10 Tradisi Perayaan Paskah di Penjuru Dunia

Paskah identik dengan telur dan kelinci. Namun ternyata, berbagai penjuru dunia memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam merayakan hari suci umat Kristiani ini.

Argentina

Minggu Paskah di Argentina dirayakan dengan mengonsumsi telur paskah serta berbagi kue khas perayaan ini yaitu Rosca de Pacua. Menurut tradisi Argentina, bertukar telur tidak hanya harus dilakukan oleh keluarga, namun juga bersama teman dan kolega lainnya dengan acara puncak makan bersama keluarga besar. Argentina merayakan hari kebangkitan Kristus dengan acara barbekyu serta berburu harta karun yang diselenggarakan pemerintah di kota-kota besar negara ini.

Yunani

Gereja Ortodoks Yunani mengikuti kalender Bizantium, jadi tahun ini Minggu Paskah jatuh pada 15 April. Di Athena, Jumat Agung menandai acara utama pertama di mana replika makam Kristus dibawa melalui kota.

Malamnya, penduduk kota berduyun-duyun datang ke gereja saat tengah malam dengan membawa lilin, menyalakan kembang api, dan membunyikan lonceng tanda gembira. Tradisi telur paskah di Yunani cukup unik, Mereka akan saling mengetuk telur dengan telur lain milik tetangganya dan memecahkannya agar membawa keberuntungan.

Libanon

Di Libanon, saat Paskah Anda akan melihat jalan-jalan dan restoran dipenuhi dengan hiasan dan
dekorasi Paskah, seperti cokelat berbentuk kelinci, telur berwarna-warni, dan anak ayam. Hidangan Paskah di Lebanon adalah domba, telur, serta permen khas yang disebut Maamoul.

Skotlandia

Paskah di Skotlandia adalah saatnya bersantai dan menghias telur. Warga Skotlandia akan merebus telur kemudian mengecat kulitnya dengan berbagai warna, membawanya ke atas bukit saat Minggu Paskah, kemudian menggulingkannya ke lereng bukit.

Seville, Spanyol

Sevilla di Andalucia adalah wilayah Spanyol yang paling terkenal untuk perayaan Paskah. Seville meiliki 52 persaudaraan keagamaan yang berbeda dan gemar berparade di jalanan untuk merayakan pekan penyaliban. Prosesi ini berlangsung selama 24 jam yang puncak acaranya adalah perayaan kebangkitan dengan menari-nari di jalanan, melempar bunga, serta memakan kue manis tradisional Seville.

Swedia

Perayaan paskah di Swedia dimulai pada Sabtu, di mana anak-anak akan berdandan sebagai penyihir yang memberikan surat dan kartu kepada orangtua yang telah memberikan mereka telur dan permen di hari sebelumnya. Sementara pada Minggu, mereka akan melakukan acara makan bersama dimana sebagian besar makanannya terbuat dari ikan dan keju.

Prancis

Lonceng gereja di Prancis berbunyi setiap hari sepanjang tahun, kecuali pada tiga hari Paskah. Legenda mengatakan alasan lonceng berhenti berbunyi karena mereka telah melakukan perjalanan ke Roma untuk diberkati.

Saat Minggu Paskah, lonceng akan kembali ke Prancis dan mereka akan menyebarkan cokelat, ayam, dan kelinci ke seluruh kebun. Saat tengah hari, anak-anak akan mencari telur dan coklat yang disembunyikan bersama dengan lonceng tersebut.

Jerman

Keranjang Paskah adalah tradisi utama di Jerman di mana setiap anak menerima keranjang yang berisi tidak hanya telur dan coklat, tetapi juga mainan dan hadiah lainnya. Keranjang ini disembunyikan oleh para orangtua di kebun belakang rumah mereka dan anak-anak akan mencarinya selepas dari gereja pada Minggu Paskah.

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, saat Paskah warganya akan berdandan dengan baju terbaiknya kemudian pergi ke gereja. Paskah di Amerika didominasi oleh permen dan cokelat. Bahkan di Washington DC, sejak 1878 ada tradisi bahwa gedung putih akan membuka halamannya yang telah dipenuhi telur-telur paskah berisi cokelat dan boleh diambil oleh anak-anak.

Mesir

Pada Minggu Paskah, gereja-gereja di Mesir dihiasi dengan bunga dan pohon palem. Selepas berdoa di gereja anak-anak akan diberi daun palem yang diberkati dengan air suci. Minggu Paskah dihabiskan mengunjungi teman dan kerabat, juga ada makan malam Paskah khusus di sore hari.

(Reuters)

Tim Tebow Bagi Berkat di Ibadah Paskah

Atlet football Amerika Serikat Tim Tebow rayakan Paskah bersama dengan 15.000 jemaat Celebration Church, Austin, Texas, Minggu (8/4).

Pria yang terkenal karena religiusitasnya itu hadir sebagai salah seorang undangan dari gereja tersebut. Namun, seperti biasa, keberadaan Tebow di satu ibadah bukan sekedar menikmati acara yang disuguhkan sang tuan rumah, tetapi juga membagikan sesuatu kepada setiap yang hadir.

Dengan dipandu oleh gembala sidang Celebration Church, Pendeta Joe Champion, Tebow pun menceritakan mengenai kepemimpinan, football, dan doa-doa yang selama ini ia lakukan sebelum dan seusai bertanding.

Dalam satu pernyataannya, pria 24 tahun ini menegaskan bahwa bukanlah menjadi persoalan jika ada seseorang yang mengekspresikan imannya secara terbuka.

Terkait dengan tindakan berdoa sambil berlutut yang selama ini lakukan, ia mengatakan bahwa itu bukanlah sesuatu yang baru di lapangan football AS. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya bukanlah atlet pertama yang menunjukkan hal seperti itu.

Adalah sebuah kebanggaan jika kita mendapatkan kesempatan untuk berbicara tentang Tuhan Yesus kepada orang lain. Ini merupakan waktu yang langka, yang mungkin tidak akan pernah datang kedua kalinya. Jadi, setiap kali Anda ditawarkan atau melihat ada peluang untuk bersaksi, ambillah itu karena saat Anda melakukannya Anda sedang mengagungkan Raja di atas segala raja.

(cbn)

Argentina Hadirkan Telur Paskah Terbesar Di Dunia

Argentina merayakan Paskah dengan mencetak rekor dunia dan masuk dalam Guinness Records baru-baru ini. Chocolatier atau ahli pembuat coklat Diego Ferrari dengan bantuan beberapa koki pastry yang dipimpin oleh Hugo Sosa berhasil membuat telur coklat Paskah terbesar di dunia.

Telur yang terbuat dari bahan coklat ini memiliki berat lebih dari empat ton, serta memiliki tinggi dan luas 4,8 dan 8,2 meter. Telur coklat ini bahkan disebut-sebut telah mengalahkan rekor terbesar di dunia yang sebelumnya dipegang oleh Belgia dengan tinggi sekitar 8,32 meter.

Telur Paskah ini diresmikan di depan kerumunan penggemar coklat di Argentina dalam Festival Coklat di Bariloche. Dua puluh tujuh toko roti bekerja keras selama dua minggu penuh untuk membuat coklat raksasa ini.

Ratusan pecinta coklat berkumpul di pusat kota untuk mencicipi ramuan raksasa dari 4.000 kilogram coklat itu. Saking besarnya telur coklat ini, pembagian coklat kepda para pengunjung pun harus menggunakan crane.

Walikotra San Carlos de Bariloche, Omar Goye, juga hadir di festival ketika telur Paskah tersebut disahkan sebagai yang terbesar di dunia oleh Guinness Records.

