Tahu Bayi Tak Sempurna, Ibu Ini Ikhlas Melahirkannya

Tahu bahwa bayinya akan terlahir tanpa memiliki indera penglihatan, Ibu asal Woodbury, Tennessee, Amerika ini tetap menantikan kelahiran anak tercintanya.  Sebuah pilihan di jaman ini yang tentu saja tak mudah.  Tak sedikit orang yang memberikan komentar negatif kepada Lacy Buchanan, Ibu bayi yang terlahir tanpa mata, menurut mereka seharusnya Lacy menggagalkan kelahiran anak tersebut karena alasan kondisinya.  

Kendati pilihan Lacy Buchanan untuk menunggu kelahiran Christian merupakan pilihan yang tidak populer, namun hal itu menginspirasi banyak orang di seluruh dunia selama dua tahun terakhir, setelah ia memposting video dari ceritanya ke laman video berbagi YouTube.  Di video yang sama Lacy juga menuliskan pesan agar siapapun mempertimbangkan keinginannya untuk mengaborsi darah daging mereka.  "Pikirkan kembali keputusan Anda, tidak peduli keadaan. Saya sangat senang, saya memilih hidup!” tulisnya dalam deskripsi video singkatnya. 

Kendati Christian terlahir tanpa bibir dan langit-langit, juga matanya tidak terbentuk dengan benar, Lacy dan suaminya menerima dengan ikhlas bayi mereka yang lahir bulan Februari tahun 2011 lalu itu.

Christian kini berusia tiga tahun dan terus menjalani operasi rekonstruksi untuk memperbaiki langit-langit, dan akan menjalani operasi lain di tahun-tahun mendatang. Lacy mengatakan, bahwa Christian adalah anak normal sama seperti anak kecil lainnya; dia hanya melihat dengan mata hatinya bukan mata fisiknya. Christian suka tertawa dan bermain, dan terlibat dalam percakapan. Video inspiratif ini dapat anda lihat di sini: http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=oWCbkyR0cy0

Seorang Anak Berkata, "Raja Datang"


Lily, seorang anak batita yang sedang bermain bersama ibunya tiba-tiba mengatakan sesuatu. Inilah penjelasan sang ibu Chelsea :
Pada suatu tengah malam (beberapa jam sebelum video ini direkam), Lily terjaga dari tidurnya, mengetuk dan berbicara di pintunya. Dia berkata, seperti sangat mendesak, "Sesuatu datang! Sesuatu datang!" Sepertinya dia menjelaskan mimpinya dengan rumit. Saya berusaha untuk merekamnya dengan video.
Setelah 18 detik saya merekamnya dan saya tanya, "apa yang datang?" Lily berkata, "Seorang Raja". Itu juga seperti terdengar "Bapa di Atas, mendorongmu ke atas", dan "Bergabunglah dengan Bapa di atas" untuk beberapa kali. Saya tidak berharap Anda berpikir saya mereka-reka hal ini. Jujur, saya tidak pernah mengajarkannya akan hal ini. Di akhir perkataanya, Lily seolah membungkuk sebanyak tiga kali seperti sedang memberi hormat kepada Raja yang disebutnya itu.
Di hari berikutnya, setelah Lily mendapatkan sarapan paginya, dia berkata lagi, "Mama, bukalah, karena Tuhan sedang datang!" dan dia kembali mengetuk ke tembok sebanyak 3 kali.
Lily baru saja berumur 2 tahun, dan tidak memiliki kosa kata yang pelik untuk dipelajarinya ataupun kalimat yang sempurna untuk diejanya. Pengetahuannya akan Tuhan juga baru didapatnya saat dia berdoa sebelum tidur malam, dan kami tidak pernah berdiskusi apapun tentang Hari Pengangkatan.
Kiranya video ini memberkati Anda.
"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan." (Yoel 2:28) 

Keistimewaan Sarapan Pagi pada Anak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sarapan secara pagi rutin adalah sebuah aktivitas yang penting artinya bagi anak-anak, remaja, ibu hamil maupun dewasa. Khusus untuk anak usia sekolah, sarapan pagi secara rutin merupakan hal yang 'istimewa' karena mereka yang melakukannya mendapat manfaat kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Pada tahun 2005, para peneliti dari Universitas Florida AS menemukan, anak-anak dan remaja yang secara teratur sarapan cenderung memiliki profil yang unggul dalam nutrisi dibandingkan dengan mereka yang tidak sarapan. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Dietetic Association itu juga menunjukkan keistimewaan lain dari sarapan, yaitu dapat meningkatkan kemampuan memori, hasil tes, serta tingkat kehadiran sekolah.

Keuntungan bersarapan pagi juga diungkapoleh para peneliti dari Universitas Parma Italia. Anak-anak dan remaja yang rutin sarapan pagi memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk memiliki berat badan berlebih. Hasil penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal "Acta Medica" menunjukkan sekitar 27,5 persen anak-anak yang melewatkan sarapan pagi mengalami kelebihan berat badan dan 9,6 persen mengalami obesitas. Sedangkan mereka yang secara rutin sarapan pagi dilaporkan hanya 9,1 persen dari mereka mengalami kelebihan berat badan dan 4,5 persen mengalami obesitas.

Menurut American Dietetic Association dan Mayo Clinic, meski penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk menetapkan rekomendasi spesifik mengenai sarapan pagi, sudah terdapat cukup bukti untuk mendukung pentingnya sarapan pagi. Melakukan sarapan pagi memberi kesempatan pada anak-anak untuk mendapatkan nutrisi penting yang dapat digunakan sebagai 'bahan bakar' mereka melakukan aktivitas fisik dan kinerja mental sepanjang pagi.

sumber : livestrong

Tips Mendidik Anak Versi SBY

Beberapa waktu yang lalu kita memperingati Hari Anak Nasional. Banyak pihak yang mengapresiasi peringatan ini dengan menyelenggarakan berbagai momentum. Begitu pula dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedikit banyak, dia membagikan tips dalam mengasuh anak-anak. Tips-tips apa sajakah itu?

Masa keemasan untuk pengetahuan adalah 12 tahun pertama

Karena itulah, menurut SBY kita perlu membangun sikap maupun perilaku seseorang pada tahun-tahun itu sehingga mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang baik dan generasi yang gemilang. Tentunya selain guru, peran orangtua merupakan peran yang paling penting untuk membangun karakter seseorang.

Anak-anak harus bercita-cita setinggi langit minimal dua

Presiden menegaskan bahwa anak-anak harus bercita-cita setinggi langit, jangan cuma satu tapi minimal dua. Kalau gagal yang pertama, anak-anak masih mempunyai cita-cita satunya lagi. Untuk itulah, orangtua harus ikut membantu anak dalam mempersiapkan diri, cita-cita apa yang mereka inginkan.

Mendidik karakter anak

Menurutnya, pendidikan karakter sangatlah penting karena sangat menentukan kemajuan peradaban bangsa, yang tak hanya unggul tetapi juga cerdas. “Mengapa karakter manusia dan bangsa itu penting. Aristoteles pernah mengatakan bahwa ada dua keunggulan manusia yang disebut human excellence. Pertama, excellence of tought (kehebatan dalam pemikiran) dan kedua adalah excellence of character (kehebatan dalam karakter),” kata SBY.

Anak-anak butuh perlindungan

Anak-anak membutuhkan pengasuhan dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan rumah tangga. Asuh dengan penuh tanggung jawab, hentikan tindakan negative, tidak terpuji, diskriminasi, dan perdagangan anak.

Maka dari itu, anak-anak perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Betapa pentingnya mereka dibentuk dalam tahun-tahun pertama kehidupan mereka, bagaimana pendidikan yang benar itu harus dilakukan. Jadi, Anda bisa mencoba tips-tips yang dibagikan ini.
Source : berbagai sumber/lh3

Justin Bieber Takut Akan Tuhan, Berkat Didikan Ibunya

Bagi Anda semua yang sudah mengenal sosok yang bernama lengkap Justin Drew Bieber dengan baik, mungkin Anda tahu bagaimana Justin Bieber bisa sampai terkenal dan mengundang banyak perhatian dunia. Hal ini tentu saja tidak lepas dari dukungan maupun usaha sang ibu. Bukan hanya itu, sang ibu berperan besar di dalam kehidupannya, terutama kehidupan religiusnya. Mari kita simak bagaimana pengajaran ataupun peran serta sang ibu dalam kehidupan Justin Bieber, yang diringkas khusus oleh jawaban.com untuk Anda.

Pernah putus asa tapi terus berjuang

Patricia Lynn “Pattie” Mallette, ibu Justin Bieber, hamil di luar nikah ketika baru berumur 18 tahun. Di dalam hidupnya, dia pernah putus asa dan bunuh diri, namun Tuhan tolong. Dia pernah melakukan hal-hal buruk di dalam hidupnya namun dia mengajarkan anaknya untuk takut akan Tuhan ketika dia sudah mengalami kebaikan Tuhan secara nyata. Dia bekerja dengan upah yang rendah namun dia tidak pernah menyerah.

Justin Bieber tetap mendapatkan sosok ayah

Meskipun Pattie dan ayah Justin Bieber bernama Jeremy Jack Bieber berpisah, namun dia tidak menghalangi sosok sang ayah dikenal Justin Bieber dan mereka meluangkan waktu bersama.

Memperkenalkan kepada komunitas yang benar sedari kecil

Justin mendapatkan drum dari komunitas gereja tempatnya beribadah pada umur 4 tahun, hal ini membuktikan bahwa sedari kecil dia sudah diajak untuk mengenal komunitas. Dia bahkan mengatakan bahwa dia punya hubungan dengan Yesus, berbicara dengan-Nya “Dan Dia adalah alasan saya ada.” Hal ini bisa terjadi hanya karena dukungan ibunya. Karena sangatlah penting untuk memperkenalkan Tuhan sedari kecil kepada anak-anak agar mereka mengalami kebaikan Tuhan secara pribadi di dalam hidup mereka.

Menyerahkan semua kepada Tuhan

Pattie pernah berdoa, “Tuhan, aku berikan Justin dalam tangan-Mu. Engkau bisa memberikan aku seorang Kristen (untuk menjadi manajer Justin), rekaman Kristen… Engkau tidak ingin orang Yahudi ini jadi manajernya bukan?” Namun, setelah dia berdoa dengan penatua gerejanya, dia tahu bahwa Tuhan memberikan yang terbaik buat Justin. Semuanya dia serahkan kepada Tuhan.

