaha Untuk Tenang
Setiap orang jika melihat, mendengar atau mendapatkan sesuatu yang tidak menggembirakan, pasti yang pertama kali muncul adalah ketidak-tenangan, ia akan shock, akan kaget dan jantungnya akan berdetak dengan kencang. Nah? Yang harus dilakukan sejak awal adalah berusaha untuk tenang. Bagaimana caranya, penulis kira, setiap agama sudah diberikan cara agar tetap tenang, contohnya pada agama islam adalah mengucapkan istigfar atau menyebut nama Tuhan, bisa juga disertai dengan mengganti posisi atau minum air. Bila hati tenang, pikiran akan tenang.
b. Menghentikan Biangnya
Biang kerok dari tidak memahami yang paling dominan adalah pikiran. Pikiran itu akan aktif atas data input yang dikirim oleh panca indera. Jika mendengar ucapan keji yang ditujukan untuk kita, pikiran akan menerima data-data tersebut dan menerjemahkan data-data yang diterima sebagai bentuk penghinaan. Ketika pikiran sudah menerjemahkan, ia akan menyebarkan informasi keseluruh tubuh, sebelumnya akan disaring oleh hati, bila hati tak tenang, maka informasi yang dikirimkan otak keseluruh tubuh akan mempengaruhi perbuatan jelek. Bahaya sekali bukan, makanya harus tenang, ketenangan adalah salah satu untuk menghambat pikiran yang berpikir negatif.
c. Cari Beribu-ribu Alasan Yang Baik
Misalkan kita mendapati seseorang yang menghina kita, wah pasti amarah langsung meningkat drastis, namun bisa dihentikan dengan mencari beribu-ribu alasan, oo... dia bukan menghina, dia memujiku ... Ohh, tidak apalah aku dihina, mungki itu caranya untuk menasihatiku dan sebagainya. Dengan mencari beribu-ribu alasan, maka pikiran kita akan terhindar dari prasangka,sehingga hati kita akan tetap tenang menjalani hidup.
Mungkin itu saja beberapa poin yang menurut penulis sangat penting, masih banya lagi bagimana kita belajar memahami. Namun apa yang diuraikan diatas, sudah cukup sebagai modal awal agar kita bisa memahami orang lain. Hidup bahagia bukanlah hidup yang serba mewah, tetapi hidup yang bahagia adalah hidup dengan hati yang tenang tanpa beban.
(dycko-novanda)
10 Tanda Mertua yang Bisa Membahayakan Pernikahan Anda
Tidak semua menantu bisa dekat dengan mertuanya. Apalagi jika sang mertua ternyata memiliki sikap yang bisa membuat pernikahan Anda dan suami menjadi 'panas'.
Seringkali sebagai istri, Anda sulit untuk membela diri meski sikap mertua tersebut menyebalkan. Hal ini karena suami pasti akan berusaha membela ibunya.
Sebelum pernikahan Anda dan suami semakin memanas, kenali 10 tanda mertua yang bisa membahayakan pernikahan berikut ini dan waspadailah jangan sampai rumah tangga hancur karenanya, seperti dipaparkan newlyweds:
1. Mengontrol Persiapan Pernikahan
Mertua yang bisa membahayakan rumah tangga sudah bisa dilihat tandanya ketika Anda menyiapkan pernikahan. Jika dia ingin ikut serta dalam semua pengambilan keputusan soal persiapan pernikahan Anda, jangan anggap remeh sikapnya tersebut. Bicaralah pada calon suami, jangan sampai perilakunya tersebut terus terbawa hingga kalian menikah.
2. Merasa Menjadi Teman Dekat Anda
Mertua tahu dia bukanlah teman dekat Anda, tapi perilakunya menunjukkan hal tersebut. Dia berusaha menjadi orang yang berteman dengan Anda. Selalu menelepon tak kenal waktu dan menawarkan nasihat (baca: kritikan) pada hal apapun mulai dari cara berpakaian, berdandan hingga urusan memasak.
3. Ingin Ikut Berbulan Madu
Tidak sedikit mertua yang ingin ikut ketika anaknya berbulan madu dengan istrinya. Mertua tipe ini merasa dia tidak bisa jauh dari anaknya dan sepertinya tak mau sang anak berlibur tanpa dirinya.
4. Jadi Pemicu Pertengkaran Anda dan Suami
Bertengkar karena sikap mertua wajar jika hal tersebut tak terjadi sering. Namun kalau mertua sudah sering menyebabkan Anda dan pasangan terlibat adu argumen, itulah tanda dia mertua yang bisa membahayakan pernikahan. Mertua tipe ini bisa jadi sengaja melakukannya dan akan melontarkan topik apapun yang bisa memanaskan hati Anda dan suami. Dia sepertinya memanfaatkan kelemahan Anda.
5. Membersihkan dan Membereskan Rumah
Beberapa wanita akan merasa senang ketika mertuanya mau ikut membantu membersihkan dan membereskan rumah ketika dia datang. Sejumlah mertua bisa jadi memang tulus melakukannya untuk menolong dan meringankan pekerjaan Anda. Namun beberapa mertua lainnya, bisa jadi punya motivasi yang maksudnya membuat Anda malu atau mengkritik cara Anda mengurus rumah. Anda sendiri yang tahu, tipe mana mertua Anda.
6. Sering Meminta Waktu untuk Bersama Anaknya
Mertua yang ikut campur urusan rumah tangga anaknya, tidak sadar kalau anaknya sudah menikah dan keluarganyalah yang seharusnya menjadi proritasnya. Mertua tipe ini akan selalu berusaha dinomorsatukan oleh anaknya dan meminta agar Anda mau memberikan waktu suami untuk dirinya.
7. Membuat Menantunya Merasa Bersalah
Mertua yang kurang baik bisa membuat menantunya didera perasaan bersalah, meskipun Anda tidak melakukannya. Rasa bersalah dan tidak mampu ini bisa mendera Anda kapan saja. Misalnya ketika Anda ingin pindah rumah, dia bisa membuat Anda merasa bersalah karena menjauhkannya dari anaknya. Atau ketika Anda ingin berlibur bersama suami dan anak, mertua akan membuat Anda merasa bersalah dengan mengajukan permintaan untuk tetap bersamanya.
8. Memperlakukan Suami Seperti Masih Anak-anak
Ketika mertua Anda masih saja memperlakukan suami seperti masih anak-anak, misalnya, menyuapinya makan, membelikannya baju (bahkan pakaian dalamnya), Anda tahu ini berbahaya. Tentu ada bedanya mana ibu yang baik dan ibu yang masih merasa putranya masih anak-anak.
9. Mendikte Anda dan Suami
Saat mertua sudah melakukan hal ini (mendikte), Anda benar-benar harus bicara serius pada pasangan. Apalagi jika suami banyak mengikuti perkataannya ketimbang pendapat Anda. Kalau suami menganggap pendapat ibunya sangat penting, dia bisa mengambil keputusan yang sebenarnya sesuai keinginan ibunya.
10. Ingin Tinggal Bersama
Mertua yang berusaha setengah mati agar bisa tinggal bersama Anda dan suami, padahal dia punya rumah sendiri, sudah pasti tipe yang bisa membahayakan pernikahan. Mertua tipe ini masih tidak bisa menerima kenyataan kalau anaknya sudah menikah. Dia ingin terus berada di tengah kehidupan pernikahan Anda, 24 jam sehari.
(wolipop)
Langganan:
Postingan (Atom)