Telur Paskah ini dipamerkan dalam Festival Coklat yang berlangsung sejak 3 Maret silam. Festival ini telah memikat banyak chocolatiers dan pecinta coklat di wilayah tersebut sejak diadakan pertama kali tahun 1969 silam.

Beragam keunikan perayaan Paskah di berbagai belahan dunia terus ini senantiasa mengingatkan bagaimana sesungguhnya kematian dan kebangkitan Kristus telah menginspirasi segenap penduduk planet ini.


Sumber : liputan6

Nenek ini Ciptakan Telur Paskah Paling Unik

Telur Ciptaan Marie Long
Kreativitas seseorang dalam mengenang sebuah peristiwa, terbukti dapat melahirkan karya luarbiasa yang mengundang decak kagum siapapun yang melihatnya. Semangat hari Paskah inilah yang membuat seorang nenek berumur 88 tahun menciptakan ratusan telur paskah unik yang bernilai tinggi.

Nenek tersebut adalah Marie Long yang berdomisili di Loveland, Denver Amerika Serikat. Jika Anda berkesempatan mengunjungi rumahnya, Anda akan terkesima oleh sebuah pohon disudut ruangan yang digantungi ratusan telur paskah berornamen dengan pita dan mutiara, berisi miniatur suasana musim semi.

Marie telah membuat telur paskah tersebut di sebuah meja diruang tamu sejak 50 tahun yang lalu. Alat-alatnya pun sangat sederhana, yaitu gunting kecil dan pemecah es. Dengan alat itu, dirinya mengosongkan telur, dari kulit putih dan kuning telur, kemudian memperkuat bagian dalamnya dengan lapisan lem. Setelahnya dirinya menyusun sebuah pemandangan didalam telur menggunakan kerang, bulu, bunga, kerikil keramik yang berhasil didapatkannya di pegunungan ataupun pantai.

Marie mengatakan bahwa dirinya tidak mengingat hal apa yang medorong dirinya untuk membuat ornamen telur paskah pertamanya pada 1965. dia hanya mengingat bahwa untuk menyelesaikan telur itu dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Sejak tahun pertamanya itu dirinya mengakui telah menciptakan 500 telur, termasuk sejumlah besar telur yang diberikan kepada kerabat dan temannya. “Semuanya memiliki kenangan tertentu,” ungkap Marie terhadap setiap telur yang dirinya buat.

Karena kreativitas yang tidak biasa ini, Marie mengakui bahwa para kerabat dan tetangganya selalu memberikan telur ayam ataupun angsa yang bentuknya tidak biasa, untuk dihias oleh dirinya. Dirinya juga sering mengunjungi toko grosir hanya untuk membeli sekaligus memilih telur yang mempunyai tekstur tertentu.

Meskipun phon berisi ornamen telu paskahnya itu belum pernah dipublikasikan kepada masyarakat, namun sudah banyak yang mengunjungi rumahnya dan mengagumi pemandangan yang sering disebut bernuansa dunia dongeng itu. “Banyak tetangga datang dan menghabiskan beberapa jam hanya untuk melihat-lihat telur itu. Saya rasa mereka terpesona,” ungkap Marie.

Paskah memiliki pesan tersendiri bagi setiap orang untuk mengenang perngorban Tuhan Yesus di kayu salib. Wujud persembahan yang dapat dilakukan untuk mengenangnya adalah melakukan kreativitas yang dapat membuat orang kembali menyadari arti pengorbanan untuk kehidupan yang baru.

(denverpost)

Artinya Warna Telor Paskah

Warna Merah: melambangkan Darah-Nya Yesus 1 Petrus 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat

Warna Biru: melambangkan awan biru - sorga: Kisah 1:11 mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga

Warna Hijau: melambangkan warna Daun Yohanes 12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"

Warna Perak/silver : melambangkan uang perak Yudas Matius 26:15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

Warna Cokelat: melambangkan warna kayu salib 1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di Kayu Salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Warna Hitam: melambangkan warna Paku Yohanes 20:25 Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Warna Ungu: melambangkan warna Jubah-Nya Yesus: Yohanes 19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit,dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

Warna Merah tua: melambangkan warna Angggur Markus 15:36 Seorang dari mereka cepat-cepat pergi mengambil bunga karang, lalu mencelupkannya ke dalam anggur asam. Kemudian bunga karang itu dicucukkannya pada ujung sebatang kayu, lalu diulurkannya ke bibir Yesus, sambil berkata, "Tunggu, mari kita lihat apakah Elia datang menurunkan Dia dari salib itu."

Warna Abu-abu: melambangkan warna Batu penutup kuburan Markus 16:3 Di tengah jalan mereka berkata satu sama lain, "Siapakah yang dapat menolong kita menggeserkan batu penutup pada lubang kubur?" Sebab batu itu besar sekali. Tetapi setibanya di situ mereka melihat batu itu sudah terguling.

Warna Putih: melambangkan warna kain kafan Yohanes 4:13-14 Kedua orang itu mengambil jenazah Yesus lalu membungkusnya dengan kain kafan bersama-sama dengan ramuan wangi itu menurut adat penguburan orang Yahudi.

Darah Domba Allah Menebus Hidup Kita

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. ” 1 Pet 2:24

Peristiwa Paskah pertama kali muncul di Perjanjian Lama. Pada saat itu Tuhan meminta bangsa Israel untuk membubuhkan darah anak domba pada kedua tiang pintu dan ambang pintu rumah mereka (Kel 12:7). Hal itu supaya anak sulung mereka dilalukan dari maut pada saat tulah ke sepuluh terjadi di tanah Mesir. Peristiwa ini disebut Passover, atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Paskah, yang berarti “dilalukan”.

Apa yang terjadi pada waktu itu merupakan nubuatan tentang Yesus Kristus yang turun ke dunia ini dengan tujuan menyelamatkan umat manusia. Yesus disebut dengan Anak domba Allah (Yoh 1:29,36; 1 Kor 5:7). Sama dengan peristiwa di atas, dimana darah anak domba dicurahkan untuk keselamatan anak sulung, darah Anak domba Allah juga harus tercurah agar setiap dosa umat manusia dapat dihapuskan (Yoh 3:16).

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” 1 Pet 1:18-19

Darah Kristus yang mahal telah menebus setiap dosa dan kesalahan kita. Marilah kita dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan di hadapanNya (Rom 12:1).

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Gal 2: 20

Penebusan yang mahal membuat kita harus benar-benar menyadari bahwa hidup kita bukanlah milik kita sendiri lagi. Apa yang kita miliki, semuanya adalah kepercayaan yang Tuhan berikan bagi kita. Oleh karena itu hidup kita beserta segala apa yang kita miliki harus benar-benar kita persembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan.

Apakah yang sudah kita persembahkan bagi Tuhan saat ini? Sudahkan kita mempersembahkan korban yang harum melalui hidup kita? Sudahkah keluarga kita mencerminkan kasih Tuhan di dalamnya? Sudahkah kita bekerja di dalam prinsip kebenaran firmanNya? Sudahkah kita menjadi saluran berkat melalui kekayaan yang Tuhan percayakan bagi kita? Sudahkah kita menanggalkan segala dosa yang membelenggu hidup kita?

Kalau kita bisa memiliki dan mendapatkan semua yang kita punya sekarang, itu bukanlah oleh karena kuat dan gagah kita. Tuhan bisa memberi dan mengambil semua yang ada (Ayb 1:21). Biarlah hidup yang kita hidupi sekarang dan apa yang kita miliki dapat kita pergunakan untuk mempermuliakan nama Tuhan, oleh karena DarahNya telah menebus segenap hidup kita.

“Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!

Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. ” Rom 6:9-18

Berat Kue Paskah Ini Kalahkan Bom Serpong

Semangat merayakan hari Paskah memang begitu terasa jika kita ikut melakukan atau mengikuti kegiatan untuk memperingati kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Usaha yang dilakukan para pembuat roti di Rusia tergolong unik, mereka membuat kue raksasa yang bahkan beratnya melebihi bom yang ditemukan di Serpong Tangerang sehari sebelum hari Paskah.

Kue kulich, kue dengan berat tiga ton ini menjadi kue khas Paskah di Rusia terbesar di dunia saat ini. Kulich merupakan kue berlapis yang dipanggang berdasarkan resep yang mirip dengan Panettone Italia. Kue ini menjadi bagian penting dari makan malam Paskah di Rusia, bersama dengan telur berwarna dan paskha - yang dibuat dari keju dicampur dengan kacang-kacangan serta manisan buah-buahan.

Pada tahun ini, hal itu diperingati oleh kaum Ortodoks Timur, Katolik, gereja-gereja Protestan dan Anglikan Rusia pada hari yang sama, yang kadang-kadang terjadi meskipun gereja-gereja menggunakan kalender yang berbeda. "Menurut panitia, kulich ini akan menjadi kulich terbesar di dunia. Yaitu berukuran dua puluh meter dan berat tiga metrik ton," kata pihak penyelenggara.

Jauh berbeda dengan kesembilan paket bom yang ditemukan di sepanjang pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara yang memiliki berat bervariasi dengan kisaran 10-15 kilogram per paket. Bom yang rencananya akan diledakkan pada saat perayaan Jumat Agung dalam rangkaian Paskah sekitar pukul 09.00 WIB.

Proses membuat kue dengan bom walau serupa namun tak sama, kue kulich dibuat dari adonan bahan ramuan pilihan dengan semangat sukacita menyambut paskah, berat tiga ton pun tidak mampu menggantikan sukacita paskah dari apapun. Sedangkan proses membuat bom juga dibuat dari “adonan ramuan” pilihan. Namun lebih berbahaya pengerjaannya, salah sedikit pembuatnya dapat mati terkena ledakannya.

Motivasi membuatnya pun bertujuan untuk merusak tatanan persatuan antar agama yang ada di Indonesia. Ketimbang sibuk memendam kebencian dengan merencanakan merakit bom, alangkah lebih baiknya berlomba membuat satu kegiatan positif yang dapat membantu kemaslahatan bangsa.

Source : Berbagai Sumber/DPT

Joe Castillo Menghadirkan Kisah Paskah Melalui Pasir

Pada usia muda Joe castillo menemukan bakat yang dimilikinya dalam bidang seni. Ketika ia menjadi orang Kristen, Castillo mulai menggunakan bakatnya untuk membagikan iman yang dimilikinya. Uniknya, Castillo menggunakan media yang sangat berbeda untuk membagikan kisah-kisahnya... ia menggunakan pasir.

Sebuah pemggambaran yang dramatis dari pemukulan, pengkhianatan dan penyaliban Kristus yang diiringi dengan musik yang kuat dari film Mel Gibson, “The Passion of the Christ”. Presentasi ini telah digunakan secara efektif dalam penginjilan maupun penjangkauan. Melalui pengaturan musiknya, kisah yang diceritakan melalui penggambaran pasir ini telah menginspirasi, menantang dan memotivasi orang lain dengan cara yang menawan.

Karya seni ini dilakukan oleh Joe Castillo. Dengan pengaturan cahaya dan iringan musik yang dramatis, ia menggambarkan peristiwa demi peristiwa melalui kanvas pasir dengan hasil penggambaran yang begitu menakjubkan. Tepuk tangan meriah sampai standing applause diterimanya dari para penonton yang menyaksikannya dari layar. Lebih dari sekedar menghibur, namun para penonton yang menyaksikan hasil karyanya akan pergi dengan penuh inspirasi dengan mengingat pesan yang disampaikan dengan cara yang takkan terlupakan.

Joe Castillo merupakan salah satu yang pertama dan utama dari artis “SandStory” (Kisah Pasir) di dunia saat ini untuk acara-acara gereja dan konferensi. SandStory merupakan salah satu bentuk seni yang paling menarik di abad 21 ini. Dengan menggabungkan cahaya dan pasir, gambar yang terbentuk akan direformasi dan terus berubah bentuk dengan gambar yang bercerita secara visual dengan sangat kuat.

Joe Castillo merupakan seorang seniman yang dikenal secara dunia internasional, sebagai penulis dan juga pembawa cerita. Castillo telah melakukan perjalanan ke empat belas negara, mempertontonkan karya seninya kepada para pemimpin dunia dan gereja di seluruh negeri.

Source : thegrablegroup.com

Inilah Cara Beberapa Warga Filipina Rayakan Paskah

Sudah menjadi berita umum bahwa dibeberapa negara ada warga yang melakukan perayaan paskah secara berlebihan dan cenderung mengerikan. Penyaliban dan cambuk adalah cara yang mereka pakai untuk memaknai arti Paskah. Namun apakah hal itu dapat dibenarkan?

Penduduk suatu desa di Filipina kembali menyelenggarakan suatu ritual yang cukup mengerikan, yaitu penyaliban massal. Acara itu berlangsung hari ini bertepatan dengan perayaan Jumat Agung. Merasakan penderitaan seperti yang pernah dialami Yesus adalah alasan utama mereka. Para peserta rela disalib di bawah terik panas matahari. Bahkan, mereka bersedia kaki dan tangan dipaku selama beberapa saat kendati harus menahan sakit.

Pemuka agama di negara yang mayoritasnya umat Katolik itu sebenarnya sudah lama menentang acara penyaliban missal itu. Namun, ritual itu tetap saja dilakukan setiap tahun oleh penduduk setempat karena kian memikat perhatian banyak turis lokal dan asing. Para peserta penyaliban didominasi oleh para pekerja dari strata bawah yang ingin menyatakan penebusan dan mengalami hadirat Tuhan. Ada pula yang mempunyai alasan agar penyakit dan keluarga mereka dapat disembuhkan dan diselamatkan.

Tentu saja tradisi itu tidak mendapat restu dari pimpinan gereja di Filipina. Konferensi Wali Gereja Katolik Filipina menilai bahwa ungkapan sejati para umat dalam memperingati masa Pra-Paskah adalah melakukan penyesalan dan pertobatan serta bertekad tidak lagi mengulang dosa lama, bukan dengan cara menyiksa diri melalui penyaliban. Selain itu dinilai bahwa acara aneh ini dilakukan dengan motif mendapatkan uang atau untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke daerah itu.

Source : Berbagai Sumber/DPT

Ketika Mahkota Duri Itu Dipakaikan Di Kepala Yesus

Mahkota duri adalah ranting berduri yang dianyam membentuk lingkaran dan ditaruh di atas kepala Yesus. Mahkota duri itu sengaja dibuat diameternya lebih kecil dari kepala Yesus sehingga menyebabkan luka dan rasa sakit yang amat sangat ketika mahkota itu dipakaikan. Duri-duri yang sepanjang 3-3.5 cm itu menusuk kepala Yesus. Markus 15:17-18 dikatakan, “Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan ditaruh di atas kepala-Nya.”

Mahkota duri dibuat dari semacam tumbuhan berduri yang durinya sangat tajam, beracun, dan menyebabkan pegal ketika tertusuk duri sehingga menyebabkan penderitaan yang tak tertahankan, apalagi dengan diameter yang lebih kecil dari kepala Yesus, membuat duri itu menusuk tajam dan dalam.