Memberikan yang terbaik

Ketika Justin belum terkenal, karena usaha Pattielah yang akhirnya dapat membuat Justin terkenal. Dia mengusahakan setiap hal yang terbaik agar Justin mendapat yang terbaik di dalam hidupnya. Pengalaman hidupnya dijadikan acuan agar Justin tidak mengalami itu semua. Peran serta sang ibu begitu kuat dan membentuk kepribadian Justin yang takut akan Tuhan. Justin berani menunjukkan imannya kepada dunia.

Peran Anda terhadap anak-anak Anda sangat menentukan masa depan anak Anda dan hubungan mereka dengan Tuhan. Meskipun kita menghadapi hal-hal yang buruk di dalam hidup, mari kita ajarkan kepada anak-anak untuk menjadi anak yang takut akan Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga kehidupan mereka dapat menjadi berkat buat orang lain.

Source : jawaban.com/lh3

6 Aturan Marah yang Aman

Orangtua boleh menunjukkan emosi marah pada anak. Bagaimanapun, anak butuh tahu jika mereka berbuat salah. Namun, Anda perlu bijak mengelola rasa marah dan menunjukkan marah dengan cara yang aman.

Praktikkan enam cara marah yang aman berikut ini untuk diterapkan kepada anak sejak dini, dan untuk anak di segala level usia:

1. Jangan menyalahkan
Contohnya seperti ini, "Kamu sudah membuat Bunda pusing seharian ini." Jika tingkah laku anak membuat Anda marah, katakan dengan jelas, tetapi tidak menyalahkan. Seperti, "Bunda marah sekali karena Kakak memukul Dek Mira."

2. Jangan terapkan hukuman fisik
Hukuman fisik, selain dapat menjatuhkan harga diri anak, juga dapat ditiru anak. Anak akan merasa kekerasan merupakan hal yang wajar dilakukan ketika sedang marah.

3. Jangan berteriak
Karena perilakunya yang akan dikoreksi, orangtua tidak perlu sampai mengeluarkan suara keras, melotot, apalagi membentak. Hal seperti ini justru sering kali tidak tepat sasaran. Anak hanya ingat bagaimana menakutkannya saat papa atau mamanya marah, tetapi esensi mengapa mereka marah malah terlewatkan.

Lebih disarankan, ajak anak Anda duduk, jelaskan mana perilakunya yang salah, mengapa hal itu salah, dan bagaimana seharusnya.

4. Jangan memberikan label
Sekali lagi, marah juga bukan berarti memberikan label pada anak, seperti "dasar nakal" atau "dasar pemalas". Pemberian label, jika terjadi berulang, akan membuat anak bertingkah laku sesuai dengan label yang diberikan kepadanya.

5. Jangan jadikan anak sebagai pelampiasan
Persoalan, tekanan, dan kekhawatiran orangtua yang terakumulasi dapat mempermudah terpicunya rasa marah. Orangtua hendaknya dapat mencari cara yang lebih tepat untuk mengekspresikan perasaan, terutama perasaan yang terkait dengan akumulasi dari persoalan yang dihadapi orangtua. Jangan pernah melampiaskan perasaan marah karena berbagai persoalan kepada anak.

6. Jangan terlalu sering marah
Meskipun emosi marah pada anak menyimpan berbagai hal positif, sebaiknya orangtua perlu menghindarinya. Setidaknya, jangan terlalu sering marah pada anak.

Orangtua yang bisa mengelola emosinya dengan baik akan berdampak pada perkembangan pribadi anak yang juga baik.

Anak dapat mengembangkan rasa percaya diri melalui rasa aman yang tercipta. Anak juga mampu mengembangkan kematangan emosinya, tanggung jawab, kemandirian, dan anak sehat secara mental karena berada di lingkungan yang penuh rasa aman, tenteram, dan diwarnai kegembiraan.

(Nakita/Dedeh Kurniasih, Marfuah Panji Astuti, Utami Sri Rahayu)
sumber : kompas

Ingin Anak Cerdas? Hentikan Membiasakannya Nonton Televisi

Jangan biasakan anak Anda menonton televisi meskipun masih bayi. Penelitian menyebutkan bayi yang menonton tv cenderung mengalami keterlambatan kognitif dan bahasa di 14 bulan pertama

Penelitian dari New York University School of Medicine-Bellevue Hospital Center mengatakan bayi yang menonton tv 60 menit setiap hari, memiliki perkembangan tiga kali lebih rendah setelah 14 bulan dibanding yang tidak.

Meskipun perkembangan tersebut masih dalam kisaran normal, perbedaan yang nyata terlihat ketika anak-anak dan orang tua menonton tv bersama. Dalam kondisi ini, mereka lehilangan waktu berbicara, bermain dan berinteraksi untuk pembelajaran dan perkembangan.

Untuk pilihan program acara, penelitian ini juga tidak memberikan nilai plus minus. Meskipun anak menonton program yang berbau pendidikan, orang tua malah menghabiskan waktu sedikit untuk mengajar anak membaca dan sebagainya.

Walaupun anak terbantu belajarnya dengan berbagai macam program pendidikan, pada kenyataannya anak-anak akan lebih mudah memahami sekaligus senang ketika diajarkan langsung oleh orang dewasa. Pengasuh elektronik bukanlah bantuan pendidikan.

"Mengajarkan anak langsung berbicara dan membaca akan membuat anak merasa bergembira saat belajar. Dan penelitian ini sangat memberikan keterbukaan bagi orangtua yang masih enggan mengajar langsung untuk anak-anak mereka," tambah para peneliti.

Belajar Melepaskan Anak Menjalani Kehidupannya Sendiri

Artikel ini terinspirasi oleh kenyataan bahwa anak tertua kami hampir berusia 15 tahun dan selama liburan panjang ini semua orang ingin agar ia datang berkunjung dan tinggal bersama mereka, tidak hanya untuk sehari dua hari tapi selama seminggu atau lebih. Selama bulan-bulan liburan mendatang ia hanya akan ada di rumah selama 5 hari, itupun jika saya beruntung. Pikiran untuk meninggalkan rumah sama sekali tidak mengganggunya. Ia terlihat senang dan ingin pergi. Ia akan bertemu dengan teman lamanya dan mengunjungi tempat baru. Kami bahagia untuknya dan kami ingin ia pergi. Meskipun di saat yang sama kami juga ingin agar ia tetap di rumah. Saya dan suami merindukan anak-anak kami ketika mereka pergi. Keluarga kami memang sangat dekat satu sama lain, selalu bersama. Jadi ini adalah masa-masa ujian bagi kami. Kami ingin agar ia bersenang-senang, dan kami harus mulai belajar untuk melepaskannya.

Jadi saya akan menawarkan beberapa ide untuk semua orangtua di luar sana yang memiliki anak yang siap untuk terbang sendiri, melebarkan sayap mereka dan terbang sendiri. Sementara Anda sedang berjuang untuk memotong tali pusar yang membuat sang anak selalu terikat dan tergantung sepenuhnya kepada Anda. Saya ada di sana bersama dengan Anda! Inilah cara saya bertahan dan melewatinya.

Sadari Anda Telah Melakukan Tugas Anda

Pada titik tertentu Anda harus mengakui kenyataan bahwa Anda telah melakukan pekerjaan yang cukup baik dengan membesarkan seorang anak yang bertanggung jawab dan sedang beranjak dewasa. Ya, saya tahu terkadang tidak semua tugas dilakukan dengan baik. Ada kalanya Anda bertanya-tanya apakah mereka benar-benar dapat dipercaya. Tapi secara keseluruhan mereka adalah anak yang baik dan mereka layak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kepada Anda pekerjaan hebat yang telah Anda lakukan dalam membesarkan mereka.

Menguji Sang Buah hati

Tergantung dari usia anak Anda, Anda mungkin ingin memberikan kesempatan kepada buah hati Anda untuk membuktikan bahwa mereka dapat diserahkan tanggung jawab, seperti menjaga adiknya atau memberikan tanggung jawab atas tugas penting lainnya dan melihat bagaimana mereka dapat mengelolanya ketika Anda tidak ada. Terkadang sebagai orangtua kita perlu melihat hal itu dalam rangka mempercayai mereka.

Bicara Kepada Mereka

Bicaralah dengan anak Anda tentang bepergian atau tidak bersama dengan Anda. Biarkan mereka mengatakan bahwa mereka akan kehilangan Anda tetapi mereka akan memiliki waktu yang menyenangkan di sana. Ya, mereka mungkin tidak akan terlalu banyak memikirkan Anda saat mereka pergi tapi itu tidak masalah. Ketika mereka pulang ke rumah Anda akan mendapatkan pelukan hangat yang sangat erat. Buatlah kesepakatan bahwa mereka harus menelepon Anda setidaknya dua kali selama mereka pergi atau Anda yang akan menelepon mereka. Anda juga dapat mengirimkan SMS, chatting atau email.

Pandanglah Anak Anda Sebagaimana Mereka Adanya

Meskipun kita benci untuk mengakui bahwa mereka sedang beranjak dewasa, pada satu titik kita harus memandang kepada mereka dan melihat bagaimana mereka sedang bertumbuh menjadi satu pribadi dewasa yang mandiri. Mereka tidak akan berada di rumah selamanya. Meskipun kita sangat menginginkan agar mereka tetap menjadi seorang anak kecil atau menjadi bayi kita selamanya, tetapi mereka tidak bisa. Itu bukanlah suatu hal yang alami dan sehat. Saya terkejut dengan anak pertama saya yang telah menjadi seorang wanita muda. Dalam masa-masa pertumbuhannya ia benar-benar memiliki otak yang cerdas dan tidak takut mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Ia tahu bahwa ia dapat menelepon saya maupun ayahnya dan kami akan siap membantunya kapanpun ia membutuhkannya.

