Secubit Garam

Semua orang pasti sangat ingin memberkati kota di mana mereka lahir, bertumbuh dan tinggal di sana. Tetapi seringkali terjebak dengan bayangan atau mimpi yang besar untuk melakukan sesuatu bagi bangsa ini. Nop! Jangan sampai terjebak lumpur imajinasi saudara terlalu lama sehingga akhirnya tidak ada satupun yang dapat kita kerjakan.

MULAI DARI HATI
Mother Theresa adalah seorang wanita yang patut diteladani dan hidupnya dijadikan contoh yang terbaik dan motivasi untuk kita melakukan sesuatu buat sesama. Ia memperoleh banyak penghargaan dan Nobel di tahun 1979. Ia tidak pernah bermimpi untuk memperolehnya, karena tujuannya menolong orang-orang di Calcutta adalah karena hatinya yang penuh belas kasihan.

Semasa hidup di bumi, Yesus juga melakukan segala sesuatu mulai dari hatiNya (Baca Matius 14:14). MataNya memandang sesama sebagai orang-orang yang perlu dibantu, dan itu menggerakan hatiNya untuk kemudian Dia bertindak.

Tidak akan ada sesuatu yang dapat berhasil dilakukan dengan tekun hingga membuahkan hasil apabila tidak pernah berasal dari hati yang penuh belas kasihan.

MULAI DARI YANG KECIL
Banyak orang tertarik untuk memberkati kota yang besar ini, seperti ingin membagikan berkarung-karung beras untuk orang yang kelaparan, membuka klinik yang besar untuk mengobati mereka yang sakit, membuka usaha dan lapangan pekerjaan untuk para pengangguran, dan sebagainya. Tidak salah! Tetapi kita pun dapat melakukannya dari segala sesuatu yang kecil.

Mother Theresa tidak langsung memberkati Calcutta dengan kekayaannya. Hidupnya hanya sebagai seorang biarawati yang sederhana. Ia mulai bertindak dari mengunjungi seorang pengemis yang sekarat dan memangku sambil merangkulnya. Tidak peduli bau dan kotor si pengemis, hingga pengemis tua itu akhirnya meninggal dengan penuh senyum karena merasa-kan kasih yang diberikan oleh Mother Theresa.

Tidak perlu hal yang besar untuk memberkati bangsa ini. Lakukan sesuatu yang kita dapat kerjakan! Lakukan sesuatu sekalipun itu terlihat kecil dan tidak berarti, dan dan percayalah bahwa sekecil apapun, Bapa di surga memperhitungkannya.

CARA SEDERHANA
Apa yang kecil mungkin tidak berarti dipandangan orang lain, tetapi bagaikan secubit garam di ujung jari, kita dapat membuat masakan menjadi lebih nikmat.

Lihatlah tetanggamu, mulailah bangun hubungan dengannya. Kasihilah dengan tanpa mengharapkan imbalan. Tanyalah bagaimana keadaan mereka. Jika ada yang sakit, dan mungkin saudara memiliki uang untuk membawanya ke dokter atau membelikannya obat, kemudian berdoalah baginya. Bawalah sedikit makanan yang saudara masak lebih untuk tetanggamu. Lakukan bersih-bersih di lingkungan tempat tinggalmu, dan sebagainya.

Mudah bukan?

Ada banyak lagi yang dapat kita kerjakan. Tidak perlu yang spektakuler. Yang penting berdampak bagi orang itu dan nama Tuhan Yesus dimuliakan.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
Yeremia 29:7

Jalan Gelap

Dua orang pria sedang berjalan melalui sebuah jalan dengan hutan yang lebat di sisi kiri dan kanannya. Sambil berjalan, mereka berbincang-bincang seru.

Seorang dari mereka tampaknya sedikit takut dengan keadaan sekitar hutan yang semakin lama semakin gelap. Tetapi mereka harus tetap berjalan karena belum sampai di tempat tujuannya.

Matahari sudah tenggelam lama, dan bulan pun sedikit terhalang awan di atas langit, menambah gelap jalan kedua pria itu. Namun mereka tidak memiliki penerangan, jadi mereka berjalan sedikit pelan.