Apakah Anda tahu bagaimana mahkota duri itu dipakaikan ke kepala Yesus? Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa mahkota duri sering digambarkan bagian atasnya terbuka, namun aslinya tidak begitu. Aslinya, bagian atas tertutup seperti topi. Lalu bagaimana mereka memaksakan mahkota itu masuk ke dalam kepala Yesus? Mereka menggunakan sebuah buluh yang dipukulkan ke kepala Yesus untuk mencegah tangan mereka terluka terkena duri.

Pernahkah kita berpikir bahwa kitalah yang menjadi duri-duri yang ada pada mahkota itu? Kita merupakan ciptaan-Nya yang berharga dan serupa dengan-Nya, kita ada di pikiran dan hati Tuhan tapi kita terkadang malah ‘menusuk’ Tuhan tajam dengan perbuatan-perbuatan kita. Pernahkah kita berpikir, darah-Nya yang tercurah itu? Tentang rasa sakit yang harus Dia tanggung? Tuhan, kami tidak mau jadi duri terus menerus, tapi seperti bunga mawar, kami ingin memberikan keharuman dan keindahan buat-Mu dalam keadaan apapun hidup kami.

Source : wikipedia/lh3

Dengan Mati di Kayu Salib, Yesus Bertaruh Tinggi untuk Kita

Yesus diejek, ditampar, diludahi, ditendang, dicambuk dengan cemeti yang ujungnya ada paku yang tajam, serta harus memikul salib-Nya sendiri. Tubuh-Nya begitu lemah sehingga Ia tidak sanggup lagi membawa kayu salib itu. Seseorang bernama Simon dari Kirene itu membantu mengangkat salib Yesus. Sesudah berada di bukit Golgota, salib itu diturunkan dan dibaringkan di atas tanah, orang yang akan disalibkan dibaringkan juga. lalu kedua tangannya dipaku, juga kakinya.

Kemudian pelan-pelan salib itu diangkat naik dan tegak. Seluruh berat badan manusia sesuai gravitasi bumi akan tertarik turun ke bawah. Itu artinya, lubang di tangan semakin lebar, begitu juga kaki. Tekanan darah Yesus semakin rendah. Peredaran oksigen dalam tubuh juga semakin berkurang, getaran urat nadi semakin cepat dan pernafasan terpacu lebih cepat dan dalam. Sungguh sengsara. Apalagi tanpa obat bius.

Pertanyaannya, apa yang membedakan pengorbanan Yesus dengan orang-orang yang juga disalibkan lainnya? Memang kedua orang di samping kiri dan kanan Yesus disalibkan karena dosa mereka sendiri, tapi kenapa penyaliban kepada Yesus begitu berharga sampai dapat menyelamatkan kita dari hukuman kekal? Lalu perhatikan kata-kata di dalam ayat ini : Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut. Apakah itu berarti bahwa Yesus takut mati? Jika tidak, lalu mengapa ada ratap tangis dan keluhan untuk diselamatkan dari maut?

Itu karena Yesus menanggung suatu beban yang jauh melebihi kematian jasmani bagi kita. Saat Yesus berbicara tentang hal diselamatkan dari maut, Dia tidak sedang berbicara tentang kematian jasmani sama sekali. Dia tidak takut pada kematian jasmani. Buktinya? Jawabannya ada di Matius 10:28 “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Ketika Yesus mulai mengalami penderitaan-Nya, Dia tidak takut kematian jasmani, tapi hal yang Dia takuti adalah kematian rohani. Dia takut karena ‘dtinggalkan’ Allah secara rohani, makanya Dia sampai bertanya, “Eli, Eli, lama sabachthani” atau “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”. Meskipun begitu, Yesus tetap mempertaruhkan kesejahteraan kekal-Nya, kedaulatan-Nya sebagai Tuhan, dan kemuliaan-Nya untuk kita semua. Yesus ditinggalkan di kayu salib ketika Dia menanggung dosa-dosa kita.

Pikirkanlah baik-baik tentang apa yang telah Yesus tanggung bagi kita. Bukan hanya darah yang mengalir, kesakitan jasmani yang Dia tanggung, tapi pikirkanlah bagaimana Dia mempertaruhkan keberadaan-Nya yang kekal. Dan katakan, “Terima kasih Yesus, Engkau meninggalkan ke-Allah-anMu untuk diriku dan Engkau sampai ditinggalkan Allah Bapa. Tapi sekarang aku katakan pada-Mu Tuhan, aku mau setia pada-Mu dan mempercayai Engkau sepenuhnya.”

Source : berbagai sumber/lh3

Refleksi Obama Akan Kematian Dan Kebangkitan Kristus

Bagi Presiden Barack Obama, kebangkitan Yesus kristus membuat hal-hal tetap berada di dalam perspektif. Itulah refleksi Paskah Obama saat ia berbicara kepada para pemimpin Kristen pada hari Selasa pagi di Gedung Putih.

Obama melanjutan tradisi menjadi tuan rumah dalam Easter Prayer Breakfast – yang ingin dilakukannya menjadi event tahunan – selama Pekan Suci, salah satu saat paling sakral bagi orang kristen karena memperingati akan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

“Saya ingin menjadi tuan rumah sarapan doa ini untuk sebuah alasan sederhana – karena kesibukan kita, dengan banyaknya tugas yang menumpuk, selama masa ini, kita diingatkan bahwa ada sesuatu mengenai kebangkitan... dimana Juru Selamat kita, Yesus Kristus, menempatkan segala sesuatu di dalam perspektif,” ujar Obama dalam sambutannya.

Meskipun tidak dalam bentuk kebaktian, pertemuan singkat ini diadakan sehari setelah Obama mengunjungi komunitas Yahudi dalam rangka Paskah membuktikan resonansi yang ada di antara lebih dari 100 tamu.

Daftar tamu tahun ini termasuk beberapa pendeta gereja besar terkemuka seperti Uskup T.D. Jakes dari The Potter’s House, Tim Keller dari Redeemer Presbyterian Church, Andy Stanley dari North Point Community Church, Dave Gibbons dari NewSong Community Church, Mark Batterson dari National Community Church dan Joel Hunter dari Northland Church.

“Anda mungkin susah untuk percaya namun kami telah mengalami saat-saat kudus di Gedung Putih hari ini,” ujar Gibbons melalui tweeternya.

Di tengah kesibukan para pendeta dan pemimpin kelompok keagamaan yang hadir, Obama menawarkan prayer breakfast sebagai waktu untuk berkumpul dan saling dikuatkan saat mereka merefleksikan apa yang telah Yesus lakukan lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

"Kemenangan dari Minggu Palem, kerendah-hatian Tuhan Yesus saat membasuh kaki murid-murid-Nya. Perjuangannya saat mengangkat salib menaiki bukit, rasa sakit, segala cemooh dan rasa malu yang harus ditanggungnya saat disalib. Dan kami diingatkan bahwa pada saat itu, Ia menanggung seluruh dosa dunia – di masa lalu, saat ini maupun di masa depan – dan Ia memberikan kepada kita hadiah kasih karunia dan keselamatan yang tak terduga melalui kematian dan kebangkitan-Nya,” ujar Obama.

Mengutip perjanjian Lama dari kitab Yesaya, Obama menambahkan, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Obama menyebutnya sebagai “magnificent grace”, “expansive grace”, “amazing grace”.

Kasih karunia itulah yang telah memanggil dia untuk merefleksikan, untuk berdoa dan meminta pengampunan serta memuji Tuhan untuk “karunia yang diberikannya kepada kita... Putra-Nya dan Juru Selamat kita,” ujar Obama.