Katakan Kepada Mereka Bahwa Anda Mempercayai Mereka

Cara terbaik untuk menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda memiliki keyakinan kepada mereka dan percaya mereka akan melakukan hal yang benar saat jauh dari Anda adalah dengan mengatakan kepada mereka betapa Anda mempercayai mereka dan Anda tidak akan bawel dengan segala hal yang mereka lakukan. Mereka harus belajar menangung konsekuensi atas setiap tindakan dan bagaimana mengatasi konsekuensi yang harus mereka tanggung itu.

Berikan Hadiah Untuk Pekerjaan Yang Mereka Lakukan Dengan Baik

Anak tertua kami sangat membantu saya di masa-masa itu. Ia menjaga anak terkecil kami yang masih bayi ketika saya pergi bekerja, yang tidak selalu menjadi keinginan bayi kami. Dia sungguh-sungguh menjadi seorang ibu dan lebih senang bersama dengan saya daripada dengan siapapun juga. Jadi ada hari dimana bayi kami membuatnya menyadari fakta bahwa ia hanyalah seorang kakak, bukan ibu. Jadi saya setuju untuk membayarnya ketika ia menjaga adik kecilnya ketika saya bekerja, dua jam selama sehari. Percayalah ketika saya memberitahu Anda ada hari ketika ia membelanjakan setiap sen yang diterimanya bahkan lebih, dan kami menghargai dirinya untuk hal itu. Jangan berasumsi bahwa anak tertua Anda akan melakukan banyak hal hanya karena ia adalah anak tertua. Berikan imbalan, karena mereka tidak meminta untuk menjadi orangtua.

Sadarilah Bahwa Orangtua Anda Pun Melepaskan Anda Pergi

Jika orangtua Anda tidak melepaskan Anda dan membiarkan Anda bertumbuh di atas kaki Anda sendiri, maka Anda masih akan berada di rumah bersama ayah dan ibu. Meskipun kehidupan Anda tampaknya begitu ideal, apakah Anda masih ingin tinggal bersama ayah dan ibu saat ini? Saya mencintai ibu saya tapi saya tidak dapat tinggal bersamanya. Ia dapat tinggal bersama saya, di rumah saya dengan aturan saya. Saya tidak dapat kembali dan hidup dengan aturannya. Saya sudah terlalu tua untuk itu.

Saya tahu tidaklah mudah untuk melepaskan anak-anak di atas kaki mereka sendiri. Seringkali saya menangis (dengan senyuman) melihat fakta bahwa bayi mungil saya telah tumbuh dewasa. Saya melihat kepada putri tertua saya dan melihatnya 15 tahun yang lalu, ia hanyalah seorang bayi di tangan saya. Saya melihat kepada anak terkecil kami yang hampir berumur 7 bulan siap untuk bertumbuh dengan cepat. Dari pengasuhan yang satu ke yang lain, lakukan yang terbaik yang Anda bisa setiap hari. Biarkan mereka tahu bahwa Anda mengasihi mereka, percaya dengan segala hal yang Anda lakukan terhadap mereka, dan peluk mereka dengan erat karena akan tiba saatnya mereka akan siap untuk terbang meninggalkan sarang.
Source : more4kids.info

8 Tips Mengembangkan Komunikasi Dengan Buah Hati Anda

Apakah saat ini komunikasi Anda dengan anak-anak Anda berada dalam posisi yang tepat, ataukah Anda sebenarnya kuatir karena Anda kesulitan menjalin komunikasi dengan mereka? Jika pertemuan tatap muka Anda dengan anak-anak dipenuhi dengan ketegangan dan emosi, Anda mungkin memerlukan tips untuk menjalin hubungan yang lebih damai dengan anak-anak Anda. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Jadilah Sesuai Perkataan Anda

Segala sesuatu yang Anda katakan kepada anak-anak Anda merupakan janji atau kesepakatan. Lakukanlah apa yang Anda katakan akan Anda lakukan dan Anda akan membangun kepercayaan mereka. Kepercayaan akan membuat Anda dapat mengawasi mereka saat menginjak usia remaja ketika mereka mulai senang bergaul dengan teman-teman dan Anda tidak tahu apa yang mereka lakukan.

Anak-anak Anda akan menghadapi godaan, dan karena Anda tidak ada di sana untuk mengawasi mereka secara langsung, Anda harus menanamkan karakter di dalam diri mereka. Langkah awal untuk menanamkan karakter adalah dengan mereka melihat secara langsung karakter yang ada di dalam Anda. Anda adalah model teladan mereka.

Bertanggung Jawab 100%

Memiliki integritas berarti 100% bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam hidup Anda. Itu berarti Anda tidak lagi beralasan ini itu dalam segala hal. Setiap orang yang benar-benar sukses di dalam kehidupan mereka memiliki tanggung jawab 100% atas segala sesuatu di dalam hidup mereka.

Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa tanggung jawab merupakan hal yang konyol dan tidak realistis. Banyak orang yang memiliki konsep ini namun tidak benar-benar hidup di dalamnya. Awalnya mungkin tanggung jawab bagaikan suatu beban, namun pada kenyataannya menjalankan tanggung jawab merupakan sebuah kebebasan.

Ketika Anda mendapati diri Anda 100% bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam hidup Anda, hal itu merupakan pengalaman yang sangat membebaskan. Tanggung jawab membuat Anda dapat menciptakan hidup Anda. Ide ini bukan hanya sekedar kutipan yang dapat Anda baca lalu Anda abaikan. Tanggung jawab itu nyata. Pikirkan hal ini: jika Anda tidak bertanggung jawab, jika Anda tidak memiliki kontrol atas hidup Anda sendiri, maka Anda hanyalah korban dan apapun yang membuat Anda tidak bahagia akan selalu membuat Anda tidak bahagia karena Anda tidak dapat mengubahnya. Singkirkan mental korban seperti itu. Anda dapat melihat kebenarannya.

Jadilah Murni Dan Sungguh-Sungguh

Ini berarti bicara apa adanya dalam komunikasi Anda dan dapatkan apa yang harus Anda dapatkan. Ini berarti tidak menggunakan paksaan atau manipulasi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Anda tahu bahwa Anda tidak dapat mengontrol anak-anak Anda. Jika Anda benar-benar memahami hal ini dan menerimanya, Anda akan berhenti memanipulasi atau memaksa anak Anda untuk mencapai hasil yang Anda inginkan. Paksaan dan manipulasi memang dapat membuat anak Anda mencapai hasil yang Anda inginkan, namun semua itu hanya bersifat sementara. Manusia pada dasarnya menolak paksaan dan manipulasi. Paksaan dan manipulasi sesungguhnya merupakan hasil dari ketakutan.

Menyerahkan Hak

Belajarlah untuk menyerahkan hak. Berapa kali kita menggunakan hal itu sebagai pembenaran untuk tindakan kita?

Ketika kita menyerahkan hak, tidak berarti kita melupakan konsep mengenai hal yang benar dan salah. Sangatlah penting untuk mengajarkan anak-anak Anda perbedaan antara yang benar dan yang salah. Menyerahkan hak berhubungan erat dengan seluruh ide mengenai kontrol. Lebih khusus lagi berhubungan dengan kenyataan bahwa Anda tidak mengontrol orang lain. Jika Anda bertengkar dengan pasangan atau Anda sedang marah karena Anda benar dan pasangan Anda salah, menyerahkan hak tidak ada hubungannya dengan membuat pasangan menjadi benar dan Anda salah. Menyerahkan hak tidak ada hubungannya dengan melupakan tentang yang benar dan yang salah. Tidak berarti Anda harus menyerah. Menyerahkan hak berarti Anda tidak harus meyakinkan pasangan Anda bahwa Anda benar. Biarkan saja. Berpikirlah secara jangka panjang. Pikirkan apakah efektif bagi anak-anak Anda untuk melihat Anda bersitegang dengan pasangan.

Jadilah Pemandu

Berurusanlah selalu dengan segala macam isu yang ada di dalam kepala anak-anak Anda. Anak-anak sebaiknya dapat membicarakan apa saja kepada Anda – baik tentang seks, narkoba, musik rock. Saya selalu mengupayakan hal ini. Tujuan kita sebagai orangtua di sini adalah untuk membesarkan anak-anak menjadi orang dewasa yang produktif dan sehat.

Ketika Anda berkomunikasi secara jelas dan terbuka dengan anak-anak Anda dan mengembangkan rasa percaya mereka kepada Anda, mereka pun akan datang kepada Anda dengan isu-isu penting yang terjadi di dalam hidup mereka. Jadilah pemandu mereka. Anda adalah jangkar bagi anak-anak Anda. Anda ingin agar mereka berbicara kepada Anda dan bukan kepada teman-teman mereka.

Membawa Perdamaian

Hal ini kembali pada penerimaan akan apa yang benar-benar ingin Anda raih. Jangan mengambil jalan keluar yang mudah. Kembangkan sistem peringatan dini. Hal-hal apa saja di dalam hubungan Anda dengan anak-anak yang mengganggu, memperburuk atau membuat Anda marah? Pikirkan tentang apa yang sebenarnya membuat Anda marah.

Apapun yang Anda pikirkan, alasan sebenarnya bukanlah itu. Ini bukan omong kosong. Contohnya saja, ketika putri saya menginjak SMU saya biasanya sangat terganggu ketika mereka meninggalkan kamar mandi berantakan. Biasanya, mereka menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi, melakukan apa yang biasanya para gadis lakukan, dan mereka keluar dari kamar mandi dalam kondisi cantik dan siap pergi ke pesta. Mereka akan membereskan kamar mandi dengan setengah hati dan meninggalkannya begitu saja. Saat saya hendak masuk ke kamar mandi, dengan sekali pandang saya akan menjadi marah karena kondisinya yang sangat berantakan dengan kondisi handuk di atas lantai.

Dari luar, saya sepertinya marah karena mereka meninggalkan kamar mandi berantakan. Ketika saya benar-benar menganalisa hal ini, saya tahu bahwa saya marah kepada diri saya sendiri karena sebagai orangtua saya gagal memperbaiki perilaku mereka. Itulah yang saya maksud ketika mengatakan bahwa apapun yang mengganggu Anda dan apapun yang Anda pikirkan, alasan sebenarnya bukanlah itu.