Tiba-tiba saja, salah seorang pria itu mendorong tubuh temannya sampai jatuh.

“Hei! Apa yang kau lakukan?!” Tanya si pria yang terjatuh, yang sejak tadi agak takut dengan keadaan hutan yang gelap.

“Maaf, aku hanya ingin menyelamatkanmu!” Kata si pria yang mendorong.

“Dari apa?” Jawab temannya sambil membersihkan daun-daun yang menempel di jaketnya.

“Dari sebuah lubang besar!”

“Bagaimana bisa kau tahu ada lubang besar, sedangkan di sini gelap dan kita tidak bisa melihat melihat apapun” tanya temannya heran.

“Karena aku pernah melalui jalan ini sebelum hari ini.”

Sepenggal kisah di atas tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita bukan?

Kita baru 8 hari melangkah di tahun 2012 ini. Dan seperti hari-hari biasa lainnya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Kita tidak tahu apakah kegagalan ataukah kesuksesan yang menghadang di jalan kita. Kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita bulan depan.

Hidup manusia penuh dengan keterbatasan. Tetapi keterba-tasan tidak berlaku pada Tuhan dan kuasaNya yang ajaib. Kita seperti dua orang pria yang berjalan di jalan yang gelap dengan mata yang tidak dapat memandang apapun jauh ke depan. Yang bisa kita lihat hanyalah sekeliling kita. Ini bukanlah hal yang menyenang-kan ataupun membuat kita nyaman, karena bisa saja sewaktu-waktu kita tersandung batu atau... Terjatuh ke dalam lubang, atau bahkan tebing yang curam yang bisa membawa kita kepada kematian.

Namun, sadarkah bahwa ada banyak kesempatan di mana kita seharusnya mempercayakan pimpinan kita kepada Tuhan seringkali kita lewatkan? Kita lebih sering mengeluh pada Allah karena kejatuhan kita. atau karena kejatuhan kita, ataupun menyalahkan Tuhan saat kita sakit, terluka, dan kecewa, sebab kita memilih untuk berjalan sendiri daripada dipimpin Tuhan yang Maha Tahu dengan apa yang akan terjadi pada masa depan kita.

Memang bukan hal yang mudah karena kemanusiaan kita sangat menginginkan kebebasan untuk memilih jalan sendiri sesuai dengan kehendak kita.

Anda mungkin berkata “Amin!” karena menyadari bahwa Dia Tuhan Allah yang mengetahui segala hal yang ada jauh di depan kita! Tetapi berapa banyak yang ada pada kita yang dapat kita percayakan pada pimpinanNya? Ada berapa banyak dari hidup kita yang kita serahkan kepada Allah?

Serahkan pilihan jalan kita kepada Tuhan, maka Dia akan memimpin kita di jalanNya. Kita akan sangat melihat perbedaan antara jalan kita yang dipimpin Tuhan dengan jalan orang yang tidak mengenal Tuhan, dimana ada suatu perbedaan yang mutlak... Yang memiliki kepastian. Mungkin tidak selalu nyaman bagi kita, tetapi pasti lebih membuat kita aman. Yesus tahu di mana ada lubang besar, dan kita tidak dapat melihatnya.
Pastikan diri kita memegang tanganNya, maka Dia akan membawa kita sampai ke tujuan.#

Yan

Thy Kingdom Comes

Markus 1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Apa yang saudara pikirkan saat mendengar kata kerajaan?

Pasti tidak jauh dari sebuah istana megah pada masa abad pertengahan, yang dipimpin oleh raja dan ratunya, yang juga memiliki pangeran pewaris tahta, serta penjaga-penjaga dengan baju besi mereka yang lengkap. Lalu di sekeliling kerajaan ada perumahan rakyat yang hidup sejahtera dan sebagainya. Hmm, saya rasa itu suatu gambaran yang lengkap tentang sebagainya. Hmm, saya rasa itu suatu gambaran yang lengkap tentang tentang sebuah kerajaan. Lalu bagaimana tentang gambaran Kerajaan Surga?