“Dan itulah sebabnya mengapa kita mengadakan sarapan pagi bersama ini,” jelasnya. “Karena di tengah perdebatan kritis nasional, di tengah-tengah kesibukan kita, kita harus selalu memastikan untuk menempatkan segala sesuatu dalam perspektifnya.”

Sementara anak-anak dan istrinya membantu Obama untuk mempertahankan hal-hal dalam perspektif, sang Presiden mengingatkan bahwa “tidak ada yang mengalahkan Kitab Suci dan pengingat akan kekekalan.”

Uskup Vashti McKenzie, uskup wanita pertama di gereja Episkopal Metodis Afrika mengucapkan sebuah doa yang penuh kuasa setelah diperkenalkan oleh Obama sebagai “uskup dengan tekhnologi tinggi” karena kepemilikannya atas iPad.

“Saya harus membuat sebuah kesimpulan singkat: Anda perhatikan bahwa hari-hari ini doa ada di ipad,” ujar Obama yang disambut tawa.

Sambil membaca dari komputer tablet Apple-nya, McKenzie berdoa, “Kami mengingat di pagi ini bahwa di atas kayu salib Engkau telah mendemonstrasikan semua kasih-Mu yang luar biasa bagi kami. Kami bersyukur atas Paskah yang memutar-balikkan semua keadaan pada Jumat Agung... Kristus telah bangkit. Oleh karena itu, kami tahu bahkan di tengah kebingungan dan keterpurukan dunia kami, Engkau membawa kehidupan mengatasi kematian dan pengharapan mengatasi keputus-asaan.”

Keller dan uskup Jakes juga angkat bicara pada acara tersebut.

Rencana Obama selama akhir pekan Paskah ini belum dirilis. Pada Paskah lalu, Obama dan keluarganya menghadiri ibadah di Allen Chapel AME Church di Washington Tenggara.

Source : christianpost.com

Orang Israel Klaim Temukan Paku Salib Yesus

Selama hampir 2.000 tahun, penyaliban Yesus Kristus menjadi salah satu peristiwa paling menarik perhatian. Kisahnya terus diulang. Sementara, bagi sebagian orang, relik terkait peristiwa itu jadi buruan.

Seorang pembuat film keturunan Israel-Kanada, Simcha Jacobovici, mengklaim telah menemukan dua paku besi yang digunakan untuk menyalib Yesus. Dua paku berkarat sepanjang 2 inci itu dia temukan di sebuah makam berusia 2.000 tahun di Yerusalem.

Temuan itu berawal saat Jacobovici meriset data untuk serial "Secrets of Christianity". Ia adalah pembawa acara sekaligus produser acara itu. Sebuah data mengejutkan ditemukan: pada 1990, arkeolog Israel menggali makam kuno berusia 2.000 tahun. Di dalamnya terdapat dua buah paku yang dibuat oleh orang Romawi. Namun penemuan itu dirahasiakan.

Meski demikian, arkeolog Israel justru mempublikasikan dua ossuari atau peti batu berisi tulang-belulang dengan inskripsi bertuliskan 'Kayafas (Caiaphas) dan Joseph, putra Kayafas' di Museum Israel di Yerusalem.

Menurut Injil, Kayafas adalah ulama besar Yahudi yang menyerahkan Yesus ke tentara Romawi, yang berakhir ke penyaliban. Inilah yang jadi dasar argumen Jacobovici. "Ada konsensus umum yang mengatakan, makam di manna paku itu ditemukan adalah milik Kayafas. Kala itu ada lusinan paku yang ada, namun menemukannya di dalam makam adalah hal yang jarang terjadi," kata dia di Kota Lama, di mana Yesus menghabiskan hari-hari terakhirnya, seperti dimuat Huffington Post, Selasa, 12 April 2011.

Lalu bagaimana bisa mengaitkan paku di makan Kayafas dengan paku salib Yesus? Jacobovici menganalogikannya dengan Muhammad Ali.

Lho?

"Misalnya, 2.000 tahun mendatang, arkeolog menemukan makam Muhammad Ali, namun lupa menyebutkan ada sarung tinju yang ditemukan di sana. Tentu saja, sarung tinju adalah barang biasa, namun sarung tinju dalam makam pastinya punya arti buat sang petinju."

Jacobovici adalah juga pembawa acara serial "Naked Archaeologist" dan pernah berkolaborasi dengan sutradara, James Cameron membuat sebuah dokumenter kontroversial, "The Lost Tomb of Jesus" atau "Makam Yesus yang Hilang".

Dalam segmen "Nails of the Cross" atau "Paku Penyaliban" yang disiarkan 20 April 2011 di History Channel, Jacobovic mempersoalkan mengapa para peneliti menganggap paku-paku itu tak penting.

Padahal, "Kayafas dikenal hanya dalam satu peristiwa: pengadilan dan penyaliban Yesus," kata dia. "Sangat mungkin ia tertarik membawa paku-paku itu dalam kuburnya."

Jacobovici lantas mencoba menemukan lokasi makam Kayafas yang saat ini berada di bawah taman umum. Ia lalu menuruti firasatnya, menemui arkeolog forensik Universitas Tel Aviv, Israel Hershkovitz, yang juga ahli masalah penyaliban. "Saat bertanya padanya, apakah ia menyimpan paku yang ditemukan 20 tahun lalu, Hershkovitz langsung tahu apa yang saya maksud."

"Jika Anda melihat seluruh ceritanya, secara historis, tekstual, arkeologis, semua menunjukkan bahwa dua paku ini dipakai dalam penyaliban," kata dia seperti dimuat Daily Mail. "Ini argumen arkeologi terbaik yang pernah dibuat, paku salib Yesus ditemukan."

Meski Jacobovici mengklaim temuannya itu sebagai sebuah prestasi, klaimnya ditanggapi dingin para ilmuwan dan ahli, yang menuduhnya hanya mencari publikasi.

Otoritas Benda Antik Israel yang memantau penggalian di Yerusalem mengatakan, tak pernah ada pernyataan pasti bahwa makam yang dimaksud adalah lokasi peristirahatan Kayafas. Lagi pula, keberadaan paku dalam makam adalah hal biasa. "Tidak ada keraguan bahwa sutradara berbakat Simcha Jacobovici telah membuat sebuah film seputar temuan arkeologi, tapi interpretasinya tak didukung hasil temuan maupun penelitian."

Selain paku salib, relik lain yang juga diklaim telah ditemukan adalah mahkota penyaliban Yesus dan kain kafan Turin--yang diyakini membungkus jasad Yesus pasca disalib.
• VIVAnews

40 Cara Merayakan Paskah Bersama Keluarga

Paskah merupakan event yang paling penting dari kalender Kristen – begitu penting sehingga gereja menyisihkan musim tujuh minggu untuk bersukacita dalam kemenangan Kristus atas dosa dan kematian.

Bagaimana sebuah pernikahan dapat mempertahankan perayaan “semangat Paskah” sepanjang jalan menuju Pentakosta? Berikut adalah beberapa cara di antaranya. Tapi jangan coba-coba untuk melakukan semuanya! Setiap minggu, pilihlah beberapa ide yang tampaknya tepat untuk Anda. Sukacita Anda selama paskah menyambut Pentakosta akan terus berlanjut.