Menjadi Inspirasi

Jangan menjadi seorang yang sinis; jadilah inspirasi. Bertindaklah dengan cara yang dapat menyentuh mereka dan Anda membuat perbedaan di dalam hidup mereka. Sekali lagi jadilah seorang yang bertanggung jawab di dalam hidup Anda. Orangtua yang sukses memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab dalam konteks ini bukanlah beban. Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus Anda lakukan, seperti membayar tagihan. Tanggung jawab bukan tentang salah dan menyalahkan. Bukan tentang rasa bersalah atau malu. Ini bukan tentang kemampuan Anda untuk memahami banyak hal atau mengatakannya jika hal itu menyangkut moral atau etika. Bukan tentang apa yang baik dan yang buruk.

Bertanggung jawab berarti bersedia menghadapi situasi di dalam hidup Anda. Tak seorangpun yang membuat Anda bertanggung jawab dan Anda tidak membuat orang lain bertanggung jawab. Ini adalah hadiah yang Anda berikan bagi diri Anda.

Ajarkan nilai ini kepada anak-anak Anda. Ajarkan mereka untuk bertanggung jawab bagi diri mereka sendiri. Sekali lagi, tanggung jawab bukanlah beban – akui bahwa mereka menentukan konsekuensi dari kehidupan mereka.

Jangan Diambil Hati

Dalam seluruh hubungan Anda, dalam seluruh komunikasi yang Anda jalin, jangan ambil hati segala hal yang terjadi. Amati dunia di sekitar Anda. Perhatikan seberapa sering orang tersinggung. Sebagai percobaan, lihatlah berapa kali dalam sehari Anda melihat seseorang tersinggung. Banyak orang yang bertindak seperti anak kecil.

Jangan menjadi seperti orang lain. Jadilah pengamat dan perhatikan bagaimana orang berinteraksi satu sama lain. Anda akan menemukan banyak hal yang lucu. Jangan lakukan hal yang sama.

Jika Anda ingin agar anak-anak Anda menjadi orang hebat, kesuksesan Anda dalam pengasuhan dan juga komunikasi Anda dengan anak-anak akan mendapatkan manfaat dengan menggunakan tips ini.
Source : saidaonline

6 Langkah Hentikan Pertengkaran Kakak-Adik

Anak-anak Anda sering bertengkar dan berkelahi? Tidak hanya emosi Anda yang habis, pekerjaan rumah kadang ikut terbengkalai karena harus melerai mereka. Baca enam langkah ini untuk mengatasi anak-anak yang bertengkar, dan bagaimana membuat mereka jadi lebih akur.

Langkah 1: Berpikir dengan kepala dingin
Jangan terbawa emosi dan langsung membela salah satu anak. Cobalah mengamati pertengkaran mereka dan berpikir lebih objektif. Anak-anak sering bertengkar akan banyak hal. Bisa karena tidak mau berbagi mainan, atau hanya karena ingin mendapat perhatian dari orangtua. Bisa karena mereka punya pandangan yang berbeda, atau hanya karena mereka kesal harus berbagi apa yang dimiliki setiap hari. Yang perlu Anda ingat, kebanyakan pertengkaran antarsaudara sebenarnya tidak akan merusak hubungan mereka. Di menit ini mungkin mereka akan berebut potongan Lego berwarna merah, tapi pada menit berikutnya mereka akan akur dengan sendirinya setelah salah satu menyadari bahwa ia lebih suka Lego berwarna biru.

Langkah 2: Jangan ada penonton
Fakta membuktikan, anak-anak akan bertengkar lebih lama dan lebih menjadi-jadi apabila ada orang lain di antara mereka, terutama orangtuanya. Anda pasti sering mengalami ketika anak sulung Anda melontarkan ejekan kepada adiknya hingga kesal, tapi tatapan matanya selalu tertuju pada Anda. Itu adalah salah satu tandanya. Atau, salah satu akan mengadu agar Anda akhirnya turun tangan dan menyelesaikan persoalan. Memang itu sebenarnya yang mereka inginkan, tapi sebaiknya tidak Anda lakukan. Lebih baik, tinggalkan ruangan dan katakan mereka untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Dijamin tak lama kemudian mereka akan berhenti berteriak satu sama lain.

Langkah 3: Ketahui kapan harus memberi solusi
Ketika waktunya Anda harus menyelesaikan pertikaian antara anak-anak, terlebih dulu Anda perlu mengamati pola pertengkaran mereka. Apa, sih, yang jadi bahan pertengkaran mereka? Berebut komputer atau acara TV? Selesaikan dengan cara membuat jadwal penggunaan komputer dan TV. Atau mereka selalu berkelahi ketika Anda sedang sibuk memasak? Libatkan mereka dalam pekerjaan Anda. Sering berebut menempati tempat duduk tertentu di mobil? Tentukan tempat mereka secara spesifik dan katakan kapan mereka bisa saling bertukar tempat. Intinya, Anda perlu menemukan hal-hal pemancing persoalan dan setelahnya menyusun rencana untuk mencegahnya.

Langkah 4: Ajarkan mereka bernegosiasi
Mintalah mereka untuk berkompromi ketika sedang mempertengkarkan suatu hal. Sebagai awal, Anda bisa mengajarkannya dengan cara mendudukkan mereka di sebelah kiri dan kanan Anda, lalu berikan mereka pilihan. Apakah mereka mau menyelesaikan sendiri atau diselesaikan orangtua. Kalau diselesaikan orangtua, artinya apa pun yang diputuskan orangtua harus diterima, meski tidak suka. Namun jika ingin menyelesaikan sendiri, persilakan mereka mencari mana yang terbaik bagi mereka berdua sehingga pada akhirnya semua senang. Orangtua hanya menjadi mediator yang memberi saran. Setelah beberapa lama, pada akhirnya anak-anak akan terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Langkah 5: Alihkan perhatian mereka
Ada kalanya anak-anak berkelahi hanya karena hal-hal yang remeh, seperti menggoda adik dengan wajah yang aneh. Kalau ini yang terjadi, lebih baik Anda mengalihkan perhatian mereka dengan meminta bantuan mengerjakan sesuatu, seperti mengambilkan dompet di kamar. Dengan sendirinya pertengkaran akan reda.

Langkah 6: Puji perilaku baik mereka
Meski sering bertengkar, ada kalanya mereka bisa bermain bersama. Ini saatnya bagi Anda untuk memberitahu mereka betapa bangganya Anda akan perilaku baik ini. Buatkan kue untuk mereka dan katakan bahwa Anda senang melihat mereka akur seperti itu. Mereka akan berusaha untuk lebih akur agar Anda kembali memuji mereka.

Sumber: Shine

7 Tips Menghadapi Amukan Balita Di Depan Umum

Ketika balita Anda mengamuk di rumah, Anda dapat memindahkannya ke ruangan lain, menjauhinya, atau mengabaikan semua amukannya. Namun ketika Anda berada di luar rumah dan di tempat umum, di tengah tatapan mata orang banyak yang tidak dapat membantu, jauh lebih sulit bagi Anda untuk mengambil suatu tindakan.

Setiap ibu terkadang berharap agar tidak ada anak lain di taman. Karena anak-anak lain akan membawa mainan mereka sendiri, sepeda mereka sendiri – dan orangtuanya. Kemudian anak Anda ingin menggunakan sepeda yang dimiliki anak lain. Saat anak yang memiliki sepeda berkata tidak, anak Anda pun mengamuk, dan orangtua lain hanya melihat dengan pandangan tidak setuju ketika Anda mencoba memberikan alasan kepada anak Anda yang baru berusia tiga tahun namun gagal.

Berikut adalah 7 saran yang dapat Anda gunakan untuk menghindari amukan anak di depan umum:

1. Mulailah Secara Cerdas

Beberapa persiapan pekerjaan dapat memusingkan kepala ketika amukan datang sebelum dimulai. Bila Anda berada di rumah, mainkan peranan skenario yang berbeda. Berikan anak kesempatan untuk berlatih menanggapi berbagai situasi. Misalnya saja jika pandangan balita Anda tertuju pada mainan keren yang dimiliki anak lain dan tidak tertarik untuk meminjamkan mainannya kepada anak Anda, apa yang dapat anak Anda lakukan atau katakan? Lakukan dengan memberikan beberapa opsi, dan tekankan tidak semua anak akan berbagi dengan anak Anda. Pertimbangkan agar anak Anda membawa mainannya sendiri saat pergi ke tempat umum.

2. Tetapkan Harapan Sejak Awal

Sangatlah penting untuk menetapkan harapan sebelum Anda meninggalkan rumah. “Kita akan pergi ke toko untuk membeli susu, telur, dan roti. Kita tidak pergi untuk membeli mainan.” Mintalah agar anak Anda mengulangi informasi ini dan tetap bahas hal ini dengannya. “Kita tidak akan membeli mainan. Jack tidak akan berteriak atau menangis. Apakah kamu akan berteriak atau menangis?”

Banyaknya pengulangan akan membantu Anda memberi penekanan pada maksud Anda, sebagaimana kata-kata refrase anak Anda akan kembali kepada Anda.

3. Persiapan

Jika Anda tahu semua ibu lain membawa makanan ringan saat berjalan-jalan ke taman dengan anak-anak mereka, bawalah sesuatu yang dapat dikunyah anak Anda. Jangan tarik anak Anda dan memaksanya terus bermain selama tiga jam dengan berharap balita Anda akan tetap ceria dan tenang sepanjang waktu tanpa adanya hadiah kecil. Dan jangan bawa anak Anda ke restoran yang hanya akan membuat Anda menunggu lebih lama untuk mendapatkan makanan pembuka.

4. Perjelas Aturan Anda

Jika Anda membuat pengecualian terhadap suatu aturan, perjelas tentang apa yang Anda lakukan. Misalnya saja, jika Anda tidak pernah membeli es krim di taman, tetapi Anda melakukannya hari ini untuk merayakan kesuksesan balita Anda ke toilet sendiri, katakan demikian secara eksplisit, “Kita biasanya tidak membeli es krim di sini, tapi hari ini berbeda. Hari ini kita membeli es krim karena kamu berhasil menggunakan toilet! Hari ini berbeda dan spesial. Besok kita tidak akan membeli es krim di sini, tapi hari ini kita membelinya.”

5. Abaikan Penghakiman Dari Orang Lain

Anda telah melakukan persiapan, Anda telah membuat rencana – dan entah kenapa hal itu tidak berjalan dengan baik. Saat ini Anda terjebak di tengah-tengah toko dengan seorang anak yang sedang menjerit, troli yang penuh dengan barang belanjaan, dan kerumunan pasang mata yang tidak bersahabat memperhatikan setiap gerak Anda. Apa yang Anda lakukan?