Pada waktu Yesus hidup, Alkitab mengatakan bahwa Dia berkeliling mengajar ke mana saja untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.

“Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” (Matius 4:23).

Tetapi adalah hal yang ironis bahwa bangsa di mana Dia tinggal menyalah artikan apa yang Yesus katakan tentang Kerajaan itu. Bahkan pada waktu Yesus lahir pun, Herodes sempat takut karena ia salah menafsirkan bahwa Yesus adalah seorang yang akan menggeser kerajaan duniawinya, setelah para orang Majus berkata bahwa mereka membawa persembahan bagi seorang Raja.

Tidak hanya itu, murid-muridNya pun kurang memahami perkataan Yesus. Bahkan Yudas sangat berharap Yesus benar-benar akan menjadi seorang Penguasa atas bangsa Israel. Ia menganggap bahwa Yesus yang punya banyak kuasa untuk melakukan mujizat bisa menolong bangsa Israel untuk lepas dari penindasan dan otoritas orang Romawi saat itu.

Kerajaan Allah bukanlah masalah mengenai makan dan minum, melainkan mengenai sebuah pemerintahan yang kekal bersama Allah sebagai Raja segala raja.

Kerajaan Allah bukanlah mengenai hal-hal yang asmaniah dan sangat bertolak belakang dengan dunia. Kerajaan Allah berbicara mengenai kuasa. Kerajaan Allah berbicara mengenai otoritas.

Saat kita menjadi seorang percaya, Tuhan ingin kita tidak hanya hidup sebagai orang tebusan, tetapi juga hidup di dalam nilai-nilai KerajaanNya. Kita memang masih tinggal di bumi, tetapi kita harus hidup dengan nilai-nilai Kerajaan Sorga. Kita bukan milik bumi, melainkan milik Allah. Dan Dia telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya, dan itu artinya bahwa kita adalah pewaris-pewaris Kerajaan Allah.

Marilah mengenal Kerajaan Allah lebih dalam lagi dan hidup lebih sungguh lagi di dalam prinsip dan nilai-nilai yang diterapkan oleh Allah. Untuk menjadi seorang pewaris atau seorang yang akan hidup di dalam kekekalan bersama Allah, baiklah kita membiasakan diri hidup seperti sebagaimana seorang pangeran hidup. 

SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU
(Admin)

The Believers

Mulai hari ini, website sekaligus blog GSJA Bandengan Selatan memakai nama Believer [ Orang Percaya ], kendati alamat URL kami tetaplah gsjabansel.com atau gsjabansel.blogspot.com.

Nama ini diambil dan digunakan dengan tujuan agar melalui situs ini dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang percaya Yesus dan menjadi sarana yang informatif bagi siapapun.

Dan kami menggunakan sebuah slogan baru yaitu, "Plug Your Heart To God, and Be The Light of The World" [ Sambungkan hati anda kepada Tuhan, dan jadilah terang dunia ]. Slogan ini kami pakai sebagai pengingat bahwa kita adalah terang dunia yang harus selalu membawa sinar. Namun bagaimana kita dapat bersinar bila kehidupan kita tidak tersambung pada Tuhan, sebagai sumber kekuatan kita. Seperti lampu yang hanyalah menjadi benda biasa dan tidak ada artinya kecuali ia tersambung kepada sumber listrik dan menjadi berfungsi karena ia menyala dan menjadi terang.

Kami mengajak Believer agar kita menjadi terang bagi keluarga, teman, kantor, sekolah atau kampus, dan juga bagi masyarakat sekitar serta bangsa Indonesia.

No Bible, No Blessing!

Saya mengadakan sebuah survey singkat di antara rekan-rekan pelayanan. Bahkan di antara mereka adalah para pemimpin rohani di gereja mereka masing-masing.

Pertanyaan saya mudah, apakah mereka rutin membaca Alkitab setiap hari?

Dari sekitar 20 orang yang saya tanyakan, hanya 4 orang saja yang menjawab ya, dan sebagian besar mereka menjawab bahwa mereka membacanya jika mereka membaca buku renungan yang selalu mereka baca, di antara para questioner yang menjawab dengan alasan ini adalah para pemimpin. Dan sebagian lagi menjawab tidak membaca sama sekali.