1. Gunakan lilin khusus saat acara makan keluarga untuk mengingat terang Kristus.

2. Setiap hari bacalah cerita Paskah bersama-sama: Matius 28, Markus 16, Lukas 24, Yohanes 20-21.

3. Merencanakan kegiatan keluarga yang menyenangkan – satu kegiatan setiap Minggu Paskah.

4. Memasang tanda atau banner di rumah yang bertuliskan “Dia telah bangkit!”

5. Nyanyikan lagu haleluya atau haleluya tiga kali di sela-sela masa tenggang sebelum makan.

6. Mainkan kisah Paskah. Undang kerabat dan rekan-rekan Anda untuk menampilkannya.

7. Buatlah poster saat Yesus disalib. Tambahkan bunga kertas dan daun selama musim Paskah berlangsung.

8. Rayakan hidup baru dengan melakukan sesuatu sebagai sebuah keluarga untuk memberikan dukungan kepada bayi-bayi yang belum lahir dan orangtua mereka.

9. Taruh bunga segar di sekitar rumah Anda yang mengingatkan akan kehidupan baru yang dibawa Yesus melalui kebangkitan-Nya.

10. Kunjungi tetangga yang kesepian atau lakukan tindakan kekeluargaan lainnya yang menunjukkan kebaikan untuk mengekspresikan ucapan terima kasih atas kebangkitan Kristus.

11. Bicarakan tentang babtisan. Ceritakan kisah-kisah pembabtisan anggota keluarga lainnya.

12. Rencanakan untuk melakukan tamasya keluarga ke sungai, danau atau laut.

13. Gantungkan tanda salib dengan menyilangkan sepotong kain putih di atasnya.

14. Membuat kue dengan bentuk simbol-simbol Paskah. Bekukan beberapa di antaranya untuk disajikan sepanjang musim Paskah.

15. Pelajari bagaimana kebudayaan lain merayakan Paskah. Cobalah beberapa kebiasaan dan makanan Paskah mereka.

16. Membuat kartu kebangkitan yang bertuliskan kabar baik mengenai kebangkitan Kristus.

17. Mendengarkan musik-musik Paskah.

18. Bacalah kisah mengenai para murid Yesus di jalan ke Emaus (Lukas 24:13-35); berjalan-jalan sebagai satu keluarga.

19. Berjalan-jalan ke tembat bersejarah maupun gereja yang memiliki sejarah yang unik.

20. Tempatkan gambar maupun ikon kebangkitan di tempat terhormat di rumah Anda.

21. Diskusikan apa artinya menjadi “murid” Kristus (Lukas 24:48). Bantu pasangan Anda untuk melihat bahwa kesaksian hidup mereka penting.

22. Kenakan lebih banyak pakaian putih atau pakaian berwarna emas. Kedua warna tersebut merupakan warna khusus selama Paskah.

23. Jika keluarga Anda suka bernyanyi dan memainkan instrumen, usahakan diadakannya sebuah perayaan musik Paskah secara kekeluargaan.

24. Bacalah tentang bagaimana para murid menangkap ikan dengan sangat menakjubkan (Yohanes 21:1-14). Lalu pergilah memancing bersama-sama.

25. Atau meniru gaya Petrus dan pergi berenang bersama (Yohanes 21:7).

26. Bicarakan bagaimana para murid bersembunyi (Yohanes 20:19) sampai Roh Kudud datang pada hari Pentakosta. Tindaklanjuti dengan bermain petak umpet bersama.

27. Tanam beberapa benih untuk memperingati lahirnya kehidupan baru.

28. Bacalah Lukas 24:50-53 atau Kisah Para Rasul 1:6-11. Mintalah anggota keluarga Anda untuk membayangkan diri hadir pada saat kenaikan Tuhan Yesus. Bagaimana perasaan mereka mengenai hal itu?

29. Tontonlah film dengan tema Paskah.

30. Tepat sebelum kenaikan-Nya, Yesus memberkati para murid. Berdoalah dengan berlandaskan Bilangan 6:24-26 secara bersama-sama sebagai cara saling mengkomunikasikan berkat-Nya satu sama lain.

31. Tambahkan warna merah yang melambangkan api Pentakosta (Roh Kudus) untuk dekorasi Paskah Anda.

32. Bacalah Kisah Para Rasul 2, saat Roh Kudus turun di hari Pentakosta. Bacalah secara bergantian dengan seluruh anggota keluarga.

33. Hiasi kue dengan api Pentakosta dan simbol lainnya untuk merayakan ulang tahun lahirnya gereja.

34. Bicarakan tentang tujuh karunia Rih Kudus (lihat Yesaya 11 dan 1 Korintus 12).

35. Buatlah gantungan kunci atau gantungan untuk hiasan telepon seluler dengan tema Pantekosta yang dilengkapi dengan burung merpati dan lidah-lidah api.

36. Berdoalah kepada Roh Kudus dan gunakan dalam waktu doa keluarga Anda.

37. Mainkan “dua puluh pertanyaan”. Minta seseorang untuk memilih sebuah karakter Alkitab dari cerita Paskah dan Pentakosta. Kelompok lain mengajukan dua puluh pertanyaan (hanya dengan jawaban ya atau tidak) untuk menebak karakter yang tepat.

38. Daftarkan sembilah buah Roh Kudus (Galatia 5:22-23) pada slip kertas yang terpisah. Setiap anggota keluarga memilih buah roh secara acak untuk mereka pupuk dalam diri mereka sepanjang musim Paskah.

39. Temukan cara untuk membuat makanan khusus setiap hari Minggu selama Minggu Paskah. Lanjutkan “makanan khusus di hari Minggu” ini untuk merayakan kebangkitan Yesus sepanjang tahun.

40. Diskusikan alasan kenapa hari Minggu adalah kudus. Tentukan bagaimana Anda dapat menjalani hari Tuhan sebagai sebuah keluarga.
Source : wau.org

Membawa Semangat Paskah Ke Rumah

Di rumah, kami membaca kisah-kisah Paskah pada malam Jumat selama Prapaskah. Di saat itu, setiap anggota keluarga akan diminta untuk melihat peristiwa tersebut melalui mata seorang karakter yang berbeda-beda dalam peristiwa tersebut. Melakukan hal ini akan menggali pola pikir kami dalam memandang dan memaknai Paskah.

Siapa yang Anda bayangkan di dalam pikiran Anda ketika Anda memikirkan kesengsaraan Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya? Apakah Anda mencoba untuk membayangkan diri Anda saat menempati diri sebagai para rasul? Dapatkah Anda menghadapi saat-saat pencobaan ketika Anda menolak Yesus seperti yang dilakukan Petrus? Dapatkah Anda menghadapi saat penyangkalan dan pengkhianatan yang Anda lakukan membuat Anda merasa sangat bingung, seperti Yudas, Anda percaya bahwa Yesus tidak akan mengampuni kesalahan Anda? Dapatkah Anda melihat diri Anda memerankan Pontius Pilatus, yang memiliki kuasa untuk membantu seseorang yang dituduh bersalah, namun memutuskan untuk mencuci tangannya dari masalah?

Itulah pertanyaan yang kami tanyakan pada diri kami masing-masing sebagaimana kami memeriksa segala tindakan kami sepanjang tahun lalu dan mempertimbangkan bagaimana karakter-karakter tersebut menyerupai peran yang sesekali kami jalankan. Setelah setiap anggota keluarga telah memiliki giliran untuk berbagi, bersama-sama kami membaca kata-kata pengampunan yang Yesus ucapkan sesaat sebelum IA mati di kayu salib. Cara-cara seperti ini benar-benar memberikan dampak yang sangat baik bagi anak-anak untuk memaknai Paskah secara lebih mendalam.

Jka Anda sedang mencari-cari kegiatan keluarga selama masa Prapaskah, pertimbangkanlah cara ini untuk membaca dan merenungkan kisah hebat dari kasih Tuhan yang meluap-luap bagi kita. Cara apalagi yang lebih baik untuk mempersiapkan Paskah?
Source : wau.org

Perjamuan Terakhir Yesus Ternyata Bukan di Hari Kamis, Lho!