Pertama-tama, ingatlah bahwa orang asing akan tetap menjadi orang asing. Mereka tidaklah terlalu penting. Siapapun yang memiliki anak pasti secara diam-diam mengucapkan doa agar mereka tidak berada di posisi Anda saat itu. Bagaimana dengan mereka yang menghakimi Anda?

Siapa yang membutuhkan mereka? Buang mereka dari pikiran Anda, dan berkonsentrasilah pada anak Anda. Ingat juga bahwa meskipun kita menganggap semua orang mengawasi gerak-gerik kita, kebanyakan orang sebenarnya jauh lebih egois dan terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri daripada fokus pada orang lain.

Jika Anda sedang tidak terburu-buru, bawalah anak Anda ke tempat yang relatif tenang dari toko dan dudukkan ia di lantai, di kereta belanja, di kursi, atau dimanapun. Duduklah atau berdiri di dekatnya dan keluarkan ponsel, buku atau barang apapun yang dapat pura-pura dijadikan fokus Anda selama beberapa menit. Abaikan anak Anda dan jangan merespon sampai ia berhenti berteriak. Jangan membuat alasan atas tingkah lakuknya, jangan minta maaf atas kelakuan anak Anda, dan jangan sungkan untuk melontarkan komentar sinis kepada siapa saja yang merasa perlu berkomentar atas gaya pengasuhan Anda. Ingat, mereka bukan masalah Anda.

Anak Anda pada akhirnya akan tenang, dan Anda bisa memberinya pilihan: apakah akan menyelesaikan kegiatan ini secara baik-baik, pulang dan mendapatkan sedikit pujian atas ketaatannya, atau membayar barang belanjaan saat ini juga, pulang dan ia harus menghabiskan waktunya selama satu jam di dalam kamar.

6. Jangan Menyerah

Namun bagaimana jika Anda harus menyelesaikan belanjaan Anda? Maka lakukanlah. Sedapat mungkin, abaikan anak Anda. Jangan memberikan respon, dan jangan menyerah pada godaan untuk mengatakan, “Berhenti merengek!” Abaikan anak Anda dan fokus untuk tidak mendengarkan anak Anda.

“Teriakan dan tangisan akan menjadi masalah ketika orangtua menyerah pada anak terlalu cepat atau terlalu sering. Hal ini hanya akan mengajarkan kepada anak bahwa amukan merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Diane Ryals, pendidik dari University of Illinois Extension family life. Jadi, jangan lakukan itu. Lakukan apa yang perlu Anda lakukan, bawa balita Ada ke mobil atau bawa pulang ke rumah, dan biarkan ia tahu betapa kecewanya Anda atas perilaku yang ditunjukkannya.

7. Jadilah Konsisten

Selama Anda menangani amukan balita Anda secara efektif di rumah – dengan mengabaikan dan tidak menyerah – pada akhirnya mereka akan mengurangi perilaku ini ketika sedang berada di luar rumah bersama Anda. Meskipun hal ini tampaknya sulit untuk dipercaya saat ini, akan tiba harinya ketika Anda meminta remaja Anda untuk pergi keluar bersama. Sampai saat itu tiba, teguhkan hati Anda dan Anda dapat menikmati es krim ketika tiba di rumah.

Source : sheknows.com

Menyiasati Kursus Untuk si Kecil

Memberikan pelajaran tambahan lewat kursus bagi si kecil memang baik. Cuma, ada beberapa hal yang sebaiknya anda perhatikan, sehingga waktu dan uang yang anda keluarkan tak sia-sia. Berikut bahasan tentang pendidikan lain yang juga ditempuh oleh anak selain di sekolah, yaitu keterampilan.

Setiap orangtua tentunya ingin menuruti anak. Apalagi kalau itu menyangkut masa depan anak, seperti soal pendidikan, pasti para orangtua akan berupaya sekuat tenaga untuk menyediakannya. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sekolah saja sekarang tak cukup untuk memenangkan persaingan kerja. Harus ada tambahan keterampilan lain. Dari hal inilah, sekarang banyak sekali orangtua yang mendaftarkan anak-anaknya ke beragam kursus keterampilan. Mulai kursus Bahasa Inggris sampai olah vokal, mulai dari menjahit sampai komputer.

Adanya permintaan pendidikan nonformal yang berlimpah, membuat tempat-tempat kursus belakangan kian menjamur, dari kursus kelas rumahan sampai semi-universitas. Banyaknya pilihan seringkali membuat kita bingung, apalagi banyak tempat kursus yang biayanya juga tak murah. Coba lihat apa saja kiat-kiatnya:

Fokuskan ke kursus yang memang menjadi minat anak saja, sehingga anda bisa menghemat atau bahkan menghilangkan pengeluaran untuk biaya kursus yang tak perlu. Cobalah ajak anak mengobrol untuk mengetahui minatnya. Tanyakan juga apakah dia mau mengikuti kursus yang berkaitan dengan bidang itu. Kalau memang tak mau, jangan dipaksakan.

Pilih tempat kursus yang mudah dijangkau dari rumah, sehingga biaya transportasinya lebih murah. Kalau ada tempat kursus yang dekat dengan rumah, kenapa tak dicoba? Tempat kursus yang dekat dengan rumah akan memberikan penghematan uang transpor. Tempat kursus yang dekat rumah juga membuat anda tak terlalu khawatir akan keadaan anak, karena anda lebih mudah mengawasinya. Jadi mulai sekarang, kenapa tak coba meluangkan waktu berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal anda untuk melihat, siapa tahu ada tempat kursus yang bagus seperti keinginan anda.

Luangkan waktu untuk membandingkan harga dari kursus-kursus serupa di tempat lain.
Kalau tak ada tempat kursus di dekat rumah, sepertinya anda tak bisa tidak harus meluangkan waktu melakukan survei ke beberapa tempat kursus sejenis yang ada di kota anda. Banyak tempat kursus yang karena terkenal bermutu baik, berani menetapkan tarif tinggi. Kalau memang ada dananya, tak apa-apa. Tapi, bagaimana kalau dana terbatas. Cobalah tempat kursus alternatif. Biasanya, tempat kursus yang belum begitu terkenal tak menetapkan harga terlalu tinggi, sementara mutunya belum tentu kalah dari yang mahal.

Cobalah mampir ke tempat itu. Lihat bagaimana proses kursus berlangsung, dan tanyakan pada murid disitu bagaimana suasana di tempat itu. Tanyakan pula tentang kualitas pengajar, apakah para murid itu puas, bagaimana perkembangan setelah mengikuti kursus, dan sebagainya. Dari situ anda bisa mengambil keputusan.

Evaluasi kursus tersebut secara berkala untuk menentukan perlu tidaknya kursus tersebut diteruskan. Setelah anak mendapatkan tempat kursus seperti yang anda harapkan, bukan berarti semua masalah telah terselesaikan. Anda sebaiknya mengadakan evaluasi tentang kursus tersebut. Evaluasi ini lebih ditekankan untuk jenis kursus berjangka waktu panjang (lebih dari 3 bulan misalnya). Dengan evaluasi, anda bisa menentukan perlu tidaknya anak mengikuti atau meneruskan kursus itu. Kalau memang tak perlu, apa salahnya disetop saja, sehingga tak membuang uang terlalu banyak. Jangan lupa, selalu libatkan anak dalam evaluasi, karena dialah yang menjalaninya. Lebih baik melakukan evaluasi periodik daripada hasilnya ternyata tak seperti yang diharapkan, sama seperti pengalaman teman saya yang mengikuti kursus tari tadi.

Bekal keterampilan memang akan sangat berharga bagi putra-putri anda di masa depan. Tetapi, bukan berarti anda harus "mengorbankan" masa depannya hanya gara-gara ia harus mengikuti kursus yang tak ia sukai. Beri anak kursus yang memang ia sukai. Selain ia menjadi lebih termotivasi, anda juga tak menghambur-hamburkan dana secara percuma.

Seruan Membangkitkan Gerakan Doa Bagi Anak Balita

Gereja diundang untuk mengambil bagian dalam event yang baru diadakan untuk pertama kalinya yaitu hari doa bagi kelompok anak balita di bulan Juni.

Hari gerakan doa ini diselenggarakan oleh 1277, aliansi denominasi Kristen dan instansi termasuk Church of England, the Catholic, Methodist and United Reformed Churches, dan the Babtist Union of Great Britain.

Nama aliansi mewakili jumlah hari rata-rata antara kelahiran anak dan awal mereka mendapatkan pendidikan formal.

Ada sekitar 27.000 gereja berbasis kelompok balita di seantero Inggris, banyak diantara mereka dikelola oleh relawan yang berkomitmen dan setengah dari total dukungan dan kepedulian dilakukan oleh kelompok bermain pra sekolah maupun orangtua wali.

Hari doa jatuh pada anggal 5 Juni bertepatan dengan Pekan Keluarga Nasional. Hari doa ini didedikasikan kepada mereka yang mengurus gereja anak balita dan juga mengapresiasi mereka yang memberikan bantuan yang sangat berharga bagi generasi muda ini.

Orang Kristen sedang dihimbau memanfaatkan hari tersebut untuk mencari cara mendapatkan sumber daya yang lebih baik dan memasukkan kelompok balita ini ke dalam kehidupan dan misi mereka.

Kepala misi dari Babtist Union of Great Britain, Rev Ian Bunce mengatakan, “Kami mendorong gereja untuuk komisi dan berdoa bagi relawan kelompok anak balita mencari cara membangun misi yang sangat baik yang sedang dilakukan melalui kelompok balita.”

Alison Dayer, konsultan di bawah lima tahun dari Scripture Union mengatakan, “Bagi banyak dari mereka yang menghadiri kelompok anak, ini adalah satu-satunya kontak yang mereka miliki dengan kekristenan maupun iman.

Bagi beberapa orang, kelompok balita merupakan oasis bagi sambutan dan dukungan yang sayangnya hilang dalam banyak bagian dari masyarakat kita.

“Hal ini sesungguhnya merupakan misi di garis depan.”