Alkitab adalah firman Tuhan. Bukan sejarah. Ketika firman itu ditulis, pewahyuan demi pewahyuan diturunkan dari Tuhan. Setiap janji demi janji, dan perintah demi perintah, Tuhan sendiri yang memberikannya kepada manusia. Firman Tuhan adalah bukti bahwa Allah begitu mengasihi manusia dan Dia memimpin mereka lewat Alkitab.

Setiap kita rindu ada perubahan dalam hidup ini bukan? Tetapi bagaimana hal itu dapat terjadi, sedangkan kita tidak pernah membaca firman Tuhan. Memang, membaca Alkitab tidak menjamin kita menerima berkat atau tidak. Tetapi ketaatan kita yang diperhitungkan Tuhan sebagai seorang yang benar. Mengapa? Karena saat kita membaca Alkitab dengan kesungguhan, hati kita menyatu dengan hati Tuhan dan belajar mengenal Tuhan dan kehendakNya.

Pada umumnya, manusia malas untuk membaca Alkitab. Ada berbagai macam alasan untuk hal ini; karena tidak ada waktu, karena mengantuk dan sebagainya. Waktu selalu ada jika kita mau menghentikan kesibukan pribadi kita. Berhentilah satu jam saja untuk membaca Alkitab. Tuhan memberikan kita waktu dan untuk itu kita harus pandai mengaturnya supaya kita memiliki waktu tersendiri untuk Tuhan. Tidak ada orang yang tidak sibuk di dunia ini. Bahkan orang malas dan tidak kerja pun punya kesibukan sendiri.

Mengatasi Rasa Malas Membaca Alkitab
Sebagai tips, saya akan memberikan beberapa cara untuk mengatasi rasa malas membaca Alkitab.
1. Siapkan diri. Bacalah firman Tuhan dengan rasa hormat. Siapkan diri kita. Siapkan waktu terbaik, jangan pada saat buru-buru.

2. Menyemangati diri sendiri. Berteriaklah kepada dirimu sendiri sampai telingamu mendengar. Katakanlah pada roh saudara, "Bangkitlah hai rohku! Segarkan dirimu! Ayo kita baca Alkitab! Ayo kita pahami jalan-jalan Tuhan! Karena berkat untuk kita mengalir saat kita taat!"

3. Berdoalah minta pimpinan Roh Kudus agar memberi saudara pengertian mengenai apa yang saudara baca. Mungkin kita tidak mengerti apa yang sedang kita baca. Tetaplah membaca! Pengertian dari Tuhan kadang bisa datang saat saudara membacanya, bisa juga nanti lewat orang lain yang akan memberi penjelasan. Yang terpenting adalah membaca!

4. Perkatakan firman Tuhan. Dalam Mazmur 1:1-3,
"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."

Kata merenungkan di Mazmur ini memakai kata "Haga" yang artinya memperkatakan firman. Saat kita membaca Alkitab, perkatakan berulang-ulang sampai itu menjadi rhema buat hidup saudara. Firman Tuhan yang keluar dari bibir kita tidak akan kembali dengan sia-sia. Firman itu akan terjadi dalam hidup kita!

5. Menggunakan Imajinasi. Tuhan memberikan kita pikiran dan imajinasi yang kudus, dan kita dapat memakainya. Saat membaca firman Tuhan, misalnya saat Daud bercakap-cakap dengan Tuhan dalam Mazmur, kita boleh saja membayangkan seorang raja yang duduk di atas teras istananya dengan angin sepoi-sepoi, ia menatap ke langit dan bicara sama Tuhan. Gunakan imajinasi kita sebagai penghancur kebosanan kita.

6. Bagikan apa yang kita dapat kepada orang lain. Bukan bermaksud mencontek metode atau ide orang lain, tapi ini memang cukup berhasil juga dalam hidup saya yang bisa juga dalam hidup saudara! Ketika kita membagikan kepada orang lain, kita memberkati mereka, dan juga sekaligus melatih ingatan kita supaya firman itu melekat dalam pikiran setiap saat.