Umat Kristen selalu memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid pada hari Kamis, yang tanggalnya bisa berbeda-beda. Perjamuan Terakhir ini, biasanya di kalangan Katolik dikenal sebagai Kamis Putih, diyakini berlangsung sehari sebelum Jumat Agung, yaitu hari penyaliban Yesus. Namun, seorang ilmuwan dari Inggris tidak sependapat rupanya.

Hasil riset itu diungkap Profesor Colin Humphreys dari Universitas Cambridge dalam buku berjudul “The Mystery of The Last Supper” yang dikutip stasiun berita BBC. Studi itu berdasarkan pada penelitian Alkitabiah, sejarah, dan astronomi untuk menyelidiki ketidakcocokan waktu Perjamuan Terakhir. Dia mengungkapkan bahwa Perjamuan Terakhir itu sebenarnya berlangsung pada hari Rabu, atau sehari lebih cepat dari yang selama ini kita yakini. Ini diduga akibat ketidakcocokan penanggalan Yahudi Kuno dengan kalender Romawi (Julian).

Menurut penelitiannya, tanggal Perjamuan Terakhir itu berlangsung pada tanggal 1 April 33 Masehi. Kemudian penelitian ini membandingkan perbedaan waktu penentuan Perjamuan Terakhir yang tertera pada empat Injil pertama dalam Kitab Perjanjian Baru yaitu Matius, Markus, Lukas, dan juga Yohanes. Memang dalam Matius, Markus, dan Lukas menyebutkan Perjamuan Terakhir bertepatan dengan dimulainya tradisi Paskah Yahudi (Passover), namun surat Yohanes mencatat bahwa peristiwa itu terjadi sebelum Paskah Yahudi.

“Ini memang telah membuat bingung para cendekia ilmu tafsir Alkitabiah selama berabad-abad. Bahkan, ada yang mengatakan ‘Ini merupakan subyek yang paling sulit dalam Perjanjian Baru’”, kata Humphreys dalam acara Today’s Programme di BBC. Dia menduga ini terkait dengan dua penanggalan yang berbeda. Menurutnya, surat Matius, Markus, dan Lukas kemungkinan didokumendasikan berdasarkan kalener Yahudi kuno, yang diadaptasi dari penanggalan Mesir di masa Musa. Namun, penanggalan resmi yang dipakai di zaman Yesus adalah penanggalan Romawi, karena pada saat itu wilayah Timur Tengah dikuasai Kekaisaran Romawi.

“Dalam suratnya, Yohanes tidak salah menyebut bahwa Perjamuan Terakhir dilakukan sebelum tradisi Paskah Yahudi. Namun, Yesus memilih menggelar Perjamuan Terakhir bersamaan dengan tradisi perjamuan Paskah Yahudi sesuai dengan kalender Yahudi sebelumnya,” kata Humphreys. Dia menyimpulkan bahwa berdasarkan standar penanggalan Julian, maka Perjamuan Terakhir itu berlangsung pada hari Rabu, 1 April 33 Masehi.

Jadi yang mana yang benar ya? Well, bisa dikatakan, itu hanyalah sejarah saja. Yang pasti, Yesus datang ke dunia ini bukan untuk mengukir sejarah yang seperti itu, tapi mengukir masa depan kita. Sekalipun sejarah itu penting, ada yang lebih penting lagi. Tentu saja kasih penyelamatan dan penebusan-Nya di salib.

Source : surabayapost/lh3

Bukit Salib : Tempat Bagi Harapan, Damai, Kasih, dan Pengorbanan

Sebuah Bukit Salib di Lithuania ditutupi lebih dari 100 ribu salib adalah salah satu tempat ziarah umat Kristiani menjelang hari raya Paskah. Letak tepatnya adalah 12 km dari kota Siauliai, Lithuania Utara. Sesuai dengan namanya, perbukitan ini dipenuhi oleh banyak salib yang dibawa oleh kaum peziarah dari seluruh dunia.

Pada abad ke 14, jaman pemerintahan kekaisaran Teuton, daerah perbukitan ini merupakan tempat peperangan antara rakyat Lithuania melawan penjajah asing. Kaisar lalu mendirikan beberapa salib di bukit tersebut untuk memperingati pertempuran itu. Antara tahun 1831-1863, terjadi pemberontakan antara petani dengan penguasa. Banyak petani yang terbunuh ketika menentang aturan yagn dianggap merugikan pihak kecil. Kemudian mayat-mayatnya dikubur di Bukit Salib. Masyarakatpun menanamkan beberapa salib hingga mencapai 150 buah.

Akhirnya, banyak peziarah yang mengunjungi bukit ini dengan membawa salib besar maupun kecil untuk ditanamkan di sana. Tercatat tahun 1940 terdapat 400 salib besar dikelilingi ratusan salib berukuran kecil. Sayangnya, bukit salib ini sempat dihancurkan hingga rata dengan tanah selama Perang Dunia II. Ketika itu, Soviet mengambil alih Lithuania dari Nazi Jerman dan mengkomuniskan daerah ini.

Namun tahun 1993, dua tahun setelah Lithuania memproklamirkan kedaulatannya, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi bukit ini dan menyatakan bahwa Bukit Salib adalah sebuah tempat untuk harapan, cinta damai, dan pengorbanan. Sejak itu, jutaan orang dari seluruh dunia telah berkunjung ke situs suci ini khususnya pada hari-hari menjelang Hari Raya Paskah. Salib yang ditanam bervariasi, dimana yang terbesar mencapai tinggi hingga 3 meter. Selain salib, terdapat juga patung-patung kayu dari para pahlawan Lithuania, patung perawan Maria, dan ribuan patung mini dan rosario. Salib adalah bukti nyata pengorbanan Yesus menebus kita. Selamat memperingati pengorbanan-Nya di hati Anda.

Source : berbagai sumber/lh3

Menjelaskan Kebangkitan Yesus Kepada Anak-anak

Setiap tahun saat Paskah tiba, tibalah saatnya untuk membicarakan kebangkitan kepada anak-anak Anda. Menjelaskan kebangkitan Yesus berarti Anda juga perlu menjelaskan mengenai penyaliban yang mungkin menantang, khususnya bila Anda memiliki anak-anak yang masih kecil. Langkah-langkah berikut ini akan memberi Anda beberapa ide tentang bagaimana menceritakan cerita Paskah kepada anak-anak sehingga mereka mengerti pentingnya Paskah.

1. Jelaskan penyaliban tanpa memberikan detail yang mengerikan, khususnya bila anak-anak Anda masih terlalu kecil.

2. Berikan jawaban yang benar atas pertanyaan anak-anak mengenai penyaliban. Gunakan penilaian Anda sendiri mengenai detail yang Anda pilih untuk diceritakan kepada mereka sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

3. Tekankan aspek positif dari kematian Kristus. Sampaikan kepada mereka bahwa dengan mati di kayu salib, Yesus menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita sehingga kita bisa berada di surga.

4. Fokuskan pada bagian yang memberikan harapan dari cerita itu, yaitu pada bagian kebangkitan. Jelaskan kepada mereka bahwa adalah suatu mukjizat bila Yesus bangkit dari kematian dan naik ke surga.

5. Gunakan buku-buku tentang Paskah dan video-video yang dirancang bagi anak-anak untuk membantu Anda menjelaskan penyaliban dan kebangkitan. Tontonlah video itu atau bacalah buku-buku Paskah sebelum menunjukkannya kepada anak-anak Anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Anda nyaman dengan cara penyampaian yang digunakan oleh buku atau video itu.