Gereja anak seringkali menjadi golongan kelas dua di gereja. Padahal sebenarnya, tanpa kita sadari, di tangan merekalah masa depan bangsa ini berada. Sedari dini seyogyanya kita membekali mereka dengan iman yang teguh untuk membangun bangsa ini dalam nilai-nilai kebenaran.

Source : christiantoday

Mengatasi Anak Yang Kecanduan Games

Kenapa anak suka sekali bermain games? Jawabannya sederhana, games itu memang enak dan mengasyikkan. Sebenarnya anak ingin sekali bisa ngobrol dengan orangtua, tetapi orangtua sibuk. Merea ingin sekali diskusi dan curhat dengan ayah atau ibunya. Tapi cara bicara orangtua tidak asyik bahkan cenderung menjengkelkan. Mereka butuh orangtua yang enak diajak ngobrol dan jadi teman. Beberapa remaja berkata kepada kami, “Belum dengar papa mama bicara saja, muka mereka sudah tidak enak dilihat.” Mereka mengeluhkan bicara dengan orangtua sering tidak nyambung. Dalam keadaan seperti itulah mereka melarikan diri mencari kegiatan yang asyik. Ternyata mereka temukan dalam bermain games.

Di tengah dunia yang makin mekanistik, banyak anak yang kesepian. Mereka butuh hiburan. Inilah yang dimanfaatkan produsen games. Mereka menggelontorkan ribuan hingga jutaan games. Mulai lewat PC, FB, HP, I Touch, Game Boy, PS, Nintendo, dll. Games menjadi kegiatan alternatif yang menghibur bagi anak-anak. Mereka berhasil menghibur lewat dunia maya. Karena dunia nyata makin tidak nyaman, malah kadang menyakitkan, maka sebagian anak melarikan diri ke dunia maya.

Salah satu sahabat saya, Martin Elvis pernah meneliti di kalangan remaja tentang apa yang mereka inginkan dari orangtua. Dua jawaban tertinggi adalah: Bisa jadi tempat curhat dan ada waktu untuk lebih sering ngobrol.

Jika kita tidak memberikan komunikasi yang baik pada anak-anak dengan segenap waktu, tenaga dan pikiran kita, maka hal itu bisa diambil alih oleh media audio-visual. Sesungguhnya kita sedang berlomba dengan media.

Meski games sangat disukai anak-anak, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh games terhadap anak kita. Hanya kita yang bisa melakukannya. Pertama, tidak dapat menyebut atau memanggil nama anak kita dengan emosi, tidak mempunyai perhatian secara pribadi, anak kita dianggap sebagai kosumer. Kitalah pribadi yang bisa memanggil namanya, memperhatikan dia, menatap matanya, dan berkomunikasi secara pribadi dengan dia. Kedua, tidak dapat memangku anak kita atau memeluk anak kita. Ketiga, tidak bisa membacakan buku cerita sebelum tidur. Keempat, games juga tidak pernah bisa mendengarkan anak kita.

Bila Anak Kadung Kecanduan Games

Bila anak kadung kecanduan games, apa yang orangtua lakukan? Kecenderungan orangtua adalah mengeluhkan anaknya. Minta supaya anaknya dikonseling, minta agar anaknya berubah, dan lain sebagainya. Ini terbalik. Sesungguhnya, orangtualah yang perlu dikonseling. Orangtualah yang harus berubah terlebih dahulu. Jangan paksakan anak berhenti main atau mengurangi games terlebih dahulu. Tidak! Tetapi sementara anak belum bisa lepas dari games, orangtualah yang mengubah diri. Beberapa saran praktis:

Sediakan waktu dan kebersamaan dengan anak lebih banyak. Menemani anak di rumah. Jika Anda sangat sibuk, aturlah sedemikian rupa. Anggap saja anak Anda sedang “sakit” dan perlu ditemani.
Mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih enak dan nyambung dengan anak.
Berusaha memahami kebutuhan anak, termasuk bahasa anak. Menyelami games-games yang dimainkan supaya bisa menjadi pintu masuk Anda bicara dengan anak.
Rencanakan waktu untuk makan bersama dan rekreasi bersama. Ngobrol dengan remaja yang enak adalah saat situasi mereka juga enak, saat makan dan santai.
Jangan bicara apalagi dengan marah-marah kepada anak saat mereka sedang main games. Hal itu justru membuat mereka bertambah terluka. Berusaha bicara dengan menatap anak dengan kasih sayang.
Jika ibunya yang lebih nyambung, biar si ibu yang jadi juru bicara. Jika si ayah yang lebih tepat bicara, biar si ayah yang bicara dengan si anak. Jangan bicara saat anak sedang tidak suka Anda ajak bicara. Hanya menambah luka si anak.
Jika konflik makin tajam dan anak Anda sudah tidak mau mendengarkan Anda, maka pergilah menjumpai seorang konselor dan mediator keluarga agar ia menjembatani kembali komunikasi yang retak dan rusak. Konselor ahli tentunya punya cara untuk menyambung kembali tali komunikasi yang sudah putus.

Tidak Ada Jalan Yang Mudah

Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, ngobrol sudah enak, barulah orangtua bisa menyampaikan keinginannya. Disepakati bersama apa saja kegiatan yang juga mengasyikkan buat anak. Hobi apa saja yang bisa dikembangkan dan disalurkan supaya perhatian anak tidak melulu ke games. Mendengar aspirasi dan harapan anak kepada orangtua, dan sebagainya.

Kalau sudah kecanduan, maka tidak ada jalan yang mudah dan gampang. Kadang membuat kita menangis dan berjuang kembali merebut anak-anak kita. Sebagai orangtua kitalah yang perlu dengan rendah hati berubah. Supaya dengan perubahan kita, anak-anak berubah.
Source : Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi

5 Tips Menjauhkan Buah Hati Anda Dari Masalah

Apakah buah hati Anda yang selalu terlihat baik terlibat masalah? Apakah Anda kuatir dengan siapa ia bergaul? Berikut ini Anda akan menemukan 5 tips pengasuhan yang dapat membantu buah hati Anda menjauh dari masalah.

Seorang anak berusia 10 tahun yang bernama Joe dan adiknya yang berusia 8 tahun, Danny, berkelahi seperti anjing dan kucing. Sang kakak menggunakan otot sedangkan sang adik menggunakan kata-kata.

Tepat sesaat setelah Joe mengangkat tinjunya, Danny melihat gelang Joe yang bertuliskan huruf WWJD. Danny menunjuk gelang itu dan berteriak, “What Would Jesus Do?” Pertengkaran pun tertunda sesaat.

Apakah Anda mengkuatirkan anak-anak Anda yang berkelahi satu sama lain atau anak-anak di luar rumah yang membuat masalah dan merepotkan Anda, Anda tetap harus bertindak. Saya tahu bagaimana kuatirnya Anda. Berikut ini adalah kekuatiran seorang ibu yang mungkin memiliki kekuatiran yang sama dengan yang Anda alami.

Seorang ibu baru-baru ini meminta saya untuk memberikan tips pengasuhan bagaimana menjauhkan anaknya dari teman-temannya yang selalu membuat masalah.

“Anak saya yang berusia 6 tahun dan temannya membuat masalah di sekolah,” tulisnya. “Saya mencoba melakukan berbagai macam cara yang berbeda untuk memisahkan kedua anak ini. Saya bahkan meminta anak saya yang lain untuk memberitahu saya jika anak saya sedang bermain dengan anak itu. Tapi semua usaha itu sepertinya sia-sia.”

Berikut adalah tips pengasuhan untuk menjauhkan anak Anda dari masalah:

Tips #1 – Bicarakan dengan orangtua dari teman anak Anda. Cari tahu apakah mereka juga kuatir mengenai anak mereka yang bermasalah. Pastikan Anda melakukan hal ini dengan sopan. Hindari menyalahkan orangtua dari teman anak Anda. Pikirkan bersama-sama sebagai orangtua untuk menemukan solusi yang terbaik.

Tips #2 – Bicarakan hal ini dengan guru. Tanyakan kepada guru anak Anda sekiranya ada ide-ide yang dapat membantu. Jika semua pihak telah setuju, realisasikan ide tersebut menjadi tindakan.

Tips #3 – Berhati-hatilah dengan laporan anak Anda mengenai perilaku saudaranya kepada Anda. Hal ini dapat membuat keretakan di antara anak-anak Anda. Anak yang Anda mintai tolong untuk mengawasi saudaranya akan dibenci karena menjadi seorang pengadu.

Tips #4 – Dapatkan izin dari orangtua teman anak Anda untuk mendudukkan anak mereka dengan anak Anda dan ajak bicara bersama-sama. Buatlah grafik untuk masing-masing mereka. Pada bagian atas tulislah tujuan yang positif. Buatlah tujuan yang sama untuk masing-masing anak. Tujuan yang diberikan harus merupakan kebalikan dari semua masalah yang mereka lakukan selama ini. Berikan kepada mereka hadiah yang positif untuk hari-hari dimana mereka bertingkah laku baik dan dapatkan laporan yang positif dari guru.

Pastikan agar hadiah tersebut melibatkan Anda. Pertimbangkan untuk menghadiahi mereka membaca buku yang merupakan pilihan mereka sendiri, mengerjakan proyek seni yang mengasyikkan bersama-sama, bermain bola, dll. Saat mereka berperilaku lebih baik, berikan hadiah kepada mereka setiap 3-5 hari sampai mereka tidak memerlukannya lagi.

Tips #5 – Jika semua tips di atas tidak berhasil dan mereka berada di kelas yang sama, mintalah kepada kepala sekolah untuk menempatkan anak Anda di kelas yang berbeda. Sebagaimana Anda, banyak orangtua yang juga menghadapi masalah yang sama. Semoga tips ini dapat membantu.

Membesarkan anak-anak memang tidaklah mudah. Ketika teman bermain anak Anda membawanya ke dalam masalah, hal itu membuat pengasuhan menjadi jauh lebih sulit. Terkadang Anda harus tetap menahan emosi Anda dan meminta bantuan dari para guru, pendeta dan orangtua lainnya. Jika Anda meminta bantuan dengan penuh respek, Anda akan menemukan solusi yang dibutuhkan. Dan satu hal lagi, Anda akan tahu apa yang harus Anda lakukan.
Source : saidaonline

Membawa Semangat Paskah Ke Rumah

Di rumah, kami membaca kisah-kisah Paskah pada malam Jumat selama Prapaskah. Di saat itu, setiap anggota keluarga akan diminta untuk melihat peristiwa tersebut melalui mata seorang karakter yang berbeda-beda dalam peristiwa tersebut. Melakukan hal ini akan menggali pola pikir kami dalam memandang dan memaknai Paskah.