Firman Tuhan itu hidup! Ada banyak orang mengalami kesaksian. Bahkan saya sendiri pun mengalaminya. Dulu saya paling malas membaca Alkitab, dan selalu sibuk dengan pekerjaan dan keluarga sendiri. Akibatnya, bukan hanya kelelahan fisik tetapi juga rohani saya menjadi kering. Pekerjaan saya pun mengalami kekeringan. Kemudian saya putuskan untuk kembali tekun dan mentaati firman Tuhan. Saya memperkatakan firman dalam doa-doa saya. Dan dalam beberapa hari dan minggu, Tuhan memulihkan kehidupan saya, dan bahkan memberkati saya dengan luar biasa.

Penulis : Yan

Apa Alasan Anda Berpindah Gereja?

Saya bertemu dengan seorang teman saya. Ia adalah jemaat dari salah satu gereja di Jakarta. Ketika bertemu, kami berbincang-bincang singkat. Lalu saya sempat bertanya, apakah dia masih ibadah di gerejanya? Dia bilang sudah pindah. Kenapa? Tanya saya. Lalu ia menjawab dan menjelaskan bahwa di gerejanya banyak pemimpin yang gak tingkah lakunya tidak lagi sesuai. Lagian suasananya mulai membosankan.

Lain lagi cerita dan alasan dari sepasang teman yang pindah gereja juga karena mereka tidak tahan jadi bahan gosip dari jemaat di gerejanya. Mereka menganggap bahwa jemaatnya tidak dewasa dan selalu menggosipkan satu sama lainnya.

Hari-hari ini, banyak orang Kristen kutu loncat yang berpindah dari satu gereja ke gereja lain. Alasannya bermacam-macam dan tidak sedikit yang tersirat ada sakit hati di dalam alasan yang mereka kemukakan.

Sebenarnya, harusnya setiap orang Kristen menyadari bahwa bagaimanapun gereja adalah diri kita sendiri. Tempat mereka beribadah hanyalah perkumpulan orang percaya di mana ia dan orang Kristen lainnya bersatu dan menyamakan visi mereka. Ketika mereka untuk pertama kalinya hadir di sebuah lembaga gereja, JIKA motivasi mereka benar dan tulus untuk mencari Tuhan, maka ia akan bertumbuh dengan baik. Ia akan berjemaat dengan setia di manapun Tuhan menempatkannya. Sekalipun ada badai masalah di dalam lembaga gereja tempatnya berjemaat.

Gereja adalah diri kita sendiri. Namun gereja juga adalah tempat perkumpulan orang percaya. Kita masih belum di surga, jadi pasti ada saja di antara mereka yang hidupnya tidak benar. Bahkan terkadang pemimpinnya pun sepertinya tidak menjalankan kehidupan mereka sendiri maupun memimpin umatnya dengan benar. Gereja adalah bengkel kehidupan yang nyata di bumi ini. Bukan perkumpulan orang tidak berdosa lagi! Jadi segala macam karakter ada di dalamnya. Ada yang pemarah, ada yang pendendam, yang bergosip, yang curang, dan segala macam sifat yang masih dimiliki kemanusiawian kita. Justru di sinilah kita saling dibentuk. Ada beberapa alasan orang keluar dari gerejanya.

KELUAR KARENA SESAMA
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa gereja adalah bengkel jiwa-jiwa, maka jika kita keluar atau berpindah gereja hanya karena menghindari seseorang atau lebih yang dengannya kita memiliki masalah, itu bukan hal yang benar. Itu sama dengan kita berlari dari masalah. Lebih tepatnya, kita lari dari pembentukan Tuhan! Untuk orang yang pindah gereja karena hal ini, ke manapun orang itu pergi, ia akan menghadapi masalah-masalah dan orang-orang yang sama, sampai dia menang untuk mengatasinya!