6. Belilah satu set "telur kebangkitan" sebagai alat bantu Anda dalam menjelaskannya. Setiap telur berisi satu bagian yang menyimbolkan perjalanan Yesus pada waktu Paskah sehingga anak-anak bisa belajar tentang penyaliban dan kebangkitan dalam cara yang menarik dan menyenangkan. (t/Ratri)

Simbol Paskah Yang Tidak Selalu Anda Ketahui

Pada zaman dahulu, di Eropa Utara, Eostre adalah dewi musim semi. Nama “Easter (Paskah)” mungkin berasal dari sini.

Paskah merupakan perayaan akan kebangkitan Kristus, dan karenanya menggambarkan kehidupan baru dan permulaan yang baru. Paskah juga di beberapa tempat bersamaan dengan perayaan musim semi.

Hal ini pada akhirnya mencerminkan sebagian besar simbol-simbol Paskah yang populer berkaitan dengan hal ini.

Bunga lili putih yang sering dijadikan bunga Paskah, muncul ke permukaan bumi pada saat ini, dan tidak hanya merupakan kehidupan baru dan kebangkitan Kristus, tetapi juga menggambarkan kemurniannya. Bunga lain seperti tulip dan bakung melambangkan kehidupan baru dan musim semi, karena bunga-bunga tersebut mekar di musim ini.

Telur Paskah biasanya diberikan kepada anak-anak, dan banyak tradisi yang berhubungan dengan telur. Telur juga dijadikan simbol musim semi dan awal kehidupan baru sejak zaman dahulu. Selain itu, telur juga melambangkan makam batu tempat Yesus dikuburkan dan darimana Ia muncul pada hari ketiga.

Tidak ada yang tahu darimana kebiasaan mewarnai telur berasal. Orang-orang Mesir kuno mencelup telur berwarna untuk diberikan kepada teman-teman mereka. Orang Cina, Yunani dan Persia juga mengikuti kebiasaan ini.

Di Timur Tengah dan Eropa abad pertengahan, orang melukis telur untuk melambangkan darah Kristus. Telur yang berlubang dicat dengan gambar Yesus dan Maria dan diberikan sebagai hadiah.

Di Inggris dan Jerman, kelinci dipercaya membawa telur berwarna! Legenda ini berasal dari Jerman dimana telur Paskah memiliki arti yang penting.

Kelinci Paskah menjadi bagian yang penting dari tradisi Paskah di negara-negara seperti Inggris. Di Amerika dan Kanada, dipercaya bahwa kelinci Paskahlah yang membawa telur. Kelinci Paskah ‘menyembunyikan’ telur-telur itu dan di hari Minggu Paskah anak-anak akan mencari telur-telur tersebut di sekitar rumah. Pada zaman dahulu, kelinci merupakan simbol kehidupan baru dan kehidupan yang berkelimpahan, dan pengingat musim semi.

Anak ayam juga melambangkan kelahiran kembali atau sebuah kehidupan yang baru, karena mereka menetas dari telur. Bayi-bayi binatang juga biasanya lahir pada musim ini, dan melambangkan musim semi serta pembaharuan.

Domba merupakan pengingat akan Yesus, anak domba Allah.

Salah satu simbol Paskah yang kurang dikenal namun cukup penting adalah kupu-kupu. Kehidupan Yesus dilambangkan melalui siklus hidp kupu-kupu. Tahap pertama: ulat, yang menggambarkan kehidupan Yesus di atas muka bumi; tahap kedua adalah kepompong yang melambangkan penyaliban serta penguburan Yesus, sementara tahap ketiga yang juga merupakan tahap akhir adalah transformasi total menjadi kupu-kupu yang menggambarkan kebangkitan Tuhan Yesus.

Beberapa jenis makanan di musim ini juga mencerminkan semangat Paskah.

Hot Cross Buns menjadi salah satu makanan yang sangat populer di musim ini. Makanan ini berupa roti manis dengan lapisan gula berbentuk salib. Makanan ini menjadi pegingat Yesus di kayu salib. Salib juga mewakili kemenangan hidup (kebangkitan) atas kematian.

Karena Paskah merupakan saat bagi pembaharuan, orang Italia memanggang kue berbentuk kelinci, yang merupakan simbol dari kelahiran dan kehidupan yang baru.

Pretzel yang berbentuk menyilang, dimakan selama masa Prapaskah, menyerupai tangan yang menyilang dalam doa.

Simbol lain dari kehidupan yang baru adalah topi Paskah dan baju baru! Orang-orang tradisional mengenakan baju baru saat Paskah. Kebiasaan ini berasal dari orang Kristen zaman dahulu yang mengenakan jubah putih saat mereka masuk ke dalam gereja saat itu. Setelah misa, mereka akan berjalan menyusuri jalan-jalan dengan pakaian baru dan topi sebagai bagian dari parade Paskah. Bahkan saat ini pada hari Minggu Paskah, orang terkadang memakai baju baru ke gereja.

Akhirnya, lilin digunakan selama ibadah gereja dan doa, melambangkan terang dunia – Yesus kristus.

Simbol merupkaan cara untuk mengidentifikasi semangat sebuah festival, dan simbol-simbol Paskah mencerminkan hal itu.

Source : associatedcontent.com

Pekan Paskah di Lereng Gunung Merapi

Umumnya pusat perhatian dunia pada hari raya Paskah tertuju pada prosesi jalan salib di Yerusalem, Misa Paskah Vatikan, juga penyaliban diri yang dilakukan beberapa warga di Filipina ataupun Meksiko. Namun mari melihat lebih dekat terhadap pekan paskah didalam negeri terutama pada daerah yang terkena bencana, seperti di Gunung Merapi Jawa Tengah.

Umat Kristen di lereng barat Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merayakan rangkaian pekan suci Paskah yang dimulai dengan Minggu Palma secara sederhana, pada Minggu (17/4/). "Tahun ini kami rayakan secara sederhana, mengingat masyarakat sini masih menghadapi bencana banjir lahar setelah letusan Merapi. Kesederhanaan perayaan ini wujud solidaritas sebagai sesama warga Merapi," kata Paulus Sasongko, Panitia Perayaan Paskah 2011 Gereja Santo Paulus Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Magelang.

Pekan suci paskah meliputi Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah untuk mengenang Yesus saat disambut pengikut masuk Yerusalem, perjamuan terakhir, wafat Yesus disalib, dan kebangkitan Yesus dari kematian. Umat setempat yang berjumlah sekitar 700 orang berasal dari berbagai dusun terakhir sekitar enam kilometer barat puncak Merapi. Kawasan itu berada di antara aliran Kali Lamat dan Kali Blongkeng yang aliran airnya berhulu di Merapi.

Meskipun sederhana, katanya, umat tetap merenungkan makna atas rangkaian perayaan itu terkait dengan kehidupan mereka di Merapi pascaletusan dahsyat 2010 dan ancaman banjir lahar dingin secara beruntun hingga saat ini. Perayaan Minggu Palma untuk mengenang Yesus disambut para pengikut sebagai raja memasuki Kota Yerusalem, dilaksanakan umat Merapi secara sederhana dalam kemasan kehidupan petani.

Mereka masing-masing membawa daun palma dengan mengenakan pakaian Jawa bermotif lurik dengan selempang stola warna merah dan tutup kepala "iket". Sebagian umat juga mengenakan pakaian ala petani. Puluhan anak-anak yang juga berpakaian petani bertutup kepala caping bertuliskan "Mbok Luwih", simbol letusan Merapi 2010 yang memberikan berkah melimpah untuk masyarakat.

Source : Antara/DPT
 →

VISIT NOW

111

Visitor

Flag Counter
 

Copyright © 2009 by Cerita Langit