Siapa yang Anda bayangkan di dalam pikiran Anda ketika Anda memikirkan kesengsaraan Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya? Apakah Anda mencoba untuk membayangkan diri Anda saat menempati diri sebagai para rasul? Dapatkah Anda menghadapi saat-saat pencobaan ketika Anda menolak Yesus seperti yang dilakukan Petrus? Dapatkah Anda menghadapi saat penyangkalan dan pengkhianatan yang Anda lakukan membuat Anda merasa sangat bingung, seperti Yudas, Anda percaya bahwa Yesus tidak akan mengampuni kesalahan Anda? Dapatkah Anda melihat diri Anda memerankan Pontius Pilatus, yang memiliki kuasa untuk membantu seseorang yang dituduh bersalah, namun memutuskan untuk mencuci tangannya dari masalah?

Itulah pertanyaan yang kami tanyakan pada diri kami masing-masing sebagaimana kami memeriksa segala tindakan kami sepanjang tahun lalu dan mempertimbangkan bagaimana karakter-karakter tersebut menyerupai peran yang sesekali kami jalankan. Setelah setiap anggota keluarga telah memiliki giliran untuk berbagi, bersama-sama kami membaca kata-kata pengampunan yang Yesus ucapkan sesaat sebelum IA mati di kayu salib. Cara-cara seperti ini benar-benar memberikan dampak yang sangat baik bagi anak-anak untuk memaknai Paskah secara lebih mendalam.

Jka Anda sedang mencari-cari kegiatan keluarga selama masa Prapaskah, pertimbangkanlah cara ini untuk membaca dan merenungkan kisah hebat dari kasih Tuhan yang meluap-luap bagi kita. Cara apalagi yang lebih baik untuk mempersiapkan Paskah?
Source : wau.org

Menjelaskan Kebangkitan Yesus Kepada Anak-anak

Setiap tahun saat Paskah tiba, tibalah saatnya untuk membicarakan kebangkitan kepada anak-anak Anda. Menjelaskan kebangkitan Yesus berarti Anda juga perlu menjelaskan mengenai penyaliban yang mungkin menantang, khususnya bila Anda memiliki anak-anak yang masih kecil. Langkah-langkah berikut ini akan memberi Anda beberapa ide tentang bagaimana menceritakan cerita Paskah kepada anak-anak sehingga mereka mengerti pentingnya Paskah.

1. Jelaskan penyaliban tanpa memberikan detail yang mengerikan, khususnya bila anak-anak Anda masih terlalu kecil.

2. Berikan jawaban yang benar atas pertanyaan anak-anak mengenai penyaliban. Gunakan penilaian Anda sendiri mengenai detail yang Anda pilih untuk diceritakan kepada mereka sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

3. Tekankan aspek positif dari kematian Kristus. Sampaikan kepada mereka bahwa dengan mati di kayu salib, Yesus menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita sehingga kita bisa berada di surga.

4. Fokuskan pada bagian yang memberikan harapan dari cerita itu, yaitu pada bagian kebangkitan. Jelaskan kepada mereka bahwa adalah suatu mukjizat bila Yesus bangkit dari kematian dan naik ke surga.

5. Gunakan buku-buku tentang Paskah dan video-video yang dirancang bagi anak-anak untuk membantu Anda menjelaskan penyaliban dan kebangkitan. Tontonlah video itu atau bacalah buku-buku Paskah sebelum menunjukkannya kepada anak-anak Anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Anda nyaman dengan cara penyampaian yang digunakan oleh buku atau video itu.

6. Belilah satu set "telur kebangkitan" sebagai alat bantu Anda dalam menjelaskannya. Setiap telur berisi satu bagian yang menyimbolkan perjalanan Yesus pada waktu Paskah sehingga anak-anak bisa belajar tentang penyaliban dan kebangkitan dalam cara yang menarik dan menyenangkan. (t/Ratri)

Menjelaskan Makna Paskah Kepada Buah Hati Anda

Menjelaskan Natal kepada anak-anak jauh lebih mudah – bayi, domba, malaikat, bintang-bintang. Semua hal itu menggambarkan cinta dan hadiah: hal-hal yang dapat dihubungkan dengan buah hati Anda. Tentu saja ada bagian mengerikan dimana Herodes membunuh bayi laki-laki, namun itu bukan bagian penting dari kisah Natal dan Anda bisa melewatkan bagian itu jika Anda ingin.

Paskah, di sisi lain, jauh lebih keras. Anda memiliki sukacita dan merayakan Minggu Palem dan bahkan sukacita dan perayaan Paskah yang lebih besar satu minggu kemudian. Namun di antara kisah itu, ada pengkhianatan, penolakan, penyiksaan, rasa sakit yang amat sangat dan kematian. Bagaimana Anda menjelaskan semua ini kepada anak-anak?

Insting pertama Anda mungkin melewati semua kisah sedih itu, untuk menceritakan langsung ke Minggu Paskah tanpa menyinggung soal penyaliban yang menyakitkan. Meskipun pilihan ini menggoda, namun bukan pilihan yang terbaik bagi anak-anak Anda. Anda tidak dapat mengalami sukacita Paskah yang sesungguhnya tanpa terlebih dahulu merenungkan rasa sakit dan kesedihan yang terjadi di hari Jumat. Jika Anda melewati bagian penyaliban, buah hati Anda akan menanggapi Paskah dengan sikap, “Jadi untuk apa semua kesedihan ini?”

Mencoba membuat anak Anda memahami salib tidak berarti Anda harus menyewa film The Passion agar anak Anda menontonya. Ada banyak buku dan video Paskah yang dapat Anda gunakan sebagai titik awal membagikan iman Paskah kepada buah hati Anda sesuai dengan usianya. Pertama-tama tinjau kembali buku dan video tersebut untuk memastikan:

* Buku dan video tersebut sesuai dengan keyakinan Anda
* Tidak menonjolkan kekerasan
* Menceritakan kebangkitan Yesus sesudah kematian-Nya

Anda tidak ingin menceritakan kematian Yesus tanpa menceritakan kebangkitan-Nya juga.

Berikut adalah beberapa aktivitas lain yang dapat Anda gunakan untuk menjelaskan Paskah kepada buah hati Anda:

Membuat Telur Kebangkitan

Anda dapat membeli satu set telur kebangkitan atau Anda dapat membuatnya sendiri. Untuk membuat sendiri telur tersebut, beri label pada ke-12 telur plastik dengan nomor 1 sampai 12 dan isi masing-masing telur dengan benda-benda di bawah ini:

* Telur 1 – sehelai bulu untuk mewakili Yesus naik keledai ke Yerusalem.
* Telur 2 – sebuah cracker untuk melambangkan Perjamuan Makan Terakhir.
* Telur 3 – sepotong sabun, melambangkan Yesus yang membasuh kaki para murid.
* Telur 4 – 30 uang receh untuk melambangkan 30 keping perak yang diterima Yudas untuk mengkhianati Yesus.
* Telur 5 – bulu ayam untuk mewakili ayam yang berkokok tiga kali.
* Telur 6 – duri, melambangkan mahkota duri yang diletakkan di kepala Yesus.
* Telur 7 – sebuah dadu untuk menggambarkan jubah Yesus yang diundi di antara para serdadu Romawi.
* Telur 8 – sebuah salib kayu kecil atau sebuah paku untuk mewakili kematian Yesus di kayu salib.
* Telur 9 – sepotong kertas hitam untuk melambangkan kegelapan yang menutupi bumi.
* Telur 10 – sepotong kain untuk melambangkan kain dimana Yusuf membungkus tubuh Yesus.
* Telur 11 – sebutir batu untuk melambangkan batu makam yang menyegel makam Yesus.
* Telur 12 – biarkan telur kosong untuk melambangkan kebangkitan Yesus.

Anda dapat membuka satu telur dalam sehari selama 12 hari sebelum Paskah atau membuka beberapa telur dalam setiap minggu pra Paskah. Akan memberi makna yang berarti jika Anda dapat membuka telur ke-11 di hari Jumat Agung dan telur ke-12 pada hari Paskah. Saat Anda membuka telur, ceritakan mengenai kisah yang mewakili setiap item.

Membersihkan Koin

Buah hati Anda mungkin memiliki kesulitan untuk memahami bahwa Yesus mati bagi dosa-dosa mereka. Pertama-tama, Anda mungkin perlu menjelaskan kepada mereka bahwa dosa adalah segala sesuatu yang kita lakukan yang membuat kita tidak bisa berteman dengan Tuhan. Keluarkan beberapa koin kotor dan beritahu kepada mereka bahwa kotoran pada koin tersebut menggambarkan dosa mereka. Kemudian campurkan ¼ cangkir cuka putih dan 1 sendok teh garam. Masukkan koin dalam campuran cuka selama sekitar 5 menit. Saat Anda mengeluarkannya, koin-koin tersebut akan mengkilap dan terlihat sangat bersih! Jelaskan bahwa Yesus membuat kita mengkilat dan bersih juga.

Mengamati Minggu Pra Paskah

Gereja Anda mungkin tidak terlalu memperingati Minggu pra Paskah, yaitu 40 hari sebelum Paskah (tidak termasuk hari Minggu). Meskipun demikian, keluarga Anda dapat tetap melakukan hal ini di rumah. Pra Paskah dapat menjadi waktu untuk berpikir tentang Tuhan dan bagaimana kita dapat bertumbuh lebih dekat kepada Tuhan. Banyak orang yang memberikan sesuatu selama masa pra Paskah, seperti makanan penutup khusus maupun minuman bersoda; yang lain menambahkan sesuatu pada masa puasa, seperti waktu doa tambahan dan belajar Alkitab. Mungkin keluarga Anda bisa menambahkan renungan pra Paskah pada rutinitas mingguan maupun malam harian Anda.