Memang, pasti ada ketidaknyamanan saat kita bertemu dengan seorang musuh. Tetapi perlu kita sadari bahwa mereka adalah saudara kita dalam Yesus. Tidak ada musuh! Yang ada permusuhan, dan itu adalah karena pergesekan yang terlalu lama dan tidak bisa diterima satu sama lain. Ini harus dihentikan. Sebab dalam permusuhan ada roh kebencian, dan roh pemecah belah yang dapat menghancurkan hidup kita. Bahkan, terkadang ini bisa merambat kepada orang lain. Hentikan hal ini! Marilah kita menjadi dewasa dalam rohani kita. Kasihi sesama saudara kita. Jika saudara keluar dalam suasana keruh dan penuh kemarahan atau kebencian, itu sama dengan kita merusak hidup kita dan seluruh gereja Tuhan di mana saudara berjemaat.

Tidak ada yang melarang kita untuk keluar dari suatu gereja ke gereja lain. Namun, selesaikan terlebih dulu masalah kita dengan baik, dan jangan tinggalkan sakit hati satu dengan lainnya. Ketika berjemaat di tempat baru, jangan menjelek-jelekkan siapapun. Ketika kita menjelek-jelekkannya, itu sama dengan menyakiti hati Allah, karena Tuhan Yesus adalah kepala dari jemaat dan kita adalah anggota tubuh Kristus.

KELUAR KARENA PEMIMPIN
Ini alasan yang perlu dipertanyakan. Jika kita keluar atau pindah dari gereja lokal karena tidak suka dengan pemimpin, baiklah kita biarkan Tuhan mendewasakan kerohanian kita lebih lagi.

Pemimpin adalah orang-orang yang Tuhan tunjuk dan urapi. Sangat berbahaya membenci seorang pemimpin, apalagi jika kita "membicarakan" mereka di belakang mereka, karena nasibnya akan sama seperti Korah dan teman-temannya yang mencela dan menantang Musa. Musa juga bukan seorang pemimpin yang sempurna. Tetapi siapapun pemimpin kita, tetaplah hormati dia.

Bagaimana bila pemimpinnya memang melakukan kesalahan dan tidak lagi menjadi teladan? Berdoalah dan minta Tuhan bicara kepadanya. Bila tidak ada perubahan, katakan pada Tuhan bahwa kita tidak lagi mau berada di bawah tudung kepemimpinannya. Anda boleh saja keluar dari tudung kepemimpinannya, tapi lakukanlah dengan cara baik-baik. Jangan ada pemberontakan. Minta Tuhan pimpin agar anda mendapat seorang pemimpin yang benar.

Tetapi jika bagaimana jika kita sendiri yang bermasalah karena tidak mau dipimpin, karena kita sendirilah yang tidak suka sifat dan sikap dari pemimpin? Untuk hal ini, baiklah kita merendahkan diri kita. Tidak ada orang yang memimpin dengan cara yang sama. Mereka pun punya karakter-karakter yang mungkin bentrok dengan karakter kita. Belajarlah rendahkan diri dan hati saudara untuk dibentuk Tuhan. Tuhan bisa pakai pemimpin untuk membentuk kehidupan dan karakter kita. Jangan keluar dari gerejamu hanya karena ini. Karena kemanapun anda pergi dan bergereja, saudara akan tetap menemukan pemimpin yang serupa sampai saudara selesai dibentuk Tuhan.

Bertumbuhlah dalam iman. Saling menjaga satu sama lain supaya kita saling bertumbuh. Mari kita berurusan secara pribadi dengan Yesus. Kita kenali Yesus dan dekat padaNya saja. Jangan pedulikan karakter orang lain. Biarkan Yesus yang mengurusi karakter mereka dan menyempurnakannya. Jika kita terlalu bermasalah dengan karakter-karakter orang di sekitar kita dan menjadi susah hati karenanya sehingga kita berpindah-pindah gereja, itu sama dengan kita membuat repot Tuhan. Yang terutama... berikan hidup kita. Berjemaatlah dengan baik dan setia sampai Tuhan datang. Semua gereja adalah sama. Yang berbeda adalah kita yang selalu membeda-bedakan satu gereja dengan lainnya.#

Penulis : Yan
 →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by Cerita Langit