Menjawab Pertanyaan Dengan Jujur

Buah hati Anda akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit seperti “Mengapa Yesus harus mati?” dan “Mengapa Tuhan tidak menolongnya?” Berikan jawaban terbaik yang Anda bisa – karena mungkin terkadang Anda sendiri menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sama! Akui bahwa Anda juga tidak memahami hal itu sepenuhnya, namun jelaskan sebaik yang Anda bisa bahwa Yesus mati bagi kita karena itu adalah rencana Tuhan. Pertanyaan seperti itu merupakan sebuah tanda bahwa buah hati Anda sedang bertumbuh secara iman dan ingin memahami hal itu secara pribadi, tidak hanya menerima mentah-mentah apa yang mereka dengar dari Sekolah Minggu. Bersukacitalah untuk hal itu!

Tetap Berikan Penekanan Pada Yesus

Paskah di pagi hari dengan mudah dapat mengalihkan kita dari makna kebangkitan Yesus dengan kemeriahan mencari telur Paskah. Tetap berfokus pada Yesus, bukan pada perayaannya.
Source : more4kids.info

Andai Kamu Adalah Bapakku

Seorang anak berusia sekitar 10 tahunan duduk di sudut ruang. Wajahnya muram dan kotor. Tatapan matanya kosong. Kakinya yang kurus ditekuk untuk menutupi dadanya. Bajunya kumal entah sudah berapa lama tidak dicuci. Dia tidak berbicara satu katapun meski semua temannya ribut berbicara. Tidak ada senyum di bibirnya meski anak yang lain tertawa keras. Dia hanya menatapku tanpa ekspresi. Matanya yang berkedip dan gerakan bahunya ketika bernafas menunjukkan bahwa dia bukan sebuah patung. Sesaat aku tidak memperhatikan keadaannya. Aku berpikir dia anak baru, sehingga masih asing dengan situasi di rumah ini. Tapi setelah beberapa lama aku mulai heran. Mengapa dia dapat duduk tanpa ekspresi seperti itu?

Aku duduk di sebelahnya. Sambil menyapanya kutepuk-tepuk bahunya. Dia menatap dengan sorot mata marah. Aku terkejut dan menghentikan lenganku. Sesaat kami hanya saling menatap. Dia lalu berdiri keluar ruangan. Jalannya agak pincang. Setelah beberapa saat aku keluar berusaha menyapa lagi anak itu. Dia duduk di dekat pintu pagar dengan posisi seperti semula. Kusapa sekali lagi dan kuajak ke warung untuk beli makanan dan minuman. Sambil berjalan aku berusaha untuk berbicara padanya, meski jawabannya tidak lebih dari satu kata. Ketika duduk di warung pun aku berusaha bercerita tentang apa saja. Tentang perjuangan hidup, ketabahan, kesabaran dan entah apa lagi yang melintas di pikiranku. Aku hanya ingin berbicara untuk membangun relasi.

Tiba-tiba dia menggenggam lenganku. Matanya berkaca-kaca. Nafasnya berpacu. Ada gumpalan dalam dada yang hendak meletus. Aku mengajaknya menyingkir dari warung yang penuh dengan orang. Lenganku kulingkarkan di bahunya. Kami berjalan dalam diam. Dia tiba-tiba berkata dengan suara parau menahan tangis. “Andaikan sampean adalah bapakku.” Akhirnya dia berbicara lebih dari satu kata. Kami terus berjalan dalam diam. Sesaat kemudian aku mengajaknya duduk di trotoar. Dia menangis tertahan. Aku hanya diam menunggu sambil tetap memeluknya. Dia lalu bercerita hidupnya yang penuh penderitaan. Kakinya menjadi cacat karena dipukuli oleh bapaknya pakai ikat pinggang dan terkena kepala ikat pinggang yang terbuat dari besi. Tulang pahanya patah dan tidak pernah diobati sehingga dia menjadi cacat. Setelah mampu berjalan dia minggat dari rumah dan menggelandang di kota ini sampai bertemu teman-teman.

Mendengar semua ceritanya aku menjadi tertegun. Bagaimana mungkin seorang bapak dapat menyiksa anaknya yang masih kecil sedemikian rupa sehingga mengalami cacat permanen? Dia ada di dunia bukan keinginannya, tetapi sebagai buah cinta dari orang tuanya. Bila memang orang tua tidak menghendaki anak, maka seharusnya mereka memakai alat kontrasepsi sebelum melakukan hubungan seksual. Bila mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi maka mereka harus bertanggungjawab terhadap anak mereka. Tanggungjawab terbesar dari orang tua adalah mengasihi anaknya dengan sepenuh hati, jiwa dan raganya. Bukan hanya memberi makan dan fasilitas saja. Saat ini semakin banyak orang tua yang tidak bertanggungjawab terhadap anaknya. Mereka merusak anak-anaknya sendiri dengan sikap hidupnya yang kasar dan keras.

Anak adalah “ciptaan” orang tua. Dia ada karena orang tua ingin menciptakan mereka. Dalam ajaran Katolik seks adalah ungkapan cinta yang terdalam dari perempuan dan lelaki yang bertujuan untuk prokreasi bukan hanya sekedar rekreasi. Memang tidak semua ciptaan dapat sesuai dengan yang diharapkan, tapi bagaimanapun juga mereka buah dari kasih suami istri. Teman kecilku ini menjadi salah satu dari ribuan anak yang tidak diharapkan oleh orang tuanya, sehingga diperlakukan sewenang-wenang. Bila kita merasa terhina dan marah bila ciptaan kita dihina orang lain tapi mengapa orang tua dapat tidak menghargai ciptaan yang diciptakannya sendiri? Anak bukan ciptaan yang terpisah seperti lukisan yang terpisah dari pelukisnya. Di dalam diri anak ada sebagian diri orang tuanya. Maka menghina anak berarti orang menghina dirinya sendiri. Tapi kasih yang tulus dan pengayoman memang menjadi impian dan sesuatu yang sangat mahal bagi banyak anak pada jaman ini.

10 HAL BAHAN EVALUASI BAGI ORANG TUA

Salah satu ketakutan anak-anak masa kini dari orangtua mereka adalah menjadikan urusan anak sebagai pekerjaan sewaktu-waktu atau nomor dua dan bukan yang utama.

Saat ini semakin jarang orangtua yang mau menghabiskan waktunya bersama-sama keluarga sebagai akibat kesibukan pekerjaan. Akibatnya kita seringkali terfokus pada perilaku anak-anak dan tidak pada perilaku yang kita miliki. Mengapa tidak melihat perilaku Anda dari persfektif anak-anak?

Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 100.000 anak-anak di ibukota, apa yang mereka paling inginkan dari orangtua mereka? Berikut 10 jawaban yang dapat dijadikan evaluasi bagi para orangtua:

1. Anak-anak ingin orangtua mereka tidak bertengkar di depan mereka
. Anak-anak cenderung melakukan apa yang orangtuanya lakukan, tidak pada apa yang mereka katakan. Bagaimana Anda mengatasi perbedaan ini?

Apakah Anda tidak setuju melihat pertengkaran anak Anda? menyerang orang lain atau mempertahankan diri sendiri? Hati-hati apabila orangtua melakukannya, kemudian anak-anak akan belajar bagaimana mengatur marah dan menyelesaikan konflik dengan cara yang orangtua contohkan.

2. Anak-anak ingin orangtua memperlakukan setiap anggota keluarga sama
. Memperlakukan anak sama bukan berarti memperlakukan mereka sama rata. Setiap anak memiliki keunikan dan masing-masing membutuhkan kasih sayang dan pengertian yang sama. Evaluasi hubungan orangtua dengan setiap anak.

3. Orangtua yang jujur
. Pernahkah Anda para orangtua mengatakan sesuatu yang tidak jujur pada anak-anak? Orangtua mungkin tidak menyadari apa yang ia tengah contohkan pada anak-anaknya. Apakah orangtua mengatakan apa yang ia maksud adalah apa yang ia katakan?

4. Orangtua yang toleran pada orang lain
. Ketika orangtua toleran pada orang lain, anak-anak akan belajar sabar dengan siapa aja yang berbeda dengan mereka. Dalam cara apa orang memberi contoh toleransi pada anak?

5. Orangtua yang ramah pada teman-teman mereka ketika berkunjung ke rumah
. Jika kelompok teman dekat anak Anda sering berkunjung ke rumah, kemudian orangtua akan tahu dimana anak-anak berada selain berada di rumah dan sekolah. Pererat kebijakan pintu terbuka dan mengenal teman-teman mereka.

6. Orangtua yang membangun semangat bersama dengan anak-anak
. Ketika anak-anak masuk dalam usia remaja, orangtua yang memperat semangat bersama akan memiliki pengaruh lebih besar pada anak mereka.

7. Orangtua yang mau menjawab pertanyaan anak
. Pernahkah orangtua merasa bersalah ketika mengatakan, "Sekarang papa/mama sibuk, kita bicaranya nanti saja." Kemudian hal itu malah tidak pernah terjadi. Sisihkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak dan ketika orangtua tidak mengetahui jawaban, akui dan tawarkan untuk mencari jawabannya.

8. Orangtua yang menanamkan disiplin ketika dibutuhkan tetapi tidak di hadapan orang lain
. Jangan menanamkan disiplin di hadapan orang lain terutama di depan teman-temannya. Anak-anak menginginkan batasan tetapi jarang orangtua yang mau mengerti. Orangtua sebenarnya harus tahu kapan dan dimana menanamkan disiplin yang tepat.

9. Orangtua yang konsentrasi pada kelebihan dan kebaikan anaknya daripada kekurangannya
. Lihat anak-anak sebagai potongan gambar puzzle yang tidak komplit dan konsentrasi untuk menggabungkan potongan puzzle menjadi gambar yang indah daripada menghilangakn potongan gambar tersebut. Buat daftar kelebihan-kelebihan anak Anda dan cari waktu yang tepat untuk menunjukkannya pada mereka.

10. Orangtua yang konsisten
. Orangtua seringkali tidak konsisten tetapi berusahalah untuk konsisten. Keadaan tidak konsisten dapat merusak anak-anak. Anak-anak harus tahu cinta dan batasan Anda konsisten sehingga akan muncul rasa percaya pada orangtua.


Source : parenting.com
 →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by Cerita Langit